
Dengan hati yang masih bersedih merry pun mencoba memejamkan matanya hingga ia tertidur . Sementara gio , kedua matanya masih terjaga .. Pikiran dan hatinya seakan kesal dengan pertanyaan merry .
" seharusnya kau sudah tau jawabannya , kenapa kau masih bertanya " gumam gio dalam hati seraya menatap wajah merry yang kala itu sudah terlelap tidur , ia mencium kening merry dan semakin mengeratkan pelukannya .
Keesokannya
Gio terbangun terlebih dulu sementara merry masih tertidur . Gio melangkahkan kakinya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Seusai mandi ia masih melihat merry masih tertidur . Ia duduk disamping merry dan mencoba membangunkan istrinya tersebut .
" merry bangunlah .. " panggil gio lirih seraya menyibakkan rambut merry .
" merry , ayo bangunlah ini sudah siang " sambungnya kembali , kedua mata merry pun bergerak . Kelopak matanya terbuka perlahan lahan . Ia mengercap karna tersilaukan oleh sinar matahari yang kala itu sedang membias kamarnya .
" gioo .. kau sudah bangun ? " tanya merry , ia beranjak duduk namun tubuhnya seakan melemah .
" kau kenapa ? apa kau sakit hem ? " tanya gio lirih sembari menyentuh pipi istrinya itu .
" entahlah .. Badanku rasanya sakit semua " saut merry , ia menjatuhkan kepalanya di bahu gio dan memejamkan matanya kembali wajahnya terlihat pucat . Gio mengulurkan telapak tangannya menyentuh dahi merry , untuk memastikan suhu bandannya namun suhu badan merry terasa normal .
" tapi badanmu tidak demam . Kalau kau merasa sakit Ayo aku antar pergi ke dokter .. " ajak gio
" tidak gio .. Aku ingin tidur saja " saut merry dengan mata yang masih terpejam .
" kalau begitu sarapanlah dulu .. Mungkin dengan terisi makanan kau akan membaik " pinta gio
" tidak .. Aku tidak lapar " saut merry ia mengangkat kepalanya dari bahu gio dan merebahkan kembali tubuhnya di atas bantal
" merry kenapa kau tidur lagi ? " tanya gio , namun merry hanya diam saja dan masih melanjutkan memejamkan matanya .
Gio menghela nafas ia berlalu keluar dari kamar menuju ke dapur . Kala itu di dapur ada bi mia dan bi anne sedang berbincang bincang sambil membersihkan sayur . Melihat gio menghampirinya , bi mia dan bi anne menghentikan perbincangannya seketika .
" selamat pagi tuan muda gio " sapa bi mia dan bi anne .
" bi mia .. Bisakah bibi membantuku mengambilkan satu piring makanan untuk merry ? " pinta gio
" tentu saja bisa tuan .. Tunggu akan saya ambilkan " saut bi mia . Ia beranjak mengambil piring dan mengambil makanan beserta juga lauknya .
" nyonya meery dimana tuan ? " tanya bi mia
" di kamar bi .. Dia sedang tidak enak badan makanya gio mau ambilkan makanan biar dia sarapan di dalam kamarnya " saut gio ..
" tuan gio kembali saja temani nyonya di kamar . Biar nanti saya antar makanannya " pinta bi mia . Namun gio menolaknya , bi mia pun menyodorkan makanan dan juga air minum yang sudah tertata di atas nampan .
Gio pun membawa nampan yang berisi makanan tersebut kedalam kamar , ia meletakan nampan itu diatas meja samping tempat tidur . Dan membangunkan merry kembali .
" merry ayo bangun . Makanlah dulu " pinta gio dengan memegang piring itu .
" merry .. ayo bangunlah, biar aku suapi . Aku sudah mengambilkan makanan untukmu " seru gio , ia meninggikan sedikit suaranya hingga merry pun menurut dan beranjak duduk .
" giooo .. Aku tidak ingin makan " seru merry dengan kesal
" makanlah sedikit , ayo buka mulutmu " pinta gio seraya tangannya menyodorkan satu sendok makanan penuh , merry menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya .
" kau jangan seperti anak kecil , makanlah Sedikit saja ! Ayo buka mulutmu " pinta gio kembali , ia pun mengerutkan dahinya . Karna takut melihat suaminya marah . Merry pun terpaksa membuka mulutnya , gio menyuapi istrinya tersebut . Baru satu suap makanan yang masuk kedalam mulutnya . merry hendak menelan makanan tersebut namun tiba tiba perutnya seakan di aduk . Ia Menggembungkan mulutnya . Tanpa berkata ia beranjak lari ke kamar mandi dan memuntahkan makanan tersebut .
Gio meletakan piringnya dan mengikuti merry kedalam kamar mandi .
Merry mengeluarkan sisa makanan dan cairan kuning dari dalam mulutnya Kemudian ia berkumur .
" aku kan sudah bilang aku tidak mau makan .. Kau masih saja memaksa " celetuk merry seraya menajamkan alisnya , ia berlalu meninggalkan gio kembail duduk diatas tempat tidurnya . Ia pun mengatur nafasnya ia menahan perutnya yang masih terasa diaduk aduk .
" Kalau begitu ayo kita ke dokter " pinta gio
" aku tidak mauuuu ! " seru merry membuang mukanya .
" kalau kau tidak mau pergi ke dokter aku akan marah kepadamu " teriak gio dengan mengeraskan suaranya
" kenapa kau suka memaksaku " teriak merry ,
" astagaaaa " gumam gio seraya memejamkan matanya , ia pun duduk mendekati merry
" merry aku memaksamu karna aku tidak mau melihatmu sakit .. Jadi ku mohon periksalah ke dokter , wajahmu terlihat sangat pucat " tutur gio lirih . Merry hanya diam menatap gio dengan rasa kesal
" Merrryy " panggil gio kembali .
" baiklah .. Aku mau pergi ke dokter ! tunggu lah di luar aku mau ganti baju " ucap merry dengan membuang mukanya . Mendengar merry yang mau pergi ke dokter hati gio serasa begitu lega. Ia pun mengiyakannya dan bergegas keluar kamar menunggu merry di luar .
terimakasih banyak
mohon maaf tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
klik dan follow profil mangatoon saya untuk bisa melihat karya novel saya yang lainnya .
dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita dari novel saya yang berjudul amoera is my lady .
Gracias ^_^