My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Terbawa emosi



" semalam kau  kemana saja ? " tanya merry


" semalam aku terlalu terbawa emosi , jadi aku tidur ditempat william .. ponselku juga  tertinggal di tas kerja , jadi aku tidak tau kalau kau menelponku berulang kali " ucap gio lirih seraya  mendekap tubuh merry di pelukannya ,


"  Apa kau tadi sudah makan ? " tanya merry sembari melepaskan pelukannya


" belum .. " jawab gio seraya menggelengkan kepalanya


" ayo kita makan bersama kakek " ajak merry menarik tangan gio keluar kamar , gio pun mengiyakan permintaan merry , ia hendak pergi kedapur namun terlihat kakek sedang duduk di sofa membaca koran


" kakek .. Tadi katanya makan ? Kok malah disini baca koran ? " tanya merry


" eh .. Oh iya hehe kakek lupa kalau tadi mau makan " saut kakek , sepertinya kakek vino memang sengaja berpura pura untuk makan , agar bisa meninggalkan gio dan merry berdua menyelesaikan masalahnya


" ayo kita makan kek " ajak merry , kakek vino pun mengiyakannya , merry menghampiri kakek dan menggandeng tangan nya menuju ke dapur dengan bersemangat


" kenapa kau hanya menggandeng kakek saja ? Disini juga ada suamimu " ucap gio tersenyum menggoda


" kau kan bisa jalan sendiri " celetuk merry , kakek vino pun tertawa melihat tingkah gio dan merry


merry pun mengambilkan makanan untuk kakek vino dan gio , kala itu makanan sudah di siapkan semua oleh pembantu kakek vino jadi merry tidak perlu memasak lagi . dan mereka bertiga pun makan bersama dengan lahap.


" gio .. kalau kita tinggal disini beberapa hari bagaimana ? .  Aku sangat nyaman dirumah kakek ? " pinta merry dengan penuh harap


" baiklah .. " saut gio sembari menyunggingkan senyumnya


" boleh kan kek kalau kita tidur disini ? " tanya merry kepada kakek


" tentu saja boleh kakek justeru malah senang kalian bisa tidur disini " ucap kakek dengan tertawa ,


rumah kakek vinno memang terbilang begitu mewah , nuansa di rumah tersebut sangatlah oldies dan begitu klasik layaknya rumah  abad 19-an  sangat kental dengan nuansa europa jaman dulu jadi memang sangat begitu nyaman dan teduh jika ditinggali  .


seusai makan siang mereka bertiga pun duduk di depan berbincang bincang sembari menikmati secangkir teh dan biskuit .


" apa kau tidak pergi ke kantor gio ? " tanya merry yang kala itu bersandar di bahu gio


" tidak ada pekerjaan yang terlalu penting  di kantor .. jadi sekertarisku masih bisa menanganinya " saut gio


tiba tiba ponsel kakek vino berdering , ia pun mengangkatnya . setelah mengangkat telpon kakek vino berpamitan kepada merry an gio untuk pergi sebentar


" gio , merry .. kakek ada urusan diluar sebentar , jadi kakek tinggal dulu ya " pamit kakek vino


" akan gio antar kek " pinta gio


" tidak usah biar sopir yang mengantar kakek , kau temani istrimu saja disini  . " ucap kakek , ia pun berlalu meninggalkan merry dan gio


" gio .. apa kau mempunyai buku atau novel untuk di baca ? "  tanya merry


" ada di kamar .. kau ini selalu saja tidak bisa lepas dari buku " ucap gio sembari tangannya mengacak acak rambut merry


" apa aku boleh meminjamnya ? " tanya merry


" tentu saja , ayo ke kamar " ajak gio menggandeng tangan merry dan beranjak pergi ke kamarnya  , gio menunjukan kotak yang berisi banyak buku didalamnya kepada merry , gio ternyata juga suka mengoleksi buku meskipun koleksi buku gio tidak sebanyak koleksi buku milik merry , ia hanya suka mengoleksi saja namun tidak terlalu gemar membaca seperti istrinya .


merry yang melihat gio sedang menutup kotak suratnya sontak ia langsung menghampiri gio dan menegurnya .


" kenapa ditutup dengan kain ? " tanya merry penasaran


" ehm iya , biar tidak terkena debu " ucap gio , merry pun langsung tersenyum


" memang itu apa ? " tanya merry seolah berpura pura tidak tau bahwa itu kotak surat


" bukan apa apa  , cepat pililah bukunya  " jawab gio , mengalihkan pertanyaan merry


" itu kotak suratmu kan ? " tanya merry tersenyum usil , gio langsung terkejut


" bagaimana kau bisa tau ? " tanya gio menajamkan kedua alisnya


" iya kakek yang memberitahu ku tadi " ujar merry


" apa kau melihatnya ?  " tanya gio kembali dengan mata terbelalak lebar dan wajah yang begitu takut


" belum , tapi aku ingin sekali melihatnya  " ucap merry , gio langsung bernafas lega


" apa aku boleh melihatnya ? " tanya merry dengan penuh harap


" tidakkkk boleehhhhh ! " celetuk gio


" kenapa ??? " tanya merry


" tidak boleh ya tidak boleh , itu kan privasiku " saut gio ketus  ia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur , merry pun  tertawa dengan keras


" kenapa kau tertawa , apa ada yang lucu ? tanya gio


" iya kau yang lucu  seperti anak perempuan saja " kata merry meledek namun  gio tak menggubris ledekan merry


merry mengikuti gio duduk di samping nya  dan menyandarkan punggungnya di tempat tidur  , merry pun membaca buku milik gio  yang sempat ia pilih tadi ,


tiba tiba gio  meletakan kepalanya di pangkuan merry . ia memperhatikan wajah merry dari bawah  sembari menahan senyumnya karna melihat istrinya yang sedang fokus membaca buku .


gio melingkarkan tangannya ke pinggang merry dan menenggelamkan wajahnya di perut istrinya itu , hingga membuat merry merasa begitu geli .


" gio jangan seperti ini aku sangat geli " ucap merry


" tapi aku sangat nyaman seperti ini " ucap gio sembari memejamkan matanya


" giooo " panggil merry lirih


" aku mengantuk jangan panggil panggil !!!  " seru gio  , merry pun tersenyum melihatnnya .


ia melanjutkan kembali untuk membaca bukunya