
* Keesokan siangnya ,
gio pun mencoba menegur merry namun merry sama sekali tak menggubrisnya , ia malah menghandar dari gio , gio menarik tangannya
" merry kenapa kau mendiamkanku seperti ini ? " tanya gio kesal
" lepaskan tanganku !! karna semalam kau sudah keterlaluan ! " teriak merry menepis tangan gio
" aku keterlaluan seperti apa ? Bicaralah ! " tanya gio seraya memegang tangan merry kembali
" kau menganggapku sebagai asistenmu , apa itu tidak keterlaluan !! " teriak merry
" terus aku harus bicara apa kepada mereka ? Mengatakan semuanya kalau kau istriku ? " tanya gio namun merry hanya diam saja menatapnya
" merry .. Kau ini lucu sekali ! kau sendiri yang meminta agar aku merahasiakan pernikahan kita bukan ? " sambung gio sembari mengernyitkan dahinya
" oh iya ya kan aku sendiri yang minta " gumam merry dalam hati
" tapi tetap saja jangan menganggapku seperti itu " teriak merry ia membuang muka dan melipat kedua tangannya diatas perut
" yasudah aku minta maaf " bujuk gio
tiba tiba suara bell rumah mereka berbunyi
" sebentar aku mau membuka pintu " ucap Merry ia bergegas keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu rumah
Merry dan gio pun mengajak mama papanya tersebut untuk melihat lihat rumah baru mereka
Setelah itu merry sekalian mengajak mereka untuk makan siang bersama
" Gio .. Merry .. Rumah sebesar ini sangat sepi jika hanya kalian tempati berdua " ucap rey dengan mengunyah makanan yang ada di mulutnya
" iya pa tapi mau bagaimana lagi , atau mama sama papa mau tinggal disini bersama kami " jawab gio melebarkan senyumnya
" tidak mungkin nak , kalau mama papa tinggal disini sama saja bohong " saut kikan tersenyum , melirik ke arah merry yang sedang asik mengunyah makanannya
" mama berharap semoga kalian segera mempunyai anak , biar rumah ini tidak sepi , mama ingin sekali melihat kalian memiliki anak selagi mama dan papa masih ada " imbuh kikan , merry yang mendengar ucapan mamanya langsung tersedak
" merry hati hati kalau makan " ujar gio menyodorkan segelas air untuk merry dan merry meminumnya , mendengar kata kata mamanya ia langsung tertegun seketika . Mata gio tak henti memperhatikan raut wajah merry
" mama kenapa berbicara seperti itu ? " tanya merry
" nak , umur manusia tidak ada yang tau ..
Apa kau tau Dulu nenek kamu ingin sekali melihat mama menikah bisa memiliki keluarga dan juga seorang anak . tapi sayangnya nenek kamu belum sempat melihat kamu " ucap kikan sembari matanya berkaca kaca ,
" sayangggg " panggil rey lirih sembari merangkul bahu kikan ia bermaksud menenangkan istrinya tersebut , kikan pun tersenyum meskipun masih terlihat kesedihan diantara kedua bola matanya
" tenang saja ma .. merry akan segera memberi mama dan papa cucu , gio juga sama ingin sekali memiliki anak . iya kan merry ? " saut gio melirik merry dan tersenyum dengan penuh harap , rey dan kikan yang mendengarnya merasa sangat senang
" sialannn " gumam merry dalam hati sembari melirik tajam ke arah gio
" iya ma " saut merry memaksakan senyumannya