
Gio masih menenangkan merry , ia membaringkan setengah badan disampingnya dan menemani istrinya tersebut hingga tertidur .
Kedua matanya tak lepas memandangi raut wajah merry . Sesekali tangannya mengusap lembut perut merry . Setiap kali melihat merey menangis hatinya terasa begitu terluka .
" Gioo .. " merry mengigau dengan lirih , ia mengernyit kesakitan . Gio pun panik dan mencoba membangunkannya .
" Merry .. Kau kenapa ? " tanya gio panik , ia mencoba membangunkan merry dengan menepuk nepuk lembut pipinya . Namun merry tak membuka matanya ia masih mengernyit seakan menahan rasa sakit , gio tetap mencoba membangunkannya . Namun Rasa sakit yang merry rasakan tiba tiba menghilang merry pun melanjutkan tidurnya kembali dengan tenang .
Gio memejamkan mata dan menelan ludahnya dengan begitu keras.
" aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu .. Tidak akan pernah " gumam gio dalam hati , ia mencium merry dengan penuh rasa takut .
Gio beranjak mengambil ponselnya .
Gio mengirimkan pesan singkat kepada papanya bahwa untuk sementara waktu ia akan mengajak merry tinggal di rumah papanya tersebut dan rey pun mengiyakannya .
Keesokan paginya .
Dirumah alka dan cathrine
Alka , cathrine dan elyn sedang menikmati sarapan pagi sembari berbincang bincang .
" oh iya .. Mami lupa memberitau kalian kabar bahagia " ucap cathrine
" kabar apa mi ? " tanya elyn sembari mengunyah makanan di mulutnya ,alka pun menyaut juga dengan penasaran .
" kakakmu merry sekarang sedang hamil " ujar cathrine seraya melebarkan senyumnya
" ah benarkah mi ? Yeayyyy Jadi elyn akan punya keponakan dong ? " seru elyn kegirangan
" syukurlah .. Semoga merry dan bayinya diberi kesehatan " saut alka tersenyum .
" sayang .. apa kau tau betapa senangnya aku dan kikan saat mengetahui kabar ini " ucap cathrine kepada alka
" aku sudah tau ! " seru alka
" mamii .. elyn juga ingin sekali menikah " ucap elyn dengan meletakan tangannya di dagu .
" bicara apa kau ini , kau ini masih kecil ! selesaikan kuliahmu dulu " tutur cathrine
" tapi kakak kan juga masih kecil tapi sudah menikah , kakak juga tidak menyelesaikan kuliahnya !
mami .. elyn sangat lelah dan bosan kuliah , elyn ingin menikah saja " seru elyn dengan mengerucutkan bibirnya
" elyn .. menikah itu bukan untuk kesenangan semata dan bukan juga untuk pelarian pengusir rasa bosan! menikah itu perkara kesiapan mental , menikah itu pekerjaan yang sangat melelahkan dan memiliki jangka waktu yang begitu panjang ! karna kelak kau tidak hanya mengurus dirimu sendiri , melainkan keluargamu ! kau saja masih bergantung kepada mami , bagaimana bisa kau mau menikah muda . mau di kemanakan suamimu dan anak anakmu nanti ? " celetuk cathrine
" jangan kau banding bandingkan usiamu dengan kakakmu , tunggu 1 - 2 tahun lagi baru kau boleh menikah ! " saut alka
" baiklah " ucap elyn dengan memutar kedua bola matanya
" elyn .. cepat habiskan makanmu setelah itu kita pergi ke rumah mama kikan , nanti katanya kakakmu akan kesana " ujar cathrine , elyn pun mengiyakannya
Gio dan merry sudah bangun dan mereka berdua berada di meja makan untuk sarapan bersama , raut wajah merry tak seperti biasanya . sejak bangun tidur ia hanya diam saja , sama sekali tak berbicara kecuali sesuatu yang dianggapnya penting untuk ia bicarakan . tangannya tak henti memainkan sendok diatas piring yang ada di hadapannya .
kedua mata gio tak lepas memperhatikannya .
" aku tidak nafsu untuk makan ! " ucap merry lirih , gio yang kala itu duduk dan makan berhadapan dengan merry , ia meletakan sendoknya dan beranjak mengubah posisi duduknya untuk duduk di samping merry , ia pun menyibakkan rambut merry .
" sayang , ayo makanlah sedikit akan ku suapi , kalau kau tidak makan nanti kau akan sakit " pinta gio , tangannya meraih piring dan menyendokan sesuap makanan untuk merry
" gio .. aku sama sekali tidak lapar , kenapa kau memaksaku " seru merry
" mungkin kau tidak lapar tapi anak kita pasti lapar , ayo buka mulutmu ? kau tidak ingin kan anak kita merasa lapar ? " tutur gio , ia terpaksa membujuk merry agar istrinya itu mau makan , sejenak merry menatap mata gio , mendengar kata tentang anaknya . ia langsung membuka mulutnya . gio pun menepiskan senyumnya ketika istrinya tersebut mau makan .
seuasi makan merry dan gio kembali ke kamarnya , gio hendak pergi ke kantor dan sekalian mengantar merry ke rumah mamanya.
" bersiap siaplah .. kita pergi kerumah mama " pinta gio sembari membalutkan jas di tubuhnya
" apa kau akan pergi bekerja hari ini ? " tanya merry lirih ,
" iya .. Aku akan pergi kekantor sebentar , tapi sebelum itu aku akan mengantarmu terlebih dulu ke rumah mama " ucap gio
" bisakah hari ini kau libur dulu ? Aku ingin kau menemaniku ! " pinta merry memelas
" tidak bisa sayang .. Aku hari ini ada pekerjaan penting di kantor " tutur gio dengan menyibakan rambut merry . Merry pun menatap gio kesal
" yasudah pergilah sana , aku akan berangkat sendiri ke rumah mama " seru merry membuang mukanya .
" merry aku ke kantor hanya sebentar saja setelah pekerjaanku selesai aku akan pulang " ucap gio , namun merry hanya diam saja . Gio mengerjap kebingungan .
" Kenapa kau jadi marah seperti ini ? Apa kau mau ikut ke kantor bersamaku " tanya gio dengan bingung . Merry pun melirikan matanya ke arah gio .
" memangnya aku boleh ikut ? " tanya merry
" tentu saja .. bawalah beberapa buku agar kau tidak merasa bosan disana " ucap gio seraya menepiskan senyumnya , merry pun dengan raut wajah yang senang mengiyakannya .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
jangan lupa untuk membaca kelanjutan cerita **amoera is my lady **
Gracias ^_^