
( satu jam yang lalu saat carrol mencoba menghubungi merry )
Saat merry tengah bercinta dengan gio, tiba tiba ponselnya yang terletak di meja berbunyi dengan begitu nyaring .
" gio tunggu sebentar ponselku berbunyi " ucap merry dengan mendorong tubuh gio
" tidak usah diangkat nanti saja " pinta gio , merry pun terpaksa mengiyakannya dan tidak menghiraukan dering ponselnya .
Kemudian ponsel merry berdering kembali .
" gio minggirlah sebentar ponselku berbunyi lagi " pinta merry
" aku bilang biarkan saja ! " seru gio seraya mengernyitkan dahinya ,
Carrol pun menelpon merry kembali .
" gioo ayolah .. biarkan aku mengangkat ponselku sebentar , sepertinya sangat penting " pinta merry sembari meninggikan suaranya . Gio pun meraih ponsel merry yang terletak di meja samping tempat tidur dengan tangan kanannya . Ia menolak panggilan dari carrol dan mematikan ponsel milik merry lalu meletakannya kembali diatas meja .
" gio kenapa kau mematikan ponselku ? " teriak merry .
" carrol yang menelpon biarkan saja dia sangat mengganggu ! " ucap gio
" dia sahabatku , kalau ada hal yang penting bagaimana ? " ketus merry .
" tidak ada yang penting ! Aku kan sudah bilang ini liburan kita berdua . tidak ada siapapun yang boleh mengganggu ! " seru gio
" tapi carrol tidak biasanya menelpon sampai berulang kali seperti ini kalau tidak ada yang penting " ketus merry .
" menjauhlah ! aku sangat tidak suka sikapmu yang seperti ini " sambung merry dengan mendorong tubuh gio ,
tanpa berkata gio pun menajamkan alisnya seketika , ia menjauhkan tubuhnya dari merry dan mengenakan pakaiannya kembali . Merry beranjak dari tidurnya dan membalutkan selimut ke tubuhnya , ia meraih ponsel dan menyalakan ponsel tersebut , ia hendak menghubungi carrol kembali . Namun daya battery ponselnya rendah hingga membuat ponsel miliknya tidak bisa menyala jadi merry mencharge ponselnya terlebih dulu dan menghubungi carrol kembali .
Setelah berbicara dengan carrol melalui ponsel selulernya , merry meletakan ponselnya diatas meja dengan menggerutu kesal .
" aku sampai bertengkar dengan gio gara gara carrol .. Arghhhh carrollllllll " gumam merry dengan geram .
" aku harus bagaimana ini ? Gio pasti masih sangat marah denganku " gumam merry dengan menggigit bibir bawahnya , ia mencoba melangkahkan kakinya mendekat ke kamar mandi.
Tok .. Tok .. Tok
" gio " merry mengetuk kamar mandi dan memanggil manggil nama gio
Karna saat itu gio sedang berada di dalam kamar mandi . Namun gio tidak menyaut
" gio buka pintu nya , aku mau minta maaf " pinta merry lirih tangannya tak henti mengetuk pintu kamar mandi tersebut
Tok .. Tok .. Tok ..
" gio maafkan aku " ucap merry kembali
" sayang .. Ayo dong buka pintunya maafkan aku " merry tak henti , mengetuk pintu tersebut . dan tak lama kemudian gio membuka pintu kamar mandi dan seolah olah tak menghiraukan merry .
" ada apa ? " tanya gio sembari mengernyitkan dahinya
" gio maafkan aku masalah yang tadi " kata merry dengan menundukan pandangannya.
" lupakan saja .. Cepat mandilah sana , lalu kita turun untuk sarapan " pinta gio , berlalu meninggalkan merry , merry pun mengikuti langkah kaki gio
" gio kau benar benar marah kepadaku ? " tanya merry . Namun gio hanya diam saja ia sibuk mengenakan pakaiannya .
" gio ku mohon maafkan aku " ucap merry dengan menggoyang goyangkan lengan gio .
" cepat mandilah " pinta gio
" kau masih marah kan kepadaku ? " tanya merry
" tidak .. Jangan banyak bicara Cepat mandilah " seru gio , merry menganggukan kepalanya dan berlalu masuk kedalam Kamar mandi
Seusai merry mandi , gio mengajaknya turun ke lantai bawah untuk sarapan di restaurant milik ressort tersebut .
Merry tak henti memperhatikan gio yang sedang makan .
" gio ? " panggil merry
" hem ? " saut gio
" tidak ! " kata gio tanpa menatap wajah merry
" kalau tidak marah kenapa kau daritadi diam saja ? " tanya merry dengan tatapan sendunya
" kita sedang makan jadi untuk apa bersuara " tutur gio seraya mengunyah makanannya . Merry pun masih terlihat bersedih akan gio yang bersikap diam seperti itu
" ini semua gara gara carrol " merry menggerutu kesal dalam hati .
Saat gio dan merry tengah asyik menikmati makanannya , tiba tiba meja mereka di hampiri oleh wanita cantik nan anggun .
" tuan gio ? " sapa wanita itu ,
" nona lacy ? Kau disini juga " sapa gio , ternyata dia lacy , wanita yang dulu pernah bekerja sama dengan gio selama kurang lebih satu tahun .
" ayo duduklah " ajak gio , lacy pun ikut duduk dengan gio dan merry , merry pun melihat lacy dengan pandangan tidak senang .
" sebenarnya kemarin aku sekilas melihatmu disini tetapi aku tidak berani menyapa karna takut salah orang , dan tadi aku perhatikan ternyata benar benar memang dirimu " ucap lacy dengan tersenyum .
" iya nona lacy , aku disini sedang berlibur bersama istri ku , perkenalkan dia merry istri ku " ucap gio ,
" hai nona merry perkenalkan aku lacy " sapa lacy dengan menyodorkan tangannya kepada merry
" iya aku merry " sapa merry dengan memaksakan senyumnya , namun merry tidak mau menjabat tangan lacy . Lacy pun menurunkan tangannya .
Gio mengernyitkan dahinya dan menatap merry dengan tajam saat melihat sikap merry seperti itu .
" kapan kau menikah ? Kenapa aku sampai tidak tau ? " tanya lacy kepada gio seraya melirik ke arah merry
" sudah satu tahun lebih . iya pernikahan kami diadakan hanya antar kerabat saja " tutur gio
" kau sendiri sedang apa kemari ? " tanya gio kepada lacy
" oh aku juga sama sedang berlibur sudah 4 hari aku disini " kata lacy , gio dan lacy pun berbincang bincang , merry merasa semakin tercampakan akan kehadiran lacy yang bergabung di meja makannya . Karna merasa kesal merry memakan semua makanannya dengan begitu cepat . Hingga ia tersedak dan terbatuk batuk .
" nona merry .. Hati hati jika makan " ucap lacy dengan menyodorkan segelas air putih . Gio hanya melirik merry ..
" Terimakasih " ucap merry , ia meneguk gelas yang berisi air itu hingga habis , merry meletakan gelas itu kembali di atas meja . Namun saat tangan Merry hendak mengambil tissue tangannya tidak sengaja menyenggol gelas tersebut hingga terjatuh .
PYARRRRRR (gelas itu pecah seketika)
" Merry .. kau ini kenapa ? apa kau tidak bisa berhati hati ! " teriak gio , merry pun terkejut ketika gio membentaknya
" maaf " ucap merry , ia merasa terluka saat gio membentaknya seperti itu di depan orang lain . Tak lama kemudian pelayan restaurant resort tersebut membersihkan serpihan gelas yang berserakan di lantai
" nona lacy aku permisi kembali ke kamar " pamit merry kepada lacy ,
" nona merry .. kenapa terburu buru ? Kita masih belum berbincang bincang " tanya lacy .
" nona lacy biarkan saja dia pergi " saut gio sembari mengernyitkan dahinya , merry pun melirik ke arah gio dan berlalu meninggalkan meja tempat ia makan , gio hanya memperhatikan merry yang sedang berjalan dari belakang . Dengan raut wajah yang begitu bersedih merry masuk kedalam kamarnya , ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sudah di rapikan oleh housekeeping resort tersebut .
" kenapa gio bersikap seperti itu kepadaku " gumam merry , ia menyeka air matanya yang tiba tiba terjatuh , merry menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya , ia menangis sejadi jadinya di balik selimut tersebut , ia begitu terluka melihat sikap gio .
Sementara gio masih melanjutkan obrolannya dengan lacy , tiba tiba seorang anak kecil dan laki laki menghampiri lacy dan juga gio .
" mommy ayo kita bermain di pantai " pinta anak kecil itu , seraya menari narik tangan lacy
Ternyata anak kecil dan laki laki itu ialah anak dan juga suami lacy .
" sebentar ya sayang , mommy masih berbicara dengan teman mommy " ucap lacy kepada anaknya
" tuan gio , aku permisi pamit dulu ya , anakku minta bermain di pantai " ucap lacy
" iya nona lacy .. Silahkan , aku juga mau kembali ke kamar " kata gio , lacy dan suaminya pun berpamitan meninggalkan gio . Gio beranjak dari duduknya dan berjalan kembali menuju kamarnya , setibanya di kamar . Gio pun masuk dan menutup pintu kamarnya kembali . Ia mendengar suara isakan tangis didalam kamarnya tersebut . Gio mencari asal suara itu dan ternyata suara isak tangis itu berasal dari balik selimut . Gio pun menarik selimut yang kala itu menutupi tubuh merry . Ia melihat merry sedang meringkuk dan menangis terisak isak .
" Kenapa kau menangis ? " tanya gio , ia mendekati merry dan mencoba membantu merry untuk duduk namun merry diam saja . Ia masih mengisak , gio menyibakan rambut merry yang terlihat acak acakan .
" (menghela nafas) aku sangat tidak suka melihat sikapmu seperti itu kepada nona lacy , aku tau kau tadi sedang cemburu , tapi tidak seharusnya kau bersikap seperti itu ! Nona lacy adalah client lama ku , dia juga sudah menikah dan memiliki anak . jadi tidak sewajarnya kau cemburu " tutur gio
" tapi kenapa kau harus membentakku di depan umum seperti itu ? aku benar benar tidak sengaja menyenggol gelasnya " ucap merry dengan lirih , suaranya terdengar berat . ia menatap gio dengan tatapan sendu hingga terlihat jelas buliran air keluar dari matanya . Kedua Tangan gio pun menghapus air mata merry yang membasahi wajahnya
" maafkan aku .. aku tidak sadar jika sudah membentakmu tadi . kemarilah .. " pinta gio , ia menarik tubuh merry dan memeluknya dengan begitu erat , gio juga benar benar merasa bersalah , dirinya tidak sadar jika membentak merry .
gio mencoba menenangkan merry yang masih menangis