
Hingga tengah malam Gio masih belum bisa tertidur . dari tadi ia hanya memperhatikan merry sembari membelai lembut kepalanya . Kemudian ia mencoba melepaskan pelukan tubuh merry dengan perlahan lahan karna takut merry terbangun , gio beranjak dari tempat tidurnya.
Dan mengambil sebuah album foto keluarganya didalam lemari , ia menjatuhkan tubuhnya untuk duduk diatas sofa yang ada di kamarnya .
Ia memandangi potret semasa kecilnya bersama mama papa dan juga adiknya .
Rasanya begitu menyakitkan ,
bagaimana tidak !
Gio menyaksikan sendiri kejadian pilu itu , kejadian yang merenggut nyawa keluarganya .
Merry pun terbangun ia merabah tempat tidurnya namun tak melihat gio di sampingya ia membuka mata dan mengucek kedua matanya itu seraya memusatkan kedua matanya tersebut kearah gio yang tengah duduk di sofa sembari memegang sesuatu di tangannya.
Ia langsung menghampiri dan menegur gio ..
" Gio .. Kenapa kau belum tidur ? " tanya merry , gio pun langsung menutup album foto keluarganya
" aku belum mengantuk , Kemarilah .. Kenapa kau bangun ? " tanya gio menarik tangan merry , ia mengajak merry duduk disampingnya dan melingkarkan tangan di bahunya .
" ya karna terbangun saja melihat kau tidak berada di tempat tidur " ucap merry sembari melirik ke arah album yang sedang gio pegang , gio pun tersenyum
" ayo akan ku temani tidur lagi " ucap gio meletakan album fotonya di meja depannya , merry langsung menyaut album tersebut
" album foto mama sama papa ? " tanya merry seraya tangannya membalik lembaran foto di album tersebut , gio hanya menganggukan kepalanya
" apa kau merindukannya ? " tanya merry kembali
" tidak ! Ayo tidurlah , " ajak gio ia mencoba menarik tangan merry untuk berdiri dari duduknya seolah menghindar , namun merry menarik kembali tangannya dan menyuruh gio duduk
" (menghela nafas) semua anak pasti merindukan orang tuanya " ucap gio ia beranjak dari sofa dan duduk di tepi tempat tidur , merry pun meletakan album fotonya dan menghampiri gio .
" mama sama papa sangat menyayangi mu " ucap merry
" mereka tidak pernah menyayangi ku , mereka pilih kasih lebih memilih untuk menemani vanno daripada aku " saut gio sembari membuang mukanya
" giooo jangan bilang seperti itu " ucap merry seraya memegang lengan gio
" sudahlah merry kau ini tidak tau apa apa ! Kau tidak tau bagaimana aku harus melewati hari hariku selama ini ? Selama 16 tahun Setiap waktu aku harus membunuh dan menikam kerinduanku terhadap papa , mama dan vanno , seringkali aku mencoba melupakan semua nya namun bukankah itu sesuatu yang mustahil untuk di lupakan ? Meskipun aku berada dikerumunan banyak orang maupun teman aku selalu merasa kesepian " seru gio , ia membuang wajahnya untuk menahan kesedihannya
" giooo " ucap merry lirih ia langsung memeluk hangat tubuh suaminya , merry bisa merasakan apa yang sedang suaminya rasakan
" ayo tidur lah .. Aku baik baik saja " pinta gio , gio pun mengajak merry untuk tidur dan tak lama kemudian mereka berdua tertidur