
" semalam kau kemana saja ? " tanya merry
" semalam aku terlalu terbawa emosi , jadi aku tidur ditempat william .. ponselku juga tertinggal di tas kerja , jadi aku tidak tau kalau kau menelponku berulang kali " ucap gio lirih seraya mendekap tubuh merry di pelukannya ,
" Apa kau tadi sudah makan ? " tanya merry sembari melepaskan pelukannya
" belum .. " jawab gio seraya menggelengkan kepalanya
" ayo kita makan bersama kakek " ajak merry menarik tangan gio keluar kamar , gio pun mengiyakan permintaan merry , ia hendak pergi kedapur namun terlihat kakek sedang duduk di sofa membaca koran
" kakek .. Tadi katanya makan ? Kok malah disini baca koran ? " tanya merry
" eh .. Oh iya hehe kakek lupa kalau tadi mau makan " saut kakek , sepertinya kakek vino memang sengaja berpura pura untuk makan , agar bisa meninggalkan gio dan merry berdua menyelesaikan masalahnya
" ayo kita makan kek " ajak merry , kakek vino pun mengiyakannya , merry menghampiri kakek dan menggandeng tangan nya menuju ke dapur dengan bersemangat
" kenapa kau hanya menggandeng kakek saja ? Disini juga ada suamimu " ucap gio tersenyum menggoda
" kau kan bisa jalan sendiri " celetuk merry , kakek vino pun tertawa melihat tingkah gio dan merry
merry pun mengambilkan makanan untuk kakek vino dan gio , kala itu makanan sudah di siapkan semua oleh pembantu kakek vino jadi merry tidak perlu memasak lagi . dan mereka bertiga pun makan bersama dengan lahap.
" gio .. kalau kita tinggal disini beberapa hari bagaimana ? . Aku sangat nyaman dirumah kakek ? " pinta merry dengan penuh harap
" baiklah .. " saut gio sembari menyunggingkan senyumnya
" boleh kan kek kalau kita tidur disini ? " tanya merry kepada kakek
" tentu saja boleh kakek justeru malah senang kalian bisa tidur disini " ucap kakek dengan tertawa ,
rumah kakek vinno memang terbilang begitu mewah , nuansa di rumah tersebut sangatlah oldies dan begitu klasik layaknya rumah abad 19-an sangat kental dengan nuansa europa jaman dulu jadi memang sangat begitu nyaman dan teduh jika ditinggali .
seusai makan siang mereka bertiga pun duduk di depan berbincang bincang sembari menikmati secangkir teh dan biskuit .
" apa kau tidak pergi ke kantor gio ? " tanya merry yang kala itu bersandar di bahu gio
" tidak ada pekerjaan yang terlalu penting di kantor .. jadi sekertarisku masih bisa menanganinya " saut gio
tiba tiba ponsel kakek vino berdering , ia pun mengangkatnya . setelah mengangkat telpon kakek vino berpamitan kepada merry an gio untuk pergi sebentar
" gio , merry .. kakek ada urusan diluar sebentar , jadi kakek tinggal dulu ya " pamit kakek vino
" akan gio antar kek " pinta gio
" tidak usah biar sopir yang mengantar kakek , kau temani istrimu saja disini . " ucap kakek , ia pun berlalu meninggalkan merry dan gio
" gio .. apa kau mempunyai buku atau novel untuk di baca ? " tanya merry
" ada di kamar .. kau ini selalu saja tidak bisa lepas dari buku " ucap gio sembari tangannya mengacak acak rambut merry
" apa aku boleh meminjamnya ? " tanya merry
" tentu saja , ayo ke kamar " ajak gio menggandeng tangan merry dan beranjak pergi ke kamarnya , gio menunjukan kotak yang berisi banyak buku didalamnya kepada merry , gio ternyata juga suka mengoleksi buku meskipun koleksi buku gio tidak sebanyak koleksi buku milik merry , ia hanya suka mengoleksi saja namun tidak terlalu gemar membaca seperti istrinya .
merry yang melihat gio sedang menutup kotak suratnya sontak ia langsung menghampiri gio dan menegurnya .
" kenapa ditutup dengan kain ? " tanya merry penasaran
" ehm iya , biar tidak terkena debu " ucap gio , merry pun langsung tersenyum
" memang itu apa ? " tanya merry seolah berpura pura tidak tau bahwa itu kotak surat
" bukan apa apa , cepat pililah bukunya " jawab gio , mengalihkan pertanyaan merry
" itu kotak suratmu kan ? " tanya merry tersenyum usil , gio langsung terkejut
" bagaimana kau bisa tau ? " tanya gio menajamkan kedua alisnya
" iya kakek yang memberitahu ku tadi " ujar merry
" apa kau melihatnya ? " tanya gio kembali dengan mata terbelalak lebar dan wajah yang begitu takut
" belum , tapi aku ingin sekali melihatnya " ucap merry , gio langsung bernafas lega
" apa aku boleh melihatnya ? " tanya merry dengan penuh harap
" tidakkkk boleehhhhh ! " celetuk gio
" kenapa ??? " tanya merry
" tidak boleh ya tidak boleh , itu kan privasiku " saut gio ketus ia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur , merry pun tertawa dengan keras
" kenapa kau tertawa , apa ada yang lucu ? tanya gio
" iya kau yang lucu seperti anak perempuan saja " kata merry meledek namun gio tak menggubris ledekan merry
merry mengikuti gio duduk di samping nya dan menyandarkan punggungnya di tempat tidur , merry pun membaca buku milik gio yang sempat ia pilih tadi ,
tiba tiba gio meletakan kepalanya di pangkuan merry . ia memperhatikan wajah merry dari bawah sembari menahan senyumnya karna melihat istrinya yang sedang fokus membaca buku .
gio melingkarkan tangannya ke pinggang merry dan menenggelamkan wajahnya di perut istrinya itu , hingga membuat merry merasa begitu geli .
" gio jangan seperti ini aku sangat geli " ucap merry
" tapi aku sangat nyaman seperti ini " ucap gio sembari memejamkan matanya
" giooo " panggil merry lirih
" aku mengantuk jangan panggil panggil !!! " seru gio , merry pun tersenyum melihatnnya .
ia melanjutkan kembali untuk membaca bukunya