My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Menggoda



merry pun akhirnya terpaksa menuruti permintaan elyn dan carrol ,  ia masih belum sadar kalau elyn dan carrol  memang sengaja , merry pun pergi ke dapur  membuatkan gio kopi , setelahnya  ia langsung menghampiri gio  di kamar kala itu gio baru saja keluar dari kamar mandi habis membersihkan tubuhnya  ,


" kopimu aku letakan disini "  kata merry sembari meletakan kopi diatas meja , tiba tiba mata gio  melebar seketika melihat tampilan merry yang tidak seperti biasanya , bibirnya pun menahan senyum ,


" apa kau sudah makan ? " tanya merry


" belum , nanti saja " saut gio , kedua matanya menatap hangat wajah merry


" yasudah , nanti kalau mau makan panggil aku " pinta merry Ia hendak keluar dari kamarnya


" kau mau kemana " tanya gio


" mau ke carrol dan elyn , aku mau mengambil piamaku , aku sangat risih menggunakan pakaian ini  " jawab merry


" ternyata kerjaan mereka berdua " gumam gio dalam hati sembari menahan senyumnya, namun merry masih belum menyadari


" kemarilah sebentar temani aku , ada yang ingin aku bicarakan denganmu " pinta gio , ia menutup pintu kamarnya   dan menarik tangan merry , dirinya mengajak merry duduk  diatas tempat tidur ,


" gio nanti saja aku akan segera kembali , aku mau mengambil piamaku diatas  " saut merry , beranjak dari duduknya


" merry nanti saja " teriak  gio sembari  menajamkan kedua matanya , merry pun menghela nafas dan mengiyakannya


" kau mau membicarakan apa cepatlah ? " tanya merry ia kembali duduk disamping gio  , gio pun mendekati merry dan tersenyum menggoda , melihat senyuman gio merry jadi salah tingkah


" ehhmm gio dudukmu agak sana jangan terlalu dekat " pinta merry mendorong bahu gio , merry pun menggeser duduknya


" aku hanya ingin memberitahumu aku sudah membeli rumah yang letaknya tidak jauh dari sini  " kata gio


" untuk apa kau membeli rumah ? " tanya merry


" ya untuk kita tempati  " celtuk gio


" aku ngga mau! kita tinggal disini saja , lagipula mama juga ngga bakal mengizinkan aku pergi dari rumah ini  " kata merry tersenyum sinis


" kata siapa ? Justru mama sama papa yang memberi izin .. Tanpa izin mereka mana mungkin aku langsung membeli rumah , kau ini sungguh bodoh " ketus gio


" Giooooooo " teriak merry dengan kesal


" aku sudah bilang jangan berteriak seperti itu aku sangat tidak suka " teriak gio memegang erat bahu merry


" kau membeli rumah agar  kau bisa bebas  kan membawa pacarmu itu keluar masuk rumah  iya kan ? " tanya merry dengan ketus , gio malah membuang muka dan menahan tawanya


" kenapa kau diam saja ? benar kan ?  " sambung merry , gio pun menatap merry dan menyentuh pinggangnya , hingga membuat jantung merry berdegup kencang , ia mendekati wajah merry , tiba tiba keringat melapisi dahi merry


" kenapa kau bisa berpikiran seperti itu " tanya gio


" apa kau takut aline menggantikan posisimu  ? " tanya gio menepiskan senyumnya


" hah untuk apa aku takut , kalau kau memang ingin menikahinya , ya nikahi saja! lebih cepat kan lebih baik , supaya aku bisa terbebas darimu   " celtuk merry membuang muka , ia pun menepis tangan gio dari pinggangnya , gio yang mendengar perkataan merry ia terdiam dan menjadi kesal


" kenapa kau jadi marah seperti ini apa kau cemburu ? " tanya gio ia pun menghimpit tubuh merry di sandaran tempat tidur ia memegang erat pinggang merry , ia  memandangi wajah merry hingga detak jantung merry berdetak semakin kencang , dan keringat mengguyur deras dahi dan juga lehernya


" siapa juga yang cemburu , gio jangan seperti ini lepaskan tanganmu " pinta merry mencoba menepis kasar tangan gio dari pinggangnya


" untuk apa ku lepaskan , bukankah kau yang terlebih dulu menggodaku " tanya gio tersenyum sinis


" apa kau sudah gila , siapa yang menggodamu  " teriak merry


" merry kau ini memang polos atau berpura pura polos ? berdandan cantik dan menggunakan lingerie apa lagi berwarna merah menyalah seperti ini , untuk apa kalau tidak menggodaku , kau pikir aku bodoh  " bisik gio lirih di telinga merry


" ah sialan ini kerjaan elyn dan carrol , mereka pasti sengaja " gumam merry dalam hati ia baru menyadari kesengajaan adik dan sahabatnya tersebut


tiba tiba  tangan gio mengusap bibir tipis merry hingga merry menelan keras ludahnya sendiri , gio hendak mendekatkan bibirnya  namun tiba tiba terdengar suara elyn berteriak dari depan kamar , merry langsung mendorong tubuh gio hingga membuyarkan semuanya


" shit .. mereka kenapa mengganggu saja " gumam gio kesal dalam hati , ia pun mengepalkan tangannya


" elyn, diamlah  kau kenapa berteriak " tanya carrol kepada elyn


"  kau menginjak kakikku " teriak elyn , tiba tiba merry dan gio membuka kamarnya , hingga mengagetkan elyn dan carrol , rupanya elyn dan carrol sedang menguping


" kalian sedang apa disini " tanya gio sembari mengernyitkan dahinya


" eh merry .. kak gio .. ehmm kita ngga ngapa ngapain cuman lewat saja kok ehehe  " saut carrol tertawa pelik , sementara mata merry melotot tajam ke arah carrol dan elyn , hingga membuat mereka takut


" kak merry  , kak gio .. aku dan carrol akan kembali ke kamar kita , permisi " saut elyn menarik tangan carrol dan berlalu  meninggalkan kamar merry


" Heyyy tunggu mau kemana kalian " teriak merry hendak mengikuti carrol dan elyn , namun tangan merry ditarik oleh gio