My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Menyesal



seusai itu merry pun menarik selimut , ia meringkuk dan terlihat menangis membelakangi gio namun gio memelukanya dan mencium kepalanya dari belakang , pelukan gio begitu menanangkan merry hingga merry menikmati pelukan hangat gio


" merry maafkan aku  "  gumam gio menyesal dalam hati , dan keduanya pun tertidur pulas hingga pagi


* Keesokan Paginya ..


Gio terbangun sementara merry masih tertidur dengan tubuh yang masih terbalut selimut , rasanya gio enggan meninggalkan merry dari tempat tidurnya . ia memendangi wajah merry begitu dekat, tangannya bergerak menyibakan dan membelai lembut rambut istrinya tersebut, ada rasa penyesalan sendiri di kedua mata gio .


" kenapa aku begitu bodoh tidak mempercayaimu ? " gumam gio dalam hati , ia langsung memegang lembut wajah merry kemudian mencium keningnya .


Gio pun beranjak pergi ke kamar mandi membersihkan diri , seusai mandi terlihat merry masih belum bangun . Matanya tak henti memperhatikan merry yang sedang tertidur . Gio mengenakan pakaian kerjanya hingga terlihat rapi , gio hendak berangkat untuk bekerja namun dirinya begitu tidak tega melihat merry , rasanya enggan sekali melangkahkan kakinya . Namun ia sudah ada janji untuk bertemu dengan clientnya di luar kota .


Dan lagi .. Gio duduk menghampiri istrinya yang masih tertidur .


Ia membelai kepalanya dan mencium kening merry sembari memejamkan matanya .


Kemudian gio bergegas keluar dari kamarnya , di depan kamar saat gio hendak berangkat tiba tiba bi mia menghampiri dan menegur gio .


" tuan gio .. apa kau tidak sarapan dulu ? " tanya bi mia


" tidak bi saya buru buru " saut gio berlalu meninggalkan bi mia .


Tak lama kemudian merry terbangun ,  ia melihat gio sudah tidak ada di sampingnya .


Ia beranjak dari tempat tidur namun ia masih merasakan nyeri akibat semalam , merry langsung masuk ke dalam kamar mandi ia mengenakan pakaiannya dan keluar kamar untuk mencari gio . Namun gio sama sekali tidak terlihat di rumahnya , bi mia yang melihat merry langsung menegurnya


" nyonya apa kau mencari tuan gio ? " tanya bi mia , merry pun mengiyakannya


" tuan gio sudah pergi tadi pagi nyonya , ia terlihat terburu buru " imbuh bi mia


" yasudah bi terimakasih " saut merry ,


Ia kembali kedalam kamarnya dan air matanya mengalir kembali .


" giooo " ia bergumam lirih sembari menepis lembut air matanya yang jatuh


gio menemui beberapa clientnya di luar kota tepatnya di sebuah hotel business  , gio dan clientnya duduk di sebuah coffee shop untuk membahas tentang kerja sama antar perusahaan mereka .


namun pikiran gio terlihat tak fokus dan melampaui kemana mana . dia terlihat begitu tak tenang memikirkan merry yang di rumah , rasanya ia ingin segera  kembali ke rumah dan cepat cepat mengakhiri pertemuannya .


2 orang laki laki yang duduk berhadapan dengannya sedang berbicara panjang lebar namun dengan tatapan kosong gio tak begitu mendengarkannya sembari menggigit bolpoin yang sedang ia pegang.


hatinya  masih terbelit rasa penyesalan karna  memperlakukan istrinya dengan kasar seperti malam lalu .


" tuan gio .. bagaimana menurutmu ? " suara orang yang tepat di hadapan gio bertanya


" tuan gioo .. apa kau mendengarkan kami ?"  laki laki itu bertanya kembali


" ee .. oh .. iya tuan.. bagaimana ? " saut gio dengan mengercap kebingungan ,


2 orang itu saling memandang dan menggelengkan kepalanya dengan perasaan sedikit kesal . mereka berdua merasa tidak dihargai karna sudah berbicara panjang lebar namun gio tidak mendengarkannya .


" tuan gio .. kita atur pertemuan kita lain waktu lagi saja , kau tampak nya masih belum siap menerima tender dari kami " ucap salah seorang laki laki itu , mereka berdua beranjak dari duduknya dan menyodorkan tangan hendak berpamitan , gio juga beranjak berdiri dan mencoba menahan clinetnya tersebut


" tuan lennon saya minta maaf pikiran saya sedikit terganggu hari ini , ku mohon sebentar saja beri saya kesempatan untuk menerima proyek yang akan anda berikan " pinta gio , 2 orang itu sama sama memandang kembali . mereka berdua berpikir gio begitu berbakat dalam hal seperti ini jadi mereka duduk kembali dan memberi gio kesempatan lagi .


mereka menjelaskan sekali lagi rencana proyek yang akan di serahkan  kepada perusahaan gio dan gio langsung memahami keinginan dari clientnya tersebut  . dengan rasa yang begitu puas dan tanpa berpikir panjang , client gio mempercayakan semuanya terhadap gio . mereka berdua menyodorkan tangan dan berpamitan meninggalkan gio .


gio langsung menghela nafas dengan lega


" hampir saja kehilangan tender besar " gumam gio dengan lega hingga terlihat keringat dingin mengucur di dahinya


sore itu seusai gio menemui clientnya di luar kota , ia meraih ponsel dan hendak mengirim pesan kepada william . Ia mencoba mengajak william bertemu , ia merasa bahwa william masih hutang penjelasan kepadanya .


[ wil . 2 jam lagi kita bertemu di tempat biasa ~ Gio ]


[ Baiklah ~ William ]