My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Terluka



karna kerinduaannya yang beberapa hari tak bertemu dengan istrinya , gio tak segan mencium dan melumat bibir merry dan merry pun menikmatinya , namun tiba tiba kedua tangan merry menyentuh dan mengangkat wajah gio .


"  gio .. kau membohongiku ! katamu kau pulang minggu depan ? Kenapa sekarang sudah pulang ? " tanya merry , gio pun menahan tawa


" kenapa kau tertawa ? " celetuk merry


" siapa yang membohongimu ? aku hanya bercanda " saut gio


" apa bedanya ? sama saja kau membohongiku  ! " seru merry


" ya jelas beda ! dari ucapan saja berbeda .. kau ini bagimana " ketus  gio tertawa kecil


" merry kapan kita bisa melakukannya ? " tanya gio seraya membelai lembut dahi merry


" apa kau tidak bisa sabar ? , tunggu besok  " ucap merry , ia juga membelai wajah gio yang berhadapan begitu sangat dekat dengannya , gio pun hanya tersenyum dan mengiyakannya , ia  mengusap lembut bibir merry dengan tangannya dan menciumnya kembali , hingga hasrat sepasang suami istri ini seakan tidak bisa menahan dirinya lagi .


" tunggulah disini sebentar ! akan ku buatkan teh untukmu " ucap merry , ia  hendak beranjak dari tidurnya , namun gio langsung menahan tubuh merry.


" tidak usah .. Besok saja  aku sangat lelah ! temani aku tidur " pinta gio , merry pun mengiyakannya  . gio langsung memeluk mendekap erat tubuh merry . Dan  ia mencoba menenggelamkan wajahnya di atas dada istrinya tersebut .


" gio .. Tidurmu jangan begini aku sangat risih " teriak merry , ia mencoba menjauhkan wajah gio dari dadanya


" apa kau bisa diam ? aku sangat nyaman seperti ini " seru gio , ia semakin mendorong wajahnya lebih dalam di dada merry , dan semakin memeluk erat tubuh istrinya itu , merry pun hanya diam karna ia kesulitan untuk bergerak , kemudian keduanya memejamkan matanya hingga tertidur lelap .


* Keesokan sorenya


merry dan gio bersiap siap . mereka hendak  berpamitan pulang kepada kikan dan rey .


Namun gio tidak langsung mengajak merry pulang ke rumah ,  ia mengajak merry terlebih dulu pergi  ke bar untuk merayakan  atas kemenangan teman temannya di ajang friendly international basket ball .


Sesampainya di bar mereka berdua langsung turun dari mobil dan masuk  . Semua teman teman gio terlihat sudah berkumpul di dalam bar tersebut ! Tak terkecuali william , andrew dan jacob , terlihat mereka duduk melingkar  dan di temani beberapa botol anggur di depannya  .


Mereka semua menyapa gio yang kala itu baru datang , dan mereka begitu terkejut melihat gio mengajak merry .


william menyapa merry dengan hangat. karna dirinya tidak percaya bahwa gio akan mengajak merry kemari , begitu juga dengan teman lainnya .


Tiba tiba dari jauh merry mendengar suara teriakan perempuan memanggil manggil namanya . Sontak merry pun menggerakan kepalanya dan menoleh ke arah tersebut .


Ternyata elyn .


" kakak ..  ? " teriak  elyn , ia berjalan cepat menuju merry dan langsung memeluknya


" kenapa kau tidak bilang jika kau disini juga kak ? " tanya elyn


" gio yang tiba tiba mengajakku kemari . sebenarnya aku sangat tidak tertarik dengan pesta semacam ini " saut merry dengan memutarkan kedua bola matanya


" kau ini bodoh sekali kak .. pesta semacam ini sungguh menyenangkan ! ayo kemarilah Kita berbincang bersama " ajak elyn dengan menarik tangan merry  , namun tangan merry menyentuh pinggang belakangnya ia tiba tiba merasakan nyeri pada pinggannya kembali .


" kakak kau kenapa ? " tegur elyn


" tidak !  Tidak apa apa ayoo " ajak merry sembari menahan rasa sakitnya


Merry pun berbincang  bincang dengan elyn dan teman perempuan lainnya seraya menikmati milkshake coklat yang sempat ia pesan tadi , sementara gio masih asyik berkumpul bersama teman teman lainnya  .


Sesekali matanya tak lepas memperhatikan istrinya dari kejauhan


Mereka semua merayakan pesta tersebut


Namun tiba tiba ponsel william berbunyi , ia langsung meraih ponsel tersebut di saku celananya dan terlihat ada panggilan masuk dari aline , ia pun mencoba menjauh dari temannya dan mengangkat ponselnya .


" hallo aline ada apa ? " sapa william


" william  , apa kau sedang bersama gio ? " tanya aline sembari menangis


" iya  .. dia sedang bersamaku , kau kenapa? kenapa  menangis ?  " tanya  william  balik


" willy  .. bisakah aku berbicara sebentar kepada gio ? Aku mencoba menghubungi ponsel nya tetapi tidak bisa " ujar aline lirih , william pun mengiyakannya , ia langsung menghampiri gio dan memberikan  ponselnya kepada gio yang kala itu sedang menikmati segelas anggur ,  gio meletakan ponsel tersebut di telinganya .


" ada apa ? " tanya gio seakan ia  tidak tertarik berbicara kepada aline


" gio .. mama.. " ucap aline lirih sembari menangis


" kenapa tante nadine ? " tanya gio khawatir sembari meletakan gelasnya diatas meja


" mama meninggal ..  " ucap aline lirih dan terisak isak , mata gio langsung melebar karna terkejut


" kau sekarang dimana ? " tanya gio


" aku masih dirumah sakit , mengurus kepulangan jenazah mama" saut aline lirih , suaranya terdengar begitu berat


" tunggu .. aku akan segera kesana " ucap gio ia langsung mengakhiri panggilan teleponnya dan mengembalikan ponselnya kepada william .


" gio ada apa ? " tanya william penasaran


" mamanya aline meninggal , aku mau ke rumah sakit sekarang " jawab gio


" aku ikut denganmu " pinta william , gio pun mengiyakannya. Gio juga memberitahu merry dan mengajaknya untuk ikut pergi bersama ke rumah sakit .


gio dan william mengendarai  mobil mereka masing masing ,


Gio melajukan mobilnya dengan kecapatan tinggi  ,dan william mengikutinya dari belakang , sementara merry ikut bersama dengan mobil gio , gio terlihat fokus memusatkan pandangannya kedepan untuk  mengendarai mobilnya .


Merry mencoba bertanya kepada gio tentang penyakit yang di derita oleh mama aline , gio pun menjawab dan memberi tau kepada merry bahwa mamanya aline beberapa tahun ini mengidap penyakit kanker hingga sekarang merenggut nyawanya ..


Sesampainya di rumah sakit william dan gio memarkirkan mobilnya dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah sakit tersebut .


Terlihat aline sedang duduk menundukan kepalanya dengan menangis terisak isak ,


" Aline " suara gio mengagetkannya , aline pun mengangkat kepalanya , matanya terlihat begitu sembab karna menangis , aline yang melihat gio kala itu ..  ia tak segan beranjak dari duduknya dan langsung memeluk nya, air mata membanjiri wajahnya , gio dan william pun mencoba menenangkan aline .


Merry yang melihat aline memeluk suaminya  tiba tiba hatinya  terasa begitu sesak .  Ia seakan tak senang dan begitu terluka .


" aline kau yang sabar .. " ucap merry seraya mengusap halus bahu aline namun aline tak menghiraukan perkataan merry , ia masih menenggelamkan wajahnya di pelukan gio . Gio pun mencoba mengajak aline duduk dan menghapus air mata nya .


" aline .. Ini sudah kehendak tuhan ! Ini yang terbaik untuk tante nadine , setidaknya tante nadine sudah tidak lagi menderita karna merasakan rasa sakit nya  , " tutur gio .


" tapi gio .. aku sangat menyayanginya " ucap aline lirih , suaranya terdengar begitu sangat berat , namun gio langsung memeluk aline dan mencoba menenangkannya kembali


Merry yang melihat gio memeluk aline , ia benar benar begitu terluka , air matanya seakan tak terbendung dan hendak terjatuh namun ia tahan .


Namun semakin lama merry tidak tahan melihat suaminya sebegitu perhatiannya  kepada aline , tanpa pamit ia langsung pergi menuju ke kamar mandi . Setibanya di kamar mandi Air matanya langsung tumpah seketika .


" ya tuhan kenapa hatiku terasa sesakit ini ?  " gumam merry dalam hati ,  ia menumpahkan seluruh air matanya hingga  setidaknya  hatinya merasa sedikit  lega ..