
Pagi itu ,
merry sedang memakaikan dasi di leher gio , mereka berdua terlihat sudah rapi . karna hari itu gio akan mengajak merry ke sebuah hotel bussines terlebih dulu untuk menemui clientnya dan kemudian mengantar merry pergi kedokter Namun wajah merry masih nampak sedikit bersedih mungkin karna pikirannya masih terganggu akan ucapan yang sempat ia dengar dari hellena .
" apa kau masih memikirkan masalah tadi malam ? " tanya gio
" hem ? Tidak ! " jawab merry , tangannya masih sibuk bergerak membuat simpul dasi
" lalu kenapa kau diam saja ? " tanya gio dengan menaikan satu alisnya
" aku diam karna memang tidak ada yang di bicarakan " kata merry , ia masih fokus akan dasi yang ia pegang .
" sayang .. nanti setelah dari dokter kita pergi kerumah kakek " tutur gio , merry pun mengiyakannya
" sudah rapi ! Ayo kita berangkat " ajak merry , seraya memperhatikan dasi gio , namun gio tak bergemming , ia masih menatap paras ayu istrinya tersebut .
" gioo .. Ayo kita berangkat ! " ajak merry kembali , ia mencoba menarik tangan gio .dan mengajaknya keluar kamar , gio pun mengiyakannya , ia meraih tas kerjanya dan mengikuti merry .
mereka berdua menemui rey dan kikan yang sedang berada diruang depan menikmati teh bersama .
" pa .. ma .. gio dan merry sepertinya akan pulang larut karna setelah dari dokter , kita akan pergi ke rumah kakek , karna semalam kakek menyuruh kami kerumah " ucap gio
" baiklah .. kalian hati hati " tutur rey , merry dan gio pun mengiyakannya , mereka berdua pamit dan berlalu meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil yang dilajukan oleh gio dengan kecepatan sedang ,
selama perjalanan merry hanya menatap ke arah samping jendela mobil tanpa berbicara .
" sayang ,, apa kau tadi membawa buku ? " tanya gio
" ehm .. tidak ! " saut merry , ia tak bergemming dari pandangannya
" kalau begitu kita mampir ke toko buku terlebih dulu untuk membeli buku , memang aku menemui clientku tidak begitu lama tetapi aku takut kau akan bosan menungguku nanti " ucap gio , namun merry diam saja tak menggubris kata kata gio
" merry " panggil gio dengan kesal
" ehm iya ? " saut merry mengalihkan pandangannya ke arah gio
" kau ini kenapa ? aku sedang berbicara tapi kau daritadi diam saja ! aku sangat tidak menyukai sikapmu yang seperti ini " seru gio dengan meninggikan nada suaranya
" maafkan aku " ujar merry dengan menundukan pandangannya , gio hanya diam dan berdecak kesal akan sikap merry , ia menambah laju kecepatan mobilnya dan sekitar 5 menit ia menghentikan mobilnya di depan sebuah toko buku , ia mengajak merry turun dan masuk kedalam toko buku itu , gio mencoba membantu merry mencari buku , namun merry seolah tak tertarik membeli buku , ia hanya menyentuh buku buku yang ada di toko buku itu dengan tatapan kosong .
" merry .. apa kau mau buku ini ? kata shop keeper buku ini sangat best seller minggu ini " ucap gio dengan menunjukan buku dengan sampul wood paper kepada merry .
" gio maaf , sebenarnya aku sangat bosan dan tidak tertarik untuk membaca buku saat ini " ucap merry dengan tatapan matanya yang begitu senduh , gio pun meletakan kembali buku itu di rak buku .
" ( menghela nafas ) kenapa kau tidak bilang daritadi ? ayo kita pergi dari sini " ajak gio , ia berucap dengan lirih dan menggandeng tangan merry keluar dari toko buku tersebut . gio melajukan kembali menuju ke hotel tempat ia menemui clientnya .
Ireland annual bussines hotel
setibanya di hotel tersebut , gio mengajak merry masuk kedalam coffee shop yang ada didalam hotel tersebut , ia memesankan merry , chinese tea dan vegetarian pasta .
" tunggu makananmu datang , aku tinggal sebentar di restaurant belakang hotel ini untuk menemui clientku dan jangan pergi kemana mana sampai aku kembali , apa kau mengerti ? " tutur gio , merry pun menganggukan kepalanya tanpa bersuara ,
" anak pintar " seru gio seraya mengacak acak rambut merry
" kau pikir aku anak kecil ? kau ini sungguh menyebalkan " celetuk merry dengan ketus , gio pun tertawa lirih ia mencium merry dan berlalu pergi untuk menemui clientnya .
setelah gio tak terlihat dari pandangan merry , beberapa menit kemudian makanan yang sempat gio pesan untuk merry pun datang dibawakan oleh pelayan hotel tersebut , merry memakan pasta tersebut hingga terlihat habis tak tersisa di piringnya , ia menuang chinese tea dari teapot berwarna putih kedalam cangkir dan meminumnya sedikit demi sedikit , namun tiba tiba rasa bosan melanda dirinya .
" aku sangat bosan " gumam merry dengan meletakan tangan dagunya , ia melihar ke semua arah dengan perasaan bingung , ia beranjak berdiri dari tempat duduknya dan mencoba berjalan ke luar taman hotel , di taman tersebut ada kolam ikan yang cukup luas disana terlihat ada beberapa anak kecil yang sedang memberi makan ikan ikan tersebut , merry pun mencoba mendekat ke kolam tersebut dan menghampiri beberapa anak kecil itu . ia memperhatikan anak kecil itu yang tersenyum begitu riang saat makanan yang di tebarkan di kolam dimakan oleh ikan . tiba tiba seorang anak perempuan kecil berumur 4 tahun yang berambut pirang menghampiri merry .
" bibi .. makanan ikanku habis " ucap anak perempuan itu dengan tidak begitu jelas , raut wajahnya terlihat bersedih , merry mencoba duduk bersimpuh di depan anak itu .
" dimana mama kamu ? " tanya merry menyentuh pipi anak perempuan itu ,
" mommyku disana " kata anak itu menunjuk ke arah coffee shop , pandangan merry mengikuti arah yang ditunjuk oleh anak itu
" nama kamu siapa sayang ? " tanya merry
" namaku , lyra " ucap anak perempuan itu
" tunggulah disini .. bibi akan memintakan makanan ikan untukmu " tutur merry , ia menepiskan senyumnya dan beranjak berdiri , ia menemui gardener hotel tersebut untuk meminta makanan ikan , gardener itu memberikan makanan ikan kepada merry , dan merry kembali mendekati kolam , terlihat lyra sedang duduk disamping kolam sembari menunggu merry mengambilkan makanan ikan untuknya , lyra yang melihat merry sudah kembali dengan membawa makanan ikan , ia langsung berdiri dan berjalan menghampiri merry .
" ini untukmu , ayo bibi temani memberi makan ikan " kata merry, ia menggandeng tangan lyra menuju kolam , ia duduk berjongkok dan membantu lyra menebarkan makanan ikan tersebut , lyra begitu senang , merry pun tersenyum melihatnya .
" bibi .. terimakasih banyak " ucap lyra tersenyum seraya mencium pipi merry ,
sementara didalam hotel , gio sudah selesai bertemu dengan clientnya , ia kembali ke coffee shop untuk menemui merry , namun merry tidak terlihat di mejanya , ia pun kebingungan mencari merry , ia mencoba menelponnya namun merry tidak mengangkat ponselnya karna waktu itu merry men-silent ponsel miliknya , jadi ia tidak tau kalau gio sedang menelponnya , gio mencoba mendekati pelayan coffee shop tersebut untuk menanyakan keberadaan merry .
" permisi nona .. apa kalian tau istri saya yang duduk di meja itu ? " tanya gio dengan menunjuk tangannya di salah satu meja coffee shop tersebut ,
" tadi saya lihat istri anda , keluar menuju ke arah taman tuan " kata pelayan tersebut memberitau gio
" baiklah terimaksih " ujar gio , ia cepat cepat melangkahkan kakinya menuju ke arah taman tersebut , matanya tertuju ke sembarang arah untuk mencari istrinya , kemudian mata gio terhenti ke arah kolam ikan , ia melihat merry sedang duduk bersama anak kecil di samping kolam tersebut . ia menghampiri merry dengan perasaan yang sedikit kesal .
" merry " panggil gio , merry pun menoleh , dan lyra juga ikut menoleh
" gio .. kau sudah kembali ? " tanya merry , ia beranjak mendekati gio dan menepiskan senyumnya .
" sudah ku bilang , jangan pergi kemana mana kenapa kau tidak mendengarkanku ? " tanya gio dengan menajamkan kedua matanya ,
" gio maaf aku sangat bosan jadi aku kemari " ucap merry dengan menurunkan pandangannya , namun tiba tiba lyra juga menghampiri merry dan gio .
" bibi , paman ini siapa ? " tanya lyra , merry pun membungkukan tubuhnya di hadapan lyra ,
" paman ini suami bibi " saut merry dengan tersenyum ,
" apa bibi akan meninggalkan lyra disini sendiri ? " tanya lyra dengan suaranya tidak jelas ,
" tidak ! bibi tidak akan meninggalkan lyra disini sendirian , bibi akan mengantarkanmu ke mamamu " tutur merry , kedua mata gio memperhatikan merry karna melihat merry begitu luwes berbicara dengan lyra ,
" kemarilah , biar bibi antar ke mamamu " pinta merry melebarkan kedua tangannya hendak menggendong lyra , lyra pun menjatuhkan tubuhnya di tubuh merry , merry pun berdiri menggendong anak kecil itu .
" gio .. aku akan mengantar lyra ke ibunya sebentar " kata merry
" kemarikan biar aku gendong anak ini , kau pasti berat " pinta gio
" tidak kok ! biar aku saja yang menggendongnya , ini sama sekali tidak berat " tutur merry , ia berjalan mendahului gio menggendong lyra menuju ke coffee shop , gio pun mengikuti merry dengan meletakan kedua tangannya di saku celananya .
setibanya di coffee shop , merry mencoba bertanya kepada lyra , keberadaan ibunya ,
" sayang .. dimana mamamu ? " tanya merry kepada lyra dengan kebingungan
" ehmmm , " lyra kebingungan matanya menoleh kearah sekitar .
" lyraaa " tiba tiba terdengar suara seorang perempuan dari kejauan memanggil nama lyra
" mommy " teriak lyra dengan melebarkan senyumnya , merry menurunkan lyra , dan lyra langsung berlari memeluk mamanya
" kau dari mana saja sayang , mommy tadi kebingungan mencari mu " ucap mama lyra sembari mencium pipi chubby anak itu , merry pun mendekati lyra dan mamanya
" tadi lyra memberi makan ikan dan di temani oleh bibi ini " kata lyra sembari memegang tangan merry , merry pun tersenyum
" terimakasih banyak nona , sudah mau menemani anak saya " ucap mama lyra menepiskan senyumnya kepada merry
" sama sama nyonya , saya permisi pergi dulu " pamit merry kepada lyra dan juga mamanya , dan ketika merry hendak berbalik pergi , lyra memanggilnya dan menghentikan langkah kaki merry ,
" bibi .. bolehkah lyra mencium bibi " tanya lyra
" tentu saja .. kemarilah " pinta merry , ia membungkukan tubuhnya di depan lyra , lyra mencium pipi merry dan merry juga mencium lyra dan sejenak memeluknya .
" apa kita akan bertemu lagi bi ? " tanya lyra dengan menyentuh pipi merry
" mungkin lain waktu kita akan bertemu lagi " tutur merry , dengan menyentuh lembut kepala lyra , lyra pun mengiyakannya ,merry beranjak menghampiri gio dan berpamitan untuk pergi ,
" bye bibi " kata lyra dengan melambaikan tangannya , merry melambaikan balik tangannya kepada lyra dan berlalu pergi bersama gio meninggalkan hotel tersebut ,
mereka menumpangi mobil mereka kembali dan gio melajukan mobil tersebut menuju ke dokter untuk memeriksakan kesehatan merry , dalam perjalanan pikiran merry terganggu , ia tiba tiba memejamkan matanya dengan begitu bersedih . gio memperhatikan wajah merry yang tiba tiba murung kembali ,
" gio " panggil merry lirih
" iya " saut gio dengan menoleh ke arah merry
" kalau saja waktu itu aku tidak sakit , mungkin anak kita sekarang sudah lahir " ucap merry , tatapannya begitu senduh dengan mata yang berkaca kaca menahan rasa akan kesedihannya ,
" sayang .. tuhan sedang merencanakan sesuatu yang baik untuk kita berdua " tutur gio , ia mencoba menenangkan merry
hatinya begitu sedih ketika mendengar merry berbicara seperti itu , ia bisa merasakan kesedihan yang sedang istrinya rasakan