My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Mengikat



paginya , gio dan merry bersiap siap berangkat hendak pergi kerumah mamanya , merry berdiri di depan cermin ia berkali kali mengaca dengan wajah yang sedikit kesal karna dibagian  lehernya terlihat ada beberapa tanda merah akibat bekas gigitan gio , gio yang daritadi memperhatikan merry hanya menahan tawanya dan menghampiri istrinya tersebut .


" kenapa kau tertawa ?  lihatlah ini gara gara kau semalam ! masa aku pergi kerumah mama seperti ini ? " celetuk merry dengan cemberut sembari memegang lehernya ,


gio hanya diam dan masih menahan tawanya , ia  meraih syal  yang ada di dalam lemari dan mengalungkan syal tersebut di leher jenjang istrinya . kedua  tangannya melucuti pita  yang kala itu  mengikat rambut merry hingga rambut merry tergerai panjang menutupi sebagian tubuhnya . jika rambut merry terurai kecantikannya terlihat semakin bertambah ..


" kau ini bodoh sekali .. begini kan sudah tidak kelihatan " ucap gio dengan tersenyum


" masa iya aku seharian dirumah mama harus seperti ini ? kan gerah !  kau yang benar saja " ketus merry


" Yasudah tidak usah pakai syal dan ikat lagi rambutmu ! " seru gio


"(menghela nafas) yasudah ayo cepat berangkat ! kau ini sungguh menyusahkanku saja " ujar merry dengan wajah semakin cemberut , hingga gio tak bisa menahan  tawanya melihat istrinya cemberut seperti itu . dengan begitu gemas ia langsung memeluk erat tubuh istrinya itu .


" rasanya aku ingin sekali menggigitmu kalau kau sedang cemberut seperti ini " ucap gio tertawa kecil  , merry pun hanya menahan senyumnya dengan perasaan yang begitu tak menentu  .


mereka berdua pun berangkat ke rumah kikan dengan mengendarai mobil  ,


hanya butuh perjalanan 15 menit mereka  sudah sampai di  rumah kikan karna memang letak  rumahnya tidak terlalu begitu jauh .


sesampainya di rumah kikan , merry dan gio sudah tidak melihat rey karna pagi pagi buta rey sudah berangkat  untuk melakukan  perjalanan bisnis di luar kota selama beberapa hari kedepan .


jadi merry dan gio tidur di sana untuk menemani mamanya  selama beberapa hari .


selama di rumah hingga sore hari merry sama sekali tidak melepas syal yang ia kenakan dan ia masih  tetap mengurai rambutnya , hingga membuat kikan bertanya tanya dengan terheran .


" sayang .. kenapa kamu didalam rumah masih menggunakan syal ? apa kamu tidak merasa gerah ?  " tanya kikan kepada merry .


" ehhmm  tidak ma !  entahlah .. merry merasa  nyaman seperti ini " jawab merry dengan tersenyum pelik  , lagi lagi gio menahan tawanya karna mendengar jawaban merry  , merry langsung melototkan matanya kepada gio  .


" mama kemarin sedang menyulamkan syal untuk mu tetapi masih belum selesai tinggal sedikit lagi . mama akan pergi ke kamar untuk menyelesaikannya " ucap kikan beranjak meninggalkan merry dan gio ke kamarnya  .


gio mengajak merry untuk pergi ke taman belakang rumah .  ia menggandeng tangan istrinya menuju taman kemudian  mengajaknya duduk bersebelahan diatas ayunan , tangannya langsung melepaskan kain yang sedang membaluti leher merry .


" kau pasti sangat tidak nyaman dalam rumah menggunakan syal seperti ini ?  " ucap gio .


" sudah tau tapi  masih saja bertanya ! " ketus merry , gio pun hanya tertawa kecil


" oh iya gio .. kau lebih menyukai  anak perempuan atau anak laki laki  ? " tanya merry sembari menatap kedua mata gio


" kenapa kau bertanya seperti itu ? " tanya gio dengan heran


" aku hanya bertanya dan ingin tau saja , kau lebih menyukai dan lebih menginginkan anak perempuan atau anak laki laki ? " tanya merry kembali  , gio sejenak  beradu pandang dengan  kedua mata merry , ia langsung merangkul dan menjatuhkan kepala merry di bahunya


" kemarikan pitamu ! akan ku ikat kan rambutmu " pinta gio dengan menadahkan tangannya


" tidak usah aku bisa ikat rambutku sendiri " seru merry


" cepat kemarikan biar aku yang ikat " pinta gio kembali dengan memaksa  , merry pun langsung memberikan pitanya kepada gio . ia duduk membelakangi gio dan  gio mencoba menguncir rambut merry namun ia mengikat rambut merry dengan begitu lama . bahkan berulang kali ia bolak balik membongkar ikatannya . karna gio  tidak pernah menguncir rambut wanita sebelumnya .  apalagi rambut merry begitu panjang dan bergelombang  hingga membuat dirinya merasa kesulitan bahkan peluhnya sampai menetes berjatuhan dari dahinya  .


" kau ini bisa menguncir rambutku atau tidak ?  kenapa lama sekali ! "  celetuk merry


" diamlahhh , ini hampir selesai " saut gio


5 minutes later


10 minutes later


30 minutes later


" sudah selesai .. lihat lah aku sudah bisa menguncir rambutmu " ucap gio dengan wajah yang begitu girang .


lalu merry mencoba memeriksa ikatan rambutnya namun rambutnya terlihat berantakan ,  meskipun sesekali mulutnya menggerutu kesal karna kunciran gio tidak rapi tetapi merry  tetap berterimakasih dan menghargai usaha suaminya . namun  kedua mata merry tiba tiba berpusat pada dahi gio . .


" kau ini .. menguncir rambutku saja sampai berkeringat seperti ini " ucap merry  tertawa meledek  sembari tangannya mengusap keringat  di dahi suaminya itu .


gio menahan tawanya ,  ia langsung  memegang dan menaikkan wajah merry hingga  lebih dekat dengan wajahnya


" merry .. mulai sekarang jangan mengurai rambutmu didepan laki laki lain kecuali aku " pinta gio , merry memutar otaknya dan bertanya tanya


" memangnya kenapa ? " tanya merry penasaran


" kau ini banyak tanya ! pokoknya jangan ya jangan  ! " seru gio , merry pun mengiyakannya dengan berdecak kesal


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


klik dan follow profil mangatoon saya untuk bisa melihat karya novel saya yang lainnya .


dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita dari novel saya yang berjudul amoera is my lady .


Gracias ^_^