
paginya , gio dan merry bersiap siap berangkat hendak pergi kerumah mamanya , merry berdiri di depan cermin ia berkali kali mengaca dengan wajah yang sedikit kesal karna dibagian lehernya terlihat ada beberapa tanda merah akibat bekas gigitan gio , gio yang daritadi memperhatikan merry hanya menahan tawanya dan menghampiri istrinya tersebut .
" kenapa kau tertawa ? lihatlah ini gara gara kau semalam ! masa aku pergi kerumah mama seperti ini ? " celetuk merry dengan cemberut sembari memegang lehernya ,
gio hanya diam dan masih menahan tawanya , ia meraih syal yang ada di dalam lemari dan mengalungkan syal tersebut di leher jenjang istrinya . kedua tangannya melucuti pita yang kala itu mengikat rambut merry hingga rambut merry tergerai panjang menutupi sebagian tubuhnya . jika rambut merry terurai kecantikannya terlihat semakin bertambah ..
" kau ini bodoh sekali .. begini kan sudah tidak kelihatan " ucap gio dengan tersenyum
" masa iya aku seharian dirumah mama harus seperti ini ? kan gerah ! kau yang benar saja " ketus merry
" Yasudah tidak usah pakai syal dan ikat lagi rambutmu ! " seru gio
"(menghela nafas) yasudah ayo cepat berangkat ! kau ini sungguh menyusahkanku saja " ujar merry dengan wajah semakin cemberut , hingga gio tak bisa menahan tawanya melihat istrinya cemberut seperti itu . dengan begitu gemas ia langsung memeluk erat tubuh istrinya itu .
" rasanya aku ingin sekali menggigitmu kalau kau sedang cemberut seperti ini " ucap gio tertawa kecil , merry pun hanya menahan senyumnya dengan perasaan yang begitu tak menentu .
mereka berdua pun berangkat ke rumah kikan dengan mengendarai mobil ,
hanya butuh perjalanan 15 menit mereka sudah sampai di rumah kikan karna memang letak rumahnya tidak terlalu begitu jauh .
sesampainya di rumah kikan , merry dan gio sudah tidak melihat rey karna pagi pagi buta rey sudah berangkat untuk melakukan perjalanan bisnis di luar kota selama beberapa hari kedepan .
jadi merry dan gio tidur di sana untuk menemani mamanya selama beberapa hari .
selama di rumah hingga sore hari merry sama sekali tidak melepas syal yang ia kenakan dan ia masih tetap mengurai rambutnya , hingga membuat kikan bertanya tanya dengan terheran .
" sayang .. kenapa kamu didalam rumah masih menggunakan syal ? apa kamu tidak merasa gerah ? " tanya kikan kepada merry .
" ehhmm tidak ma ! entahlah .. merry merasa nyaman seperti ini " jawab merry dengan tersenyum pelik , lagi lagi gio menahan tawanya karna mendengar jawaban merry , merry langsung melototkan matanya kepada gio .
" mama kemarin sedang menyulamkan syal untuk mu tetapi masih belum selesai tinggal sedikit lagi . mama akan pergi ke kamar untuk menyelesaikannya " ucap kikan beranjak meninggalkan merry dan gio ke kamarnya .
gio mengajak merry untuk pergi ke taman belakang rumah . ia menggandeng tangan istrinya menuju taman kemudian mengajaknya duduk bersebelahan diatas ayunan , tangannya langsung melepaskan kain yang sedang membaluti leher merry .
" kau pasti sangat tidak nyaman dalam rumah menggunakan syal seperti ini ? " ucap gio .
" sudah tau tapi masih saja bertanya ! " ketus merry , gio pun hanya tertawa kecil
" oh iya gio .. kau lebih menyukai anak perempuan atau anak laki laki ? " tanya merry sembari menatap kedua mata gio
" kenapa kau bertanya seperti itu ? " tanya gio dengan heran
" aku hanya bertanya dan ingin tau saja , kau lebih menyukai dan lebih menginginkan anak perempuan atau anak laki laki ? " tanya merry kembali , gio sejenak beradu pandang dengan kedua mata merry , ia langsung merangkul dan menjatuhkan kepala merry di bahunya
" kemarikan pitamu ! akan ku ikat kan rambutmu " pinta gio dengan menadahkan tangannya
" tidak usah aku bisa ikat rambutku sendiri " seru merry
" cepat kemarikan biar aku yang ikat " pinta gio kembali dengan memaksa , merry pun langsung memberikan pitanya kepada gio . ia duduk membelakangi gio dan gio mencoba menguncir rambut merry namun ia mengikat rambut merry dengan begitu lama . bahkan berulang kali ia bolak balik membongkar ikatannya . karna gio tidak pernah menguncir rambut wanita sebelumnya . apalagi rambut merry begitu panjang dan bergelombang hingga membuat dirinya merasa kesulitan bahkan peluhnya sampai menetes berjatuhan dari dahinya .
" kau ini bisa menguncir rambutku atau tidak ? kenapa lama sekali ! " celetuk merry
" diamlahhh , ini hampir selesai " saut gio
5 minutes later
10 minutes later
30 minutes later
" sudah selesai .. lihat lah aku sudah bisa menguncir rambutmu " ucap gio dengan wajah yang begitu girang .
lalu merry mencoba memeriksa ikatan rambutnya namun rambutnya terlihat berantakan , meskipun sesekali mulutnya menggerutu kesal karna kunciran gio tidak rapi tetapi merry tetap berterimakasih dan menghargai usaha suaminya . namun kedua mata merry tiba tiba berpusat pada dahi gio . .
" kau ini .. menguncir rambutku saja sampai berkeringat seperti ini " ucap merry tertawa meledek sembari tangannya mengusap keringat di dahi suaminya itu .
gio menahan tawanya , ia langsung memegang dan menaikkan wajah merry hingga lebih dekat dengan wajahnya
" merry .. mulai sekarang jangan mengurai rambutmu didepan laki laki lain kecuali aku " pinta gio , merry memutar otaknya dan bertanya tanya
" memangnya kenapa ? " tanya merry penasaran
" kau ini banyak tanya ! pokoknya jangan ya jangan ! " seru gio , merry pun mengiyakannya dengan berdecak kesal
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
klik dan follow profil mangatoon saya untuk bisa melihat karya novel saya yang lainnya .
dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita dari novel saya yang berjudul amoera is my lady .
Gracias ^_^