
merry langsung memilih salah satu buku dan membaca buku tersebut . tidak ada 30 menit ia sudah selesai membaca satu buku penuh sekaligus
Ia hendak mengambil buku lainnya namun terdengar suara bell berbunyi dari luar rumah , merry hendak membukakan pintu namun bi anne terlebih dulu membukakannya .
Dan Merry terkejut ketika tau yang sedang bertamu ialah aline
" hai merry " sapa aline , merry pun menyapa aline balik , bibi anne pamit masuk kedalam melanjutkan pekerjaannya kembali , sementara merry belum mempersilahkan aline masuk dia sudah masuk dan duduk terlebih dulu
" apa kau mencari gio ? Dia sedang bekerja " ucap merry
" aku sudah tau " jawab aline melirik merry dengan sinis
" terus kenapa kau kemari kalau sudah tau gio bekerja ? " tanya merry
" aku hanya ingin melihat rumah yang baru gio beli , sepertinya rumah ini akan ku tempati kelak dengan gio seusai menikah " jawab aline tersenyum sembari melihat ke sekeliling rumah , mendengar perkataan aline, raut wajah merry langsung berubah seketika , ia hanya diam dan terlihat bersedih .
" ya tuhan kenapa hatiku sesakit ini " gumam merry dalam hati
" merry kemari duduklah bersamaku " pinta aline yang kala itu melihat merry hanya berdiri di sampingnya , merry pun duduk disamping aline , tak lama kemudian bi mia datang membawakan 2 gelas minuman dan meletakan gelas tersebut di meja yang ditempati aline dan merry duduk .. kemudian bi mia berlalu meninggalkan merry dan aline
" bagaimana harimu dengan gio ? " tanya aline
" baik baik saja " saut merry lirih , tangan aline tiba tiba menaikan dagu merry
" lalu kenapa kau terlihat bersedih seperti ini ? " tanya aline tersenyum licik
" siapa yang bersedih aku tidak bersedih " jawab merry lirih
" merry , kau jangan berbohong .. " ucap aline melepaskan dagu merry dengan kasar
" apa kau sudah mulai menyukai gio ? " tanya aline
" mana mungkin .. " saut merry lirih
" baguslah , meskipun kau istrinya tetapi harus kau tau gio menikahimu hanya karna terpaksa dia sama sekali tidak menyukaimu , seharusnya kau pasti tau itu " ujar aline , merry pun mencerna kata kata aline dia mengingat bagaimana dirinya menikah dengan gio hanya karna perjodohan yang sama sekali tidak diinginkan , bukan karna cinta atau sebagainya .
" iya aku tau " ucap merry lirih , dadanya seakan sesak mendengar ucapan aline , dia menahan air matanya
" merry jangan menangis .. Jangan menangis " gumam merry dalam hati , ia mencoba menenangkan dirinya sendiri
" kenapa wajahmu menjadi pucat seperti ini ? apa kata kataku melukaimu ? " tanya aline tersenyum licik seraya memperhatikan wajah merry
" tidak .. aku tidak apa apa " seru merry ,
" merry .. kau lebih pantas dengan william , bukannya kau menyukai william ? " tanya aline , namun merry hanya diam saja tak menggubris pertanyaan aline
" bagaimana kalau lusa kita dinner bersama ? double dating ? kau dengan william dan aku dengan gio ? sepertinya menyenangkan bukan ? " sambung aline , namun merry tetap diam saja
" aline apa kau masih ada keperluan lagi ? karna aku sibuk ! aku mau memasak " tutur merry
" kau mengusirku ? baiklah " saut aline
" bukan .. bukan mengusir , aku hanya sibuk saja kalau kau mau tetap disini tidak apa apa , tetapi aku tidak bisa menemanimu " saut merry
" tidak usah aku pulang saja , maaf mengganggu " ucap aline tersenyum sinis ia pun berlalu berpamitan pulang kepada merry
" nyonya merry apa kau sakit ? " tanya bi mia , merry pun menggelengkan kepala , bi mia memperhatikan raut wajah merry dengan penuh keheranan karna tadi raut wajahnya begitu sumringah namun tiba tiba menjadi bersedih , hingga menjelang malam semua makanan siap disajikan di meja makan , tinggal menunggu gio pulang .
merry pun kembali ke kamarnya , untuk menghilangkan rasa bosan dan pikirannya yang kalut , ia mencoba melampiaskannya kepada buku .
merry mencoba memilah milah buku yang sekiranya menarik untuk ia baca . namun tiba tiba gio memeluknya dari belakang hingga membuat merry terkejut
" gio kau sudah pulang ? " tanya merry mencoba melepaskan tangan gio dari perutnya namun gio tidak mau melepaskan tangannya , ia malah menenggelamkan wajahnya disamping kepala merry sembari memejamkan matanya .
" gio lepaskan tanganmu .. cepat mandi dan makanlah " pinta merry lirih , gio pun melepaskan pelukannya , dan menghadapkan wajah merry di depan wajahnya
" baiklah , kau tidak lupa kan janjimu malam ini " tanya gio menatap hangat kedua mata merry , merry pun menunduk dan menganggukan kepalanya ,
merry mengambilkan baju gio dan menunggu gio di meja makan .
seusai mandi gio pun menghampiri merry , merry mengambilkan makanan untuk gio , gio hanya memperhatikan raut wajah merry yang tidak seperti biasanya .
" merry apa kau sakit " tanya gio
" ehm engga " saut merry lirih memaksakan senyumnya
" cepat makanlah .. " sambung merry , mereka berdua pun makan , pikiran merry benar benar terganggu , sesekali gio tak henti memandangi raut wajah merry dengan heran .
seusai makan malam mereka berdua kembali ke kamar dan gio pun langsung menagih janjinya dan ia menutup pintu kamarnya dengan rapat .
merry duduk di tepi tempat tidur dengan perasaan bingung dan kikuk , gio pun mendekatinya .
" kau kenapa ? " tanya gio sembari membelai rambut merry
" tidak apa apa " saut merry lirih , ada rasa bahagia tersendiri didalam hati merry , namun merry tidak bisa mendeskripsikan kebahagiaan seperti apa yang sedang ia rasakan ,
gio merebahkan tubuh merry dan ia mencoba menindihnya dan hendak mencium bibir merry namun tiba tiba kata kata aline yang menyakitkan terngiang di telinga merry , hingga membuat merry bersedih kembali , ia memejamkan matanya dengan pasrah namun air matanya tiba tiba mengalir seketika , gio yang melihat merry menangis dahinya langsung mengerut dan tangannya mengepal dengan geram , ia berpikiran kalau merry terpaksa melakukannya .
gio pun tidak melanjutkan , ia menjauhkan tubuhnya dari merry ia berlalu meninggalkan merry . membuka pintu dan menutup dengan keras pintu kamarnya itu , hingga membuat merry terkejut
" giooooo " panggil merry , ia menepis air matanya . dirinya beranjak dari tempat tidur dan mengikuti gio keluar kamarnya , namun gio yang terlihat marah langsung menaiki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ..
" giooooooooo kau mau kemana ? " teriak merry , namun teriakan merry pun percuma tak membuat gio menghentikan laju mobilnya .
di depan rumah, merry pun memejamkan matanya dengan menangis melihat gio yang pergi meninggalkannya begitu saja .