
Gio masih duduk tertegun memandangi merry .
Rey mendekati kikan yang sedang menangis , Ia mencoba menenangkan istrinya terasebut .
" kak rey kenapa harus anakku yang sakit ? Kenapa tidak aku saja ? Aku benar benar tidak bisa melihatnya menderita . " ucap kikan .
" kau ini bicara apa .. seharusnya kau berdoa agar tidak terjadi apa apa dengan anak kita " seru rey dengan begitu kesal akan ucapan istrinya .
" kakak .. kikan .. lebih baik kita mencari solusi " saut alka .
Elyn pun terlihat begitu bersedih , ia menyapu air matanya yang berjatuhan dan mencoba mendekati kakaknya tersebut .
" kakak bangunlah " panggil elyn lirih
" elyn .. Biarkan kakakmu istirahat " pinta cathrine . Elyn pun menjauhkan tubuhnya dari merry .
" lebih baik kita tunggu diluar saja biarkan merry istirahat , ditunggu oleh gio " perintah alka ,
rey pun mengajak kikan keluar dengan wajah yang masih di banjiri air mata .
langkahnya diikuti oleh cathrine , alka dan juga elyn .
elyn pun berlalu keluar dihalaman rumah dengan menggenggam sebuah ponsel miliknya . rupanya ia hendak menghubungi seseorang .
tut .. tut .. (menyambungkan)
" Hallo elyn " suara perempuan menyapanya dari balik ponsel yang sedang ia genggam .
" carrol apa kau sudah pulang ? " tanya elyn
" belum . aku dan yang lainnya pulang nanti sore . ini mereka semua sedang bersiap siap , kenapa memangnya " tanya carrol , elyn pun bersedih ..
" carrol .. kak merry " ucap elyn lirih
" merry kenapa ? bicaralah " tanya carrol dengan panik
" apa kau tau kalau kakak sedang hamil ? " tanya elyn . carrol pun mengiyakannya .
" carrol apa kau tau , kakak sekarang juga sedang sakit ? " tanya elyn
" sakit ? aku tidak tau ! merry sakit apa ? " tanya carrol balik
" kakak .. sakit ginjal . carrol aku takut sekali kalau kakakku sampai kenapa kenapa. Kata kak gio. Kak merry tidak mau berobat sampai menunggu anaknya lahir " ucap elyn dengan menangis . carrol pun terkejut mendengarnya . ia juga terlihat bersedih mendengar kabar buruk tentang sahabatnya tersebut .
carrol pun mencoba menenangkan elyn daribalik suara ponsel tersebut .
" elyn tenanglah .. Merry pasti akan baik baik saja . nanti jika sudah sampai dirumah aku akan pergi menemuimu dan merry " ucap carrol , elyn pun mengiyakannya . kemudian mereka berdua mengakhiri panggilan suaranya .
seusai menelpon carrol , elyn pun masuk kembali kedalam rumah dan duduk bersama keluarganya yang tengah mencari solusi kesembuhan merry.
sementara di villa .
carrol , tak henti hentinya tertegun mendengar apa yang disampaikan oleh elyn melalui ponsel selulernya tadi .
Dorrrr ( tepukan bahu mengagetkan carrol dari belakang, ternyata andrew )
" kak andrew kau mengagetkanku saja ! " celetuk carrol
" wajahmu kenapa tiba tiba bersedih seperti itu ? " tanya andrew dengan heran. kemudian carrol menceritakan semuanya kepada andrew.
namun kala itu aline tak sengaja lewat dan mendengarkan percakapan carrol dan juga andrew , tiba tiba senyuman licik pun menyeringai wajah aline seketika .
Di kamar
gio duduk mendekati istrinya yang masih terbaring tak sadarkan diri , tangannya bergerak mengelus lembut kepalanya .
" gio bisakah kau tinggalkan papa bersama dengan merry sebentar ? " pinta rey
" tentu saja pa " ucap gio ia beranjak dan berlalu keluar dari kamar tersebut .
Rey duduk dan mendekati merry . Tiba tiba mata merry bergerak dan mengerjap .
" papa .. " ucap merry lirih
" anak nakal papa sudah bangun " ucap rey dengan menepiskan senyumnya. Merry beranjak duduk .
" gio dimana pa ? " tanya merry dengan mata yang melihat sekeliling kamar .
" gio ada diluar " kata rey , merry pun mencoba beranjak duduk dan rey membantunya . Kedua matanya menatap wajah merry dengan sedih .
" papa kenapa melihat merry seperti itu ? " tanya merry
" tidak apa apa .. kemarilah " pinta rey melebarkan tangannya dan memeluk anaknya tersebut . Merry memeluk rey dan menyandarkan tubuhnya dengan begitu hangat di pelukan sang papa .
" sayang .. Apa kau tau mama dan Papa sangat menyayangimu ? " tanya rey
" tentu saja .. Merry juga sangat menyayangi kalian " ujar merry
" kalau kamu juga menyayangi papa dan mama . Kamu mau kan nak melakukan pengobatan ? " pinta rey . Mendengar permintan rey sontak Merry pun menjauhkan tubuhnya dari papanya tersebut .
" merry tidak mau berobat sampai anak merry lahir " seru merry dengan memalingkan wajahnya
" merry .. papa mohon jangan seperti ini . Ini akan membahayakan kamu nak " tutur rey
" pa .. Merry akan baik baik saja , merry mohon jangan memaksa merry " seru merry . Rey tak bergemming menjawab perkataan merry .
" Pa .. Gio dimana ? Merry ingin bertemu gio " pinta merry, rey pun mengiyakannya ,ia keluar dari kamar merry dan memanggil gio .
" gio masuklah .. Temani merry " perintah rey , gio pun mengiyakannya .
" kak rey bagaimana apa kau bisa membujuk merry ? " tanya kikan dengan raut wajah yang masih besedih . Rey hanya menggelengkan kepalanya .
" dia sangat keras kepala . Sama Seperti kau kak ! Kita harus cari cara agar merry mau berobat " saut alka
Gio pun masuk kembali kedalam kamar untuk menemui istrinya .
" gio kemarilah .. Aku ingin sekali memelukmu " pinta merry , gio pun tersenyum dan memeluk istrinya tersebut dengan begitu erat .
" kau ini manja sekali " ucap gio dengan mencium kepala merry .
" ayo istirahatlah .. " pinta gio mencoba membaringkan tubuh merry , ia memeluk tubuh istrinya dari samping sembari berbincang bincang . Di sela sela perbincangannya Gio mencoba membujuk istrinya kembali . Agar mau berobat namun percuma . Merry begitu sangat keras kepala dan masih bersikeras ingin mempertahankan anak didalam kandungannya .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^