My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Perusahaan kakek



keesokan paginya 


* dirumah kikan


Gio mengantarkan merry ke rumah mama dan papanya , karna pagi itu ia akan pergi ke london untuk memantau  perusahaan kakeknya yang ada disana  .


gio membantu merry untuk  masuk ke dalam kamar dan duduk diatas tempat tidur , ia mengambil 3 buku dan memberikannnya kepada merry .


" bacalah buku biar kau tidak bosan " ucap gio 


" gio apa kau benar mau pergi meninggalkanku sendirian ? " tanya merry


" sayang .. kan aku hanya pergi 3 hari saja tidak akan lama " tutur gio sembari mencium istrinya tersebut . Merry terdiam kedua matanya tak henti menatap raut wajah gio


" kenapa menatapku seperti itu? " tanya gio dengan menepiskan senyumnya.


" aku ingin sekali kau temani . apa tidak bisa kau tunda saja pergi ke london? " tanya merry dengan memelas.


" tidak bisa sayang, aku hanya sebentar saja. Setelah memantau kondisi perusahaan kakek aku langsung pulang.. Aku tidak bisa membiarkan perusahaan kakek yang dibangun mulai dari 0 kacau begitu saja " ucap gio.


" baiklah " saut merry.


" apa kau ingin sesuatu? " tanya gio


" emmmmmmm.. aku ingin sekali memelukmu " ucap merry dengan manja. Gio pun tersenyum dan memeluk erat tubuh merry .


" (mendesis) manja sekali kau ini " ucap gio seraya mencium pipi merry .


" gio kenapa aku lapar lagi? rasanya aku ingin sekali makan." ucap merry


" kan tadi kau sudah makan di rumah? dan kau tadi makan sangat banyak sekali , bagaimana sekarang bisa lapar lagi? " tanya gio dengan heran.


" entahlah , kenapa memangnya kalau aku makan banyak? apa kau takut aku menjadi gemuk dan jelek? " ketus merry seraya mengerutkan bibirnya. gio pun tertawa kecil .


" kau ini bicara apa? .. meskipun kau menjadi gemuk , jelek atau bahkan tua sekalipun, aku tetap akan mencintaimu " tutur gio sembari menyibakkan rambut merry.


" yasudah.. kalau begitu tolong ambilkan aku makanan " pinta merry.


" baiklah tunggu disini akan ku mintakan kepada mama makanan ringan " ucap gio ia pun pergi ke dapur menemui kikan untuk meminta makanan ringan. kemudian ia kembali kekamar menemui merry dan memberikan makanan ringan itu kepada merry . layaknya anak kecil, merry tak segan membuka snack tersebut dan memakannya dengan begitu cepat . gio pun menggeleng gelengkan kepalanya karna melihat tingkah istrinya tersebut.


" merry.. aku berangkat sekarang ya, aku takut tertinggal pesawat. " pamit gio. merry pun menganggukan kepalanya seraya mengunyah makanan di dalam mulutnya.


Kini tangan gio menyentuh perut merry dan mendekatkan wajahnya di perut itu.


" sayang.. kau jangan nakal nakal papa pergi dulu " ucap gio sembari mencium perut istrinya tersebut.


" ayo aku antar ke depan " ucap merry.


" tidak usah.. Kau istirahatlah saja disini " tutur gio.


" baiklah.. Nanti jika kau sudah tiba disana kabari aku " pinta merry. Gio pun mengiyakannya, ia mencium kening istrinya dan bergegas meninggalkan kamar . sebelum berangkat Gio menemui mama kikan dan papa rey yang kala itu sedang berada di ruang tamu.


" Pa.. Ma.. Gio menitip merry dulu ya . Maaf gio merepotkan kalian " tutur gio


" kami sama sekali tidak merasa di repotkan, justru mama senang merry tinggal disini. " ucap kikan.


" Gio .. Merry sebentar lagi akan melahirkan , apa tidak kau tunda dulu untuk pergi ke london ? " tanya rey kepada gio 


" kata dokter perkiraan merry melahirkan 7 - 10 hari lagi pa , gio hanya pergi 3 hari saja dan akan segera kembali . gio tidak tenang sebelum melihat sendiri kekacauan yang terjadi di perusahaan kakek " ucap gio  .


" baiklah nak kalau begitu kau hati hati .. " tutur rey . Gio pun langsung bergegas keluar dari rumah . Di halaman rumah sudah terlihat sebuah taxi yang Menunggunya. Gio pun menumpangi taxi itu untuk menuju ke bandara.


Gio melakukan perjalanan ke london dengan menggunakan pesawat dan itu memakan waktu kurang lebih 85 menit.


* London city


Setibanya di london gio langsung menuju ke perusahaan milik kakeknya. di sana dirinya sudah di sambut oleh tuan steve dengan baik.


tuan steve ialah partner bisnis sekaligus keponakan dari kakek vinno


Dan steve juga memiliki saham 25 % di perusahan tersebut .


Namun yang menjadi kaki tangan kakek vinno untuk di percaya mengelola perusahaan selama ini ialah tuan berto.


" gio ayo kita bicara di ruanganku " ajak tuan steve.


" apa gio bisa melihat arsip perusahaan selama satu tahun belakangan ini om? " tanya gio.


" ehm itu apa .. Arsipnya masih Dicari " ucap tuan steve.


" dicari? Dicari bagaimana maksud om? " tanya gio.


" iya .. nona wellie mengundurkan diri satu bulan yang lalu jadi aku tidak tau betul dia meletakan arsip perusahaan dimana. Karna di ruang penyimpanan arsip tidak di temukan " tutur steve.


" kenapa nona wellie mengundurkan diri? Bukannya dia sudah mengabdi kepada kakek selama 30 tahun disini ? " tanya gio dengan heran.


" om juga tidak tau kenapa nona wellie mengundurkan diri. Mungkin ada masalah di keluarganya atau hal yang lain. Om tidak tau " ucap steve


" lupakan masalah nona wellie kita fokus kembali ke pembahasan perusahaan .. Apa kau tau dimana kakekmu menyimpan sertifikat perusahaan? " imbuh steve


" untuk apa om menanyakan sertifikat perusahaan? " tanya gio.


" om hanya tanya saja biar sewaktu waktu jika ada masalah. Kau kan bisa menunjukan sertifikat kepemilikan tersebut " ucap steve.


" om tenang saja gio tau.. sebelum kakek meninggal, kakek sudah memberi tau tempat penyimpanan dokumen dokumen penting kepada gio " tutur gio


" baiklah.. " ucap steve.


" maaf om .. kakek sudah berpesan yang akan memegang kendali perusahaan kakek adalah paman berto dia besok akan kembali dari amerika jadi mau tidak mau gio mempercayakan kepada beliau . Karna dari dulu paman berto sudah menjadi kaki tangan kakek " tutur gio . Steve mengernyit dengan kesal .


" Gio .. Berto sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap perusahaan ini , dia tidak tau apa apa . Semenjak Kakekmu tiada perusahaan semakin kacau di kendalikan oleh berto dan om lah yang tau seluk beluk perusahaan ini, kalau kau menyerahkan semuanya kepada om, om pasti bisa mengatasi kekacauan yang terjadi saat ini " ucap steve . ia mencoba meyakinkan gio .


" kalau om tau betul seluk beluk tentang perusahaan, lalu kenapa perusahaan bisa mengalami kekacauan? " tanya gio


" karna keseluruhan perusahaan di kendalikan oleh Berto , jadi om tidak bisa berbuat apa apa ! Terutama 3 bulan ini perusahaan mengalami kerugian besar bahkan hingga jutaan poundsterling (setara ratusan milyar rupiah) , sementara kau lihat sendiri berto malah sibuk berlibur ke luar negeri bersama keluarganya " tutur steve.


" gio.. berto hanya orang luar sementara om? om masih ada hubungan darah dengan kakekmu. lalu kenapa kau tidak mempercayakan semuanya kepada om? lagi pula om juga memiliki saham di perusahaan kakekmu , kalau kau membiarkan kekacauan yang terjadi di perusahaan ini terus menerus jangan salahkan om jika perusahaan ini akan mengalami kebangkrutan seperti perusahaan milik papamu dulu " imbuh steve.


" tidak .. Gio tidak akan membiarkannya? nanti akan gio pikirkan kembali . selain itu apa om steve punya solusi lain? " tanya gio


" ada " saut steve.


" apa? beritau gio? " tanya gio


" Solusi yang tepat adalah dengan menjual sebagian aset perusahaan ini kepada tuan xiau chen. Hitung hitung untuk menutupi sebagian hutang di perusahaan tetangga " ucap steve .


" maaf om .. Tapi sampai kapanpun gio tidak akan pernah mau menjual aset perusahaan kakek kepada siapapun , perusahaan ini kakek dirikan dengan hasil jerih payahnya sendiri. sejak kakek masih muda sejak dunia perbisnisan belum mengenal nama vinno moen " tutur gio dengan penuh penekanan.


" om hanya menyarankan saja ! kau jangan lupa om juga ikut ambil andil di perusahaan ini, karna om memiliki saham disini " ucap steve


" memang berapa persen saham yang om steve tanam di perusahaan kakek ? " tanya gio .


" 25 % " saut steve


" hanya 25 % saja ? Gio akan mengembalikan saham om steve bila perlu beserta bunganya!


Tapi untuk masalah jual beli aset perusahaan. om steve tidak berhak untuk ikut bersuara " seru gio .


" gio maksud om bukan seperti itu " sela steve.


" Kita bicarakan lagi besok bersama paman berto . Gio permisi pamit " pamit gio  , ia beranjak dan berlalu meninggalkan steve .


" Gioo " teriak steve namun gio tak menggubris nya.


"  sialan kenapa jadi begini? " gumam steve dengan kesal. Steve mengepalkan kedua tangannya dengan geram . Seakan ada dendam di balik kedua matanya .


" Gio.. kau hanya anak kemarin yang tidak tau apa apa tentang ini semua , aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangi misiku . Bahkan jika perlu aku bisa melenyapkan seekor nyamuk kecil sepertimu " gumam steve seraya tersenyum licik.


Steve meraih ponsel di saku celananya dan memulai menghubungi seseorang.


" kau mau uang? " tanya steve


" tentu saja " saut suara seorang laki laki dari balik ponsel tersebut.


" baiklah nanti malam kita bertemu di tempat biasa " ucap steve .


Sementara gio ia berjalan ke jalan Raya untuk mencegat taxi . Setelah mendapat taxi, ia menaiki taxi tersebut. Pikiran gio semakin kacau. Berlarian kemana mana


Seakan ada beban berat di dalam pikirannya. Sebenarnya gio hanya ingin fokus memikirkan merry dan perusahaan yang ia kembangkan di irlandia namun di sisi lain dirinya tidak bisa meninggalkan perusahaan kakeknya begitu saja .


" aku curiga dengan paman berto perusahaan sedang mengalami kekacauan dia malah asik asikan ke amerika , ini tidak bisa ku biarkan. kakek sudah baik kepadanya tapi kenapa kebaikan kakek justru malah di salah gunakan " gumam gio dalam hati.


" lebih baik untuk sementara ini perusahaan akan ku alihkan kepada om steve , biar dia yang memegang kendali perusahaan, tapi aku sangat tidak suka saat om steve ikut campur masalah aset perusahaan ,


ah sudahlah .. kepala ku pusing memikirkan ini semua, lebih baik kupikirkan lagi besok dan akan ku bicarakan saat paman berto datang " gumamnya kembali.


Tak lama kemudian taxi yang gio tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah.


" tunggu sebentar ya pak " ucap gio kepada sopir taxi tersebut.


Gio turun dari taxi . ia berdiri di depan rumah mewah itu dengan menghela nafas yang begitu berat. Ternyata itu ialah rumah yang pernah di tempati oleh keluarganya dulu saat


Sebelum mengalami kecelakaan pesawat .


Gio dan Keluarganya pernah tinggal dirumah tersebut. Namun karna gio mengalami trauma berat akibat kecelakaan itu


kakek vinno mengajak gio pindah ke irlandia untuk melakukan trauma healing agar cucu satu satunya tersebut tidak terlalu mengingat ingat tentang kejadian yang merenggut nyawa semua keluarganya itu . Jadi kakek vinno menjual rumah itu dan menetap di irlandia.


" tidak ada yang berubah dari rumah ini.. Aku sangat merindukan kalian semua. andai saja waktu bisa di putar " gumam gio seraya memejamkan kedua matanya dengan begitu getir.


.


.


.


.


.


.


hayoo udah pada tau novel terbaru akuh belum? 😂


thor kok lama banget sih updatenya. ?


iya soalnya aku lagi nyusun buat ending novel ini kan kurang beberapa episode lagi tamat 😂


jangan lupa setelah membaca tekan like ya


maaciw ❤