
Gio duduk menghimpit tubuh merry , ia hendak merebahkan dan menindih tubuh istrinya itu , namun tiba tiba merry mendorongnya .
" gio .. Aku sangat bosan , apa tidak ada permainan yang bisa dimainkan ? " tanya merry .
" ehmm apa kau mau bermain UNO stacko , UNO card atau poker ? " tanya gio
" kalau uno stacko memangnya ada? " tanya merry
" ada .. Tunggulah disini biar aku pinjamkan di bawah " ucap gio ,ia beranjak dan keluar dari kamarnya .
Tak lama kemudian gio pun kembali dengan membawa uno stacko yang ia pinjam dari resort yang ia tempati untuk menginap .
Gio menghampiri merry dan mengajaknya duduk dibawah .
Tiba tiba hujan pun turun menderas , merry mengurungkan duduknya dan berjalan ke arah jendela , ia membuka sedikit jendela kamarnya dan menghirup dalam dalam aroma bau hujan .
Gio pun menghampiri merry dan melingkarkan tangannya .
" ayo katanya mau bermain ? " ajak gio
" tunggu sebentar .. Aku tidak pernah melihat hujan mengguyur air laut seperti ini " ucap merry dengan menatap ke arah jendela .
mereka berdua sejenak menikmati hujan dari balik jendela kamar yang ia tempati itu , kemudian merry mengajak gio untuk memainkan permainannya . mereka berdua duduk di bawah lantai dan memainkan susunan balok tersebut .
Mereka berdua pun bermain uno stacko , saat gio kalah dan merobohkan susunan balok itu , wajah merry pun tertawa senang akan kekalahan gio . Ia meraih lipstick dan mencoret coretkan lipstick berwarna merah tesebut ke wajah gio . gio hanya menahan senyumnya saat melihat merry yang begitu terkekeh kegirangan melihat wajah gio yang penuh dengan lipstick karna 3 kali permainan gio selalu kalah .
" gio .. kau sangat lucu haha " seru merry , ia menggigit bibirnya dan menggoyang goyangkan pipi gio sembari tertawa tak ada hentinya , ia begitu gemas melihat wajah gio dengan penuh lipstick .
" sepertinya kau sangat senang menyiksa suamimu seperti ini " celetuk gio dengan menggelengkan kepalanya , , merry semakin tertawa , gio pun hanya bisa menahan tawanya saat melihat merry tertawa seperti itu , mereka berdua melanjutkan kembali permainannya .
" ahh , shitt " teriak merry kesal karna merobohkan susunan balok itu kali ini dia yang kalah .
" gio ayo hukum aku , kali ini aku kalah " pinta merry dengan menyodorkan lipsticknya kepada gio
" tidak usah , nanti saja hukumannya ayo kita lanjutkan lagi " ajak gio sembari merapikan susunan balok yang jatuh berserakan . mereka mengulangi permainannya lagi . hingga membuat merry kalah berulang kali .
" setiap kali aku kalah kau tidak menghukumku ! ayo hukum aku ! " pinta merry
" aku bilang nanti saja hukumannya " kata gio dengan mengernyitkan dahinya
" yasudah , kalau kau tidak menghukumku , aku yang akan menghukummu " seru merry mengarahkan lipstick ke arah wajah gio dan hendak mencoret nya .
" coba saja kau menghukumku , nanti akan ku hukum kau 3 kali lipat dari ini " ucap gio dengan tersenyum miring
" ahh kau ini tidak seru ! aku sungguh bosan " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya
" yasudah kalau kau bosan , kita akhiri saja permainannya " kata gio , merry pun menganggukan kepalanya dan beranjak berdiri ia menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur , sementara gio masih sibuk merapikan susunan balok itu ke tempatnya ,
setelah balok itu terlihat rapi , gio meletakannya diatas meja dekat dengan TV . ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya yang terkena lipstick dengan air yang mengucur dari kran wastafel kamar mandi tersebut , gio mengambil handuk dan menyapu wajahnya yang basah .
kemudian ia keluar dari kamar mandi dan hendak menghampiri merry .
" kau tidak boleh tidur ! aku belum menghukummu " seru gio sembari menarik blanket yang menutupi tubuh merry
" hah enak saja permainannya sudah selesai , " celetuk merry ia menarik lagi blanket tersebut hingga menutupi wajahnya .
" merry ayolah , kau jangan curang seperti ini " seru gio dengan kesal , merry tertawa lirih dari balik blanket tersebut , gio tak gentar tangannya menarik blanket tersebut hingga terlepas dari tubuh merry .
" huhhh dasar kau ini menyebalkan " celetuk merry hendak mengambil blanket itu lagi . namun gio menahan tubuhnya
" kau yang menyebalkan ! aku belum menghukummu sama sekali , bisa bisanya kau mau tidur " seru gio dengan menindih separuh tubuh merry
" salah siapa kau tadi tidak mau menghukumku " celetuk merry dengan ketus , gio tersenyum , ia mendekatkan bibirnya di telinga merry
" aku kan bilang akan menghukummu nanti , dan sekarang aku akan menghukummu " bisik gio di telinga merry hingga membuat merry begitu geli .
ia tak segan mencium bibir manis istrinya tersebut .
" kenapa rasanya sangat canggung seperti ini ? " gumam merry dalam hati .
bahkan hampir 8 bulan lamanya mereka berdua menahan hasrat akan keinginannya , selama gio tau merry sakit dan hamil , ia tak pernah meminta haknya kepada istrinya tersebut , karna ia begitu menghargai merry . dan untuk melampiaskan hasratnya mereka berdua hanya makingout atau hanya sekedar berciuman biasa ,
apalagi kala itu susana dan cuaca dingin akibat turunnya hujan menyelimuti resort tersebut , membuat dua pasangan yang sedang memadu kasih itu , semakin memiliki kenikmatan tersendiri . malam itu seolah hanya mereka berdua yang memilikinya .
" ehmm giooo " merry pun merintih , namun gio tak menghiraukan rintihan merry , ia masih sibuk memandangi wajah cantik wanita yang kini berada di bawahnya yang tengah sibuk memejamkan mata dan mencengkram erat tubuh kekarnya
sesekali gio mencium bibir berwarna merah jambu , bibir yang sama sekali tak terpoles lipstick sedikitpun itu ,
malam itu gio layaknya harimau kelaparan yang tengah menerkam mangsanya , semalaman penuh ia tak berhenti menerkam tubuh istrinya , rasanya begitu lama ia tak menikmati kehangatan tersebut . bahkan mereka berdua lupa waktu berapa lama mereka sudah terhanyut bersama .
seusai itu gio mengubah posisi tubuhnya tidur disamping merry namun matanya masih terjaga memperhatikan wajah cantik itu dari dekat .
" sampai detik ini aku masih belum bisa percaya bahwa dia menjadi milikku " gumam gio seraya kedua matanya menatap merry dengan begitu hangat .
.
.
.
.
mohon maaf , untuk akhir akhir ini proses update terbilang sangat lambat karna harus menunggu review dari pihak mangatoon .
editor mangatoon juga butuh waktu beristirahat , jadi harap bersabar ya hehe .
oh iya ..
terimakasih atas saran di episode sebelumnya 😊