
merry pun akhirnya terpaksa menuruti permintaan elyn dan carrol , ia masih belum sadar kalau elyn dan carrol memang sengaja , merry pun pergi ke dapur membuatkan gio kopi , setelahnya ia langsung menghampiri gio di kamar kala itu gio baru saja keluar dari kamar mandi habis membersihkan tubuhnya ,
" kopimu aku letakan disini " kata merry sembari meletakan kopi diatas meja , tiba tiba mata gio melebar seketika melihat tampilan merry yang tidak seperti biasanya , bibirnya pun menahan senyum ,
" apa kau sudah makan ? " tanya merry
" belum , nanti saja " saut gio , kedua matanya menatap hangat wajah merry
" yasudah , nanti kalau mau makan panggil aku " pinta merry Ia hendak keluar dari kamarnya
" kau mau kemana " tanya gio
" mau ke carrol dan elyn , aku mau mengambil piamaku , aku sangat risih menggunakan pakaian ini " jawab merry
" ternyata kerjaan mereka berdua " gumam gio dalam hati sembari menahan senyumnya, namun merry masih belum menyadari
" kemarilah sebentar temani aku , ada yang ingin aku bicarakan denganmu " pinta gio , ia menutup pintu kamarnya dan menarik tangan merry , dirinya mengajak merry duduk diatas tempat tidur ,
" gio nanti saja aku akan segera kembali , aku mau mengambil piamaku diatas " saut merry , beranjak dari duduknya
" merry nanti saja " teriak gio sembari menajamkan kedua matanya , merry pun menghela nafas dan mengiyakannya
" kau mau membicarakan apa cepatlah ? " tanya merry ia kembali duduk disamping gio , gio pun mendekati merry dan tersenyum menggoda , melihat senyuman gio merry jadi salah tingkah
" ehhmm gio dudukmu agak sana jangan terlalu dekat " pinta merry mendorong bahu gio , merry pun menggeser duduknya
" aku hanya ingin memberitahumu aku sudah membeli rumah yang letaknya tidak jauh dari sini " kata gio
" untuk apa kau membeli rumah ? " tanya merry
" ya untuk kita tempati " celtuk gio
" aku ngga mau! kita tinggal disini saja , lagipula mama juga ngga bakal mengizinkan aku pergi dari rumah ini " kata merry tersenyum sinis
" kata siapa ? Justru mama sama papa yang memberi izin .. Tanpa izin mereka mana mungkin aku langsung membeli rumah , kau ini sungguh bodoh " ketus gio
" Giooooooo " teriak merry dengan kesal
" aku sudah bilang jangan berteriak seperti itu aku sangat tidak suka " teriak gio memegang erat bahu merry
" kau membeli rumah agar kau bisa bebas kan membawa pacarmu itu keluar masuk rumah iya kan ? " tanya merry dengan ketus , gio malah membuang muka dan menahan tawanya
" kenapa kau diam saja ? benar kan ? " sambung merry , gio pun menatap merry dan menyentuh pinggangnya , hingga membuat jantung merry berdegup kencang , ia mendekati wajah merry , tiba tiba keringat melapisi dahi merry
" kenapa kau bisa berpikiran seperti itu " tanya gio
" apa kau takut aline menggantikan posisimu ? " tanya gio menepiskan senyumnya
" hah untuk apa aku takut , kalau kau memang ingin menikahinya , ya nikahi saja! lebih cepat kan lebih baik , supaya aku bisa terbebas darimu " celtuk merry membuang muka , ia pun menepis tangan gio dari pinggangnya , gio yang mendengar perkataan merry ia terdiam dan menjadi kesal
" kenapa kau jadi marah seperti ini apa kau cemburu ? " tanya gio ia pun menghimpit tubuh merry di sandaran tempat tidur ia memegang erat pinggang merry , ia memandangi wajah merry hingga detak jantung merry berdetak semakin kencang , dan keringat mengguyur deras dahi dan juga lehernya
" siapa juga yang cemburu , gio jangan seperti ini lepaskan tanganmu " pinta merry mencoba menepis kasar tangan gio dari pinggangnya
" untuk apa ku lepaskan , bukankah kau yang terlebih dulu menggodaku " tanya gio tersenyum sinis
" apa kau sudah gila , siapa yang menggodamu " teriak merry
" merry kau ini memang polos atau berpura pura polos ? berdandan cantik dan menggunakan lingerie apa lagi berwarna merah menyalah seperti ini , untuk apa kalau tidak menggodaku , kau pikir aku bodoh " bisik gio lirih di telinga merry
" ah sialan ini kerjaan elyn dan carrol , mereka pasti sengaja " gumam merry dalam hati ia baru menyadari kesengajaan adik dan sahabatnya tersebut
tiba tiba tangan gio mengusap bibir tipis merry hingga merry menelan keras ludahnya sendiri , gio hendak mendekatkan bibirnya namun tiba tiba terdengar suara elyn berteriak dari depan kamar , merry langsung mendorong tubuh gio hingga membuyarkan semuanya
" shit .. mereka kenapa mengganggu saja " gumam gio kesal dalam hati , ia pun mengepalkan tangannya
" elyn, diamlah kau kenapa berteriak " tanya carrol kepada elyn
" kau menginjak kakikku " teriak elyn , tiba tiba merry dan gio membuka kamarnya , hingga mengagetkan elyn dan carrol , rupanya elyn dan carrol sedang menguping
" kalian sedang apa disini " tanya gio sembari mengernyitkan dahinya
" eh merry .. kak gio .. ehmm kita ngga ngapa ngapain cuman lewat saja kok ehehe " saut carrol tertawa pelik , sementara mata merry melotot tajam ke arah carrol dan elyn , hingga membuat mereka takut
" kak merry , kak gio .. aku dan carrol akan kembali ke kamar kita , permisi " saut elyn menarik tangan carrol dan berlalu meninggalkan kamar merry
" Heyyy tunggu mau kemana kalian " teriak merry hendak mengikuti carrol dan elyn , namun tangan merry ditarik oleh gio