
Gio melakukan perjalanan kembali dari luar kota dan tepat 2 jam gio terlebih dulu sampai di cafe tempat biasanya ia bertemu dengan william .
Gio mencari tempat duduk dan memanggil pelayan untuk memesan kopi .
Beberapa menit setelah kopi yang gio pesan datang , william pun datang . Ia menyapa gio dan langsung mendaratkan tubuhnya untuk duduk disamping sahabatnya tersebut . ia langsung memanggil pelayan dan memesan kopi yang sama dengan gio .
" kau kemarin kenapa pergi begitu saja ha ? " tanya william menepuk bahu gio
" aku lupa jika kemarin sudah ada janji dengan seseorang " saut gio
" oh iya .. Kau kemarin bercerita telah menghabiskan waktu berdua kan bersama merry ? Kau melakukan apa saja dengan nya ? " tanya gio sembari menyeruput kopi didalam cangkirnya
" aku ? .. Aku hanya bercerita dan bermain UNO bersamanya semalaman penuh , dia itu sungguh lucu .
Apa kau tau gio ? Mulai dari awal bermain uno dia selalu kalah denganku , sekalinya dia menang dia tertawa begitu girang seperti anak kecil haha , dia sungguh berbeda dari wanita lain " ucap william tertawa kecil seraya mengingat ingat raut wajah merry yang kala itu tertawa saat bermain bersamanya .
Mata gio langsung terbelalak dengan terkejut .
" hanya bermain UNO saja ? " tanya gio dengan melebarkan matanya
" yaiyalah , kau pikir apa ? Aku berbuat yang tidak tidak kepada merry ? hahaha pikiranmu itu sungguh kotor sekali " ucap william , mendorong bahu gio seraya meninggikan tertawanya .
tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri meja mereka berdua dan menyuguhkan sebuah kopi yang william pesan .
" lalu kenapa kau bilang menghabiskan waktu bersamanya ? " tanya gio dengan menajamkan keua alisnya
" bermain UNO dan bercerita semalaman penuh apa namanya tidak menghabiskan waktu ? , kau ini sungguh bodoh sekali , kemarin aku belum menyelesaikan ceritaku kau sudah pergi begitu saja " saut william
" ah sialannnnn " gumam gio dalam hati
" setelah pulang dari rumah sakit merry tiba tiba terlihat bersedih , aku kira dia menyukaimu dan cemburu karna melihatmu dengan aline . Tapi Ternyata katanya dia sedang mempunyai masalah lain " ucap william dengan menyeruput sedikit kopinya yang terlihat masih berasap .
" cemburu ? " tanya gio dalam hati , ia langsung memejamkan matanya dengan perasaan bodohnya
" william , aku lupa kalau ada janji .. sepertinya aku harus pergi " pamit gio hendak beranjak pergi
" gio kau ini kebiasaan , aku baru saja sampai kau sudah main pergi saja , sebentar saja temani aku dulu sampai aku menghabiskan kopiku " seru william ,gio pun membatalkan niatnya untuk pulang , ia menemani william sebentar hingga william menghabiskan minumannya .
Dirumah
Merry tak henti hentinya keluar masuk rumah menunggu kepulangan gio , ia hendak menelponnya namun selalu diurungkan karna merry masih takut . Bahkan bi mia memperhatikan merry yang dari siang begitu terlihat tidak tenang .
" nyonya merry .. Makanlah dulu kau daritadi pagi belum makan " pinta bi mia
" tidak bi .. merry tidak lapar " ucap merry , bagaimana mau makan . Hati merry begitu tak tenang sebelum melihat gio memaafkannya .
" makanlah sedikit saja nyonya .. Wajahmu terlihat begitu pucat " pinta bi mia
" tidak bi ! nanti saja merry makan menunggu gio , tinggalkan merry sendiri ya bi " pinta merry sembari menyunggingkan senyumnya , bi mia pun mengiyakannya ia pamit melanjutkan pekerjaannya kembali .
Merry duduk di depan pekarangan rumah menunggu gio dan gio juga tak kunjung pulang ..
Namun tak lama kemudian terlihat mobil gio hendak berhenti di depan rumah , merry pun beranjak menghampirinya . Gio turun dari mobil dan berjalan ke arah merry dengan tatapan penuh keheranan ..
" kau sedang apa malam malam di luar ? Ayo masuklah ! " ajak gio sembari menarik tangan merry untuk masuk ke dalam rumah , namun merry melepas tangannya
" gio apa kau masih marah kepadaku " tanya merry
" gio percayalah kepadaku aku bersumpah tidak melakukan apapun di hotel dengan kak william , ku mohon percayalah " sambungnya dengan menahan air matanya , gio hanya diam menatap merry
" Ayo masuklah dulu ! jangan diluar .. angin malam tidak baik " pinta gio kembali .
" aku tidak mau masuk jika kau tidak memaafkanku ! " seru merry lirih
" ( menghela nafa ) merry .. Kau jangan seperti anak kecil , ayo masuklah " ajak gio dengan sedikit meninggikan suaranya , ia melingkarkan tangannya ke pinggang merry dan mengajak istrinya tersebut untuk masuk
" gioo .. Ku mohon maafkan aku , aku akui aku memang salah! Tidak seharusnya aku menginap di hotel dengan laki laki lain , tapi aku bersumpah aku tidak melakukan apapun dengan kak willy , kita tidur terpisah di tempat tidur yang berbeda , ku mohon percaya lah " ucap merry lirih air matanya seakan tak tebendung hingga meleleh kembali
Gio diam menatap kedua mata merry Tanpa berkata Gio langsung memeluk tubuh merry dengan erat ia mencium kepala merry seraya memejamkan kedua matanya karna gio juga merasa bersalah terhadap istrinya .
" gio ku mohon maafkan aku " kata kata maaf tak henti terucap dari mulut merry , gio melepas pelukannya , ia memegang kedua pipi merry dan menyibakkan halus rambut merry yang kala itu menutupi dahinya , ia menyeka air mata merry .
" kenapa kau begitu cengeng seperti ini , seharusnya aku yang meminta maaf karna tidak mempercayaimu " ucap gio
" untuk yang masalah aline aku tidak bermaksud apa apa , aku hanya ingin menenangkan dia saja . karna dia begitu terpukul kehilangan mamanya , dan aku minta maaf karna semalam aku begitu kasar kepadamu " imbuh gio , mengusap kedua pipi merry .
kedua tangan merry masih memegang pinggang gio dengan wajah yang mendongak keatas kedua matanya tak henti bergerak mengamati gio seolah masih tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya barusan .
" berarti kau sudah memaafkanku ? " tanya merry kembali , gio langsung menganggukan kepalanya , merry langsung tersenyum sumringah dan memeluk tubuh suaminya dengan erat
Tok .. Tok .. Tok .. terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar , gio melepaskan pelukannya dari merry dan mencoba membuka pintunya . ternyata bi mia ..
" tuan gio .. makan malamnya sudah saya siapkan " kata bi mia memberi tau
" saya masih kenyang bi karna tadi sudah makan " ucap gio
" tapi nyonya merry belum makan dari pagi tuan " ujar bi mia , gio langsung menoleh ke belakang ke arah merry , merry langsung mengalihkan pandangannya dan berpura pura tidak melihat gio , gio pun menyuruh bi mia pergi dengan sopan dan bi mia mengiyakannya . gio langsung menghampiri merry .
" merry , apa benar kau dari tadi pagi belum makan ? " tanya gio dengan kesal
" aku ? .. aku sudah makan kok " saut merry dengan berbohong , gio hanya diam menatapnya dengan tajam seraya dahinya mengerut kesal , merry hanya menghela nafas dan ia sudah tau maksud dari raut wajah suaminya tersebut .
" baiklah aku makan sekarang.. " saut lirih merry , gio langsung menemani merry makan di dapur
" gio kau tidak makan ? " tanya merry sembari mengunyah makanan yang terlihat begitu penuh di dalam mulutnya , gio pun menggelengkan kepalanya .
gio tak henti hentinya memandangi dan memperhatikan wajah istrinya yang sedang makan . hingga membuat merry menjadi salah tingkah , merry mengangkat piring makannya dari meja dan mengubah posisi duduknya , dan ia lebih mempercepat kunyahannya berharap makanannya habis dan gio tidak memperhatikannya lagi .
" hey kenapa kau makan menghadap sana .. siapa yang mau mengambil makananmu itu ? " celetuk gio
" kau daritadi melihatku seperti itu aku jadi makan dengan tidak nyaman " celetuk merry dengan mulut yang masih tersumbat makanan . gio hanya menahan tawanya .
" yasudah cepat selesaikan makanmu . ku tunggu di kamar " ujar gio seraya tangannya mengacak acak rambut merry ,
seusai makan merry langsung menghampiri gio di kamar , gio menarik tangan istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur , ia tak segan mencium bibirnya , namun merry sudah paham dengan apa yang sedang diinginkan gio ..
" gio .. bisakah kita melakukannya lain kali saja ? , semalam itu sungguh benar benar menyakitkan " ucap merry dengan polos seraya menggigit bibir bawahnya dengan menahan rasa yang bergidik ngilu .
" tidak .. kali ini tidak akan sakit " bujuk gio , ia langsung menindih tubuh istrinya dan mereka berdua hanyut bersama .
beberapa jam kemudian setelahnya , gio dan merry mencoba tidur namun mata merry tidak bisa memejam karna begitu banyak pertanyaan didalam hati dan pikirannya , ia memandangi wajah gio dengan seksama begitu dekat , dengan tubuh yang hanya terbalut satu lembar selimut bersama .
" merry tidurlah .. besok pagi kita harus ke rumah mama untuk menemaninya " pinta gio , merry pun menganggukan kepalanya , kemudian gio mencoba memejamkan matanya . namun lagi lagi pikiran merry masih tak tenang ia masih dirundung pertanyaan pertanyaan yang ingin sekali ingin ia tanyakan kepada suaminya .
"gioo .. " panggil merry dengan lirih sembari tangannya menyentuh dada bidang gio yang masih telanjang
" iya .. " saut gio dengan membuka kedua matanya
" apa kau akan meninggalkanku dan menikah dengan aline ? " tanya merry dengan mata yang berkaca kaca , gio diam sejenak dan menatap kedua mata merry . tangannya bergerak membelai dengan lembut wajah merry ..
" tidak akan ! Cepat tidurlah " ucap gio mendekap erat tubuh merry ,ia mencium kening merry dan menenggelamkan wajah istrinya tersebut lebih mendekap di dadanya
" Merry .. bagaimana bisa aku meninggalkanmu " gumam gio dalam hati ia semakin mengeratkan pelukannya
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
klik dan follow profil mangatoon saya untuk bisa melihat karya novel saya yang lainnya .
dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita dari novel saya yang berjudul amoera is my lady .
Gracias ^_^