My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
(EPILOG) The End Story



Pesawat yang kini Gio tumpangi mendarat di Bandara yang ada di kotanya tersebut .


ia dengan cepat turun dari pesawat


saat Gio keluar dari bandara ada seorang laki laki paruh baya  menghampirinya untuk menawari sebuah tumpangan Taxi, Ia pun mengiyakannya dan menumpangi taxi tersebut  menuju ke rumah  mama kikan  , jarak dari bandara menuju ke rumah Kikan memakan waktu sekitar 30 menit .


Setibanya dirumah. Gio turun dari Taxi tersebut dengan raut wajah yang terlihat begitu semangat rasanya saat ini  ia benar-benar merindukan Istrinya ,  ia melangkahkan kakinya mendekati rumah mama Kikan dan mencoba mengetuk pintu berwarna coklat itu .


tok .. tok .. tok ..


Rumah mama Kikan terlihat begitu sepi dan terkunci . bahkan  Gio berkali kali mengetuk rumah tersebut dan meneriakinya dari luar rumah namun tidak ada sautan dari dalam .


" Kemana orang rumah , kenapa rumah mama sangat sepi . apa Mama dan Merry pergi ke rumah  " gumam Gio dengan kebingungan . Tiba tiba ada Security komplek yang kebetulan  melintas depan rumah Rey dan Security itu menyapa Gio.


" Selamat Siang Tuan Gio " sapa  Security tersebut.


" Siang juga Pak .. Maaf pak , saya mau tanya  apa anda tau mertua dan istri saya pergi kemana ?  Karna saya panggil berkali kali  tapi tidak ada orang dirumah " ucap Gio


" Oh,  kalau tidak salah teman saya yang tugas tadi pagi bilang kalau Tuan Reyhans  mengantar anaknya ke rumah sakit " tutur Security tersebut. Kedua mata Gio membulat karna terkejut.


" kerumah sakit ? kenapa memangnya dengan istri saya ? " tanya .


" Maaf pak kalau itu saya kurang tau " saut security tersebut .


" baik lah pak terimakasih banyak atas infonya " ucap Gio.


" Ya Tuhan kenapa dengan Merry, semoga tidak ada apa apa dengan istriku " Gumam Gio dengan panik,  ia bergegas melangkahkan kakinya dengan cepat  berjalan menuju ke jalan raya untuk mencegat Taxi.  Setelah dirinya mendapatkan sebah Taxi.  Ia menumpangi taxi tersebut menuju ke rumah sakit yang terdekat dengan rumah Kikan . Karna Gio tau Rumah sakit tersebutlah yang biasa di gunakan berobat oleh keluarganya.


terlihat dengan begitu jelas saat ini raut wajah Gio begitu panik


Setibanya di rumah sakit saat Gio hendak masuk tiba tiba terdengar suara laki - laki yang tak asing di telinganya memanggilnya.


" Gio..  "  ternyata suara tersebut keluar dari mulut Andrew,  Gio pun menoleh ke belakang dan melihat sahabat beserta istrinya tersebut berjalan hendak menghampirinya.


" Andrew,  Carrol kalian disini?  " tanya Gio.


" iya kau darimana saja? Kami semua sangat sulit menghubungimu ,  Merry mau melahirkan " ucap Andrew.


" Merry mau melahirkan?  Dimana sekarang dia?  " tanya Gio dengan panik. karna ia mengira bahwa Merry melahirkan sesuai dengan HPL dari dokter.


" Di ruang persalinan,  ayo kita kesana bersama " ajak Andrew.  Mereka bertiga pun bergegas menuju ke Ruang bersalin.


Di luar Ruangan terlihat William dan juga Nancy tengah duduk berbincang bincang. Saat mendengar suara langkah kaki mendekat,  mereka berdua pun menoleh.


" Gio " sapa William.  Ia dan Nancy pun berdiri .


" dimana Merry?  " tanya Gio. keringat terlihat mengguyur dahinya .


" Ada di dalam " ucap William. kemudian Gio mendengar  suara istrinya yang berteriak karna tengah kesakitan. Gio pun tak segan membuka pintu ruangan tersebut untuk melihat Istrinya,  namun saat membuka pintu ruangan itu.  ia berpapasan dengan Papa Rey


" Papa , Merry bagaimana?  " tanya Gio , Rey mengernyitkan dahinya dengan begitu Kesal saat melihat menantunya tersebut .


" Kau dari mana saja? " Rey setengah berteriak.


" Istrimu mau melahirkan. Kami ingin memberitaumu tapi kesulitan untuk menghubungimu,  dimana pikiranmu itu " imbuh Rey.


" maaf paa.. Ponsel Gio hilang kemarin " ucap Gio . Gio mendengar suara isakan dan tangisan istrinya dari dalam.


" Pa,  izinkan Gio masuk " pinta Gio dengan memelas.  Rey masih terbawa emosi akan kekesalannya kepada menantunya tersebut.  Namun ini bukan saatnya dirinya untuk  melampiaskan amarahnya  . jadi Rey langsung mengizinkan Gio untuk masuk kedalam melihat istrinya.


Gio pun melangkahkan kakinya masuk dan mencoba menghampiri Merry . kedua mata Gio  melihat Merry sedang  berbaring dengan air mata yang membasahi wajah nya .  Kini merry memejamkan mata dan meringis kesakitan. Kedua tangannya mencengkram erat lengan mamanya.


" mama sakit " ucap Merry lirih. Rasanya kikan tak tega melihat anaknya kesakitan seperti itu bahkan ia berulang kali Menenangkannya. meskipun ia juga pernah melahirkan tetapi baru kali ini ia melihat secara langsung orang yang akan melahirkan . bahkan orang itu tak lain ialah anaknya sendiri.


" Merry " panggil Gio. Kedua mata Merry terbuka dan menoleh ke asal suara yang baru saja memanggil namanya tersebut. Begitu juga Kikan.


" Giooo ?  " ucap Merry.


Rasanya senang bukan kepalang  Hati Merry serasa begitu lega saat melihat Suaminya .  gio mendekat dan tak segan memeluk istrinya tersebut. Kerinduan diantara mereka memecah seketika. Merry melepaskan pegangan tangannya dari lengan Kikan dan berganti memegang lengan Gio.


" kau darimana saja?  Aku sangat mengkhawatirkanmu " ucap Merry . Suaranya terdengar begitu berat karna menahan rasa sakit yang ia rasakan saat ini


" Maaf sayang,  ponselku hilang jadi aku tidak bisa mengabarimu " ucap Gio . Ia mengusap halus  air mata istrinya yang mengalir di wajahnya.


" Gio temani istrimu disini,  mama akan keluar karna dokter hanya memperbolehkan satu orang yang menemani Merry " tutur kikan.  Gio pun mengiyakannya kemudian Kikan keluar dari Ruang persalinan tersebut .


Kini kedua mata Merry terpejam dan merintih kesakitan.


" Gio sakit sekali " ucap Merry lirih seraya mencengkram erat lengan suaminya tersebut.


Gio mencoba memberikan sentuhan di punggung istrinya dan mengusap usap punggung itu .


Ia mencium kening Merry  dan tak henti hentinya berdoa.  rasanya tubuh Gio terkulai lemas  Ketika istrinya menjerit dan menangis seperti itu.


dokter pun datang dan memberi perangsang agar mempercepat proses persalinan.


dan kini Kontraksi yang mulanya hanya 15 menit sekali Merry rasakan sekarang menjadi 5 menit sekali.


" gio .. Aku sungguh tidak kuat " teriak merry .  ia tak henti hentinya menangis karna sakit yang ia rasakan semakin bertambah .


Demi tuhan rasanya tulang belulang yang ada di tubuh Merry seolah terlepas satu persatu  . sakitnya bukan main dan itu Benar benar menyakitkan  .


Gio tak henti hentinya Menenangkan istrinya tersebut . Hingga dirasa saat Anak Merry siap di lahirkan Dokter pun datang untuk membantu Proses persalinan tersebut.  Gio masih menemani Merry di sampingnya.  Rasanya ia begitu tak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu. rasanya bulu kuduk Gio berdiri ketika mendengar suara tangisan istrinya .


" giooo aku tidak kuat rasa sakitnya " ucap merry suaranya begitu memberat air matanya mengalir , gio tak henti mengusap air mata istrinya yang terus berjatuhan .


" sayang dengarkan aku .. Bukannya kau mengingkan anak kita lahir , apa kau tidak kasian dengannya ? " ucap gio . Suaranya juga terdengar begitu memberat. Tubuhnya gemetar tak karuan melihat darah yang ada di sekitar pembaringan itu . ucapan Gio membuat Merry sedikit bersemangat .


" tapi aku tidak kuat , aku menyerah  " teriak Merry.


" sayang jangan bicara begitu .. Kau pasti kuat,  apa kau tidak ingin melihat anak kita lahir?  Lalu kita membesarkan nya berdua.  Apa kau tidak ingin mendengar suara anak kita memanggilmu dengan sebutan mama?  " ucap Gio. Air mata Gio benar benar tidak bisa terbendungkan. Merry  mencoba mencerna kata kata Gio hingga  kini ia kembali bersemangat  akan kata kata Suaminya tersebut . ia ingin sekali di panggil dengan sebutan mama , melihat anak nya bermain mengotori halaman rumahnya , berlarian kesana kemari . bukankah itu yang Merry inginkan selama ini , ia kembali mengingat betapa sakitnya saat dirinya  kehilangan anak pertamanya dan kali ini Merry tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya . Merry menarik nafas dengan begitu dalam dan dengan sekuat tenaga mendorong anaknya tersebut hingga keluar dari perutnya .


oek .. oek .. oek


terdengar suara tangisan bayi yang seketika  memecah ruangan tersebut.


" Nyonya anak anda sudah lahir " Ucap Dokter tersebut.  Salah seorang perawat membawa bayi itu keluar dari ruangan untuk memandikanya .


Demi apapun tubuh Gio langsung terkulai melemas seketika saat dirinya mendengar tangisan anaknya yang begitu kencang di telinganya. Begitu juga Merry tubuhnya melemas dan ia memejamkan matanya karna kelelahan menguras tenaga ,  namun setidaknya ia merasa lega ketika anaknya sudah keluar dari dalam perutnya.  Gio memperhatikan wajah merry dan mencium keningnya .


" Merry.. " panggil Gio seraya menepuk nepuk pipi Merry.


" Dokter istri saya kenapa tidak sadar?  " tanya Gio dengan panik.


" tidak apa apa tuan,  tolong anda tunggu di luar terlebih dahulu " Ucap dokter.


" Tapi istri saya benar benar tidak apa apa kan dok?  " tanya Gio memastikan sekali lagi.


" Gio " panggil kikan.


" Anak Gio dan Merry sudah lahir Ma.. Pa " ucap Gio.  Rey dan Kikan bernafas dengan sangat lega. Gio memeluk tubuh Rey dan sejenak  mencoba menumpahkan air matanya di pelukan papa mertuanya tersebut .


" bagaimana Merry dan anakmu ?  " tanya Rey.


" dokter masih menanganinya Pa. " ucap Gio .


" kau sudah menjadi ayah nak  " ucap Rey seraya menepuk bahu Gio  , kedua mata Rey  terlihat berkaca kaca rasanya amarah yang sempat tertanam di dalam dirinya berubah menjadi sebuah kebahagiaan.


Selama 30 menit Gio mondar mandir menunggu di luar ruangan itu . kemudian seorang perawat keluar dari ruangan dengan menggendong seorang anak bayi yang lucu dan mungil .


" Permisi suami nyonya Merry " panggil perawat tersebut .


" iya saya " saut Gio dengan mendekati perawat tersebut . kedua matanya berpusat kepada anak bayi yang saat ini di gendong oleh perawat itu .


"  bayi anda laki laki dan sangat sehat tuan " ucap perawat itu. Gio menoleh ke arah Kikan dan Rey.


" Ma .. Pa .. " ucap Gio dengan menatap mata kikan dan rey .


" iya nak .. Itu anakmu " ucap rey . Kedua mata rey dan kikan berkaca haru .


Perawat itu mengalihkan bayi itu ke tangan gio dengan begitu hati-hati


Gio memandangi wajah mungil bayi yang saat ini berada di dalam dekapannya  . Rasanya ia masih tak percaya bahwa bayi itu ialah anaknya . Gio menepis air mata yang tak sengaja membasahi wajahnya .


Ia masih tak bergemming memandangi wajah bayi mungil  itu .


" mama .. Papa .. Kakek , apa kalian bisa lihat disana ? Gio sekarang menjadi ayah ! Ini anak gio , gio sudah memiliki anak dari wanita yang sangat gio cintai " gumam gio dalam hati . Ia dengan lembut mencium bayi laki laki itu seraya memejamkan matanya .


" Istri anda sudah sadar Tuan , anda sudah  bisa masuk untuk melihatnya " tutur perawat . Gio pun mengiyakannya


Dengan langkah yang hati hati Gio menggendong anaknya mendekat kepada Merry,  terlihat Merry sedang duduk bersandar di pembaringannya . ia memperhatikan suaminya yang tengah menggendong seorang bayi .


" Gio " ucap Merry lirih . ia mencoba menepiskan senyumnya.


" Anak kita sayang " ucap Gio. Ia mencoba mengalihkan gendongan anaknya tersebut ke tangan Merry .


Merry pun melihat dengan seksama wajah mungil nan tampan bayi tersebut.  Air matanya meleleh seketika . Merry seakan tak percaya bahwa dirinya telah melahirkan seorang anak . anak yang selama ini ia inginkan yang ia nanti nanti selama 9 bulan lamanya. terlihat begitu jelas betapa bahagianya Merry saat itu .


" Gio lihatlah dia sangat mirip sekali denganmu " ucap Merry seraya menepis air matanya. Gio mengangguk dan mengiyakannya.


Ia memperhatikan wajah Merry yang tengah sibuk tersenyum melihat anaknya . Gio melihat dengan kedua matanya sendiri betapa sulitnya saat  istrinya berjuang untuk melahirkan anaknya tersebut.   saat istrinya berteriak dan menangis kesakitan. saat darah mengucur deras di pembaringan istrinya . Rasanya seakan ada besi tajam yang ikut menggores jantung Gio saat itu  . ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang di rasakan oleh istrinya .


" Apa masih sakit?  " Tanya Gio lirih ,  air matanya tak tertahankan hingga membasahi area sekitar matanya. Merry pun menoleh .


" tidak sesakit tadi " ucap Merry. Merry memiringkan kepalanya memperhatikan wajah Gio . dan ia melihat Air mata mengalir dari pelupuk mata suaminya


" kenapa kau menangis " tanya merry seraya mengusap air mata Gio.


" tidak..  Aku hanya bahagia saja " ucap gio.  Ia mencoba menepiskan air matanya.


" sayang terimakasih .. " ucap Gio


" terimakasih untuk apa?  " tanya merry .


" Terimakasih sudah mau bertaruh nyawa untuk anak kita . aku sangat mencintaimu " tutur gio lirih seraya mencium kening merry dan air mata harunya mengalir kembali. Merry pun tersenyum.


" Aku juga sangat mencintaimu " ucap Merry ia mencoba mengusap air matanya yang ikut terjatuh .


" aku hanya ingin memberimu kebahagiaan dan sebuah keluarga " imbuh Merry .


" kebahagiaanku selalu ada di dalam dirimu  dan akan selalu seperti itu " saut Gio . mereka berpelukan satu sama lain .


" Sayang , kita memberi  nama anak kita  siapa?  " tanya Merry.


" Kendrick yang berarti seorang pemimpin " kata Gio dengan memperhatikan wajah anaknya tersebut .


" Nama yang bagus, aku sangat menyukainya " Ucap Merry.


Satu tahun berlalu . Gio dan Merry merawat kendrick dengan penuh kasih sayang . cinta diantara mereka berdua semakin hari semakin bertambah di tambah dengan kehadiran sang buah hati  , hasil dari penantian mereka selama ini membuat kehidupan keluarga kecil itu semakin membahagiakan .


Carrol dan andrew di karunia 1  orang anak laki laki


dan dalam waktu berdekatan Jacob dan juga elyn akan segera melangsungkan pernikahan mereka .


Sementara william karna dirinya sering berkunjung di kediaman andrew. kini Ia memiliki perasaan terhadap adik andrew yang bernama nancy hingga mereka berdua saat ini tengah menjalin hubungan . Andrew mengizinkan sahabatnya tersebut menikahi adiknya dengan syarat menunggu adik kesayangannya itu sampai menyelesaikan pendidikannya .


Dua tahun kemudian Merry dan Gio  di karunia lagi sepasang anak kembar laki laki dan perempuan yang mereka beri nama


Jesslyn dan Jasson


dan proses persalinan kali ini tidak secara normal melainkan operasi .


Notes :


Percayalah, sesuatu yang hilang akan diganti dengan yang lebih baik lagi.


Tuhan tidak akan pernah lupa memberikan secuil kebahagiaan kepada umatnya


entah itu dalam bentuk cinta , kesehatan maupun rezeki .


nikmatilah selagi kalian bisa menikmatinya !


Tuhan memberikan cobaan tak lain ingin mengajarkan kalian arti dari sebuah kesabaran.


jadikan itu sebagai pembelajaran bukan penyesalan.


jangan pernah mengeluh dan jangan lupa untuk bersyukur ❤


               ********** ENDING **********


jangan lupa baca novel terbaruku yang berjudul MY GEEKY WIFE .


dan Amoera Is My Lady .


kalau mau melihat semua koleksi novel ku kalian bisa klik profil mangatoon ku dan klik ikuti .


terimakasih 😊😊😊😊


Author : ada yang penasaran sama anak anaknya Gio dan Merry ngga?


Reader : Enggggaaaaaa..