My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Merasa bersalah



Gio masih memfokuskan kedua matanya mengendarai mobilnya menuju kerumah rey dan kikan untuk menemui merry .


Ia melajukan mobil miliknya dengan sangat kencang bahkan ia tak segan membunyikan clackson mobilnya jika dirasa ada mobil lain yang menghalangi perjalanannya .


Meskipun papa rey mengatakan bahwa keadaan merry baik baik saja


Tetapi Ia benar benar tidak tenang sebelum menemui istrinya dan melihat kadaannya sendiri secara langsung . Hati gio waktu itu seakan berkecamuk antara rasa bersalah dan khawatir .


Raut wajahnya terlihat gelisah . Kedua alisnya naik turun secara bergantian .


Kini hanya ada nama dan wajah merry yang memenuhi pikiran dan hati nya


Sementara kikan dan rey terlihat sedang duduk di ruang depan . Mereka membiarkan merry istirahat didalam kamarnya sendirian .


" apa kau tau .. Aku tidak pernah melihat putri kecilku sebahagia ini " ucap rey seraya menepiskan senyumnya .


" iya .. saat dia tau dia hamil dia begitu sangat bahagia sekali . Tapi dia sudah bukan putri kecilmu lagi , dia sudah menikah dan akan memiliki seorang anak " ucap kikan


" entah merry sudah menikah , memiliki anak atau bahkan sudah tua . Di mata ku dia tetap menjadi putri kecil ku , tidak hanya aku saja bahkan semua orang tua akan beranggapan sama denganku , setua apapun umur anak mereka . Mereka akan menganggap anaknya masih kecil " tutur rey . Kikan pun tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya tersebut .


" tapi aku sangat senang melihat anak kita bahagia seperti itu , rasanya lama sekali tidak melihat merry sebahagia itu " imbuhnya


" iya kak rey.. Kalau gio tau merry sedang hamil dia juga pasti akan senang " ucap kikan . Rey pun terdiam sejenak .


" tadi dia ke rumah sakit " ucap rey . Mendengar apa kata rey , kikan langsung mengangkat kepalanya dari bahu rey .


" maksudmu gio ? " tanya kikan . Rey pun mengiyakannya


" benarkah ? Lalu dimana dia ? Kenapa aku tidak melihatnya di rumah sakit ? " tanya kikan dengan terkejut


" dia tadi di parkiran . tadi jam 4 pagi dia ke rumah sakit dan aku menyuruhnya pulang tapi dia malah menunggu dan tidur di dalam mobil " ucap rey


" astaga sayang .. kenapa kau tidak membiarkannya menemani merry dan kenapa kau malah menyuruhnya pulang ? " tanya kikan dengan heran


" aku sangat kecewa kepadanya , biarkan saja untuk sementara waktu merry tidak bertemu dengannya " ucap rey . Saat kikan hendak berbicara namun terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah .


Tok .. Tok .. Tok ..


" sebentar .. aku akan membuka pintu dulu " pamit kikan , rey pun mengiyakannya . Ia bergegas membukakan pintu tersebut . Saat pintu terbuka kikan pun terkejut melihat gio sudah berdiri di depan pintu itu .


" gio .. " sapa kikan


" mama .. Mama tadi di rumah sakit kata perawat merry sudah pulang . Apa benar dia sudah pulang ma ? " tanya gio


" iya nak , merry sudah pulang dia ada di kamar " ucap kikan .


" apa gio boleh masuk ma menemuinya ? " tanya gio . Saat kikan mau mengiyakannya tiba tiba suara rey menyaut .


" tidak boleh ! " saut rey . Ia pun berjalan dari belakang menghampiri kikan dan gio .


" pa .. Gio mohon " pinta gio


" merry sedang istirahat lebih baik kau pulanglah " ucap rey .


" kak rey " saut kikan


" diam lah .. Jangan ikut campur ! " seru rey kepada kikan .


" Pa .. Papa kenapa melarang gio untuk menemui merry ? Apa salah gio ? " tanya gio


" kau masih tanya salahmu apa ? Papa tidak habis pikir denganmu ! Kau mengabaikan istrimu sampai dia sakit tapi kau masih bertanya salahmu apa ? " seru gio


" kak rey .. Merry sakit bukan karna gio " saut kikan .


" apa kau bisa diam sebentar ? " teriak rey kepada kikan .


" gio .. Papa tau kamu masih berduka akan kepergian kakekmu , tapi perlu kau ingat ! Kau masih mempunyai istri ! Kalau kau tidak bisa mengurus istrimu dengan baik , papa masih sanggup mengurusnya  " sambung rey .


Jantung Gio serasa tertancap besi panas saat mendengar perkataan seperti itu dari mulut papa mertuanya tersebut .


" pa gio minta maaf , gio memang salah karna tidak terlalu memperhatikan merry . Gio tidak akan mengulanginya lagi pa , gio mohon maafkan gio dan izinkan gio bertemu dengan merry pa " piñta gio


" temui dia kalau dia sudah membaik lebih baik kau pulanglah sekarang, biarkan dia istirahat " ujar rey .


" kak rey .. Kau ini kenapa ? Biarkan gio masuk menemui merry " saut kikan


" kau ini tau apa lebih baik diamlah " seru rey


" aku tau apa yang anakku butuhkan , kau tidak berhak melarang gio untuk menemuinya ." seru kikan


" aku ayahnya jadi aku berhak ! " seru rey .


" aku tau kau ayahnya .. Tapi sepertinya kau lupa kau sudah menyerahkan anak perempuanmu kepada laki laki yang saat ini menjadi suaminya " tutur kikan . Rey pun terdiam dan tak bisa berkata . Ia begitu geram mendengar kata kata kikan .


" gio ayo masuklah .. Merry sedang tidur di kamar ! " ucap kikan .


" baik ma .. Terimakasih . Permisi " kata gio berlalu masuk ke dalam rumah


Gio masuk kedalam kamar merry , ia melihat wanita yang ia cinta kini sedang berbaring diatas tempat tidur dengan satu tangan terlipat diatas perutnya . Gio berjalan mendekati merry dengan perasaan penuh bersalah . Wajah wanita itu masih terlihat pucat . Gio sejenak memperhatikannya kemudian ia langsung menjatuhkan tubuhnya di samping merry dan mendekapnya dengan begitu erat .


" sayang maafkan aku sudah mengabaikanmu sampai kau sakit seperti ini " ucap gio lirih , bibirnya menyentuh kening merry dengan mata yang terlihat terpejam akan rasa bersalahnya . Bagaimana tidak bersalah ? Bahkan sangking terlalu larut akan kesedihannya , gio seolah tak memperhatikan lagi istrinya bahkan bersikap seakan acuh .


Tangannya sibuk menyibakan rambut merry dan membelai lembut wajah cantik itu .


" sayang " panggil gio lirih


" sayang bangunlah " panggilnya kembali


Merry pun mengerjap . Ia merasakan tubuhnya tertindih sesuatu , ia pun perlahan membuka kedua matanya .


Ia terkejut saat melihat wajah gio sudah berada tepat diatasnya dengan memeluk sebagian tubuhnya .


" gio .. Kau sudah pulang ? " tanya merry ia terlihat begitu girang saat melihat suaminya tengah berada persis diatasnya itu . Gio pun mengangguk seraya menyunggingkan senyumnya


" sayang maafkan aku ! Aku tidak tau kalau kau sampai masuk rumah sakit " ucap gio


" tidak apa apa !


Gio peluklah aku .. Aku sangat merindukanmu " ucap merry . Gio pun memeluk kembali tubuh merry . begitu juga merry . ia memeluk tubuh gio dengan begitu erat .


" benarkah kau merindukanku ? " tanya gio


" ehem .. Aku sampai tidak bisa tidur dari semalam karna dirimu " ucap merry .


" kenapa bisa begitu ? " tanya gio


" entahlah .. Rasanya Aku sangat ingin sekali memelukmu seperti ini " ucap merry dengan manja , ia memejamkan mata dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya tersebut . Rasanya ia memang benar benar merindukan gio .


" mana yang sakit hem ? Apa kau masih merasakan sakit ?" tanya gio .


" tidak .. aku sudah tidak sakit kok , aku baik baik saja" ujar merry seraya menggelengkan kepalanya


" ehmm aku hanya tidak mau membuatmu khawatir , karna kau sedang dalam perjalanan ke luar kota . Nanti kalau aku memberitaumu kau pasti akan kepikiran dan aku takut kau kenapa kenapa dijalan " tutur merry . Gio pun terdiam sejenak menatap kedua bola mata merry . ia semakin merasa bersalah bahkan disaat seperti ini merry masih memikirkan tentang dirinya .


" sayang .. Maafkan aku , ini semua salahku ! akhir akhir ini aku mengabaikanmu sampai kau sakit seperti ini .. Maafkan aku " ucap gio dengan mencium keningnya .


" gio .. kau ini bicara apa ? Aku sakit bukan karna dirimu .. Aku baik baik saja , aku hanya demam biasa . kau merasa sangat kehilangan kakek jadi aku bisa memakluminya " tutur merry , tangan kanannya menyentuh lembut pipi suaminya tersebut .


" tapi tidak Seharusnya aku bersikap seperti ini kepadamu .. Aku terlalu larut dalam kesedihanku karna kehilangan kakek sampai sampai aku mengabaikanmu , maafkan aku " ucap gio , ia mencium tangan merry dan semakin mengeratkan pelukannya .


" apa kau tau .. aku sempat sedih dan mengira kau mengabaikanku karna kau sudah tidak mencintaiku lagi " ucap merry . Gio pun menahan senyumnya .


" mana mungkin aku tidak mencintaimu ? Aku sangat mencintaimu , bahkan sampai kapanpun itu " ucap gio . Merry pun melebarkan senyumnya .


" aku juga sangat mencintaimu " ucap merry , rasanya ia begitu bahagia sampai tidak mau melepaskan pelukannya dari gio .


Tiba tiba Merry melepaskan pelukannya karna teringat sesuatu , tangannya bergerak meraih tangan kanan gio dan ia meletakan tangan kekar tersebut di atas perutnya seraya perlahan menuntun tangan gio mengelus perut yang terlihat masih datar itu .


" oh iya gio .. apakah kau tau ? Aku akan merasakan dua detak jantung lagi didalam tubuhku " ucap merry . Gio mengernyit kebingungan .


" dua detak jantung ? emm apa maksudmu ? " tanya gio , ia berharap merry memperjelas perkataannya .


" aku sekarang sedang hamil , kita akan segera mempunyai anak lagi " ucap merry seraya melebarkan senyumnya


" kau hamil ? " tanya gio


" ehem , aku hamil " merry berdehem dan semakin melebarkan senyumannya .


" benarkah ? " tanya gio seolah tidak percaya .


" iya benar ! Untuk apa aku berbohong , dokter sendiri yang mengatakannya!


Apa kau tidak percaya ? kalau kau tidak percaya coba saja kau tanya sama mama papa " ucap merry dengan ketus ia berusaha meyakinkan gio. gio pun menahan senyumnya melihat raut wajah merry yang seperti itu .


" aku percaya sayang " tutur gio sembari mencium kening merry . Mendengar jawaban gio merry pun menaikan kedua alisnya .


" hanya itu saja ? " tanya merry , ia pun mengernyitkan dahi dan mengerucutkan bibirnya


" lalu ? " tanya gio


" kenapa kau terlihat tidak senang saat tau aku hamil ? " tanya merry .


" tidak senang bagaimana ? Aku sangat senang sekali " ucap gio seraya menepiskan senyumya bahkan ia berulang kali mencium pipi dan perut merry .


" kalau kau senang kenapa ekspresimu biasa saja seperti itu " tanya merry ia semakin mengerucutkan bibirnya .


" ( menghela nafas ) lalu kau maunya seperti apa hem ? Apa kau mau aku lari di jalan raya sambil berteriak teriak memberitau semua orang kalau istriku sedang hamil begitu maumu ? " tanya gio. Ia pun menahan tawanya . Merry pun tertawa dan mencubit dada gio


" ya tidak begitu juga! dasar kau ini " seru merry .


" tidak begitu apanya ? , (mendesis) kau ini sungguh menggemaskan " seru gio ia mencium pipi merry dan menekan ciumannya dengan begitu lama .


" ihh gioooo .. kau sudah berapa kali tadi menciumku ? " celetuk merry seraya memegangi pipinya .


" entahlah aku lupa .. biar saja aku sangat merindukanmu " ucap gio .


" oh iya . kenapa kau sudah pulang ? Bukannya biasanya kalau perjalanan bisnis kau selalu pulang malam ? " tanya merry dengan heran .


" aku dari kemarin tidak tenang memikirkan dirimu , aku mencoba menelponmu puluan kali tapi kau tidak mengangkatnya . aku takut ada apa apa denganmu jadi semalam aku langsung pulang . Saat aku pulang kata bi anne kau masuk rumah sakit jadi jam 4 tadi aku langsung ke rumah sakit tapi kau masih tidur " ucap gio .


" benarkah ? Kenapa kau tidak membangunkanku ? " tanya merry .


" karna kata papa dari semalam kau sulit tidur jadi aku tidak mau mengganggumu " ucap gio


" lalu kau tadi dimana kenapa tidak menjemputku ? " tanya merry


" aku tidak kemana mana , aku tadi masih di rumah sakit menunggu didalam mobil tapi sialnya malah ketiduran " ujar gio


" dasar kau ini ! lalu kak jacob apa dia juga ikut pulang bersamamu ? " tanya merry


" tidak .. Dia masih disana bersama aline " ucap gio .


" aline? Aline ikut ! " tanya merry . Gio pun mengiyakannya . Dahi merry langsung mengkerut . Ia menjauhkan gio dari tubuhnya.


" kau membohongiku ? Katanya kau hanya pergi berdua dengan kak jacob tapi kenapa ada aline ? " tanya merry raut wajahnya terlihat begitu kesal .


" memang seharusnya hanya pergi berdua .. tapi aku tidak tau kalau jacob mengajak aline . Jika aku tau aku pasti akan mengajakmu juga " tutur gio


" lalu disana kau ngapain saja bersama aline ? " tanya merry dengan ketus . Gio pun menahan tawanya saat melihat raut wajah istrinya sedang cemburu.


" aku ? Disana Aku makan dan bercanda berdua bersamanya " ucap gio dengan menggoda . Merry semakin menajamkan kedua matanya .


" pergilah sana aku tidak ingin melihatmu " seru merry , ia pun membuang wajahnya . Gio pun semakin tertawa melihatnya


" sayang .. Aku hanya bercanda " ujar gio .


" aku tidak percaya ! Pergilah sana " seru merry kembali .


" merry .. aku benar benar hanya bercanda! aku tidak ngapa ngapain bersama aline . Setelah membahas masalah bisnis aku langsung pulang " ucap gio


" tidak mungkin ! Kau pasti bercanda kan dengannya seperti kau bercanda denganku ! " celetuk merry


" Sayang .. seumur hidupku aku tidak pernah bercanda dengan wanita lain selain dirimu percayalah " tutur gio . Merry terdiam sejenak . Ia melirikan kedua matanya ke arah gio


" benarkah ? Kau tidak membohongiku ? " tanya merry .


" aku bersumpah tidak membohongimu .. Percayalah " ucap gio


" uhhh giooo .. Aku sangat mencintaimu . kemarilah peluk aku lagi " pinta merry dengan manja . Ia pun melebarkan tangannya dan memeluk tubuh gio kembali .


" kau ini sangat manja sekali " ucap gio . ia pun dengan gemas menggigit dagu istrinya tersebut .


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa seusai baca tekan like


terimakasih ❤