
merry sedang mencoba menghubungi gio berkali kali namun gio tidak mengangkat ponselnya , karna gio tidak membawa ponsel , ponselnya tertinggal di kamar .
kala itu bi anne melihat merry duduk menangis didepan rumah , ia pun menghampiri kakaknya bi mia yang sedang berada di dalam kamarnya
" kakak .. Kakak .. " teriak bi anne
" ada apa kau berteriak teriak ? " tanya bi mia
" itu nona merry , nona merry sedang menangis didepan rumah. Sepertinya bertengkar dengan tuan muda " jawab bi anne dengan khawatir
" sebaiknya kau tidak perlu terlalu ikut campur urusan mereka , tunggu disini aku akan menghampiri nyonya merry " pinta bi anne beranjak hendak menghampiri merry
" nyonya merry kau kenapa ? " tanya bi mia , merry langsung cepat cepat menghapus air matanya
" tidak apa apa bi .. " saut merry mencoba tersenyum
" nyonya ayo masuk , angin malam sangat tidak bagus bagi kesehatan " pinta bi mia sembari merangkul bahu merry dan mengajaknya masuk kedalam rumah
" bi saya mau keluar sebentar " ucap merry
" nyonya ini sudah malam lebih baik kau dirumah saja " pinta bi mia
" maaf saya terlalu ikut campur .. Apa nyonya bertengkar dengan tuan muda gio ? " tanya bi mia , merry terdiam ia menganggukan kepalanya dan menangis kembali
" gio marah kepada saya bi , dia tiba tiba pergi meninggalkan rumah " ucap merry lirih ia menundukan kepalanya dan menepis halus air matanya
" tuan gio dari kecil memang seperti itu , jika dia sedang marah dia selalu menghindar , mungkin dengan menghindar tuan gio bisa meredam amarahnya . Setiap kali ada masalah dengan tuan vino. Tuan gio juga seperti itu . Dia marahnya tidak akan lama .. Percaya sama bi mia " ucap bi mia menenangkan merry
" benarkah bi ? " tanya merry
" iya nyonya , lebih baik kau tidur " pinta bi mia , bi mia mencoba menghapus air mata merry dengan tangannya .
Merry yang mendengar kata kata bi mia hatinya sedikit lega ,
merry pun kembali ke kamarnya dan mencoba untuk menghubungi gio kembali , namun tetap saja ponsel gio tidak diangkat .
" gio benar benar marah kepadaku " gumam merry menangis kembali , tak lama kemudian ia mencoba untuk tidur
Sementara gio , dirinya masih geram . terlihat sekali ia melajukan mobilnya sangat kencang sesekali tangannya memukul keras setir mobil yang sedang ia kendarai
" F*ckkkkkkkk ! apa yang salah dengan diriku , sampai dia seperti itu , arghhhhh sialan ! " teriak gio kesal
" lebih baik aku tidur di apartement william saja , kalau tidur di tempat kakek takut nanti kakek khawatir " ucap gio sembari melajukan mobilnya kembali menuju apartement william
Setibanya di apartement william ia mengetuk pintu apartementnya hingga berulang ulang kali , william baru membukakan pintunya .
" gio .. Sedang apa malam malam kemari " tanya william , namun gio hanya diam dan menerobos masuk ke dalam apartement william , ia langsung menjatuhkan tubuhnya dia atas tempat tidur
" aku akan tidur sini kau tidurlah di sofa ! " pinta gio melentangkan tubuhnya
" enak sekali kau bicara , cepat turun !! " teriak william menarik kaki gio , namun tidak bisa karna gio memegang erat tepi tempat tidur dan akhirnya william menyerah
" kau ini tuan rumah macam apa ? aku ini tamu !! tidurlah di sofa " pinta gio kembali sembari memejamkan matanya
" kenapa kau tidur disini ? Ada masalah dengan siapa ? " tanya william dengan tidur tengkurap disamping gio
" tidak ada " saut gio
" apa merry sekarang masih dirumahmu? " tanya william penasaran
" tidak tau " saut gio kembali , seakan tiak mau membahas merry
" kenapa kau bisa tidak tau ? " tanya willy kembali namun gio hanya diam saja
" Giooo ? " panggil willy , tak mendengar sautan dari gio ia pun menengoknya
" ah sialan , sudah tidur dia " gumam william lirih , ia pun langsung ikut tidur juga
* Keesokan paginya
Merry bangun namun ia tidak melihat gio disampingnya , ia langsung beranjak mencari gio hingga ke seluruh ruangan .
" Bi mia apa gio pulang semalam ? " tanya merry
" tidak nyonya " jawab bi mia menggelengkan kepalanya , merry pun Langsung bersedih kembali ,
" gioo kau kemana " gumam merry lirih bersedih , ia kembali ke kamarnya dan mandi kemudian bersiap siap sepertinya ia hendak pergi . Melihat merry yang sudah rapi bi mia pun menegurnya
" nyonya merry mau kemana , ayo sarapan dulu nyonya , saya sudah memasak sedikit " pinta bi mia
" tidak usah bi nanti saja .. saya mau keluar sebentar bi " jawab merry menyunggingkan senyumnya
Merry pun bergegas keluar rumah ia mencegat taxi di jalan raya , seusai menemukan taxi ia menuju ke suatu tempat .
Setibannya disana ia sampai didepan rumah mewah . Merry pun langsung masuk dan memebunyikan bell yang ada didepan rumah itu .
Waktu pintu rumah terbuka ternyata yang membuka rumah ialah kakek vino . Merry yang melihat kakek vino berdiri di depannya ia langsung memberikan salam .
" cucuku .. tumben sekali kau kemari pagi pagi " tanya kakek seraya mengajak merry masuk dan mempersilahkannya duduk
" ehmm iya maaf merry mengganggu kakek pagi pagi , merry sedang mencari gio .. apa gio semalam kemari kek ?" tanya merry sambil melihat sekeliling rumah
" Gio tidak kemari nak .. kenapa ? Kalian pasti bertengkar ? " tanya kakek vino namun merry menundukan kepalanya .
" tidak perlu memikirkannya dia memang seperti itu , sekarang dia pasti dirumah william " sambung kakek vino seraya mengusap kepala merry
" benarkah kek ? " tanya merry , kakek vino pun menganggukan kepalanya
" oiya sebentar ya merry , kakek lupa mau ke tetangga sebelah .. Kamu tunggu disini sebentar ya atau kamu bisa menunggu di kamar gio " ucap kakek vino menunjuk satu kamar yang sedang tertutup
" kakek akan kembali " ujar kakek beranjak dari duduknya dan meninggalkan merry ,