My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Perasaan



untuk melakukan pemulihan terhadap merry dokter menyuruh  merry agar  dirawat  inap di rumah sakit selama 1 minggu , seringkali merry memaksa untuk pulang tetapi kikan selalu membujuknya .


kala itu rey sedang bergantian menemui merry di dalam ruangannya . namun  mata merry masih terlihat terpejam   . ia menatap wajah anaknya dengan perasaan yang begitu bersedih . terlihat sekali di mata ayah satu anak tersebut , ia seakan begitu memikul banyak kesedihan dan pikiran yang begitu berat  . matanya menyiratkan akan sebuah kebingungan yang mendalam , perasaan akan takut . rasanya rey ingin sekali berbicara kepada merry dan melampiaskan semuanya .


" merry " panggil rey  seraya tangannya menyibakkan rambut anaknya tersebut . hanya satu kata panggilan yang keluar dari mulut rey , merry pun membuka matanya dengan seketika .


" papa " suara panggilan lirih  itu terdengar di telinga rey .. rey mengingat  dengan jelas ketika   20 tahun yang lalu saat ia mengajari seorang anak balita memanggilnya dengan sebutan kata papa ,


betapa bahagianya rey kala itu . sama seperti hari ini , rey merasa seakan ribuan duri yang telah menancapi jantungnya menghilang secara tiba tiba .


disisi lain rey terlihat bahagia , namun disisi lain ia tampak terlihat begitu bersedih .


" papa baik baik saja kan ? kenapa papa tidak beristirahat ? kenapa papa malah kemari ?" tanya merry dengan menurunkan pandangannya


" papa baik baik saja nak , papa kemari karna sangat merindukanmu " ucap rey , ia melekatkan bibirnya di kening anaknya tersebut , sembari memejamkan matanya , terlihat air hendak bergulir di pelupuk mata seorang ayah itu , namun ia mencoba menahan air itu agar tidak terjatuh . merry pun memperhatikan papanya dengan begitu heran .


" papa kenapa menangis ? " tanya merry


" tidak .. papa tidak menangis .. " ucap rey lirih seraya mengalihkan pandangannya dan mengusap matanya dengan tangan . kemudian ia memaksakan senyumnya,


" papa berbohong .. jelas jelas papa menangis . pa .. merry sudah tidak apa apa , merry  baik baik saja "  seru merry seraya menyentuh pipi papanya dengan lembut  .


" (menghela nafas) papa hanya bahagia saja nak karna  melihatmu sudah membaik " tutur rey dengan  tersenyum


" terimakasih pa .. maafkan merry karna merry sudah menyusahkan papa " ucap merry lirih dengan mata yang berkaca kaca . namun rey menyangkal bahwa ia sama sekali tidak menyusahkannya .


" sayang .. di depan ada carrol apa kau ingin menemuinya ? " tanya rey


" iya pa merry ingin bertemu dengan carrol  , apa papa bisa memanggilkannya untuk merry ? " pinta merry ,


" tentu saja nak papa akan memanggilnya ."  ucap rey , namun saat  beranjak hendak pergi meninggalkan merry , langkah kaki rey tiba tiba terhenti , matanya memusat melirik kearah meja yang terdapat sebuah amplop putih yang masih tersegel rapi diatasnya .


" sayang  .. kau tidak membaca surat dari gio ? " tanya rey


" merry tidak mau membacanya , merry sangat membenci gio  " seru merry dengan membuang wajahnya , rey pun memejamkan matanya .


" merry jangan berbicara seperti itu . setidaknya bacalah isi surat dari gio " tutur rey seraya meninggikan suaranya


" merry tidak mau ! kenapa papa memaksa merry " seru merry


" merry .. apa kau tau ? kau  terlalu memikirikan perasaanmu hingga kau lupa memikirkan bagaimana perasaan suamimu !  apa kau tau perasaan suamimu bagaimana ?  papa sungguh  tidak habis pikir denganmu , kenapa kau jadi seperti ini ? ." seru rey namun mulut merry tak bergemming .


" baiklah .. papa tidak akan memaksamu "  imbuh rey , ia pun berlalu meninggalkan ruangan merry .


dan air mata merry memecah kembali .


tak lama kemudian carrol masuk menghampiri merry yang sedang menangis .


" merry kau kenapa menangis .. " tanya carrol mengusap wajah merry yang tengah basah karna terguyur oleh air matanya


" carrol, tolong peluklah aku " pinta merry melebarkan tangannya , carrol pun memeleuk sahabatnya tersebut , merry menenggelamkan wajahnya di bahu carrol   , tangisannya semakin menjadi jadi  , carrol mencoba menenangkannya .


" merry  tenanglah kau kenapa ? " tanya carrol


" merry .. semua orang sangat mengerti perasaanmu termasuk aku , mereka tau betul akan kesedihan yang kau rasakan  , tetapi ada kalanya kau juga harus memikirkan tentang perasaan mereka  juga . " tutur carrol ,


ia melepaskan pelukan merry dan memegang kedua bahunya ,


merry menceritakan rasa sakitnya kepada carrol ketika gio  mengajak aline ke rumah sakit . ia meluapkan  rasa benci dan kekecewaan terhadap suaminya tersebut . namun carrol menyangkalnya , ia  menenangkan merry dan mencoba membuat merry mengerti bahwa gio sangat mencintainya , ia  meluruskan kesalah pahaman antara merry dan gio   . namun merry yang begitu keras kepala tak menggubris akan ucapan yang terlontar dari mulut sahabatnya tersebut


ketika merry tengah mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu , tiba tiba dokter datang menghampiri mereka berdua  , dokter menyuruh carrol agar tidak membuat merry emosi , karna itu akan mempengaruhi kesehatannya .


dan dokter menyuruh merry untuk beristirahat . carrol pun dengan terpaksa berlalu meninggalkan merry keluar dari ruangannya .


merry sejenak termenung akan perkataan carrol , tatapannya begitu kosong , hatinya seakan rapuh ,   pandangannya tak berpaling dari arah pintu ruangannya  , namun setiap kali pintu ruangan itu terbuka yang ia lihat hanya dokter dan perawat . ia hanya bisa memejamkan matanya dengan perasaan yang begitu kecewa .


mata merry  yang terlihat membengkak karna menangis , tiba tiba melirik ke arah meja sampingnya . tangannya bergerak gemetar meraih surat yang ada di meja samping tersebut ,


iya benar ! surat itu ..   surat yang sempat di berikan oleh kakek vinno dari gio , ia perlahan merobek sisi dari amplop tersebut dan hendak membacanya .


 


 


 


 


 


 


 


mohon maaf jika di beberapa episode ini ada salah penulisan kata maupun kesalahan dalam penafsiran dunia medis ,


saya sangat berterimakasih karna kemarin beberapa reader mengingatkan saya akan beberapa kesalahan penafsiran dari cerita saya .


jadi jika ada kesalahan dalam cerita saya mohon dimaafkan dan diingatkan ^_^


 


 


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


 


 


Gracias ^_^