My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Menggoda



kikan mengajak alka dan cathrine untuk makan bersama


" sayang , bangunkan merry untuk makan dulu " pinta rey , kikan pun mengiyakannya , ia menuju menghampiri kamar merry  untuk mengajaknya makan bersama .


" merry kamu sudah bangun ?  ayo kita makan  dulu nak " ajak kikan , menyodorkan tangannya kepada merry


" baiklah ma ..  " saut merry ia beranjak dari tempat tidurnya dengan raut wajah yang terlihat masih kesal , kikan pun menggandeng tangan anaknya menuju ke meja makan , terlihat rey , alka dan cathrine sudah menunggunya . Rey memperhatikan wajah anaknya yang terlihat cemberut ..


" Sayang .. Kamu kenapa ? kok wajahmu di tekuk seperti itu ? " tanya rey kepada merry


" merry sangat kesal dengan gio paaa  " saut merry mengernyitkan dahinya , rey tersenyum


" kemarilah  duduk dekat papa .. " pinta rey , merry pun mendudukan tubuhnya , di kursi samping papanya tersebut


" memangnya gio kenapa sayang  ? , coba bicaralah dengan papa ? " tanya rey , sembari menyibakan rambut anaknya itu .


" apa papa tau ? waktu gio pergi ke luar kota bilangnya hanya 3 hari , terus barusan dia menelpon merry  tiba tiba dia bilang katanya kalau  dia akan extend disana selama satu minggu  " ketus merry , dengan melipat kesal kedua tangannya diatas dada  , rey pun menahan tawanya , sementara kikan , alka dan cathrine tertawa melihat tingkah merry .


"  memangnya kenapa kalau gio extend disana selama satu minggu nak  ? terus masalah kamu apa ? " tanya rey , namun merry hanya diam karna kebingungan menjawab pertanyaan papanya


" kakak kau ini bagaimana .. masalahnya itu keponakanku tidak bisa jauh dari suaminya  lama lama  " saut alka meledek , mereka semua pun tertawa mendengar ucapan alka


" pamannnnnnn bukan seperti itu " celetuk  merry .


" sudah lah , ayo kita makan dulu , keburu nanti makanannya dingin " ajak kikan


mereka berlima pun makan bersama , menikmati masakan yang telah kikan masak tadi , sesekali ada obrolan dan canda tawa ringan di sela sela makan mereka .


 


 


 


* keesokan malamnya


kala itu gio bersiap siap untuk pulang , saat keluar dari kamar hotel maurrine menghampiri gio dengan membawakan sesuatu


" kak giordan , kau mau kemana " tanya maurrine


" mau pulang , " ucap gio seraya menutup pintu kamar hotel dan hendak beranjak pergi


" kak tunggu .. aku membawakan kue untukmu tolong ambillah " seru maurrine dengan menyodorkan sekantung kue kepada gio , gio pun menerima pemberian maurrine


" kak giordan kenapa tidak pulang besok saja ? , kan batas check outnya sampai besok jam 12 siang ?  " tanya maurrine


" aku sangat merindukan istriku jadi makanya aku pulang sekarang ! " saut gio , maurrine hanya diam mendengar jawaban gio  , kemudian gio melihat pegawai yang sedang membersihkan kamar hotel


" room boy " panggil gio , pegawai itu menghampiri gio


" ini ada kue untukmu  ambillah " kata gio menyodorkan kue yang di berikan oleh maurrine , pegawai itu langsung menerimanya dan pamit pergi melanjutkan pekerjaannya kembali  , kedua mata maurrine langsung  terbelalak dengan kesal   .


" kak giordan , kenapa kuenya di kasihkan ke orang lain , kan aku khusus membelikannya untukmu " tanya maurrine dengan menahan kegeramannya


" aku sudah kenyang ! lagi pula kau kan sudah memberinya kepada ku , jadi kue itu sudah menjadi milik ku dan kalau  aku memberikannya  kepada siapapun  itu kan  terserah aku !  permisi .. "  ketus gio seraya berlalu meninggalkan maurrine , maurrine langsung meremas tangannya dengan geram melihat sifat gio


 


Gio pun melakukan perjalanan pulang ke rumah mertuanya untuk menemui merry , perjalanannya cukup jauh !  ia sampai rumah hingga tengah malam , sesampai dirumah ia pun mengetuk pintunya dan tak lama kemudian rey membukakan pintu untuk gio , kebetulan rey waktu itu belum tidur karna ia sedang menyaksikan pertandingan sepak bola .


" malam pa " sapa gio seraya memberi salam dan memeluk papa mertuanya . Rey pun terkejut melihat gio , ia langsung menyuruh menantunya itu masuk.


" kenapa kau sudah pulang ? bukannya kata merry kau baru pulang minggu depan ? " tanya rey sembari melingkarkan tangannya ke bahu gio , gio hanya tertawa kecil ..


" tidak pa .. Gio hanya menggoda merry saja ! acaranya selesai hari ini jam 7  malam tadi , jadi gio langsung pulang " ucap gio , rey pun tertawa mendengarnya


"  dasar kau ini .. apa kau tau kemarin  merry begitu kesal karna mengira kau akan lama berada di luar kota " ucap rey tertawa


" benarkah .. pa ? dimana merry  sekarang ? apa dia sudah tidur ? " tanya gio , dengan menahan tawanya


" Iya Sepertinya merry sudah tidur , pergilah ke kamar dan istirahatlah " pinta rey sambil menepuk  bahu gio  .


 


 


Gio pun langsung pamit untuk  pergi ke kamar merry , terlihat merry sedang tertidur melentang diatas tempat tidur . Gio tersenyum melihatnya , ia melempar tas kerjanya di atas sofa , Tanpa mengganti pakaiannya ia langsung memeluk tubuh istrinya tersebut seolah ia menyimpan banyak kerinduan yang begitu mendalam , ia menindih sebagian tubuh merry . Dengan seksama Gio tak henti memandangi wajah cantik merry sembari menyibakan rambut yang menutupi dahinya , merry yang merasakan ada sentuhan di wajahnya  ia langsung membuka mata nya . ia melihat wajah gio tepat di atas wajahnya , namun merry memejamkan matanya kembali  . Rupanya merry  masih belum sadar dari tidurnya  .


" Merry .. Bangunlah " panggil gio lirih , merry pun membuka matanya dengan mata yang terlihat masih mengercap namun  Ia memejamkan kembali matanya ..


" hei .. Kenapa kau malah tidur lagi ? " seru gio sambil menyenggol pipi merry  , merry pun terbangun . Ia langsung mengucek kedua matanya , merry masih terdiam dan mengamati wajah gio dengan tidak sadar , karna merry benar benar mengantuk


" merry .. Ini aku gio , " ucap gio


" dalam mimpi saja dia selalu menggangguku  " gumam merry , ia hendak memejamkan matanya kembali namun gio langsung menggigit pipinya .


" awwwww ,  " teriak merry .  ia langsung beranjak bangun dan memegangi pipinya ia terdiam sejenak memperhatikan wajah gio dengan seksama , ia langsung tersenyum ketika melihat yang didepannya benar benar gio


" giooooooo .. Kau sudah pulang ? " tanya merry dengan kegirangan , belum sempat gio menjawabnya namun merry langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat , gio pun menahan tawanya


" apa kau sebegitunya merindukanku ? " tanya gio menggoda , merry pun langsung melepas pelukannya


" tidak !! Siapa juga yang merindukanmu "  saut merry dengan melirikan matanya


" benarkah ? tapi aku  sangat merindukanmu " ucap gio . Ia langsung memegang pinggang merry dan menindih tubuhnya