
kikan mengajak alka dan cathrine untuk makan bersama
" sayang , bangunkan merry untuk makan dulu " pinta rey , kikan pun mengiyakannya , ia menuju menghampiri kamar merry untuk mengajaknya makan bersama .
" merry kamu sudah bangun ? ayo kita makan dulu nak " ajak kikan , menyodorkan tangannya kepada merry
" baiklah ma .. " saut merry ia beranjak dari tempat tidurnya dengan raut wajah yang terlihat masih kesal , kikan pun menggandeng tangan anaknya menuju ke meja makan , terlihat rey , alka dan cathrine sudah menunggunya . Rey memperhatikan wajah anaknya yang terlihat cemberut ..
" Sayang .. Kamu kenapa ? kok wajahmu di tekuk seperti itu ? " tanya rey kepada merry
" merry sangat kesal dengan gio paaa " saut merry mengernyitkan dahinya , rey tersenyum
" kemarilah duduk dekat papa .. " pinta rey , merry pun mendudukan tubuhnya , di kursi samping papanya tersebut
" memangnya gio kenapa sayang ? , coba bicaralah dengan papa ? " tanya rey , sembari menyibakan rambut anaknya itu .
" apa papa tau ? waktu gio pergi ke luar kota bilangnya hanya 3 hari , terus barusan dia menelpon merry tiba tiba dia bilang katanya kalau dia akan extend disana selama satu minggu " ketus merry , dengan melipat kesal kedua tangannya diatas dada , rey pun menahan tawanya , sementara kikan , alka dan cathrine tertawa melihat tingkah merry .
" memangnya kenapa kalau gio extend disana selama satu minggu nak ? terus masalah kamu apa ? " tanya rey , namun merry hanya diam karna kebingungan menjawab pertanyaan papanya
" kakak kau ini bagaimana .. masalahnya itu keponakanku tidak bisa jauh dari suaminya lama lama " saut alka meledek , mereka semua pun tertawa mendengar ucapan alka
" pamannnnnnn bukan seperti itu " celetuk merry .
" sudah lah , ayo kita makan dulu , keburu nanti makanannya dingin " ajak kikan
mereka berlima pun makan bersama , menikmati masakan yang telah kikan masak tadi , sesekali ada obrolan dan canda tawa ringan di sela sela makan mereka .
* keesokan malamnya
kala itu gio bersiap siap untuk pulang , saat keluar dari kamar hotel maurrine menghampiri gio dengan membawakan sesuatu
" kak giordan , kau mau kemana " tanya maurrine
" mau pulang , " ucap gio seraya menutup pintu kamar hotel dan hendak beranjak pergi
" kak tunggu .. aku membawakan kue untukmu tolong ambillah " seru maurrine dengan menyodorkan sekantung kue kepada gio , gio pun menerima pemberian maurrine
" kak giordan kenapa tidak pulang besok saja ? , kan batas check outnya sampai besok jam 12 siang ? " tanya maurrine
" aku sangat merindukan istriku jadi makanya aku pulang sekarang ! " saut gio , maurrine hanya diam mendengar jawaban gio , kemudian gio melihat pegawai yang sedang membersihkan kamar hotel
" room boy " panggil gio , pegawai itu menghampiri gio
" ini ada kue untukmu ambillah " kata gio menyodorkan kue yang di berikan oleh maurrine , pegawai itu langsung menerimanya dan pamit pergi melanjutkan pekerjaannya kembali , kedua mata maurrine langsung terbelalak dengan kesal .
" kak giordan , kenapa kuenya di kasihkan ke orang lain , kan aku khusus membelikannya untukmu " tanya maurrine dengan menahan kegeramannya
" aku sudah kenyang ! lagi pula kau kan sudah memberinya kepada ku , jadi kue itu sudah menjadi milik ku dan kalau aku memberikannya kepada siapapun itu kan terserah aku ! permisi .. " ketus gio seraya berlalu meninggalkan maurrine , maurrine langsung meremas tangannya dengan geram melihat sifat gio
Gio pun melakukan perjalanan pulang ke rumah mertuanya untuk menemui merry , perjalanannya cukup jauh ! ia sampai rumah hingga tengah malam , sesampai dirumah ia pun mengetuk pintunya dan tak lama kemudian rey membukakan pintu untuk gio , kebetulan rey waktu itu belum tidur karna ia sedang menyaksikan pertandingan sepak bola .
" malam pa " sapa gio seraya memberi salam dan memeluk papa mertuanya . Rey pun terkejut melihat gio , ia langsung menyuruh menantunya itu masuk.
" kenapa kau sudah pulang ? bukannya kata merry kau baru pulang minggu depan ? " tanya rey sembari melingkarkan tangannya ke bahu gio , gio hanya tertawa kecil ..
" tidak pa .. Gio hanya menggoda merry saja ! acaranya selesai hari ini jam 7 malam tadi , jadi gio langsung pulang " ucap gio , rey pun tertawa mendengarnya
" dasar kau ini .. apa kau tau kemarin merry begitu kesal karna mengira kau akan lama berada di luar kota " ucap rey tertawa
" benarkah .. pa ? dimana merry sekarang ? apa dia sudah tidur ? " tanya gio , dengan menahan tawanya
" Iya Sepertinya merry sudah tidur , pergilah ke kamar dan istirahatlah " pinta rey sambil menepuk bahu gio .
Gio pun langsung pamit untuk pergi ke kamar merry , terlihat merry sedang tertidur melentang diatas tempat tidur . Gio tersenyum melihatnya , ia melempar tas kerjanya di atas sofa , Tanpa mengganti pakaiannya ia langsung memeluk tubuh istrinya tersebut seolah ia menyimpan banyak kerinduan yang begitu mendalam , ia menindih sebagian tubuh merry . Dengan seksama Gio tak henti memandangi wajah cantik merry sembari menyibakan rambut yang menutupi dahinya , merry yang merasakan ada sentuhan di wajahnya ia langsung membuka mata nya . ia melihat wajah gio tepat di atas wajahnya , namun merry memejamkan matanya kembali . Rupanya merry masih belum sadar dari tidurnya .
" Merry .. Bangunlah " panggil gio lirih , merry pun membuka matanya dengan mata yang terlihat masih mengercap namun Ia memejamkan kembali matanya ..
" hei .. Kenapa kau malah tidur lagi ? " seru gio sambil menyenggol pipi merry , merry pun terbangun . Ia langsung mengucek kedua matanya , merry masih terdiam dan mengamati wajah gio dengan tidak sadar , karna merry benar benar mengantuk
" merry .. Ini aku gio , " ucap gio
" dalam mimpi saja dia selalu menggangguku " gumam merry , ia hendak memejamkan matanya kembali namun gio langsung menggigit pipinya .
" awwwww , " teriak merry . ia langsung beranjak bangun dan memegangi pipinya ia terdiam sejenak memperhatikan wajah gio dengan seksama , ia langsung tersenyum ketika melihat yang didepannya benar benar gio
" giooooooo .. Kau sudah pulang ? " tanya merry dengan kegirangan , belum sempat gio menjawabnya namun merry langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat , gio pun menahan tawanya
" apa kau sebegitunya merindukanku ? " tanya gio menggoda , merry pun langsung melepas pelukannya
" tidak !! Siapa juga yang merindukanmu " saut merry dengan melirikan matanya
" benarkah ? tapi aku sangat merindukanmu " ucap gio . Ia langsung memegang pinggang merry dan menindih tubuhnya