
Tak lama kemudian rey dan kikan menjemput merry dirumahnya dan Mereka langsung berangkat menuju mall yang kikan dan merry tuju . Sesampainya di mall rey drop off istri dan anaknya tersebut . Dan ia langaung meluncur menuju ke kantornya .
Dundrum town centre mall
Kikan sedang mengajak merry berbelanja di sebuah boutique .
Terlihat ibu dan anak itu bergandengan erat layaknya kakak dan adik , karna jika di perhatikan wajah kikan memang terlihat masih mudah jadi tak heran jika semua orang memandang kikan seperti kakaknya merry .
Saat berada di dalam boutique Mata merry berpusat ke satu baju yang menurutnya sangat menarik . Merry meraih baju tersebut dan menunjukannya kepada mamanya .
" mama apa ini bagus untuk gio ? " tanya merry dengan menunjukan baju yang tergantung di hanger .
" bagus .. Tetapi carilah warna yang lain jangan yang warna merah muda sayang " pinta kikan
" tapi merry suka yang ini ma " ucap merry
" gio tidak mungkin suka warnanya sayang itu terlalu mencolok !! " ujar kikan
" tapi ini sangat bagus mamaaa " seru merry dengan memaksa . Kikan menghela nafas panjang
" yasudah terserah beli lah ! Barangkali gio suka " ucap kikan . Merry dengan girang menuju ke kasir untuk membayar baju pilihannya .
Seusai berbelanja baju , kikan dan merry menuju ke supermarket . Yang letaknya di di samping mall tersebut .
Saat berada di supermarket
Tangan merry tak henti memasukan semua makanan yang terlihat didepan matanya kedalam keranjang trolly yang kala itu sedang ia dorong .
" merry kenapa kau mengambil banyak makanan seperti ini ? " tanya kikan dengan heran
" untuk stock di rumah ma " saut merry dengan menyengirkan senyumannya , kikan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya .
Kikan hendak mengajak merry ke fresh food untuk membeli daging , namun tiba tiba terdengar suara wanita memanggil nama kikan dari kejauhan , telinga kikan tak asing dengan suara itu . Ia langsung menoleh ke asal suara tersebut . Seorang wanita yang tak asing baginya sedang menghampirinya dengan berjalan terengah - engah sembari satu tangannya menggandeng anak laki laki berusia 10 tahun .
" Reinaa .. " sapa kikan
" kikan kau apa kabar ? Sudah lama kita tidak bertemu . Kau disini bersama siapa ? " tanya reina
" mmh . Kabarku baik , aku disini bersama merry , kau sedang bersama siapa disini ? apa ini anakmu ? " tanya kikan dengan mengamati anak laki laki yang sedang di gandeng oleh reina .
" iya .. Ini anakku dan aku kemari juga bersama keponakanku " ujar reina
" oh .. apa kau sudah lama di irlandia ? " tanya kikan penasaran
" baru satu bulan ini .. kakak iparku sedang sakit makanya aku kemari " tutur reina seraya menyunggingkan senyumannya . Tibatiba kikan di kagetkan oleh merry .
" Mama .. Sepertinya belanjaan merry sudah cukup , ayo " ajak merry sembari meletakan 5 kantung penuh manisan ditangannya ke dalam trolly
" astaga merry kenapa kau membeli manisan sebanyak ini ? " tanya kikan mengernyitkan dahinya
" aku membelikannya untuk gio ma .. " saut merry , kedua matanya langsung melirik mengalih kepada reina .
" kikan .. ini anakmu merry ? Dia sudah besar dan sangat cantik wajahnya mirip sekali seperti kak rey " ujar reina memandangi wajah merry , merry hanya diam saja kebingungan . Kedua matanya tak henti berkedip mengamati reina .
" iya ini merry rein "
" sayang .. Ayo beri salam kepada tante reina " pinta kikan . menyenggol pelan tubuh merry .
Merry pun memberi salam kepada reina .
" kamu sudah besar ya nak .. Dulu tante terakhir melihat kamu waktu umur 1 tahun kalau tidak salah " ucap reina dengan mengingat ngingatnya
" iya tante .. Namanya juga manusia pasti tumbuhnya semakin besar bukan semakin mengecil " celetuk merry
" Merryyyyy yang sopannnn " kikan pun setengah berteriak
" mamaa merry hanya bercanda " saut merry dengan menyengir seraya tangannya bergelayut di lengan mamanya
" hellena .. " sapa merry lirih
" kau ? Sedang apa kau kemari " tanya hellena dengan menyiniskan pandangannya merry
" sedang berbelanja bersama mamaku " jawab merry
" kalian kenal ? " tanya reina kebingungan matanya tak henti bergerak ke arah merry dan hellena , hellena dan merry pun mengiyakannya . Mereka memberitahu kalau mereka berdua teman semasa SMA .
Hellena pun mengajak reina agar cepat pergi dari supermarket tersebut karna dia terburu buru sedang di tunggu oleh teman temannya . Kemudian mereka pamit kepada merry dan dan kikan untuk pergi terlebih dulu .
Kikan membeli daging yang tak sempat ia beli tadi . Dan merry meraih ponselnya untuk mencoba menghubungi gio .
Tut .. Tut .. Menyambungkan
" Hallo " suara gio menyapa
" gio .. Apa kau jadi menjemputku dan mama ? Karna ini kita sudah selesai berbelanja " ucap merry
" baiklah ku jemput sekarang . 10 menit aku akan tiba sana " ujar gio
" iya .. Hati hati jangan mengebut " tutur merry kemudian ia mengakhiri panggilan telpon bersama suaminya tersebut
Seusai berbelanja . Tak lama kemudian gio pun datang menjemput kikan dan merry , gio terlebih dulu mengantar mamanya pulang dan membantu menurunkan barang belanjaannya . Kemudian baru ia mengantar istrinya pulang ..
Selama perjalanan dalam mobil , mulut merry tak henti mengunyah makanan yang sempat ia beli di supermarket tadi .
" apa kau akan pergi lagi menemui teman temanmu ? " tanya merry seraya mengunyah makanan yang ada di mulutnya
" tidak .. Tadi sudah selesai" saut gio .
" merry .. minggu depan teman temanku mengadakan pesta akhir tahun di villa milik william yang letaknya dekat dengan pegunungan , apa kau mau ikut ? " tanya gio
" memangnya aku boleh ikut ? " tanya merry
" tentu saja boleh .. Tapi harus meminta izin papa sama mama dulu " tutur gio
" kenapa harus meminta izin ? Kalau minta izin dulu . Papa ngga bakal mengizinkannya ! Lagi pula aku juga sudah besar dan sudah menikah ! " celetuk merry
" meskipun kau sudah besar atau sudah menikah tetap harus meminta izin papa mama biar mereka berdua tidak khawatir ! " seru gio
" baiklah .. " saut merry
Sesampainya dirumah .. gio menurunkan semua barang belanjaan merry . Saat turun dari mobil merry merasakan nyeri di bagian pinggang belakangnya .
" merry kau kenapa ? " tanya gio dengan khawatir melihat raut wajah merry mengernyit kesakitan
" tidak apa apa ! Mungkin aku terlalu kelelahan jadi pinggangku sering sakit " ucap merry dengan menahan rasa sakit
" lebih baik kita ke dokter " pinta gio dengan wajah yang masih terlihat khawatir
" gioo .. Kau ini terlalu berlebihan ! Aku tidak apa apa ! Aku hanya kelelahan saja .. " ujar merry
" baiklah .. kalau kau merasa sakit kau harus bilang kepadaku jangan diam saja ! " tutur gio . Merry pun mengiyakannya .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
klik dan follow profil mangatoon saya untuk bisa melihat karya novel saya yang lainnya .
dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita dari novel saya yang berjudul amoera is my lady .
Gracias ^_^