
Merry menggendong Jesslyn menuju ke kamar dan terlihat kedua anak laki laki nya tengah sibuk membolak balikan sebuah buku di tangannya
" eh mama " sapa Jasson.
" Jasson, apa kau mengambil buku adikmu ? " tanya Merry.
" tidak kok ma, Jasson tidak mengambil nya " saut Jasson.
" bohong ! Kau mengambil buku dongeng milikku " seru Jesslyn denga melotot .
" siapa juga yang mengambilnya? Kau belum mencari sudah menuduh orang lain " celetuk Jasson.
Merry pun mendekati tempat tidur Jesslyn dan terlihat ada sebuah buku di atas sana.
Ia pun menurunkan putri kecilnya tersebut dari gendongannya.
" sayang apa ini buku yang kamu cari? " tanya Merry. Jesslyn memiringkan kepalanya dan melihat buku tersebut dengan seksama kemudian ia menganggukan kepalanya .
" iya ma, tapi tadi buku ini tidak ada disini Jesslyn sudah mencarinya , Jasson yang menyembunyikannya " ucap Jesslyn. Merry pun tertawa melihat ucapan anaknya yang begitu menggemaskan.
" kau berbohong . itu alasanmu saja agar aku di marahi oleh mama kan ? iya kan ? " seru Jasson .
" Mama ..Jesslyn tidak berbohong tadi buku Jesslyn tidak ada , jika mama tidak percaya mama tanya saja kepada kak ken " ucap Jesslyn dengan ketusnya .
" Ken ? " panggil Merry
" entahlah ma " saut Kendrick .
" jawaban kakak kenapa begitu " ucap Jesslyn dengan waah yang memelas
" kenapa kalian suka sekali mengganggu adik kalian ? " tanya Merry seraya menggeleng - gelengkan kepalanya .
" bukan Ken ma , tapi Jasson " Saut kendrick kembali
" yasudah lanjutkan lagi ya membaca buku dongengnya " ucap Merry seraya mengecup pipi anak perempuannya tersebut . Jesslyn pun mengiyakannya .
Ting .. Tong ..
saat Merry hendak kembali ke dapur terdengar suara bell di depan rumah .
" sepertinya tu bibi Carrol dan paman Andrew " kata Merry kepada anak - anaknya .
" Yeayyy , Harry kemari " seru Jasson ia beranjak dari tempat tidur dan berlari ke depan untuk menyambut kedatangan Harry , Merry pun tersenyum dan mengikuti anak lak lakinya tersebut .
" pengacau datang " Bibir mungil Jesslyn menggerutu kesal .
" Jesslyn , ayo keluar kita beri salam kepada bibi Carrol dan paman Andrew " ajak Kendrick .
" tidak mau , Jesslyn tidak mau bertemu dengan Harry " seru Jesslyn .
" Jesslyn " panggil Kndrick .
" baiklah " saut Jesslyn . Ken pun menggandeng tangan adik kecilnya untuk pergi ke depan . sementara Jasson dengan semangat membuka pintu rumahnya saat pintu terbuka terlihat Carrol , Andrew dan juga anak laki laki tampan dengan pipi merahnya beriri di depan rumah tersebut .
" Harry " sapa Jasson , Harry pun menyapa kembali sahabat kecilnya tersebut hingga mereka berpelukan . Harry dan Jasson sangatlah dekat terlebih lagi Carrol sering mengajak anaknya tersebut bermain di rumah Merry .
" Carrol , kak Andrew " sapa Merry .
" Merry apa benar aku tidak merepotkanmu menitipkan Harry sehari disini ? " tanya Carrol .
" sama sekali tidak aku malah senang Harry bisa ditinggal disini " ucap Merry . kemudian terlihat Kendrick dan Jesslyn menghampiri mereka semua . kedua mata Jesslyn melirik Harry dengan tidak senang .
" Putri bibi yang cantik " sapa Carrol , ia tak segan menggendong anak perempuan Merry dan menciumni wajahnya dengan begitu gemas hingga Jesslyn begitu risih saat bibir Carrol yang penuh lipstick itu menempel di kulit wajah nya .
" Heh lipstickmu menempel di pipi anakku " celetuk Merry .
" Ooops maaf merr , aku sangat merindukan gadis kecilmu ini " ucap Carrol seraya menghapus tanda bibir yang ia berii di wajah Jesslyn .
" apa bibi akan meninggalkan Harry disini ? " tanya Jesslyn .
" iya mami ku meninggalkanku seharian disini apa kau senang ? " saut Harry dengan melebarkan senyumnya
" tidak sama sekali " seru Jasslyn dengan memutar kedua matanya . Carrol , Andrew dan juga Merry pun tertawa melihat Jesslyn .
" sayang , Paman dan bibi akan meningalkan Harry hanya sehari disini kalian yang akur ya ? " tutur Andrew . Jesslyn menganggukan kepalanya meskipun ia sangat tidak senang akan keberadaan Harry . Carrol menurunkan Jesslyn dan berpamitan kepada kepada Merry dan juga anaknya .
" apa kalian tidak masuk dulu ? " tanya Merry .
" tidak Merr nanti kita tertinggal pesawat " ucap Carrol . Merry pun mengiyakannya .
" sayang , mami sama daddy berangkat dulu ya kamu baik baik disini sama bibi Merry dan jangan membuat masalah " tutur Carrol .
" siap mami " saut Harry dengan penuh semangat . Andrew dan Carrol pun berpamitan dan meninggalkan rumah Merry dan saat dirasa sahabatnya sudah jauh dari pandangan matanya , Merry pun mengajak anak - anak untuk masuk kedalam rumah .
" ayo anak - anak kita masuk habis ini kita makan kue bersama ya " ucap Merry . anak - anak pun mengiyakannya , Merry menyuruh anak sulungnya untuk mengajak adik adiknya masuk kedalam kamar , Kendrick mengiyakannya dan Merry berjalan mendahului anak anaknya tersebut untuk pergi ke dapur untuk melihat Kue yang sempat ia masak tadi .
" Jesslyn ayo " ajak Harry dengan menggandeng tangan Jesslyn .
" jangan menyentuhku ! kau pikir aku nenek tua yang tidak bisa jalan sendiri " seru Jesslyn ia pun meletakan kedua tangan di pinggangnya dan berjalan melenggak lenggokan tubuhnya mendahului kedua saudara nya dan Harry .
" entahlah kenapa dia seperti itu " ucap Kendrick seraya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah adik perempuannya tersebut .
Jesslyn pun masuk terlebih dulu ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur . tak lama kemudian di susul oleh saudara nya dan juga Harry .
" jangan menyentuh barang - barang milikku " ketus Jesslyn kepada Harry
" siapa yang mau menyentuh barang milikmu " seru Harry .
" Jesslyn , apa kamu bisa menjaga sikapmu " saut Kendrick .
" maaf " ucap Jesslyn .
" kau selalu saja seperti itu tidak bisa menjaga sopan santun " celetuk Jasson kepada Jesslyn .
" kau jangan ikut ikut " seru jesslyn .
" Harry ayo kemarilah duduk di tempat tidurku , kita bermain puzzle " ajak Jasson , Harry pun mengiyakannya . kedua matanya tak henti melihat Jesslyn yang tengah asyik memainkan boneka ddan juga buku ditangannya .
" Jesslyn , apa kau tidak mau bermain bersama kita ? " tanya Harry ,
" tidak ! aku tidak mau bermain dengan pengganggu seperti kalian " seru Jesslyn . tiba tiba suara mama Merry terdengar memanggil nama kenrdrick .
" kakak , mama memanggilmu " ucap Jesslyn .
" tidak usah memberi tau aku sudah dengar " saut Kendrick .
" dasar menyebalkan " bibir mungil Jesslyn mengerucut dengan kesal akan kakak tertuanya itu . kendrick pun meletakan buku miliknya dan menuju ke asal suara mamanya tersebut .
" ada apa ma ? " tanya Kendrick
" berikan kue ini kepada adik - adikmu dan juga Harry ." kata Merry seraya menyodorkan piring yang berisi 4 cupcake red velvet diatasnya . Kendrick mencium aroma harum yang berasal dari kue tersebut .
" sepertinya lezat , tapi Kendrick sangat lapar ma " ucap Kendrick sembari menerima cupcake tersebut .
" mama akan memasak makan siang , setelah itu kita makan bersama ya dengan papa " ucap Merry .
" baiklah " saut Kendrick , ia pun kembali ke kamar dan memberikan kue itu kepada adik adiknya tersebut .
" apa kalian semua ingin makan kue ? " tanya Kendrick .
" mau kak " saut Jesslyn , Jasson dan juga Harry dengan penuh semangat .
" kalau mau makan kue kalian turun dari tempat tidur dan duduk di lantai " ucap Kendrick , Harry dan si kembar Jasson Jesslyn pun menuruti kata kata Kendrick . mereka bertiga pun turun dan duduk berjejer di bawah lantai kamar , Kendrick membagi cup cake tersebut satu persatu kepada mereka .
Jasson dan Harry dengan lahap memakan kue tersebut sampai habis sedangkan Jesslyn masih belum sama sekali memakan kuenya tersebut ia masih sibuk memainkan boneka dan buku dongeng miliknya , meskipun Jesslyn belum bisa membaca namun gambar - gambar yang ada di buku tersebut menjadi penyemangatnya untuk belajar mengeja tulisan alphabet yang ada di buku itu .
" Jesslyn kenapa kamu tidak memakan kuemu ? " tanya Kendrick .
" sebentar kak , kuenya masih hangat " saut Jesslyn .
" yasudah cepat habiskan kuemu " perintah Kendrick , Jesslyn mengiyakannya dan sibuk memainkan boneka di tangannya . Kendrick mengambil piring kue tersebut ia keluar dari kamar dan hendak mengembalikan piring itu ke dapur .
" kue buatan bibi Merry sangat enak sekali " ucap Harry kepada Jasson .
" iya kue buatan mamaku sangat enak , apa kau mau lagi ? " tanya Jasson . seraya melirik ke arah Kue milik Jesslyn .
" mau , tapi apa boleh ? " tanya Harry ,
" kita ambil saja punya Jesslyn " kata Kendrick dengan tersenyum usil .
" nanti kalau dia menangis bagaimana ?" tanya Harry dengan sedikit takut .
" tidak apa - apa nanti mama akan memberi dia kue lagi " ucap Jasson , Harry melirik ke arah Jesslyn yang sibuk memainkan mainannya . Harry dan Jasson saling pandang dan tersenyum usil . Jasson menyuruh Harry untuk meraih kue terebut karna waktu itu jarak Harry lah yang lebih dekat dengan kue Jesslyn , Harry dengan hati - hati mengambil kue milik Jesslyn dan Jesslyn masih di sibukan dengan boneka baru miliknya hingga ia tak saar bahwa kuenya di ambil oleh Harry .
" aku dapat " bisik Harry kepada Jasson .
" Ayo kita makan ke ruang tengah " bisik Jasson . Harry pun mengiyakannya . mereka berdua beranjak berdiri dan menyembunyikan kuenya di balik baju milik Jasson .
" kalian mau kemana ? " tegur Jesslyn .
" bukan urusanmu " saut Jasson . ia pun cepat cepat melangkahkan kakinya keluar dari kamar bersama Harry .
" pergi yang jauh sana " seru Jesslyn , ia kembali memainkan bonekanya sambil bernyanyi lirih . sementara Harry dan Jasson duduk di atas sofa dan membagi kue itu menjadi dua bagian . mereka dengan lahap memakan kue itu hingga habis .
tak lama kemudian tiba tiba mereka berdua mendengar suara Jesslyn yang berteriak dan menangis begitu kencang .
" Jesslyn sepertinya sudah tau kalau kuenya hilang , lebih baik kita bersembunyi saja " tutur Jasson . Harry pun menurut dengan perintah Jasson . ia menarik tangan Harry dan mengajaknya untuk bersembunyi di belakang sofa tersebut .
" kakakkkk " teriak Jesslyn , Kendrick pun menghampiri teriakan Jesslyn ia melihat adik perempuannya tersebut menangis . ia menghampiri dan duduk di depannya .
" kenapa kau menangis ? " tanya Kendrick seraya menepis air mata adiknya tersebut .
" Jasson dan Harry mengambil kue milikku " kata Jesslyn dengan suara yang tak begitu jelas .
" (menghela nafas) ayo kita ke mama " ajak Kendrick . ia menarik dan menggandeng tangan adiknya menuju ke dapur untuk menghampiri Merry . gadis kecil itu masih menangis .
" mamaaa " panggil Jesslyn .
" kenapa menangis ? " tanya Merry . ia berjongkok dan memeluk tubuh mungil Jesslyn .
" (menghela nafas) sudah jangan menangis mama akan memberimu kue lagi " tutur Merry . Jesslyn pun menganggukan kepalanya . Merry pun memberikan putri kecilnya tersebut dua cup cake lagi dan Kendrick menemani adiknya memakan kue itu di meja makan .
Harry dan Jasson masih bersembunyi di balik sofa .
" sepertinya dia sudah tidak menangis ? " tanya Harry .
" aku bilang juga apa , mama pasti sudah memberikan lagi kue untuknya " saut Jasson dengan melebarkan senyumnya . .
" Jasson " suara yang tak asing terdengar di telinga Jasson . Jasson pun menoleh dan terkejut saat melihat mamanya sudah berdiri di belakangnya .
" ma-ma " ucap Jasson dengan takut .
" kenapa kau selalu mengganggu adikmu ?" tanya Merry . namun jasson dan Harry diam saja seraya menundukan kepalanya .
" ayo minta maaf kepada Jesslyn " pinta Merry .
" Jasson hanya mengambil kue saja , untuk apa Jasson meminta maaf " ucap Jasson .
" Jason mengambil kue yang bukan milik jasson sendiri , jadi Jasson harus minta maaf kepada Jesslyn , kalau Jasson tidak mau meminta maaf . mama tidak akan memberikan Jasson kue lagi untuk seterusnya " seru Merry . namun Jasson terdiam tak menjawab ucapan Mamanya .
" Jasson " Merry setengah berteriak .
" baiklah , ma " saut Jasson . ia mengajak Harry untuk pergi ke dapur menemui Jesslyn , terlihat Jesslyn sedang asyik menikmat kue di meja makan dan ia melirikan kedua matanya dengan tajam ke arah Harry dan juga Jasson . Kendrick hanya menggeleng - gelengkan kepala melihat Jasson , ia tak terkejut melihat Jasson yang mengganggu saudari kembarnya , karna hal ini sudah terbiasa ia lihat dalam kesehariannya .
" Jesslyn aku minta maaf karna sudah mengambil kuemu " ucap Harry begitu juga dengan Jasson .
" aku tidak mau memaafkan kalian " seru Jesslyn dengan melototkan kedua matanya .
" Jesslyn " saut Merry .
" baiklah , karna mama sudah memberiku dua kue yang lezat jadi aku memaafkan kalian " saut Jesslyn dengan meledek Jasson dan Harry .
" kue buatan mama sangat lezatttttt sekali " imbuhnya semakin meledek .
" sialan " Jasson menggerutu kesal , ia pun mengajak Harry untuk kembali ke dalam kamarnya . Jasson duduk diatas tempat tidur dengan wajah yang bersedih dan tak lama kemudian
Merry pun datang menghampiri Jasson dan Harry di dalam kamarnya dengan membawa 2 buah cup cake .
" Jasson , kalau Jasson mau kue lagi Jasson harus meminta ke Mama , tidak boleh mengambil makanan atau mengambil barang milik orang lain , itu sama saja mencuri . Jasson tidak mau kan kalau dituduh sebagai pencuri ? " tanya Merry . Jasson terdiam sejenak dan menggelengkan kepalanya .
" Maafkan Jasson ma " ucap Jasson .
" jangan di ulangi lagi ya , Harry juga tidak boleh seperti itu kalau temannya ada yang berbuat tidak baik tidak boleh ikut ikut ya nak? " ucap Merry . kedua anak laki laki yang ada di hadapan Merry ini dengan sesama menganggukan kepalanya . Merry pun tersenyum .
" anak pintar , ini kue lagi untuk kalian " ucap Merry seraya menyodorkan kue tersebut . Jasson dan Harry menerimanya dengan begitu senang dan langsung menghabiskan kue tersebut .
* malam harinya
Merry tengah berada di kamar anak - anaknya untuk memastikan bahwa ketiga anaknya dan juga anak dari sahabatnya sudah tertidur , malam itu Harry tidur bersama Jasson . setelah melihat anak anak tertidur ia pun kembali kedalam kamar nya , dan saat menutup pintu tiba tiba kedua tangan gio melingkar di pinggangnya dan mencium pipi istrinya tersebut dengan gemas .
" Gio .. kau mengagetkanku saja " seru amaerry dengan menepiskan senyumnya .
" apa anak - anak sudah tertidur ? " tanya Gio .
" ehem " saut Merry ia melepaskan tangan Gio dari pinggangnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur . Gio pun mengikutinya dan tidur di samping istrinya tersebut .
" aku hari ini sangat lelah sekali " ucap Merry . Gio pun melingkarkan tangannya di tubuh istrinya tersebut .
" kenapa memangnya ? " tanya Gio
" kau tau , Jasson tak ada henti - hentinya suka mengganggu adiknya . dia sama sepertimu suka mengganggu " ucap Merry . Gio pun tertawa dan mengeratkan pelukannya .
" memang dia anakku jadi jelas mirip denganku kau ini bagaimana " saut Gio . Merry pun tertawa dengan konyol .
" oh iya sayang , bagaimana kabar Aline sekarang ? " tanya Merry .
" kenapa kau menanyakan dia ? " tanya Gio .
" ya aku ingin tau saja , sudah 3 tahun lebih kita tidak mendengar kabar darinya " ucap Merry .
" sepertinya dia sudah bahagia dengan keluarga barunya , sama seperti kita " saut Gio .
" memangnya kita bahagia ? " tanya Merry dengan menggoda .
" oh jadi kau tidak bahagia bersamaku ? " tanya Gio dengan kesal .
" tidak " saut Merry .
" kau benar - benar tidak bahagia ? " tanya Gio . Merry pun tertawa .
" aku hanya bercanda .. mana mungkin aku tidak bahagia , aku sangat bahagia sekali . kalau tidak bahagia mana mungkin aku punya tiga anak darimu " Merry pun merajuk dan memeluk erat dan menggoyang - goyangkan tubuh suaminya tersebut .
" benarkah ? " tanya Gio . Merry pun mengiyakannya .
" kalau begitu kita perlu menambah satu anak lagi biar kau terlihat semakin bahagia " tutur Gio dengan menahan senyumnya .
" tidak " saut Merry seraya menjauhkan tubuhnya .
" kenapa ? bukannya kau bahagia " tanya Gio dengan menggoda
" tiga anak sudah membuatku pusing sayang " ucap Merry .
" kau tidak ikhlas merawat mereka ? " tanya Gio seraya membelai wajah cantik istrinya tersebut
" bukan seperti itu , mana mungkin seorang ibu tidak ikhlas merawat anak - anaknya ? aku sangat ikhlas sekali bahkan sangat senang bisa memiliki mereka . tapi kau lihat sendiri kan Jasson dan Jesslyn saja terkadang mereka masih sama sama iri , mereka berbeda dengan Kendrick . kalau kita punya anak lagi aku tidak tau bagaimana sikap mereka kepada adiknya " tutur Merry , Gio pun tertawa .
" kenapa kau tertawa ? " tanya Merry dengan kesal .
" aku hanya bercanda tadi haha , kalau wajahmu kesal seperti ini kau begitu menggemaskan sama seperti Jesslyn rasanya aku ingin menggigit mu seperti ini " ucap Gio seraya mengigit pipi istrinya tersebut .
" haha dasar kau ini sungguh menyebalkan " seru Merry dengan mengeratkan pelukannya .
" meskipun menyebalkan tapi kau mencintaiku " ucap Gio dengan menggoda .
" hah tapi kau dulu yang mencintaiku kan " celetuk Merry .
" (mendesis) kau ini bisa saja kalau menjawab , ayo tidur " kata Gio ia semakin mengeratkan pelukannya seakan tak ingin lepas dari istri tercintanya itu . rasanya kebahagiaan diantara mereka semakin bertambah setiap harinya .
.
.
.
*Menjalani hidup itu semacam minum kopi
kau perlu menambahkan sedikit gula agar sisi pahitnya tidak begitu terasa.
@Noviana_Lancaster*
.
.
.
.
.
.
.
.
untuk yang season 3 tunggu ya besok aku akan update . sambil menunggu season 3 kalian bisa baca karya novelku yang lainnya .
1 . klik nama NONA LANCASTER
2 . klik ikuti dan klik karya
3 . nah kalian bisa liat semua karyaku tuh . jangan lupa klik ikuti yah
4 . jangan lupa juga follow instagram akuh @novianalancaster . memang ada 2 akun ya dan semuanya aku pakai , yang satu instagram private dan satunya lagi instagram buat nyampah kata kata gak jelas wkwk .
Season 3 akan aku rilis besok ya , dan nanti akan aku kasih cast visual pemainnya yang cantik cantik dan ganteng ganteng , sebenarnya di season 3 ini aku ngisahin tentang kendrick karna disini kendrick memiliki karakter introvert , tapi kalian tenang aja , di season 3 ini aku gak hanya menceritakan kisah cinta kendrick , tapi aku juga akan menceritakan kisah cinta semua pemeran tak terkecuali Jasson dan Jesslyn .
Thor kali ini tentang perjodohan juga ngga ?
. oh ngga kok tenang aja ,aku bosen kalau ceritanya di jodoh jodohkan mulu wkwkwk jadi nanti yang season 3 ini berbeda ya , mungkin lebih mengarah ke 21+ tetapi tidak terlalu yang vulgar , ya sama lah seperti novel novel aku sebelumnya meskipun ada unsur dewasa tetapi tidak terlalu yang berlebihan kayak novel novel lainnya hehe ,
pokoknya alurnya nano nano deh wkwkwk .
Author : kalian penasaran ngga ?
Reader : enggaaaa
Author : yaudah , biar aku saja wkwk
Author : selama ini kalian bosen ngga sih sama alur ceritaku ?
Reader : bosennnnnn
Author : astaga jahat kalian yah -_-
jangan lupa setelah membaca tekan like maacihhh