My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
kekalutan hati



Turun seorang laki laki dari mobil yang berhenti tepat di depan carrol tersebut , ternyata laki laki itu tak lain  ialah william .


" carrol " sapa william , ia melangkahkan kakinya berjalan menghampiri carrol


" kau sedang apa berjalan di jalan raya seperti ini ? Ini sangat berbahaya " tutur william ,


" ehmm aku sedang mencari taxi kak tapi belum dapat " kata carrol , william menyipitkan kedua matanya dan memperhatikan wajah carrol .


" apa kau habis menangis ? " tanya william


" ehmm tidak kak " ujar carrol dengan mengalihkan pandangannya .


" ayo ikut aku saja . Akan ku antarkan kau pulang " ajak william


" apa tidak merepotkanmu kak ? " tanya carrol


" tidak , ayo " ajak william seraya menarik tangan carrol , carrol pun terpaksa ikut dengan william daripada ia harus panas panas berjalan mencari taxi dengan keadaan hati yang begitu kalut .


William membukakan pintu mobil dan menyuruh carrol masuk , ia melajukan mobilnya untuk mengantar carrol pulang . Sesekali kedua mata william memperhatikan carrol yang tak nampak ceria seperti biasanya .


Iya benar ! gadis blasteran jepang itu selalu terlihat ceria dan riang di depan semua orang .  tak peduli dengan siapa pun dimana pun ia berada , dia selalu menampakan raut wajah cerianya .  Tetapi  tidak untuk saat itu , wanita  yang tengah duduk disamping william seolah bukan carrol yang ia kenal .


" apa kau ada masalah ? " tanya william


" tidak ada kak " saut carrol dengan menepiskan senyumnya .


" tapi kau sepertinya ada masalah , kalau kau mau aku akan mengajakmu ke suatu tempat mungkin tempat itu akan mengurangi rasa sedih di hatimu " tutur william , carrol mengangkat wajahnya dan menatap ke arah william .


" kemana kak ? " tanya carrol lirih


" ke hidden garden , di belakang kampus kita ada taman yang letaknya tersembunyi . Dan tidak banyak orang yang tau tempat itu , apa kau mau ku ajak kesana ? " tanya william . Carrol sejenak terdiam , ia sebenarnya enggan diajak oleh william untuk pergi . Tetapi kekalutan yang tengah merendam hatinya , membuat ia mengiyakan ajakan william .


" iya kak aku mau " ucap carrol dengan raut wajah yang datar .


" baiklah .. " ujar William , ia pun menambah laju kecepatan mobilnya .


Beberapa menit kemudian ia menghentikan mobilnya di depan sebuah lahan kosong , ia menyuruh carrol untuk turun .


" apa ini kak yang kau maksud hidden garden itu ? " tanya carrol , ia melihat ke arah sekitar dengan heran . Karna yang ia lihat di tempat itu hanya lahan kosong yang tidak terpakai . Bukan taman yang seperti william katakan .


" bukan .. Bukan ini , ayo ikutlah denganku " pinta william ia menyodorkan telapak tangannya bermaksud agar menggandeng tangan carrol , carrol pun merekatkan telapak tangannya dengan telapak tangan william . William berjalan beriringan dengan carol ke belakang lahan kosong tersebut .


terlihat jelas tanah itu masih dilapisi oleh bebatuan bebatuan kasar . Di belakang lahan itu ternyata  ada perkebunan dengan tanaman dan beberapa pohon yang begitu rindang .


Kurang lebih 5 menit mereka berjalan melewati perkebunan itu . Dan Terlihat sebuah taman yang begitu indah dan begitu teduh di mata , terlebih lagi ada aliran air yang melintasi taman itu . Kedua Mata carrol begitu takjub melihat taman itu .


" wah , ini sangat indah sekali kak , bagaimana kau bisa tau tempat ini ? " tanya carrol . Kedua matanya masih memperhatikan sekitar taman itu .


" iya dulu setiap kali selesai bermain basket , aku , gio dan andrew selalu mencari tempat yang sekiranya menenangkan  , dan kami menemukan tempat ini , jadi setiap kita selesai latihan , terkadang kita kemari" ucap william dengan melebarkan senyumnya , mendengar nama andrew wajah carrol berubah menjadi sedih kembali .


" kak andrew " gumam carrol dalam hati


" carrol .. apa kau baik baik saja ? " tanya william ,


" ehm ? iya kak aku baik baik saja " saut carrol mencoba menepiskan senyumnya , carrol dan william pun mencari tempat duduk dan mereka berdua memulai percakapan ringan . Taman itu memang sangat teduh di pandang apalagi letaknya yang begitu tersembunyi dan cukup jauh dari jalan raya , membuat taman itu semakin memiliki ketenangan dan kedamaian sendiri bagi penikmatnya , bahkan gemercik air yang mengalir melintasi taman itu terdengar begitu nyaring di telinga ,


setidaknya itu sedikit menghilangkan kesedihan di hati carrol . Memang tak bisa di pungkiri meskipun carrol mencoba menutupi kesedihannya , ia masih saja susah menghilangkan rasa sedihnya akan andrew .


Ia tidak pernah jatuh hati kepada laki laki sekeras ia jatuh hati kepada andrew , bahkan selama ini meskipun carrol berpacaran dan bergonta ganti kekasih , itu tak lain hanya untuk kesenangan semata .


Carrol dan william sudah Cukup lama berbincang berdua di taman itu , tak lama kemudian carrol mengajak william untuk pergi meninggalkan taman itu dan meminta kepada william untuk mengantarkannya ke rumah merry . ia ingin mencurahkan kesedihannya kepada sahabat satu satunya tersebut .


" kak willy bisakah kau mengantarkanku ke rumah merry ? " pinta carrol , sebenarnya carrol enggan meminta tolong kepada william karna ia tidak enak hati sudah merepotkan nya .


" tentu saja , ayo akan ku antar " ajak william , mereka pun berjalan beriringan menuju kedalam mobil , dan william melajukan mobilnya kembali untuk mengantar carrol ke rumah merry .


* di rumah merry


saat itu Merry tengah berada di dalam kamar mandi , ia mencoba melakukan test kehamilan lagi karna ia merasa dirinya telat datang bulan , namun raut wajahnya tiba tiba terlihat kecewa karna  lagi lagi


hasilnya sama yaitu garis yang samar . Merry pun bersedih  kembali , ia memejamkan matanya dan menjatuhkan tubuhnya duduk  di lantai kamar mandi .


Karna bulan lalu ia juga mendapatkan hasil yang sama yaitu garis samar dan waktu ia memeriksakan ke dokter ternyata hasilnya negative


Rasanya merry menyerah , harapannya menciut kembali . Ia teringat kembali akan kata kata hellena waktu itu .


" yatuhan .. aku benar benar pasrah "  gumam merry dalam hati


Ting tong .. (suara bell dari luar rumah)


Mendengar bell dari luar rumah , merry pun beranjak berdiri dan hendak berjalan keluar untuk membuka kan pintu itu , namun bi mia terlebih dulu membukakan pintu rumahnya , dan terlihat carrol sedang berdiri dengan melebarkan senyumnya . merry berjalan cepat menghampiri carrol dan juga bi mia .


" saya permisi kembali bekerja ya nyonya " pamit bi mia


" iya bi .. terimakasih ya bi " saut merry , bi mia pun berlalu meninggalkan merry dan juga carrol .


Kini hanya terlihat kedua wanita yang tengah berdiri berhadapan di depan pintu tersebut , wanita yang sama sama menampakan raut wajahnya yang bersedih .


terlihat di antara kedua bola mata mereka bahwa mereka sedang menyembunyikan rasa kesedihan dan kekecewaan . .


" hey .. Kenapa wajahmu terlihat bersedih seperti itu "  tegur carrol dengan menepuk pipi merry .


" entahlah carrol , aku sangat bingung " ucap merry dengan melemaskan tubuhnya , ia mengajak carrol dan menarik tangannya untuk duduk di taman belakang rumah miliknya .


" merry sepertinya juga sedang ada masalah , tidak mungkin aku bercerita masalahku  kepadanya " gumam carrol dalam hati , carrol pun terlihat dengan tatapan matanya yang kosong , merry melihat sahabatnya itu dengan pandangan heran , karna tidak biasanya carrol terlihat bersedih seperti itu .


" carrol .. kau kenapa ? " tanya merry dengan menyentuh bahu carrol .


" ehmm tidak kok merr , aku tidak apa apa . ayo ceritakan masalahmu " pinta carrol , lagi lagi ia harus menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman tipisnya itu .


" kau jangan berbohong kepadaku , kau tidak biasanya seperti ini , ayo cepat berceritalah ! kau kenapa ? " tanya merry dengan mempercepat bicaranya


" aku sudah bilang , aku baik baik saja merr , aku tadi hanya kesal saja waktu di jalan aku bertemu dengan orang yang menyebalkan " seru carrol , dengan menampakan wajahnya dengan begitu riang . merry pun mengiyakan apa kata carrol yang mengatakan bahwa dirinya sedang  baik baik saja , merry pun menceritakan masalahnya kepada sahabatnya tersebut . masalah yang mengganggu pikirannya dan menjadi ketakutan tersendiri baginya . ia pun menangis , dan carrol mencoba menenangkan merry ,


" merry mungkin masih belum waktunya kau hamil lagi ! Sabarlah " kata carrol mengusap usap punggung merry .


" kenapa kau juga sama seperti gio ? Carrol aku sangat takut , aku ingin sekali memiliki seorang anak . Memberikan gio sebuah keluarga " ujar merry dengan mengisak . Carrol menangkup kepala merry dan menjatuhkan di bahunya  , ia mencoba menenangkan sahabatnya yang sedang menangis di bahunya tersebut .


carrol rasanya juga ingin berbagi kesedihannya kepada merry , tapi ia begitu enggan karna tidak ingin menambah beban pikiran merry .


Saat dirasa merry terlihat cukup tenang , carrol pun berpamitan pulang kepada merry , merry pun mengiyakannya , ia mengantar carrol ke jalan raya sampai carrol menemukan taxi . setelah carrol mendapatkan taxi , merry pun berjalan pulang ke rumah kembali .


sore hari nya


Tiba tiba ponsel merry berdering ada pesan masuk dari nomer yang tidak ia kenal  .


[ merry aku lupa memberitaumu , aku akan segera pindah ke jepang , aku  akan melanjutkan kuliahku disana  , di universitas yang dulu kita berdua idam idamkan , doakan aku diterima disana ya ' jika aku diterima aku akan menetap di jepang selamanya  , aku ingin memulai kehidupan baru disana karna aku disini sangat lelah dan  Aku tidak menemukan apa yang sedang  aku cari ~ carrol ]


[ kenapa kau tiba tiba ingin menetap di jepang ? bukannya kau lebih nyaman tinggal disini ? kau mau meninggalkanku disini ? carrol .. tolong ceritakan , sebenarnya kau kenapa ? ~ merry ]


[ aku tidak kenapa kenapa merr , aku hanya ingin menetap di jepang saja bersama mama dan papaku biar aku tidak bolak balik kemari hehe ~ carrol ]


[ besok aku akan menemuimu jangan kemana kemana , kau masih berhutang penjelasan kepadaku  ~ merry ]


[ baiklah ~ carrol ]


" carrol sepertinya benar benar ada masalah , tiba tiba dia mengabari akan pindah ke jepang apalagi sampai mengganti nomer ponsel miliknya seperti ini , sebenarnya dia kenapa ? " gumam merry dengan bertanya tanya


Setelah membalas pesan carrol . Merry pun meletakan ponselnya kembali diatas meja , ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tiddur sembari menunggu gio pulang dari kantor , pikiran dan kedua matanya menatap ke sembarang arah dengan tatapan yang begitu kosong .


" yatuhan .. aku sangat bingung , aku benar benar tertekan seperti ini . aku selalu memikirkan hal dan masalah yang sama setiap harinya , apa lebih baik aku melanjutkan kuliah saja ? " gumam merry dalam hati , ia pun memejamkan matanya


Malam harinya terlihat gio sudah pulang , ia baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan tubuhnya yang seharian terkena keringat . merry mengambilkan baju untuk gio kenakan .


Kemudian ia mengajak suaminya tersebut untuk makan malam dengan masakan yang telah ia masak dengan bi mia sore tadi . di meja makan  merekaa berdua menikmati makanannya Sembari berbincang bincang ringan


" gio .. " panggil merry


" iya sayang ? " saut gio


" ehmm .. Apa aku boleh  melanjutkan kuliahku ? " tanya merryy


" tentu saja boleh , itu lebih baik . Biar pikiranmu sedikit teralihkan " jawab gio dengan mengunyah makanan yang ada di mulutnya . merry terdiam sejenak .


" gio apa kau tau ? dari dulu aku dan carrol ingin sekali kuliah di jepang " ujar merry lirih


gio yang hendak memasukan satu sendok makanan di mulutnya tiba tiba ia urungkan dan ia letakkan kembali sendok tersebut di piring .


" lalu ? kau mau melanjutkan kuliah di jepang begitu ? " tanya gio


" tidak gio  " jawab merry dengan menggelengkan kepalanya ,


" lalu maksudmu apa berbicara seperti itu ? Kau akan meninggalkanku sendirian disini begitu maksudmu ? " tanya gio , ia begitu kesal kepada merry seraya menajamkan kedua alisnya .


" bukan seperti itu maksudku ! kuliah di jepang hanya keinginanku saja , tapi aku tidak berniat kuliah disana .. " tutur merry


" Gio kau kan tau bahkan sampai sekarang aku belum juga hamil ! setidaknya dengan melanjutkan kuliah aku bisa  mengisi hari hariku agar pikiranku tidak tertekan seperti ini " imbuh merry , ia menatap gio dengan mata yang begitu senduh . mendengar perkataan merry , gio melirikan kembali matanya dengan tajam .


" tertekan kau bilang ? Apa aku pernah menekanmu agar kau segera hamil ? Apa aku pernah menekanmu seperti itu ? " tanya gio , ia meninggikan suaranya dengan begitu geram .


" gio , kenapa kau jadi marah seperti ini ? Yang ku maksudku bukan seperti itu " ucap merry sembari menyentuh tangan gio . Gio menepis tangan merry , rasanya ia salah mengartikan perkataan merry , ia beranjak dari meja makan dan meninggalkan makanannya yang belum sempat ia selesaikan kedalam kamarnya .


" gioo " merry memanggil manggil nama itu dan mengikuti langkah kaki gio .


Gio masuk kedalam kamarnya ia mengambil kunci mobil dan hendak pergi , namun merry menahan tubuhnya .


" gio kau mau kemana ? jangan pergi ku mohon   " pinta merry sembari memeluk tubuh gio .


" minggirlah " seru gio dengan meninggikan suaranya .


" gio aku mohon maafkan aku . aku tidak maksud berbicara seperti itu , Kau sudah salah paham " pinta merry ia menahan keras tubuh gio agar tidak pergi.


" ku bilang minggirlah ! " teriak gio ,


Brukk


Merry pun tersengkur di lantai kamarnya , gio tidak sengaja mendorong tubuh merry hingga ia terjatuh . Gio pun dengan cepat menghampiri merry dan membantunya berdiri.


" merry maaf Aku tidak sengaja .. Apa kau baik baik saja ? " tanya gio , ia sedikit cemas


" aku baik baik saja , gio .. ku mohon jangan pergi , jangan marah kepadaku ! aku tidak bermaksud berbicara seperti itu   " pinta merry . Ia mencoba beranjak berdiri , gio memejamkan matanya dan menghela nafas panjang


" merry .. aku tidak tau harus bilang apa lagi kepadamu ! Aku tidak pernah memaksamu untuk segera memiliki seorang anak , dan kau sendiri yang membuat dirimu tertekan seperti ini ! Aku berulang kali mengingatkanmu jangan pernah dengarkan apa kata orang lain " ucap gio lirih , ia mencoba membuat istrinya agar lebih mengerti .


" tapi aku ingin sekali memiliki seorang anak , aku hanya ingin memberimu sebuah keluarga dan kebahagiaan saja . Bahkan semua wanita juga menginginkan hal yang sama seperti apa yang ku inginkan " saut merry dengan air mata yang berlinang membanjiri pipinya.


" Merry .. Tuhan masih belum mempercayai kita untuk menjadi orang tua , jadi ku mohon bersabarlah ! kebahagiaanku hanya ada pada dirimu saja " tutur gio , ia menggiring tangan merry duduk di tepi tempat tidur ia memeluk dan mencoba menenangkannya


" gio .. Kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya ketakutan seorang wanita . Aku takut semakin lama kau akan semakin bosan dengan kebahagiaan yang ada didalam diriku , aku sangat takut akan itu . aku takut jika suatu saat kau akan pergi meninggalkanku " gumam merry dalam hati , ia memejamkan matanya dengan begitu pilu .


.


.


.


.


.


.


 


authore note !


author ..


kenapa kok akhir akhir ini updatenya hanya 1 episode saja ?


duh , ini sebenernya ceritanya 2 episode ya tapi aku jadikan satu episode .


tolong jangan bilang kok sedikit banget sih updatenya , kok lama banget sih updatenya ,


sumpah bikin aku gemes kalau baca koment kayak gitu wkwkwk


begini ya sayang , saya juga memiliki aktivitas lain selain menulis novel , saya akhir akhir ini juga  sibuk di kerjaan  , tapi saya mengusahakan untuk selalu update novel saya setiap hari  , kalau pun jika ada waktu luang toh  biasanya juga saya update lebih dari 1 episode  . jadi tolong mengerti  ya hehe  ,


😊😊😊


jangan lupa setelah membaca budayakan tekan tombol like ya untuk memberi dukungan para penulis , kan cuman nekan like doang gratis dan gak berbayar


terimakasih ^_^