
Diluar andrew melihat carrol sedang duduk berada di samping kikan , andrew hendak menghampiri carrol
saat carrol tau andrew hendak menghampirinya , ia pun beranjak berdiri dan berpamitan pulang kepada kikan ,
" tante kikan .. carrol pamit pulang dulu ya tante , karna carrol lupa ada urusan " pamit carrol
" oh iya sayang , kau pulang dengan siapa ? " tanya kikan
" saya naik taxi tante soalnya tadi carrol tidak membawa mobil " ucap carrol
" baiklah hati hati ya nak . terimakasih banyak sudah mau kemari " ucap kikan
" sama sama tante .. carrol titip salam ke om reyhans dan merry juga ya te " imbuh carrol seraya memeluk kikan , kikan pun mengiyakannya ,
carrol berlalu meninggalkan kikan dan berjalan cepat keluar dari rumah kakek vinno namun sialnya andrew melihat carrol dan mengetahui bahwa carrol sedang menghindar darinya , andrew berjalan dengan cepat mengikuti carrol dan menghentikan langkah kaki nya.
" carrol tunggu " panggil andrew sembari menarik pergelangan tangan carrol ,carrol pun menghentikan langkahnya .
" shit " carrol berdecak kesal
" ehm , kak andrew .. ada apa ya kak ? " tanya carrol dengan memaksakan senyumnya
" kenapa kau menghindar dariku ? " tanya andrew
" ehm .. tidak , siapa yang menghindar ? aku tidak menghindar " saut carrol
" benarkah ? tapi aku rasa kau mencoba menghindar dariku " ujar andrew
" lalu nomermu kenapa tidak bisa dihubungi , apa kau sedang marah kepadaku ? " imbuhnya
" ehmm , tidak kok kak , aku tidak marah .. ponselku habis jatuh di kolam renang kak jadi untuk sementara waktu aku tidak menggunakan ponsel seluler " ucap carrol dengan menundukan pandangannya , andrew menyipitkan kedua matanya seakan tidak percaya
saat andrew hendak berbicara tiba tiba william datang mengagetkan mereka berdua , ia mengalungkan tangannya di leher andrew .
" ndrew .. apa kau masih disini menemani gio ? " tanya william
" tidak , aku harus pergi ke kantor hari ini karna ada urusan penting , mungkin setelah urusanku selesai aku akan kembali kemari menemani gio " ucap andrew
" aku juga harus balik karna ada pekerjaan yang perlu aku selesaikan , aku juga akan kemari lagi setelah pekerjaanku selesai " ucap william kepada andrew
" oh iya baiklah " saut andrew
" carrol apa kau mau pulang bersama ku ? " tanya william
" boleh kak , apa tidak merepotkanmu ? " tanya carrol
" sama sekali tidak merepotkanku " ucap william sembari melebarkan senyumnya
" carrol , biar aku saja yang mengantarkanmu pulang " pinta andrew
" tidak usah kak terimakasih , lagi pula kak andrew kan sedang bekerja , biar aku pulang dengan kak willy , kan aku satu arah dengannya " seru carrol
" tidak .. tidak apa apa ayo aku antar saja , kantorku dengan rumahmu kan juga satu arah " pinta andrew dengan sedikit memaksa
" tidak usah kak terimakasih " ucap carrol
" ayo kak willy " ajak carrol
" ndrew aku dan carrol balik dulu ya " pamit william sembari menarik tangan carrol . Carrol pun melirik ke arah andrew dan berjalan mengikuti langkah kaki william . Andrew pun merasa sedih saat melihat carrol lebih memilih pulang diantarkan oleh william daripada olehnya , bahkan carrol terlihat begitu dekat dengan william .
" kenapa sebenarnya dengan carrol ? dia tidak seperti biasanya . aku punya salah apa kepadanya " gumam andrew dalam hati .
carrol pun diantarkan oleh william menggunakan mobilnya
selama didalam mobil , hati carrol bersedih kembali , william mengamati raut wajah carrol dari samping . raut wajahnya terlihat sama seperti waktu itu saat dirinya tengah menemui carrol di jalan raya , rasanya hati carrol begitu meronta saat menolak tawaran andrew tadi , ia begitu merindukan laki laki itu . merindukan cara bicaranya , perhatiannya bahkan candaannya . carrol menarik panjang nafasnya dengan begitu berat ,
" carrol .. apa kau baik baik saja ? " tanya william
" hem ? iya kak aku baik baik saja " saut carrol mencoba menepiskan sedikit senyumnya .
" kau tidak salah suka kepada laki laki seperti andrew , dia itu laki laki baik , tapi kenapa kau menghindar darinya ? " tanya william seraya memfokuskan pandangannya kedepan , carrol pun terkejut saat william bertanya seperti itu . ia membulatkan kedua matanya sontak carrol memalingkan wajahnya menghadap ke william . sejenak carrol menelan ludahnya dengan begitu kasar ,
" apa yang sedang kak willy bicarakan ? aku sama sekali tidak menyukai kak andrew dan aku .. aku juga tidak menghindari kak andrew kok kak " saut carrol dengan suara yang gugup dahinya pun berkeringat .
" (menghela nafas) kenapa semua perempuan seperti itu ? tidak mau mengakui perasaannya ! nanti jika sudah direbut perempuan lain nya baru menyesal " tutur william .
" tapi aku tidak menyukai kak andrew kak " saut carrol lirih , ia kembali menundukan pandangannya .
" okay , baiklah .. Terserah kau saja mau bilang apa " ucap william , ia melirikan kedua matanya ke arah carrol yang tengah menunduk dan tak bersuara .
" aku yakin , pasti ada sesuatu yang membuat hubungan andrew dan carrol menjadi renggang seperti ini . " gumam william dalam hati
di rumah kakek vinno . gio masih duduk bersanding bersama merry di tepi tempat tidur yang ada di kamar kakek vinno , jari jari tangan merry masih melekat erat di telapak tangan gio . ia masih mencoba menguatkan suaminya tersebut bahwa dia tidak sendiri .
kedua mata gio tak lepas memandangi potret kakek vinno yang terletak diatas meja . tiba tiba merry melepas tangannya dari tangan gio , ia melangkahkan cepat kakinya menuju ke kamar mandi , ia berdiri didepan wastafel dan seketika mengeluarkan semua isi cairan yang ada di dalam perutnya tersebut . ia mengernyit getir karna cairan yang baru saja ia muntahkan begitu terasa asam di mulut dan tenggorokannya . merry berkumur dan kembali menemui gio dan duduk disampingnya . gio memandangi merry dan menyibakkan rambutnya .
" pulanglah dulu bersama mama dan papa , kau sepertinya sedang tidak sehat " pinta gio suaranya terdengar begitu lirih .
" tidak gio .. aku akan menemanimu disini " ucap merry ,
" merry , cepat pulanglah " pinta gio kembali
" gio ku mohon aku masih ingin disini menemanimu " pinta merry
" cepat pulanglah " gio setengah berteriak seraya membuang wajahnya . merry pun dengan bersedih hati mengiyakan permintaan gio ,
" baiklah aku akan pulang , " pamit merry , ia sejenak memeluk tubuh gio , namun gio tidak membalas pelukan merry , merry pun berlalu , gio memperhatikan langkah merry dari belakang .
ia kembali kedepan menemui papa dan mamanya .
" mama .. papa .. ayo kita pulang " ajak merry
" apa kau tidak menemani suamimu ? " tanya rey
" tidak pa , dia ingin sendirian disini , ayo kita pulang " ajak merry berjalan mendahului papa mamanya . ia memejamkan matanya dengan begitu bersedih . kikan dan rey saling adu pandang sejenak , kemudian mereka mengikuti merry dari belakang , merry terlebih dulu masuk kedalam mobil . kemudian disusul oleh mama dan juga papanya , rey tak henti hentinya melihat anaknya yang terdiam dari balik spion mobilnya .
" sayang , apa setidaknya kamu pulang kerumah bersama mama papa dulu ? " tanya rey
" ehmm tidak usah pa merry pulang ke rumah merry saja .. karna nanti gio pulang " ucap merry ,
" baiklah ,, " saut rey .
Setibanya di rumah merry . rey pun menghentikan mobilnya didepan halaman rumah merry . ia dan juga kikan mengantarkan merry sampai masuk kedalam rumahnya . Kikan menyipitkan kedua matanya dan memperhatikan raut wajah anaknya yang terlihat begitu pucat .
" tidak kok ma , merry hanya merasa lelah saja " ucap merry , ia mencoba menepiskan senyumnya
" yasudah buatlah istirahat , mama dan papa pulang dulu " pamit kikan , ia dan rey pun berpamitan sembari mencium kening anak semata wayangnya itu .
Setelah melihat mama dan papanya pulang . merry pun masuk kedalam kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur .
" giooo " gumam merry lirih
" huh kenapa kepalaku rasanya sangat pusing sekali " gumam merry seraya memajamkan matanya ,
kepalanya seakan berputar putar merry mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu sakit semua . Tak butuh waktu ia pun langsung terlelap tidur karna merry benar benar merasa lelah dan mengantuk .
sore harinya . merry terbangun dan kedua matanya mengerjap melihat ke arah jam dinding terlihat waktu menunjukan 17.45 PM ,
" astaga ini sudah hampir malam " gumam merry , ia cepat cepat beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar ia mengitari seluruh ruangan yang ada di rumahnya . Rasanya ia sedang mencari gio , namun gio tak terlihat sama sekali di dalam rumahnya .
" nyonya sudah bangun ? " tanya bi mia yang tiba tiba datang mengagetkannya
" astagaaa bibi .. Mengagetkan merry saja , bi mia kapan pulang ? " tanya merry
" tadi siang nyonya , saat nyonya merry pulang tuan gio menyuruh saya pulang juga ke rumah untuk menemani nyonya , tapi waktu bibi pulang. Bibi lihat nyonya sudah tertidur " ucap bi mia
" iya bi tadi merry sangat lelah sekali jadi makanya langsung tidur " ujar merry
" lalu gio sekarang dimana bi ? " tanya merry
" masih di rumah tuan besar nyonya " kata bi mia
" ehmm , merry akan menyusul kesana ya bi " ucap merry .
" jangan nyonya ini sudah hampir petang , lebih baik nyonya di rumah saa " pinta bi mia
" tidak apa apa bi , saya harus menemani suami saya bi , permisi " pamit merry , bi mia pun terpaksa mengiyakannya , merry kembali ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu , kemudian ia memakai baju ia juga melapisi tubuhnya dengan menggunakan jaket yang tebal dan merry juga mengambil tas jinjing miliknya .
saat keluar dari rumah dan hendak berangkat ke rumah kakek vinno tiba tiba gio sudah pulang dan mengagetkan merry ,
" kau mau kemana ? " tanya gio
" gio .. kau sudah pulang , aku baru saja mau menyusulmu " ucap merry
" iya .. ayo masuklah " ajak gio , ia berjalan mendahului merry masuk kedalam kamar , ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , merry melepas jaket yang sempat ia kenakan dan juga meletakan tas jinjingnya di atas meja , kemudian ia menyiapkan baju untuk gio. seusai mandi , gio pun keluar dan memakai baju yang telah disiapkan oleh merry ,
" gio .. ayo kita makan , kau dari tadi kan belum makan " ajak merry seraya menyentuh dada gio
" tidak .. aku tadi sudah makan bersama aline dan jacob " ucap gio , ia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dan memejamkan matanya .
" apa kau mau ku buatkan kopi ? " tanya merry
" tidak usah " saut gio
" tolong tinggalkan aku sendiri " pinta gio , merry pun mengiyakannya , ia keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur . ia membuka tudung saji dan melihat makanan yang sudah disiapkan oleh bi mia .
" aku sangat lapar sekali , tapi rasanya aku sangat tidak berselera untuk makan " gumam merry memandangi makanan tersebut ,
" nyonya .. apa kau mau makan ? " tanya bi mia yang tiba tiba datang menghampiri merry
" merry sangat lapar bi , tapi merry tidak berselera untuk makan " ucap merry , ia mendudukan tubuhnya di meja makan dengan lemas .
" meskipun nyonya tidak berselera makan , tapi nyonya harus makan nanti kalau nyonya sakit kasian tuan gio , pikirannya nanti akan semakin terbebani " bujuk bi mia . Merry sejenak tediam .
" yasudah bi .. merry akan makan , tapi temani merry makan juga ya bi " ajak merry , bi mia pun dengan senang hati mengiyakannya . bi mia dan merry pun makan bersama di meja makan sembari berbincang bincang ringan .
seusai makan , merry pamit kepada bi mia untuk kembali kekamarnya mengambil buku novel untuk ia baca , ia melihat gio masih berbaring diatas tempat tidur menatap ke atap kamar dengan pandangan mata yang begitu kosong . Sepertinya hati gio masih kalut hingga ia tak menghiraukan merry sama sekali .
merry pun juga enggan mengganggu gio , ia sangat mengerti posisi yang sedang suaminya rasakan saat ini , ia melangkahkan kakinya keluar kamar dan berbaring diatas sofa yang terletak di ruang depan sembari membaca buku yang sempat ia pilih tadi .
" kenapa perutku sangat tidak nyaman sekali " gumam merry , ia beranjak duduk tiba tiba ada sesuatu yang hendak keluar dari tenggorokannya , merry cepat cepat berdiri dan hendak pergi ke kamar mandi , namun saat berdiri dan melangkahkan kakinya ,
JEDUK
" arghh sakit " teriak merry kesakitan karna betisnya terbentur meja kaca yang ada di depannya .
" (mendesis) arghhh " merry mendesis dan memegangi betisnya yang sudah membiru seketika ,
makanan yang mula nya tercekat di tenggorokan kini sudah memenuhi mulut merry , merry pun menggembungkan mulutnya dan berlari cepat ke kamar mandi tanpa memperdulikan lagi rasa sakit di betisnya .
merry mengeluarkan semua cairan dan makanan yang sempat ia makan tadi kedalam wastafel kamar mandi , ia berkumur setelah itu kembali ke ruang depan .
merry memegangi betisnya yang terlihat semakin membiru .
" mama betis merry sangat sakit sekali " gumam merry , ia mendesis kesakitan memegangi betisnya .
Merry pun melanjutkan membaca buku nya hingga halaman terakhir . Ia pun menguap berkali kali rasanya ia benar benar sangat mengantuk namun merry enggan masuk ke dalam kamarnya karna takut mengganggu gio . Merry mencoba membuat matanya agar tetap terjaga , namun rasa kantuk benar benar melanda dirinya hingga ia tertidur diatas sofa .
.
.
.
hai teman teman reader
nona mau tanya dong 😆
kan seharusnya novel ini ending hanya sampai 110 episode saja
tetapi berhubung pada banyak yang ngga mau ditamatin jadi saya perpanjang lagi episodenya .
dan sekarang udah nyampai 125 episode
kira kira sampai episode ke 125 ini kalian merasa pada bosen gak sih sama alur ceritanya ?
dan kalaupun bosen apa yang bikin kalian bosen ?
tulis di komentar ya 😊😊
oh iya baca kelanjutan cerita amoera is my lady juga ya 😊
jangan lupa tinggalkan like 👍
terimakasih ❤