My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Takut kehilangan



Gio dan merry pun berangkat untuk pergi ke dokter .


sesampainya gio menghentikan mobilnya didepan sebuah tempat praktek dokter spesialis urologi , namun merry pun bertanya tanya kepada gio .


" gio kenapa kita pergi ke dokter urologi ? kan seharusnya kita pergi ke dokter kandungan  " tanya merry dengan bingung


" iya kita akan memeriksakan rasa sakit di pinggangmu " ucap gio


" gio aku baik baik saja , pinggangku sakit hanya karna kelelahan " seru merry


" aku takut ada masalah pada ginjalmu .. sudah jangan banyak bicara ! cepat turunlah .. " pinta gio, merry pun terpaksa mengiyakannya dengan berdecak kesal .


mereka berdua masuk kedalam dan mengambil nomer antrian , selang beberapa menit merry pun di panggil , ia masuk keruangan dokter tersebut dan di temani oleh gio , gio menyuruh merry untuk memberitaukan semua keluhan yang sering ia rasakan kepada dokter tersebut  , mendengar keluhan merry , dokter itu langsung menyuruh merry untuk berbaring dan melakukan USG ginjal .


" Tuan gio .. hasil USG istri anda akan keluar besok , dari hasil pemeriksaan saya  atas keluhan yang di rasakan oleh nyonya merry . memang sepertinya ginjal nyonya merry sedang bermasalah namun saya belum bisa memastikan masalahnya kenapa . kita bisa melihatnya besok dari hasil USG " ucap dokter itu , merry pun terkejut mendengarnya


" ginjal ? " ucap merry lirih


" apa itu akan berpengaruh terhadap kehamilan saya dok ? " tanya merry dengan sedikit takut


" tentu saja nyonya , itu akan sangat berpengaruh dan beresiko terhadap janin . tetapi kita masih belum tau , sakit ginjal yang anda derita tergolong biasa atau kronis " tutur dokter


" resikonya apa dok ? " tanya merry lirih , ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya


" merry , sudahlah ayo kita pulang . besok kita kembali lagi kemari " ajak gio , karna ia takut merry akan semakin kepikiran .


" gio apa kau bisa diam sebentar " teriak merry kepada gio dengan kesal


" resiko nya apa dok cepat katakanlah " tanya merry kembali


" resikonya berpengaruh kepada tumbuh kembang janin dan kebanyakan janin bisa meninggal di dalam kandungan meskipun itu semua tidak terjadi kepada ibu hamil yang memiliki riwayat sakit ginjal " tutur dokter kembali .


mendengar pernyataan dari dokter , jantung merry berdetak dengan berat . tubuhnya rasanya menggigil ketakutan


namun gio mencoba menenangkannya dan mengajaknya untuk pulang kembali ke rumah .


selama perjalanan mereka berdua tak berbicara sepatah satu kata pun , dan selama didalam mobil kedua mata merry hanya menatap ke arah  samping jendela mobil . pikirannya begitu kalut memikirkan anaknya , sementara gio .. ia khawatir akan kesehatan merry   , sesekali mata gio melirik dan memperhatikan istrinya tersebut .


" merry ..  untuk sementara waktu kita tinggal di rumah mama saja " pinta gio , namun merry hanya diam tak bergemming dari pandangannya .


" merry .. apa kau mendengarku ? " tanya gio sembari memusatkan matanya untuk mengemudi


" kalau dirumah mama kan ada yang menemanimu kalau aku sedang bekerja . setidaknya disana ada mama dan papa yang bisa mengawasimu jadi kau tidak sendirian  " tutur gio , mata merry berpaling menatap tajam ke arah gio


" aku baik baik saja ! kenapa kau jadi berlebihan seperti ini ? " celetuk merry


" merry .. kau ini sedang hamil dan ginjalmu juga bermasalah , aku tidak ingin terjadi apa apa terhadapmu !  " teriak gio , merry pun hanya diam dan membuang mukanya , rasanya ia ingin sekali mendebat gio namun ia seakan tak memiliki tenaga untuk berbicara .


sesampainya dirumah , merry pun terlebih dulu turun dari mobil . ia menutup keras pintu mobil tersebut karna ia masih merasa kesal kepada gio , ia berjalan cepat masuk kedalam kamarnya , dan langkah kakinya pun di ikuti oleh gio .


merry menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur seraya memejamkan matanya .


gio mencoba mendekati merry dan duduk disampingnya , ia menatap dengan seksama wajah cantik istrinya tersebut , sangat terlihat jelas  ketakutan yang tersirat di wajahnya .


" sayang .. " panggil gio lirih sembari tangannya menyibak lembut rambut merry . merry pun membuka matanya


" gio .. keluarlah tinggalkan aku sendiri " pinta merry , ia mengalihkan pandangannya dari gio . namun gio tak bergemming , ia masih menatap wajahnya ,


" merry kau akan baik baik saja "  tutur gio dengan lirih seraya menyentuh pipi merry , mendengar kata kata gio . merry pun mencoba beranjak duduk , ia terdiam sejenak dan menatap kedua mata suaminya itu . matanya terlihat mengkilat  berkaca kaca .


" gioo aku takut kehilangan anakku , aku sangat takut sekali " ucap merry lirih , air matanya tiba tiba  meleleh seketika .


" tenanglah .. anak kita akan baik baik saja "  bujuk gio , ia mencoba menyeka halus air mata merry , dan memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat , mulut gio tak henti menenangkan istrinya yang sedang menangis karna  hati nya masih di selimuti oleh rasa takut .


 


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


jangan lupa untuk membaca kelanjutan cerita **amoera is my lady **


Gracias ^_^