
merry masih mematung akan posisinya ,
ia menjatuhkan kepalanya di lengan suaminya yang masih berbaring itu . sesekali merry menepis wajahnya yang basah karna air mata nya tak henti hentinya mengalir .
ia merasa begitu bersalah karna menyalahkan gio ,
tiba tiba kakek vinno masuk kedalam ruangan gio dan menghampiri merry .
" gio benar benar sangat mencintaimu nak . " kata kakek vinno dengan mengusap usap punggung merry , merry pun mengangkat wajahnya dan menghadap ke arah kakek vinno , matanya terlihat menyipit hingga bola matanya tak terlihat karna menangis .
" merry juga sangat mencintai gio kek .! maafkan merry ya kek .. gara gara merry gio jadi seperti ini " ucap merry lirih dengan menyeka air matanya . kakek vinno menepiskan senyumnya dengan begitu lirih .
" ini bukan salahmu nak " tutur kakek vinno , ia mencoba menenangkan merry yang masih dirundung kesedihan . kakek mencoba mengambil kursi dan memposisikan tubuhnya duduk di samping merry
" merry .. apa kau tau nak , gio itu menyukaimu dari dulu . bahkan sebenarnya bukan kakek yang ingin menjodohkan kalian tetapi gio sendirilah yang meminta agar kakek menjodohkannya denganmu " ucap kakek vinno seraya kedua matanya menatap sedih cucunya yang masih berbaring , ia mengangkat kaca matanya dan mengucek kedua matanya yang basah , merry pun terkejut mendengar pernyataan dari kakek vinno .
" apa benar itu kek ? gio sendiri yang meminta di jodohkan dengan merry " tanya merry seakan tidak percaya , kakek vinno pun mengangguk dan mengiyakannya .
(Flashback)
Kala itu gio sedang bekerja di kantornya . Ia sedang menghampiri kakek vinno di dalam ruangannya , sejenak mereka berdua berbincang bincang masalah pekerjaan namun tiba tiba kakek vinno mengalihkan topik perbincangan mereka .
" nak .. apa kau tidak ingin menikah ? " tanya kakek vinno dengan mengangkat kacamatanya . Gio hanya melirik dan diam saja ,
" (menghela nafas) gio .. Sampai kapan kau akan seperti ini nak ? Kakek ini sudah tua " tanya kakek vinno
" gio masih belum mau menikah " ucap gio , tanpa menatap kakek . Ia sibuk mengamati beberapa lembar kertas di tangannya . Saat kakek vinno hendak berbicara . Tiba tiba suara ketikan pintu dari luar ruangan mengurungkannya .
( tok .. Tok .. Tok ..) suara ketukan pintu
" permisi tuan vinno , didepan ada laki laki yang ingin bertemu dengan anda " kata sekertaris kakek vinno . Kakek vinno pun menyuruhnya agar mempersilahkannya masuk
" kek ada tamu .. Lebih baik Gio kembali ke ruangan gio dulu karna gio juga banyak kerjaan " pamit gio , kakek vino pun mengiyakannya .
saat keluar dari ruangan kakek vinno ,
gio pun berpapasan dengan laki laki itu , Kedua mata gio melirik dan sejenak memperhatikan laki laki yang berpakaian rapi itu . dahi gio mengkerut karna mengingat ingat dengan keras wajah laki laki tersebut .
tiba tiba senyuman sinis menyeringai wajah gio ketika ia sudah ingat dengan laki laki itu , ia pun melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan ruangan kakek vinno .
Sementara Mata kakek vinno tertuju ke arah pintu ruangannya . terlihat seorang laki laki yang tengah berdiri didepan pintu dengan senyuman yang menyeringai wajahnya .
Kakek vinno pun beranjak dari duduknya menghampiri laki laki itu . Ternyata laki laki itu ialah rey .
" hallo rey .. aku kira siapa " sapa kakek vinno . Seraya memeluk rey , kakek vinno pun menyuruh rey untuk masuk .
" ayo duduklah ! cucuku baru saja keluar dari sini ! " seru kakek
" anaknya richard om ? " tanya rey dengan melihat ke arah luar ruangan. Kakek vinno pun mengiyakannya
" mungkin anak muda yang berpapasan denganku tadi , tetapi rey tidak seberapa memperhatikannya " ucap rey
" iya rey .. Dia baru saja keluar dari ruangan sini , biar om suruh sekertaris om untuk memanggilnya " ujar kakek vinno hendak beranjak dari duduknya
" tidak usah om .. Kapan kapan saja rey bisa menemuinya " tutur rey , kemudian kakek vinno mengiyakannya . Mereka berdua berbincang bincang membicarakan masalah bisnis mereka .
Malam harinya .
Gio dan kakek vinno sedang makan malam bersama di meja makan rumahnya.
Hanya terdengar suara sendok dan sentuhan piring menyelimuti dapur itu . Mereka berdua tak berbicara sepatah kata satu pun saat makan , namun seusai makan malam tiba tiba gio bersuara .
" kakek , apa kakek ingin melihat gio menikah ? " tanya gio . Kakek vinno pun mengangkat wajahnya
" tentu saja nak .. Kakek ingin sekali melihatmu menikah dan memiliki sebuah keluarga baru " seru kakek vinno dengan kegirangan .
" baiklah .. Kalau begitu Gio akan menikah " ucap gio dengan menyunggingkan satu senyuman di bibirnya . Kakek vinno pun terkejut mendengarkannya
" benarkah yang kakek dengar nak ? Kau benar benar mau menikah ? " tanya kakek vinno dengan bersemangat .
" iya kek .. Gio mau menikah tapi asal dengan anaknya om rey ! " seru gio , kakek vinno langsung terbatuk batuk Karna terkejut mendengar permintaan cucunya .
" gio .. Apa kau sedang bercanda ? " tanya kakek vinno
" apa kakek pernah melihat gio bercanda ? Gio tidak bercanda !
Om rey punya anak kan kek yang bernama merry ? " seru gio
" iya nak .. tapi bagaimana kau bisa tau? Bukannya sebelumnya kakek tidak pernah mengenalkan keluarga om rey kepadamu ? " Tanya kakek vinno dengan heran
" gio mengenal anaknya om rey .. Gio hanya mau menikah dengannya . " pinta gio dengan menyatukan kedua tangannya diatas meja .
" nak , itu mana mungkin ? Anak om rey pasti sudah memiliki seorang kekasih " tutur kakek vinno dengan membuka kacamatanya . Gio pun terdiam dan terlihat sedikit kecewa mendengar ucapan kakek vinno .
" ehmm yasudah .. Gio tidak mau menikah dulu kek sampai gio benar benar menemukan perempuan yang pantas untuk gio ! " seru gio , ia pun menurunkan suaranya . kakek vinno semakin kebingungan . di satu sisi ia ingin sekali melihat gio menikah , namun di sisi lain ia begitu berat untuk memenuhi permintaan cucunya kali ini . karna kakek vinno berpikiran perjodohan hanya ada dijaman kuno saja .
" kau ingin mencari perempuan yang seperti apa nak ? " tanya kakek vinno dengan penasaran .
" (menghela nafas) baiklah ! kebetulan Besok kakek akan pergi ke kantor om rey , kakek akan mencoba berbicara dengan om rey . Tetapi kakek tidak berjanji . Apakah om rey mau menjodohkan anaknya denganmu atau tidak " ucap kakek vinno , gio pun mengiyakannya .
Namun saat kakek vinno berkunjung di kantor rey , ternyata saat itu kebetulan ada merry juga .
Itu pertemuan pertama merry dengan kakek vinno , dan saat kakek vinno mencoba berbicara kepada rey tentang perjodohan ternyata merry juga belum mempunyai seorang kekasih .
seusai pertemuan kakek vinno dengan rey di kantornya . kakek vinno pun mencoba menghubungi gio via ponsel , kala itu gio berada dikantornya dan kakek vinno memberitau kepada gio bahwa rey setuju dan akan mencoba membicarakan tentang perjodohan mereka terlebih dulu kepada merry . gio yang mendengarnya pun tersenyum dari balik ponsel tersebut dan segera mengakhiri panggilannya bersama kakeknya itu .
setelah menerima panggilan telpon dari kakeknya . gio pun langsung bergegas pergi meninggalkan kantornya , didalam mobil ia mencoba meraih ponselnya dan menghubungi aline untuk meminta waktu bertemu dengannya sebentar di sebuah restaurant terdekat . aline pun dengan senang hati mengiyakan permintaan gio .
sesampai nya di restaurant , terlihat aline sudah terduduk manis menunggu gio . gio pun melangkahkan kakinya untuk menghampiri aline .
" apa kau sudah lama menungguku ? " tanya gio seraya mendudukan tubuhnya di depan aline .
" tidak .. aku baru saja sampai " ucap aline dengan tersenyum
" tumben sekali kau mengajakku bertemu disini ? ada perlu apa ? " tanya aline
" aku mengajakmu kemari karna ada yang ingin aku bicarakan kepadamu " tutur gio ,
gio pun memberitahu keinginannya kepada aline yaitu meminta dan menyuruh nya agar mau berpura pura menjadi kekasihnya untuk sementara waktu hanya untuk membuat merry cemburu . saat mendengar gio berbicara seperti itu wajah aline yang awalnya senang , tiba tiba berubah menjadi sedih dan kecewa seketika .
( karna sejak dari kecil aline sudah menyukai gio , waktu mama aline merawat gio seusai kecelakaan itu , aline selalu ikut dengan mamanya jadi sejak kecil hampir setiap hari aline dan gio selalu bertemu , sebenarnya gio selalu bersikap baik terhadap aline namun kebaikan gio malah di salah artikan olehnya , dan semenjak gio tau bahwa aline menyukainya gio mencoba menjaga jarak dengan aline bermaksud agar aline tak berharap lebih kepadanya karna gio hanya menganggap aline sebatas teman dan tidak lebih dari itu , dan gio hanya bisa meminta bantuan kepada aline karna ia tidak memiliki teman perempuan lagi yang dekat dengannya selain aline .)
namun saat gio memberi tawaran kepada aline , tanpa cuma cuma gio memberi imbalan kepada aline uang sebesar 57.445 PS setara 100jt rupiah indonesia .
dan kebetulan kala itu keluarga aline juga sedang mengalami krisis ekonomi , ia pun tak butuh waktu untuk berpikir panjang , aline tak segan menerima tawaran dari gio . karna ia berpikir sudah memiliki 2 keuntungan yaitu mendapatkan uang dan juga bisa menjadi kekasih gio meskipun hanya pura pura saja.
( flashback end )
saat kakek vinno sedang berbincang bincang dengan merry , tiba tiba kakek vinno pamit keluar , beliau pun keluar dari ruangan gio karna ponselnya berdering dan hendak mengangkatnya .
ketika kakek vinno keluar , kikan pun bergantian masuk kedalam untuk menemui merry .
" merry , ayo kembali ke ruanganmu nak kamu harus istirahat " pinta kikan menyentuh bahu merry
" merry tidak mau ma ! merry mau disini bersama gio " pinta merry lirih , ia masih terlihat menangis
" sayang .. kau butuh istirahat nak , kau masih belum sembuh kalau gio sampai tau kau tidak mau istirahat , dia pasti akan marah " bujuk kikan . namun merry tak bergemming . ia masih menatap wajah gio
" merry .. " panggil kikan
" biarkan merry disinivsebentar saja ma .. merry masih ingin bersama dengan gio " seru merry . kikan pun kebingungan melihat merry yang tidak mau mengistirahatkan tubuhnya .
kedua mata merry tak berkedip sama sekali menatap wajah gio , ia kembali merekatkan jari jarinya agar menyatu dengan jari jari gio . ia sangat begitu berharap agar suaminya segera membuka mata . namun tetap saja gio masih tak bergemming dari sadarnya .
" mamaaa .. gio kenapa daritadi masih belum bangun juga ? " tanya merry , air matanya mengalir kembali
" merry .. gio masih beristirahat nak . mungkin besok dia akan bangun " bujuk kikan kembali
" tapi gio tidak kenapa kenapa kan ma ? " tanya merry dengan takut . namun kikan hanya diam saja .
" kenapa mama diam saja ? gio tidak kenapa kenapa kan ma ?" sambung merry kembali seraya mengusap air matanya .
" gio baik baik saja nak , ayo kembalilah ke ruanganmu . istirahatlah dan biarkan gio istirahat juga " pinta kikan , namun merry bersikeras ingin tetap bersama suaminya . ia meminta waktu 5 menit kepada mamanya agar dia menemani gio sebentar , kikan pun menuruti permintaan merry . ia meninggalkan merry lagi sendiri didalam ruangan gio .
merry pun menyentuh dan membelai wajah suaminya tersebut , ia menatap wajah seseorang yang ia cinta dengan begitu seksama . merry menelan ludahnya dengan begitu keras karna suaminya tak kunjung juga sadar . merry pun menempelkan wajahnya di sebagian dada gio .
" sayang .. kenapa kau belum bangun , katanya kau mencintaiku ? ayo bangunlah , ku mohon bangunlah " bisik merry lirih .
" gio .. aku mohon bangunlah , aku sangat merindukanmu ! apa kau tidak merindukanku ? " tanya merry , ia memejam seraya melelehkan air matanya .
mohon maaf untuk episode akhir akhir ini saya cantumkan flashback , bermaksud agar lebih memperjelas cerita .
yang kemarin pada riweh minta ditamatin agar cepet cepet tau endingnya .
tenang saja novel ini akan saya usahakan tamat dalam minggu ini juga (kalau bisa)
yang ada saran atau permintaan , bisa koment di kolom komentar .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^