My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Penuh dengan amarah



Gio melajukan mobilnya dengan sangat kencang , ia pergi ke kantornya namun pikirannya begitu kacau , amarahnya seakan tidak terkendalikan bahkan semua orang yang lewat didepan matanya , kena imbas dari amarah gio .


Namun berada dikantor malah  membuat gio benar benar merasa begitu kacau , kemudian gio mencoba pergi dari kantornya menuju ke lapangan basket yang biasanya  ia pergunakan untuk latihan dengan teman temannya ,


ia memainkan bola di tangannya hingga begitu keras dan ia  tak berhenti memainkan bola tersebut hingga tangannya terlihat memerah .


bahkan sebelumnya gio tidak pernah terlihat semarah dan sekecewa ini ,


ia menghabiskan waktunya  di lapangan tersebut sampai larut malam .


gio pun mengakhiri permainan bola basketnya dan bergegas mengambil mobilnya menuju  ke apartement andrew , Sesampainya disana ia mengetuk pintu dan tak lama kemudian andrew pun membukakan pintunya .


Dengan rasa yang masih dirundung amarah tanpa menyapa andrew gio langsung menyelonong masuk dan duduk .


" gio kau kenapa ? " tanya andrew heran , ia pun mengikuti gio untuk duduk


" apa kau punya anggur atau sesuatu yang bisa untuk di minum ? " tanya gio dengan tatapan yang masih penuh dengan kegeraman


" ada .. Tunggu sebentar akan ku ambilkan " ucap andrew beranjak , ia mengambil 2 botol anggur dan 2 cawan , ia meletakkan botol anggur dan cawan  tersebut di atas meja depan gio .


Gio langsung tak segan menuang anggur itu didalam cawan dan meneguknya dengan kasar .


" gio kau ini kenapa , berceritalah kepadaku " tanya andrew namun gio hanya diam saja ia masih meneguk anggur itu dengan cepat . ia begitu lihai meminumnya hingga anggur yang disuguhkan oleh andrew hampir habis .


" giooo berhentilah kau sudah terlalu banyak meminum " teriak andrew menahan gelas yang hendak di teguk gio lagi


" apa kau bisa diam ? " teriak gio menepis tangan andrew


" kalau kau ada masalah berceritalah jangan seperti ini , kau terlalu banyak minum " tutur andrew


" kau ini sama saja dengan william tidak ada gunanya  ! " teriak gio  , ia meletakan gelasnya dengan keras di atas meja , gio beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan apartement andrew


" ah sialan gio malah marah kepadaku , dia sebenarnya kenapa ? aku harus menanyakannya ini  kepada william " gumam andrew , ia  meraih ponselnya untuk menghubungi william , dan william pun  menceritakan semuanya namun andrew tidak memberitahu william bahwa gio datang di apartementnya dengan keadaan begitu marah , kemudian andrew mengakhiri panggilannya bersama william .


" sudah kuduga .. sepertinya merry dan gio mempunyai hubungan khusus " gumam andrew , besok saja akan ku temui gio , percuma kalau sekarang akau mengejarnya . biar dia menenangkan pikirannya dulu .


gio pun kembali kerumahnya , ia masuk kedalam kamar dan melihat merry sedang duduk bersedih , mata merry terlihat begitu sembab , ia menangis seharian karna merasa bersalah kepada gio .


gio menghampiri merry dengan berjalan sedikit sempoyongan , merry pun beranjak menghampiri gio .


" gio kau darimana saja ? " tanya merry memegang lengan gio , gio langsung menepis kasar tangan merry , ia mendorong dan menjatuhkan tubuh merry dengan keras  diatas tempat tidur , ia mencoba menarik baju dress yang melapisi tubuh merry kala itu .


" gio kau terlalu banyak minum , jangan seperti ini  " ucap merry menangis


" cepat lepaskan bajumu ! bukan kah kau sudah selesai datang bulan ? " teriak gio , ia mencoba menarik kembali baju merry dengan kasar


" aku tidak mau melakukannya jika kau seperti ini  , kau ini sedang mabuk   " saut merry dengan menahan bajunya


" kenapa ? apa kau lebih suka melakukannya dengan william ? " teriak gio


" gio ... aku bersumpah aku tidak melakukan apapun dengan kak william ,, kenapa kau tidak percaya kepadaku ? " ucap merry , air matanya semakin membanjiri wajahnya , tanpa menghiraukan ucapan merry , gio langsung melepaskan dress yang melekat di tubuhnya ,  merry mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan , namun gio langsung menepisnya dengan kasar .


gio  melepas kemejanya dengan kasar hingga kancing yang ada di kemejanya lepas dengan sendirinya ,terlihat jelas sekali tubuh kekar dan dada bidang nya telah basah oleh keringat , tak segan gio langsung menindih tubuh merry ia masih melihat air mata merry  mengalir , gio hendak mengurungkan niatnya karna ia merasa  tidak tega melihat merry menangis  . Namun  kata kata wiliam begitu terngiang didalam pikirannya , kata kata bahwa dirinya telah menghabiskan malam bersama istrinya , rasa amarah gio  langsung menyembur kembali layaknya gunung berapi , sontak gio langsung melanjutkan niatnya tersebut .


namun tiba tiba merry menjerit kesakitan .


mata gio membulat seketika , betapa terkejutnya saat dirinya mengetahui bahwa istrinya masih virgin .


terlihat bercak darah menodai kain sprei yang melapisi tempat tidurnya itu  .