My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
kesakitan



Diluar andrew melihat carrol sedang duduk berada di samping kikan , andrew hendak menghampiri carrol 


saat carrol tau andrew hendak menghampirinya , ia pun beranjak berdiri dan berpamitan pulang kepada kikan ,


" tante kikan .. carrol pamit pulang dulu ya tante , karna carrol lupa ada urusan " pamit carrol


" oh iya sayang , kau pulang dengan siapa ? " tanya kikan 


" saya naik taxi tante soalnya tadi carrol tidak membawa mobil " ucap carrol


" baiklah hati hati ya nak . terimakasih banyak sudah mau kemari " ucap kikan 


" sama sama tante .. carrol titip salam ke om reyhans dan merry juga ya te " imbuh carrol seraya memeluk kikan , kikan pun mengiyakannya ,


carrol berlalu meninggalkan kikan dan berjalan cepat keluar dari rumah kakek vinno namun sialnya andrew melihat carrol dan mengetahui bahwa carrol sedang menghindar darinya   , andrew berjalan dengan cepat mengikuti carrol dan menghentikan langkah kaki nya.


" carrol tunggu " panggil andrew sembari menarik pergelangan tangan carrol ,carrol pun menghentikan langkahnya .


" shit " carrol berdecak kesal


" ehm , kak andrew .. ada apa ya kak ? " tanya carrol dengan memaksakan senyumnya


" kenapa kau menghindar dariku  ? " tanya andrew


" ehm .. tidak , siapa yang menghindar ? aku tidak menghindar " saut carrol 


" benarkah ? tapi aku rasa kau mencoba menghindar dariku " ujar andrew


" lalu nomermu kenapa tidak bisa dihubungi , apa kau sedang marah kepadaku ? " imbuhnya 


" ehmm , tidak kok kak , aku tidak marah .. ponselku habis jatuh di kolam renang kak jadi untuk sementara waktu aku tidak menggunakan ponsel seluler " ucap carrol dengan menundukan pandangannya , andrew menyipitkan kedua matanya seakan tidak percaya


saat andrew hendak berbicara tiba tiba william datang mengagetkan mereka berdua , ia mengalungkan tangannya di leher andrew .


" ndrew .. apa kau masih disini menemani gio ? " tanya  william


" tidak , aku harus pergi ke kantor hari ini karna ada urusan penting , mungkin setelah urusanku selesai aku akan kembali kemari menemani gio " ucap andrew 


" aku juga harus balik karna  ada pekerjaan yang perlu aku selesaikan , aku juga akan kemari lagi setelah pekerjaanku selesai " ucap william kepada andrew 


" oh iya baiklah " saut andrew 


" carrol apa kau mau pulang bersama ku ? " tanya william


" boleh  kak , apa tidak merepotkanmu ? " tanya carrol 


" sama sekali tidak merepotkanku " ucap william sembari melebarkan senyumnya 


" carrol , biar aku saja yang mengantarkanmu pulang " pinta andrew 


" tidak usah kak terimakasih , lagi pula kak andrew kan sedang bekerja , biar aku pulang dengan kak willy , kan aku satu arah dengannya " seru carrol


" tidak .. tidak apa apa ayo aku antar saja , kantorku dengan  rumahmu  kan juga satu arah " pinta andrew dengan sedikit memaksa


" tidak usah kak terimakasih " ucap carrol 


" ayo kak willy " ajak carrol 


" ndrew aku dan carrol balik dulu ya " pamit william  sembari menarik tangan carrol . Carrol pun melirik ke arah andrew dan berjalan mengikuti langkah kaki william . Andrew pun merasa sedih  saat melihat carrol lebih memilih pulang diantarkan  oleh william daripada olehnya , bahkan carrol terlihat begitu dekat dengan william .


" kenapa sebenarnya dengan carrol ? dia tidak seperti biasanya . aku punya salah apa kepadanya  " gumam andrew dalam hati .


carrol pun diantarkan oleh william menggunakan mobilnya 


selama didalam mobil , hati carrol bersedih kembali , william mengamati raut wajah carrol dari samping . raut wajahnya  terlihat  sama seperti waktu itu saat dirinya tengah  menemui carrol di jalan raya , rasanya hati carrol  begitu meronta saat menolak tawaran andrew tadi  , ia begitu merindukan laki laki itu . merindukan cara bicaranya , perhatiannya bahkan candaannya . carrol menarik panjang nafasnya dengan begitu berat ,


" carrol .. apa kau baik baik saja ? " tanya william


" hem ? iya kak aku baik baik saja " saut carrol mencoba menepiskan sedikit senyumnya .


" kau tidak salah suka  kepada laki laki seperti andrew , dia itu laki laki baik , tapi kenapa  kau menghindar darinya ? " tanya william seraya memfokuskan pandangannya kedepan , carrol pun terkejut saat william bertanya seperti itu . ia membulatkan kedua matanya sontak carrol memalingkan wajahnya menghadap ke william . sejenak carrol menelan ludahnya dengan begitu kasar ,


" apa yang sedang kak willy bicarakan ? aku sama sekali tidak menyukai kak andrew dan  aku .. aku juga tidak menghindari kak andrew kok kak " saut carrol dengan suara yang gugup dahinya pun berkeringat .


" (menghela nafas) kenapa semua perempuan seperti itu ? tidak mau mengakui perasaannya ! nanti jika sudah direbut perempuan lain nya baru menyesal " tutur william .


" tapi aku tidak menyukai kak andrew kak " saut carrol lirih , ia kembali menundukan pandangannya .


" okay , baiklah .. Terserah kau saja mau bilang apa " ucap william , ia melirikan kedua matanya ke arah carrol yang tengah menunduk dan tak bersuara .


" aku yakin , pasti ada sesuatu yang membuat hubungan andrew dan carrol menjadi renggang seperti ini . " gumam william dalam hati


di rumah kakek vinno . gio masih duduk bersanding bersama merry di tepi tempat tidur yang ada di kamar kakek vinno , jari jari tangan merry masih melekat erat di telapak tangan gio . ia masih mencoba menguatkan suaminya tersebut bahwa dia tidak sendiri .


kedua mata gio tak lepas memandangi potret kakek vinno yang terletak diatas meja . tiba tiba merry melepas tangannya dari tangan gio , ia melangkahkan cepat kakinya menuju ke kamar mandi , ia berdiri didepan wastafel dan seketika  mengeluarkan semua isi cairan yang ada di dalam  perutnya tersebut . ia mengernyit getir karna cairan yang baru saja ia muntahkan begitu terasa asam di mulut dan tenggorokannya . merry berkumur dan kembali menemui gio dan duduk disampingnya . gio memandangi  merry dan menyibakkan rambutnya .


" pulanglah dulu bersama mama dan papa , kau sepertinya sedang tidak sehat " pinta gio suaranya terdengar begitu lirih .


" tidak gio .. aku akan menemanimu disini " ucap merry , 


" merry , cepat pulanglah " pinta gio kembali 


" gio ku mohon aku masih ingin disini menemanimu " pinta merry


" cepat pulanglah " gio setengah berteriak seraya membuang wajahnya . merry pun dengan bersedih hati mengiyakan permintaan gio ,


" baiklah aku akan pulang , " pamit merry , ia sejenak memeluk tubuh gio , namun gio tidak membalas pelukan merry , merry pun berlalu , gio memperhatikan langkah merry dari belakang .


ia kembali kedepan menemui papa dan mamanya .


" mama .. papa .. ayo kita pulang " ajak merry 


" apa kau tidak menemani suamimu ? " tanya rey 


" tidak pa , dia ingin sendirian disini , ayo kita pulang " ajak merry berjalan mendahului papa mamanya . ia memejamkan matanya dengan begitu bersedih . kikan dan rey saling adu pandang sejenak , kemudian mereka mengikuti merry dari belakang , merry terlebih dulu masuk kedalam mobil . kemudian disusul oleh mama dan juga papanya , rey tak henti hentinya melihat anaknya yang terdiam dari balik spion mobilnya .


" sayang , apa setidaknya kamu pulang kerumah bersama mama papa dulu ? " tanya rey 


" ehmm tidak usah pa merry pulang ke rumah merry saja  .. karna nanti gio pulang " ucap merry ,


" baiklah ,, " saut rey .


Setibanya di rumah merry . rey pun menghentikan mobilnya didepan halaman rumah merry . ia dan juga kikan mengantarkan merry sampai masuk kedalam rumahnya . Kikan menyipitkan kedua matanya dan memperhatikan raut wajah anaknya yang terlihat begitu pucat .


" tidak kok ma , merry hanya merasa lelah saja " ucap merry , ia mencoba menepiskan senyumnya


" yasudah buatlah istirahat , mama dan papa pulang dulu " pamit kikan , ia dan rey pun berpamitan sembari mencium kening anak semata wayangnya itu .


Setelah melihat mama dan papanya pulang . merry pun masuk kedalam kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur .


" giooo " gumam merry lirih


" huh kenapa kepalaku rasanya sangat pusing sekali " gumam merry seraya memajamkan matanya ,


kepalanya seakan berputar putar merry mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu sakit semua . Tak butuh waktu ia pun langsung terlelap tidur karna merry benar benar merasa lelah dan mengantuk .


sore harinya . merry terbangun dan kedua matanya mengerjap melihat ke arah jam dinding terlihat waktu menunjukan 17.45 PM ,


" astaga ini sudah hampir malam " gumam merry , ia cepat cepat beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar ia mengitari seluruh ruangan yang ada di rumahnya . Rasanya ia sedang mencari gio , namun gio tak terlihat sama sekali di dalam rumahnya .


" nyonya sudah bangun ? " tanya bi mia yang tiba tiba datang mengagetkannya 


" astagaaa bibi .. Mengagetkan merry saja , bi mia kapan pulang ? " tanya merry 


" tadi siang nyonya , saat nyonya merry pulang tuan gio menyuruh saya pulang juga ke rumah untuk menemani nyonya , tapi waktu bibi pulang. Bibi lihat nyonya sudah tertidur " ucap bi mia 


" iya bi tadi merry sangat lelah sekali jadi makanya langsung tidur " ujar merry


" lalu gio sekarang dimana bi ? " tanya merry 


" masih di rumah  tuan besar nyonya " kata bi mia 


" ehmm , merry akan menyusul kesana ya bi " ucap merry .


" jangan nyonya ini sudah hampir petang , lebih baik nyonya di rumah saa  " pinta bi mia 


" tidak apa apa bi , saya harus menemani suami saya bi , permisi " pamit merry , bi mia pun terpaksa mengiyakannya , merry kembali ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu , kemudian ia memakai baju  ia juga melapisi tubuhnya dengan menggunakan jaket yang tebal dan merry  juga mengambil tas jinjing miliknya .


saat keluar dari rumah dan hendak berangkat ke rumah kakek vinno tiba tiba gio sudah pulang dan mengagetkan merry ,


" kau mau kemana ? " tanya gio 


" gio .. kau sudah pulang , aku baru saja mau menyusulmu " ucap merry 


" iya .. ayo masuklah " ajak gio , ia berjalan mendahului merry masuk kedalam kamar , ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , merry melepas jaket yang sempat ia kenakan dan juga meletakan tas jinjingnya di atas meja , kemudian ia menyiapkan baju untuk gio. seusai mandi , gio pun keluar dan memakai baju yang telah disiapkan oleh merry ,


" gio .. ayo kita makan , kau dari tadi kan belum makan " ajak merry seraya menyentuh dada gio


" tidak .. aku tadi sudah makan bersama aline dan jacob " ucap gio , ia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dan memejamkan matanya .


" apa kau mau ku buatkan kopi ? " tanya merry 


" tidak usah " saut gio 


" tolong tinggalkan aku sendiri " pinta gio , merry pun mengiyakannya , ia keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur . ia membuka tudung saji dan melihat makanan yang sudah disiapkan oleh bi mia .


" aku sangat lapar sekali , tapi rasanya aku sangat tidak berselera untuk makan  " gumam merry memandangi makanan tersebut ,


" nyonya  .. apa kau mau makan ? " tanya bi mia yang tiba tiba datang menghampiri merry 


" merry sangat lapar bi , tapi merry tidak berselera untuk makan " ucap merry , ia mendudukan tubuhnya di meja makan dengan lemas .


" meskipun nyonya tidak berselera makan , tapi nyonya harus makan nanti kalau nyonya sakit kasian tuan gio , pikirannya nanti akan semakin terbebani " bujuk bi mia . Merry sejenak tediam .


" yasudah bi .. merry akan makan , tapi temani merry makan juga ya bi " ajak merry , bi mia pun dengan senang hati mengiyakannya . bi mia dan merry pun makan bersama di meja makan sembari berbincang bincang ringan .


seusai makan , merry pamit kepada bi mia untuk kembali kekamarnya mengambil buku novel untuk ia baca , ia melihat gio masih berbaring diatas tempat tidur menatap ke atap kamar dengan pandangan mata yang begitu kosong . Sepertinya hati gio masih kalut hingga ia tak menghiraukan merry sama sekali .


merry pun juga enggan mengganggu gio , ia sangat mengerti posisi yang sedang suaminya rasakan saat ini , ia melangkahkan kakinya keluar kamar dan berbaring diatas sofa yang terletak di ruang depan sembari membaca buku yang sempat ia pilih tadi .


" kenapa perutku sangat tidak nyaman sekali " gumam merry , ia beranjak duduk tiba tiba ada sesuatu yang hendak keluar dari tenggorokannya , merry cepat cepat berdiri dan hendak pergi ke kamar mandi , namun saat berdiri dan melangkahkan kakinya , 


JEDUK 


" arghh sakit " teriak merry kesakitan karna  betisnya  terbentur meja kaca yang ada di depannya .


" (mendesis) arghhh " merry mendesis dan memegangi betisnya yang sudah membiru seketika ,


makanan yang mula nya tercekat di tenggorokan kini sudah memenuhi mulut merry , merry pun menggembungkan mulutnya dan berlari cepat ke kamar mandi tanpa memperdulikan lagi rasa sakit di betisnya .


merry mengeluarkan semua cairan dan makanan yang sempat ia makan tadi kedalam wastafel kamar mandi , ia berkumur setelah itu kembali ke ruang depan .


merry memegangi betisnya yang terlihat semakin membiru .


" mama betis merry sangat sakit sekali " gumam merry , ia mendesis kesakitan memegangi betisnya .


Merry pun melanjutkan membaca buku nya hingga halaman terakhir . Ia pun menguap berkali kali rasanya ia benar benar sangat mengantuk namun merry enggan masuk ke dalam kamarnya karna takut mengganggu gio . Merry mencoba membuat matanya agar tetap terjaga , namun rasa kantuk benar benar melanda dirinya hingga ia tertidur diatas sofa .


.


.


.


hai teman teman reader


nona mau tanya dong 😆


kan seharusnya novel ini ending hanya sampai 110 episode saja


tetapi berhubung pada banyak yang ngga mau ditamatin jadi saya perpanjang lagi episodenya .


dan sekarang udah nyampai 125 episode


kira kira sampai episode ke 125 ini kalian merasa pada bosen gak sih sama alur ceritanya ?


dan kalaupun bosen apa yang bikin kalian bosen ?


tulis di komentar ya 😊😊


oh iya baca kelanjutan cerita amoera is my lady juga ya 😊


jangan lupa tinggalkan like 👍


terimakasih ❤