
Gio melajukan mobilnya dengan sangat kencang , ia pergi ke kantornya namun pikirannya begitu kacau , amarahnya seakan tidak terkendalikan bahkan semua orang yang lewat didepan matanya , kena imbas dari amarah gio .
Namun berada dikantor malah membuat gio benar benar merasa begitu kacau , kemudian gio mencoba pergi dari kantornya menuju ke lapangan basket yang biasanya ia pergunakan untuk latihan dengan teman temannya ,
ia memainkan bola di tangannya hingga begitu keras dan ia tak berhenti memainkan bola tersebut hingga tangannya terlihat memerah .
bahkan sebelumnya gio tidak pernah terlihat semarah dan sekecewa ini ,
ia menghabiskan waktunya di lapangan tersebut sampai larut malam .
gio pun mengakhiri permainan bola basketnya dan bergegas mengambil mobilnya menuju ke apartement andrew , Sesampainya disana ia mengetuk pintu dan tak lama kemudian andrew pun membukakan pintunya .
Dengan rasa yang masih dirundung amarah tanpa menyapa andrew gio langsung menyelonong masuk dan duduk .
" gio kau kenapa ? " tanya andrew heran , ia pun mengikuti gio untuk duduk
" apa kau punya anggur atau sesuatu yang bisa untuk di minum ? " tanya gio dengan tatapan yang masih penuh dengan kegeraman
" ada .. Tunggu sebentar akan ku ambilkan " ucap andrew beranjak , ia mengambil 2 botol anggur dan 2 cawan , ia meletakkan botol anggur dan cawan tersebut di atas meja depan gio .
Gio langsung tak segan menuang anggur itu didalam cawan dan meneguknya dengan kasar .
" gio kau ini kenapa , berceritalah kepadaku " tanya andrew namun gio hanya diam saja ia masih meneguk anggur itu dengan cepat . ia begitu lihai meminumnya hingga anggur yang disuguhkan oleh andrew hampir habis .
" giooo berhentilah kau sudah terlalu banyak meminum " teriak andrew menahan gelas yang hendak di teguk gio lagi
" apa kau bisa diam ? " teriak gio menepis tangan andrew
" kalau kau ada masalah berceritalah jangan seperti ini , kau terlalu banyak minum " tutur andrew
" kau ini sama saja dengan william tidak ada gunanya ! " teriak gio , ia meletakan gelasnya dengan keras di atas meja , gio beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan apartement andrew
" ah sialan gio malah marah kepadaku , dia sebenarnya kenapa ? aku harus menanyakannya ini kepada william " gumam andrew , ia meraih ponselnya untuk menghubungi william , dan william pun menceritakan semuanya namun andrew tidak memberitahu william bahwa gio datang di apartementnya dengan keadaan begitu marah , kemudian andrew mengakhiri panggilannya bersama william .
" sudah kuduga .. sepertinya merry dan gio mempunyai hubungan khusus " gumam andrew , besok saja akan ku temui gio , percuma kalau sekarang akau mengejarnya . biar dia menenangkan pikirannya dulu .
gio pun kembali kerumahnya , ia masuk kedalam kamar dan melihat merry sedang duduk bersedih , mata merry terlihat begitu sembab , ia menangis seharian karna merasa bersalah kepada gio .
gio menghampiri merry dengan berjalan sedikit sempoyongan , merry pun beranjak menghampiri gio .
" gio kau darimana saja ? " tanya merry memegang lengan gio , gio langsung menepis kasar tangan merry , ia mendorong dan menjatuhkan tubuh merry dengan keras diatas tempat tidur , ia mencoba menarik baju dress yang melapisi tubuh merry kala itu .
" gio kau terlalu banyak minum , jangan seperti ini " ucap merry menangis
" cepat lepaskan bajumu ! bukan kah kau sudah selesai datang bulan ? " teriak gio , ia mencoba menarik kembali baju merry dengan kasar
" aku tidak mau melakukannya jika kau seperti ini , kau ini sedang mabuk " saut merry dengan menahan bajunya
" kenapa ? apa kau lebih suka melakukannya dengan william ? " teriak gio
" gio ... aku bersumpah aku tidak melakukan apapun dengan kak william ,, kenapa kau tidak percaya kepadaku ? " ucap merry , air matanya semakin membanjiri wajahnya , tanpa menghiraukan ucapan merry , gio langsung melepaskan dress yang melekat di tubuhnya , merry mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan , namun gio langsung menepisnya dengan kasar .
gio melepas kemejanya dengan kasar hingga kancing yang ada di kemejanya lepas dengan sendirinya ,terlihat jelas sekali tubuh kekar dan dada bidang nya telah basah oleh keringat , tak segan gio langsung menindih tubuh merry ia masih melihat air mata merry mengalir , gio hendak mengurungkan niatnya karna ia merasa tidak tega melihat merry menangis . Namun kata kata wiliam begitu terngiang didalam pikirannya , kata kata bahwa dirinya telah menghabiskan malam bersama istrinya , rasa amarah gio langsung menyembur kembali layaknya gunung berapi , sontak gio langsung melanjutkan niatnya tersebut .
namun tiba tiba merry menjerit kesakitan .
mata gio membulat seketika , betapa terkejutnya saat dirinya mengetahui bahwa istrinya masih virgin .
terlihat bercak darah menodai kain sprei yang melapisi tempat tidurnya itu .