
Mereka melanjutkan makannya , setelah itu berbincang bincang di ruang tamu , gio dan rey juga sedang sharing tentang bisnis mereka masing masing
Hingga hampir larut
Rey dan kikan pun berpamitan pulang , merry serta gio mengantarkan mama papanya tersebut hingga didepan rumah , merry menyiapkan makan malam dan setelah itu mereka makan berdua ,
Rumah baru mereka begitu sunyi malam itu hanya terdengar suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring
Gio memperhatikan wajah merry yang Terlihat begitu lelah karna mengerjakan pekerjaan rumah ,
Karna memang rumah yang dibeli gio jauh lebih besar dari rumah rey dan kikan , mungkin itu sebabnya merry kuwalahan
" merry .. aku sudah memanggil asisten rumah tangga untuk membantumu , jadi besok kau tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah lagi ! " ucap gio
" ngga usah , kan aku sudah bilang aku Bisa melakukan pekerjaan rumah sendiri " saut merry
" kau terlihat begitu lelah .. Kalau kau sampai sakit karna kelelahan apa kata orang nanti? mereka pasti menuduhku sudah menyiksamu " ketus gio
" terserah kau saja !! " singkat merry ia beranjak dari meja makan dan membersihkan piring yang kotor ,
Gio pun kembali pergi ke kamar nya , tak lama kemudian merry menghampirinya , terlihat gio sedang duduk bersandar dan memainkan ponselnya
" gio , bisakah besok kau mengangkut buku bukuku yang ada dirumah untuk di bawa kemari ? Aku sungguh bosan " ucap merry mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur
" tentu saja .. Besok akan ku bawakan semua buku bukumu " saut gio
" terimakasih .." ucap merry , ia pun merebahkan tubuhnya melentang disamping gio , gio pun meliriknya ia langsung meletakan ponselnya dan ikut merebahkan tubuhnya juga , ia melingkarkan tangannya dan menindih separuh tubuh merry
" merry .. Apa kau lupa bukannya kau tadi sudah mengiyakan permintaan mama ? " tanya gio
" permintaan apa ? " tanya balik merry
" mama papa kan ingin kita memiliki seorang anak begitu juga aku " saut gio tersenyum , merry hendak berbicara namun gio sudah langsung mencium leher merry , tubuh mery bergetar hebat tubuhnya begitu sensitive hingga ia memejamkan matanya
" ah sialan .. semenjak gio sering memelukku , tubuhku jadi sensitive seperti ini " gumam merry dalam hati ,
gio yang melihat merry begitu sensitive , hatinya agak sedikit kesal karna ia berpikiran merry sudah pernah melakukan hubungan dengan laki laki lain
" gio ku mohon jangan sekarang " pinta merry mendorong tubuh gio
" merry .. kenapa kau selalu seperti ini ? " tanya gio kesal sembari mengernyitkan dahinya , gio tampak terlihat kecewa
" hari ini aku sangat lelah besok saja " ucap merry lirih membuang mukanya
" baiklah akan ku tagih janjimu itu " saut gio , ia menjauhkan tubuhnya dari merry , merry pun menarik selimutnya dan tidur membelakangi gio
" gio maafkan aku , sebenarnya aku juga sangat menginginkan seorang anak tetapi aku belum siap jika sewaktu waktu kau meninggalkanku bersama aline " gumam merry dalam hati air matanya pun meleleh seketika