My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Begitu takut



William masih tidak percaya dengan perkataan yang dilontarkan langsung oleh gio .


" gio .. Apa maksudmu berbicara seperti itu ? " tanya william , seraya menarik bahu gio


" apa kau bisa diamm ? " teriak gio dengan geram dan ia menepis tangan william dengan kasar dari bahunya


" kak louis cepat bicaralah " teriak gio kembali , louis pun mengajak gio masuk kedalam kamar merry an menutup pintu kamarnya , terlihat merry masih tak sadarkan diri diatas tempat tidur .


louis pun menerka  bahwa ginjal merry sedang bermasalah namun ia tidak bisa memastikan lebih jelasnya  , gio juga memberitaukan kepada louis jika selama ini merry juga sering mengeluh pinggangnya sakit . untuk itu louis menyarankan agar  memeriksakan keluhan yang dirasakan oleh merry ke dokter urologi untuk melakukan USG ginjal .


" apa itu berbahaya ? " tanya gio dengan hati yang di penuhi rasa ketakutan


" tentu saja jika terlambat melakukan pengobatan .. karna ginjal sangat berperan penting bagi tubuh , kalau hanya mengalami pembekakan pada ginjal mungkin tidak akan terlalu berbahaya karna pembekakan ginjal itu masih normal terutama pada ibu hamil , tetapi jika yang di derita ialah penyakit ginjal yang sudah kronis itu akan sangat beresiko bahkan hingga  mengalami kematian  . " kata louis , mendengar kata kata kematian , jantung gio seakan tertancap besi , ia memejamkan matanya dan menelan ludahnya dengan getir .


" tetapi untuk memastikannya lebih baik kau ajak merry konsultasi ke dokter urologi agar lebih jelas karna aku hanya dokter umum jadi aku tidak terlalu tau menau seluk beluk tentang penyakit ginjal   " imbuh louis , gio masih membungkam mata nya menatap merry yang masih terbaring dengan wajah yang begitu pucat .


louis pun pamit keluar dari kamar merry , kemudian carrol , william , andrew , jacob dan hellena masuk kedalam kamar , mereka mencoba menegur gio . namun gio hanya diam saja keua matanya tak bergemming menatap merry.


carrol mencoba duduk mendekati merry seraya tangannya mengusap lembut dahinya yang penuh keringat .


" kalian semua keluar dari sini " teriak gio


" gioo kau masih berhutang penjelasan kepadaku " seru william


" iya kak .. kau harus jelaskan kepada kita , kau tidak benar benar menikah kan dengan merry ? " saut hellena


" untuk apa aku menjelaskan kepada kalian ? apa pendengaran kalian tadi sudah  tidak berfungsi lagi ? " seru gio dengan geram


" cepat  keluarrrrrr dari sini "  teriak gio kembali ia semakin mengeraskan suaranya , mereka semua keluar kecuali carrol ia masih menatap sahabatnya tersebut .


" carrol  keluarlah dulu  " pinta gio


" merry kenapa kak ? " tanya carrol sembari matanya berkaca kaca


" merry baik baik saja kau tak perlu khawatir , tinggalkan aku berdua bersamanya " pinta gio kembali , carrol pun mengiyakannya dan berlalu meninggalkan kamar merry dan menutup pintunya .


di luar semua teman teman gio berkumpul di ruang tamu ,


william pun mencoba bertanya  kepada carrol tentang pertanyaan yang begitu mengganggu pikirannya


" carrol .. apa benar gio sudah menikah dengan merry ? " tanya william , carrol pun mengangguk dan mengiyakannya . mendengar pernyataan carrol william dan hellena melemas seketika .


" mereka sudah menikah 7 bulan yang lalu " saut andrew


"  kau juga tau jika gio dan merry sudah menikah ? kenapa kau tidak memeberitaukanku ? " tanya william menajamkan alisnya kepada andrew


" aku baru tau seminggu yang lalu , dan gio melarangku keras untuk merahasiakan pernikahannya  " ucap andrew


" kenapa elyn tidak memberitauku juga kalau mereka sudah menikah, padahal merry kan kakaknya  "  saut jacob dengan heran


" karna merry menyuruh elyn agar tidak memberi tau siapapun termasuk dirimu  kak " saut carrol


" yatuhann kenapa hatiku sesakit ini " gumam hellena dalam hati


 


 namun tiba tiba aline kembali ke villa ia menghampiri teman temannya yang sedang  berkumpul di ruang tamu ia pun mencoba bertanya dan jacob pun memberitaukannya kalau merry tadi sempat tak sadarkan diri . ia juga memberitau aline bahwa gio tiba tiba memberi tau bahwa merry ialah istrinya , aline pun terkejut . ia  memejamkan mata dengan menahan rasa malu di depan teman teman lainnya .


" hey wanita penjilat  .. tampaknya kau sangat bahagia ketika tau kak gio mengakui merry sebagai istrinya  " tanya  carrol tersenyum sinis . aline hanya diam menatap tajam carrol , tanpa berkata iapun berlalu pergi kedalam kamarnya .


Sementara di kamar , gio mendekati istrinya  tersebut seraya tangannya menyibakan rambutnya dengan lembut


rasa takut masih menyelimuti hati nya , namun gio mencoba menenangkan hatinya bahwa istrinya akan baik baik saja , tangannya mengelus lembut perut merry dan menciumnya .


tak lama kemudian mata merry bergerak dan terbuka perlahan . tangannya bergerak menutup mulutnya karna  ia rasanya begitu mual . sontak gio beranjak duduk .


" sayang kau sudah sadar ? apa kau baik baik saja ? " tanya gio , merry memejamkan mata dan mengernyitkan dahinya .


" gio .. rasanya kepalaku sangat berat sekali " bibir pucat merry berucap dengan lirih , ia mencoba beranjak bangun dari tidurnya namun gio menahannya .


" buatlah istirahat " pinta gio mencoba merebahkan tubuh  merry kembali , namun tiba tiba merry teringat saat mencari gio . teman temannya bilang kalau gio sedang bersama aline .


" gio ,, aku tadi mencarimu , kata kak willy kau pergi bersama dengan aline apa itu benar ? " tanya merry . gio hanya diam saja


" gio .. bicaralah !  kenapa kau diam saja ? apa  benar  kau tadi pergi bersama dengan aline ? " tanya merry kembali dengan tangan yang mencengkram lengan gio , gio pun membenarkannya . merry langsung melepas tangannya dari lengan gio dengan begitu kasar .


" pergilah .. aku tidak ingin melihatmu " seru merry seraya membuang mukanya


" merry .. aku bertemu dengan aline hanya karna ingin  memperingatkannya saja , carrol sudah menceritakan semua nya bahwa aline mengganggumu , aku tidak akan membiarkan siapa pun termasuk aline mengganggumu " tutur gio , merry pun melirik ke arah gio .


" merry .. ku mohon percayalah kepadaku ! " imbuh gio meyakinkan istrinya itu . mata merry pun berkaca kaca .


" apa kau tidak berbohong ?" tanya merry dengan tidak percaya


" untuk apa aku berbohong ? aku hanya menegurnya saja agar tidak mengganggumu lagi  " seru gio dengan lirih , merry pun terdiam dan menatap hangat kedua mata suaminya tersebut


" gioo .. berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku " pinta merry dengan air mata yang melelehi wajah nya , gio pun tersenyum


" merry .. sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu . dan aku berjanji untuk itu . jadi kau tidak perlu khawatir  " ucap gio seraya mendekap erat tubuh istrinya itu dan mencium pipinya .


tiba tiba gio melepas pelukannya karna teringat sesuatu  .


" merry apa kau tau kalau kau sedang hamil ? " tanya gio . merry pun menundukan pandangannya dan mengangguk iya .


" kenapa kau tidak memberitahuku ? " tanya gio sembari mengernyitkan dahinya


" maafkan aku gio .. aku takut kau tidak mengizinkanku untuk ikut kemari . jadi aku bermaksud memberitahukan setelah pergantian tahun tetapi tadi aku lupa dan malah tertidur " ucap merry . gio pun hanya diam saja menatap merry dengan geram .


" gio apa kau marah kepadaku ? aku mohon maafkan aku ! " pinta merry sembari menepis air matanya yang jatuh


" jelas aku marah .. kalau kau sampai kenapa kenapa bagaimana ? kalau tau kau sedang hamil sudah jelas aku tidak akan mengizinkanmu untuk ikut kemari " seru gio , ia masih begitu kesal


" maafkan aku " ucap merry kembali


" tidur dan  istirahatlah  nanti pagi pagi kita  akan pulang " tutur gio


" kenapa pagi ini ? bukannya kita pulang lusa ?  " tanya merry


" iya aku ingin mengajakmu pulang secepatnya  " saut gio


" tapi gioo .. aku masih ingin tetap disini " pinta merry , gio hanya diam dan menajamkan alisnya , melihat suaminya sepertti itu merry pun terdiam karna ia tau bahwa gio tidak suka di bantah jadi ia mengiyakannya .


" tidurlah aku akan menemanimu " ucap gio ia membaringkan tubuhnya kembali dan memeluk tubuh merry .


" gio .. apa kau tidak senang saat tau aku hamil ? " tanya merry dengan menatap mata gio , gio tersenyum lirih


" bagaimana aku tidak senang ? aku sangat senang sekali . jangan banyak bicara cepat tidurlah " pinta gio , ia semakin memeluk erat tubuh istrinya tersebut . merry mencoba memejamkan matanya kembali .


tangan gio  tak berhenti bergerak mengelus perut merry namun hati dan pikiran gio kembali  terganggu dengan kata kata louis , terlihat jelas ketakutan begitu menyelimuti hati dan pikirannya