
merry dan gio masih memeluk satu sama lain , rasanya begitu menghangatkan dan merry seakan tidak ingin melepaskan pelukan hangat itu ,
kemudian merry melepaskan pelukannya , dan menatap wajah suaminya itu kembali .
" gio apa kau tau ? aku kemarin sangat takut saat melihatmu belum bangun , aku takut kau meninggalkanku , aku benar benar takut sekali " ucap merry dengan polos , gio pun tersenyum lirih
" kau tidak perlu takut , aku tidak akan pernah meninggalkanmu " tutur gio seraya mendekap tubuh istrinya kembali ,
" ayo sekarang akan ku suapi kau makan lalu minum obatmu " imbuh gio , Gio mengambil piring berisi makanan yang telah di siapkan oleh pihak rumah sakit untuk merry . tangannya bergerak Ia hendak menyuapi merry .
" ayo bukalah mulutmu " pinta gio sembari menyendokan sesendok makanan ,merry pun membuka lebar mulutnya . dan mengunyah makanan itu .
" apa kau sudah makan dan minum obat ? " tanya merry , dengan mulut yang terlihat penuh karna mengunyah makanan tersebut .
" aku sudah makan dan minum obat tadi pagi " ucap gio , dengan begitu telaten ia menyuapi istrinya itu , merry tak henti hentinya memperhatikan gio . ia mengingat saat membaca surat yang gio tuliskan untuk nya .
" gio .. " panggil merry dengan menggigit bibir bawahnya .
" iya ? " saut gio dengan mengangkat wajahnya
" ehm .. Apa benar yang kau tulis di dalam surat itu ? " tanya merry dengan sedikit takut
" surat ? surat apa ? " tanya gio , ia menaikan satu alisnya dengan kebingungan , merry meraih selembar kertas yang terlipat rapi didalam laci meja rumah sakit tersebut
" surat ini .. surat yang mengatakan kalau kau menyukaiku dari dulu ? apa kau lupa kalau kemarin kau menulis surat ini untukku ? " tanya merry kembali , gio memejamkan mata dengan malu . Rupanya ia lupa bahwa sebelum melakukan operasi , ia sempat menuliskan surat untuk merry .
" kemarikan suratnya " pinta gio merampas paksa kertas itu dari tangan merry , gio pun memasukan surat tersebut didalam saku celananya .
" kenapa kau mengambil suratnya ? " tanya merry , namun Gio masih membungkam dengan kebingungan . ia begitu malu akan isi surat tersebut .
" gio .. Kenapa kau diam saja ? Apa benar yang kau tulis di surat itu ? " tanya merry kembali
" isi surat itu Sungguh memalukan! Kenapa aku harus menulis surat itu untuknya " gumam gio dalam hati
" ehm , eh , yaa begitulah , lupakan saja soal surat itu . Ayo cepat habiskan makananmu " pinta gio menyodorkan sesuap makanan lagi ia mencoba mengalihkan topik pembicaraanya . .
" gio aku tidak mau makan sebelum kau menjawab pertanyaanku " ucap merry lirih .
" sayang .. Tidak ada yang perlu di pertanyakan " ucap gio . Namun merry hanya diam dan menatap gio dengan begitu kesal .
" (berdecak) merry ku mohon .. Jangan memaksaku " imbuh gio
" berarti kau tidak benar benar menulis surat itu untukku ? " tanya merry
" sayang bukan seperti itu " ucap gio saat hendak meneruskan alasannya , namun tiba tiba gio memegang pinggangnya dan mengernyit kesakitan , ia langsung meletakan piring yang sedang ia pegang di atas meja .
" gio kau kenapa ? " tanya merry ia memegang bahu gio dengan takut
" aku tidak apa apa hanya nyeri saja " ucap gio , namun merry melihat baju suaminya nya terserap cairan berwarna merah . merry pun terkejut melihatnya .
" gio pinggangmu berdarah " teriak merry panik
" merry tenanglah , aku tidak apa apa ! aku baik baik saja " saut gio
" mamaaa .. papaa .. " teriak merry dari dalam ruangan , kala itu kikan dan rey sedang berada di luar ruangan berbincang bincang bersama alka dan cathrine , mendengar suara merry yang sedang berteriak memanggilnya , dua pasang suami istri itu pun bergegas masuk untuk menghampirinya
" merry ada apa ? " tanya rey , dengan khawatir
" papa .. tolong gio , pinggang gio berdarah " teriak merry dengan panik , gio masih mengernyit kesakitan .
" merry tenanglah , " pinta rey ,rey dan alka mencoba membawa gio kembali ke ruangannya dan segera memanggilkan dokter untuknya .
merry menangis ketakutan . kikan dan cathrine mencoba menenangkannya
" mama gio kenapa " tanya merry dengan begitu takut .
" merry .. gio tidak kenapa kenapa , dia akan baik baik saja " ucap kikan dan cathrine mencoba menenangkan merry
" ma , bawa merry ke ruangan gio.. Merry ingin melihat gio " pinta merry
" sayang , dokter menyuruhmu untuk istirahat .. kau tidak boleh banyak gerak " saut cathrine
" tapi bi , merry takut gio kenapa kenapa " ucap merry , dengan menepis air matanya
" nak .. gio akan baik baik saja " saut kikan mencoba membujuk anaknya tersebut , kikan mengkode cathrine agar menenangkan anaknya sementara ia pamit kepada merry beralasan pergi ke kamar mandi , padahal kikan ingin melihat dan memastikan kondisi gio .
" merry ayo selesaikan makanmu , akan bibi suapi " pinta cathrine mengambil piring makanan yang belum sempat merry habiskan .
" bibi ,, merry sudah kenyang " ucap merry
" yasudah kalau begitu minumlah obatnya " pinta cathrine , ia membantu merry untuk meminumkan obat yang diberikan oleh perawat tadi , dan menyuruh merry beristirahat , namun pikiran merry tak tenang memikirkan gio , ia begitu takut akan terjadi apa apa kepada suaminya .
" bi .. merry ingin bertemu dengan gio " pinta merry
" sayang tolong mengertilah , istirahatlah sampai kau benar benar pulih nak . percayalah kepada bibi . gio akan baik baik saja " tutur cathrine , merry pun terpaksa mengiyakannya
sementara di ruangan gio , dokter masih memeriksa nya ternyata pinggang gio mengeluarkan darah karna jahitan bekas operasinya terbuka , dokter pun sempat memarahi gio karna keluar dari ruangan dan terlalu banyak gerak , gio membutuhkan banyak istirahat untuk pemulihan .
dan dokter melarang keras gio untuk turun dari pembaringannya , sampai luka jahitannya benar benar kering .
" dokter .. apa bisa saya di pindahkan satu ruangan dengan istri saya ? " tanya gio , dokter pun sebenarnya membisakan permintaan gio , namun dokter menyarankan gio dan merry di rawat di ruangan terpisah agar mereka berdua bisa beristirahat dengan tenang , agar proses pemulihan mereka lebih cepat . dengan terpaksa gio pun mengiyakan saran dari dokter , karna ia ingin segera pulang dari rumah sakit dan menjalankan kehidupan seperti biasanya bersama istrinya .
" pa .. tolong beritau merry bahwa gio baik baik saja , gio takut nanti merry malah kepikiran dengan gio " pinta gio kepada rey . rey pun mengiyakannya , rey menyuruh gio untuk beristirahat dan ia mengajak adiknya alka dan juga kikan untuk pergi membiarkan gio istirahat .
Sementara di ruangan merry .
Rey memberitau merry bahwa gio baik baik saja , ia juga mencoba membujuk anak perempuannya itu agar tidak terlalu memikirkan suaminya .
Merry sempat memaksa untuk pergi ke ruangan gio , namun sekeras apapun paksaan merry. Ia menurut akan kata kata papanya .
Merry sedang memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya , namun ia tidak tertidur . Dalam pejaman matanya merry hanya memikirkan keadaan gio namun tiba tiba merry dikagetkan oleh suara teriakan carrol .
" merry maafkan aku baru bisa menjengukmu lagi sekarang " ucap carrol , ia meletakan bunga tersebut di samping meja merry .
" iya tidak apa apa , katanya mama kemarin Kau juga menjengukku lagi kemari ? Tapi saat aku tertidur " jawab merry , carrol pun memgiyakannya
" hallo merr , bagaimana keadaanmu ? " sapa andrew
" hai kak andrew .. aku sudah jauh lebih membaik kak dari sebelumnya " saut merry memepiskan senyumnya
" oh iya merr . tadi elyn memberitauku katanya kak gio sudah sadar apa benar itu merr ? " tanya carrol ,
" iya .. gio baru sadar kemarin malam " jawab merry
" ehhm carrol .. Merry .. kalau begitu aku permisi ke ruangan gio dulu ya , aku ingin melihat keadaannya " pamit andrew , carrol dan merry pun mengiyakannya . Andrew berlalu menginggalkan ruangan merry dan menuju ke ruangan gio .
" akhir akhir ini ku lihat kau dekat sekali dengan kak andrew , apa kau ada hubungan dengannya ? " tanya merry
" perasaanmu saja merr , mana mungkin aku memiliki hubungan dengan kak andrew , kak andrew sudah memiliki kekasih " ucap carrol dengan menurunkan pandangannya .
" benarkah ? Tapi kenapa aku tidak pernah melihat kak andrew dekat dengan wanita ? " tanya merry dengan heran
" entahlah .. Sudahlah merr jangan bahas kak andrew " kata carrol seolah ia ingin mengganti topik pembicaraannya
" bagaimana hubunganmu dengan kak gio ? Apa kalian sudah baikan ? " tanya carrol
" sudah .. Aku tadi sudah meminta maaf kepadanya ! carrol peluklah aku " pinta merry , carrol langsung memeluk sahabatnya tersebut .
" meskipun kau temanku yang menyebalkan tapi aku sangat menyayangimu , terimakasih kau sudah memberi nasehat kepadaku " ucap merry ,
" kau ini seperti dengan siapa saja , aku juga sangat menyayangimu " celetuk carrol , mengeratkan pelukannya tersebut .
Di ruangan gio
Andrew pun menghampiri gio yang sedang mendudukan sebagian tubuhnya diatas pembaringannya . Gio yang melihat andrew pun langsung menegurnya .
" kau sedang apa kemari ? " tanya gio tersenyum
" aku sedang mencari wanita haha " jawab andrew
" shit .. Pertanyaanmu ada ada saja ! " imbuh andrew dengan tertawa sembari menepuk bahu gio, gio pun tertawa mendengarnya
" kau bersama siapa kemari ? " tanya gio ,kedua matanya menengok kearah luar ruangannya .
" aku bersama carrol " jawab andrew dengan mendudukan tubuhnya di bangku kosong samping tempat tidur .
" berarti kau baru saja dari ruangan merry ? "tanya gio , andrew pun mengiyakaannya .
" bagaimana keadaan merry ? Apa dia baik baik saja ? " tanya gio
" aku lihat dia sangat baik ! Tadi dia sedang beristirahat " kata andrew memberitaunya . Gio yang mendengarnya sedikit begitu lega , kemudian mereka berdua pun berbincang bincang , dan tak lama kemudian saat mereka tengah asyik berbincang bincang . Carrol menghampiri ruangan gio dan menanyakan keadaannya , sejenak mereka bertiga berbicara .
Setelah itu andrew mengajak carrol berpamitan pulang kepada gio dan juga merry . Karna andrew ingin membiarkan kedua temannya tersebut untuk beristirahat .
" rasanya aku masih merindukan perempuan pengganggu itu , (menghela nafas panjang) setidaknya hatiku lega karna sudah melihatnya tadi " gumam gio dalam hati , ia tersenyum lirih
namun ia teringat akan sesuatu , tangannya meraih saku celana dan ia mengambil surat miliknya yang sempat ia rampas dari tangan merry , surat yang sempat ia tuliskan untuk istrinya sebelum operasi . gio pun membaca surat tersebut , raut wajahnya tiba tiba tersenyum geli .
" ya tuhan kenapa aku bisa menulis surat seperti ini ? ini benar benar sungguh memalukan " gumam gio tersenyum geli .
" tapi jika aku tidak menulis surat ini , merry tidak akan mengerti perasanku " gumamnya kembali seraya tersenyum .
" hanya dia satu satunya wanita yang membuatku bertingkah konyol seperti ini , aku benar benar sangat takut kehilangannya " imbuhnya semberai memejamkan erat kedua matanya .
Sementara Andrew dan carrol tengah berada di dalam mobil , andrew hendak mengantar carrol pulang terlebih dulu menggunakan mobil nya . Andrew melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari mengajak carrol berbincang bincang .
" kak andrew .. Apa kau tau ? aku sangat senang sekali melihat merry dengan kak gio berbaikan " ucap carrol kepada andrew , ia pun tersenyum begitu lega .
" iya .. Aku juga senang melihatnya , semoga mereka berdua bisa selalu bersama " ucap andrew
" iya kak , aku tidak rela jika ada wanita penjilat itu mengganggu hubungan mereka , tidak akan ku biarkan siapapun merusak hubungan merry dan kak gio " seru carrol dengan raut wajah yang begitu geram .
" siapa yang kau maksud dengan wanita penjilat ? Aline ? Haha " tanya andrew dengan tertawa , carrol pun mengiyakannya ,
" carrol .. Carrol .. Kau ini bisa saja " celetuk andrew , sembari satu tangannya mengacak acak rambut wanita blasteran jepang yang tengah duduk disampingnya tersebut .
Andrew pun mengantarkan carrol hingga ke rumahnya , sesampainya di rumah carrol , saat carrol hendak turun dari mobil andrew , andrew pun mencoba menghentikan langkahnya .
" carrol .. Apa kau mau menikah denganku ? " tanya andrew . Carrol pun terkejut mendengarnya , wajahnya terlihat memerah seketika . Mulutnya sejenak membungkaam karna terkejut akan pertanyaan andrew . Namun tiba tiba Andrew pun tertawa lirih .
" kenapa raut wajahmu seperti itu ? Aku hanya bercanda . cepat turun dan istirahatlah " ucap andrew dengan tersenyum , raut wajah carrol berubah menjadi kecewa seketika
" ehm , eh , i .. Iya kak , terimakasih aku pamit pulang " saut carrol dengan gugup ia turun dari mobil andrew .
" hanya bercanda " gumam carrol dalam hati , ia memejamkan matanya dengan getir
.
.
.
.
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^