
Banyak yang mengatakan bahwa mencintai wanita itu sangat menyakitkan
padahal yang menyakitkan ialah mencintai seseorang yang tak pernah mencintaimu
(imam syafi'i)
keesokannya ,
rey menghampiri gio di ruangannya . Rey pun melihat menantunya itu sudah bangun dan terlihat gio sedang duduk menyandarkan sebagian tubuhnya diatas pembaringan rumah sakit tersebut.
" gio .. kau sudah bangun nak ? " tanya rey sembari menyunggingkan senyumnya
" iya pa .. apa merry sudah bangun juga pa ? " tanya gio
" belum nak .. Merry masih tidur " ucap rey
" pa .. Gio ingin sekali bertemu dengan merry , apa gio boleh melihatnya sekarang " pinta gio
" gio .. Kau masih butuh istirahat nak " tutur rey
" gio baik baik saja pa , gio mohon pa ! gio ingin sekali bertemu dengan merry , gio sangat merindukannya " pinta gio kembali
" baiklah , papa akan mengambilkan kursi roda dulu untukmu " kata rey hendak melangkahkan kakinya .
" tidak usah pa ! Gio bisa jalan sendiri " seru gio , rey pun terpaksa mengiyakannya
rey membantu gio berjalan menuju ruangan merry , kala itu keadaan gio memang sudah terlihat lebih membaik daripada sebelumnya .
ketika sudah berada di ruangan merry , rey pun meninggalkan gio bersama anak perempuannya yang masih terlelap dalam tidurnya itu . karna merry juga masih dalam pengaruh obat sehingga pagi itu ia belum terbangun juga.
gio mendudukan tubuhnya mendekati merry
ia pun menatap wajah istrinya tersebut dari dekat . ia mencium kening merry dengan begitu lembut . Hingga kerinduan yang hampir membunuhnya semalam terobati seketika .
gio menjauhkan wajahnya , tangannya tak henti bergantian membelai begitu lembut pemilik wajah cantik itu .
" aku akan menerima apapun kenyataannya nanti , entah kau akan membenciku atau bahkan kau tidak mau melihatku lagi , aku sudah tidak peduli !
Bisa melihatmu baik baik saja aku sudah merasa begitu bahagia ,
Merry .. aku tidak pernah merasakan jatuh hati sekeras ini kepada wanita manapun ,
kecuali kepadamu .
Aku tidak pernah sebahagia dan setakut ini sebelumnya .
Jika aku boleh meminta kepada tuhan , di kehidupan selanjutnya . Aku hanya menginginkan dirimu yang menjadi bagian hidupku . Aku sangat takut kehilanganmu " gumam gio lirih dengan mata yang berkaca kaca , ia menggem erat tangan merry dan menciumnya seraya memejamkan mata .
matanya masih menatap wajah polos yang tanpa terpoles make up sedikitpun itu , jarinya mengusap lembut bibir tipis merry , punggung tangannya tak henti menyentuh kulit wajah yang sangat begitu halus itu .
tak lama kemudian tiba tiba mata merry mengerjap dan terbuka perlahan lahan , merry pun melihat wajah gio tepat diatasnya , ia sejenak menyipitkan kedua matanya memperjelas raut wajah gio .
" gioo " ucap merry lirih , gio pun menepiskan senyumnya seraya membelai kepala merry
" apa ini benar kau ? " tanya merry seolah tak percaya bahwa suaminya berada dihadapannya , gio pun mengiyakan pertanyaan merry .
namun merry masih mematung menatap laki laki yang tengah berdiri dihadapanya , laki laki yang sempat ia lihat berbaring lemah dan tak sadarkan diri sebelumnya , laki laki yang rela berbagi nyawa untuknya .
" kau sudah bangun ? " tanya gio , merry mencoba beranjak duduk dari tidurnya , gio pun membantu merry untuk duduk , kedua mata merry menatap gio dengan begitu pilu . Rasa bersalah dalam hatinya muncul kembali .
" bagaimana keadaanmu ? apa kau baik baik saja ? apa kau masih merasakan sakit ? " tanya gio dengan mempercepat suaranya , ia menyentuh kedua pipi merry , namun merry hanya diam saja . matanya pun terlihat berkaca kaca menatap gio .
" merry .. sepertinya kau tidak baik , tunggu lah disini aku akan memanggilkan dokter " ucap gio , ia mencoba melangkahkan kakinya namun merry terlebih dulu memeluk tubuh gio dengan begitu erat .
" gio maafkan aku " ucap merry , air matanya memecah seketika . ia menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada gio , gio pun terkejut dan membungkam ketika melihat merry seperti itu , ia tak menyangka bahwa merry justru meminta maaf kepadanya .
" gio aku minta maaf , aku mohon maafkan aku " ucap merry dengan terisak isak , gio mencoba mengangkat wajah merry namun merry menahannya .
" merry .. untuk apa kau meminta maaf dan menangis seperti ini ? " tanya gio , seraya menyentuh kepala merry
" aku merasa bersalah kepadamu , aku terlalu egois memikirkan perasaanku sendiri tanpa pernah memikirkan perasaanmu , tidak seharusnya aku bersikap seperti itu kepadamu . Aku mohon maafkan aku " pinta merry kembali suaranya terdengar hampir menghilang , merry pun semakin memeluk erat gio , gio mencoba mengangkat wajah merry dan ia pun mendudukan tubuhnya tepat di samping merry ,
dengan seksama gio melihat wajah istrinya yang membengkak karna menangis .
kedua bola matanya hampir tak terlihat . Kedua tangan gio menyentuh lembut kedua pipi merah yang basah itu . Merry pun menatap gio dengan sesenggukan .
" sayang .. Tidak seharusnya kau meminta maaf dan berbicara seperti itu ! aku sangat mengertikan posisimu , aku tau bagaimana perasaanmu karna waktu itu kau begitu terpukul jadi wajar jika kau marah kepadaku " tutur gio lirih . Mendengar perkataan dari mulut gio merry semakin merasa bersalah .
" gio .. aku benar benar tidak pantas menjadi istrimu . Aku sama sekali tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu , kau selalu mengertikanku sementara aku tidak pernah bisa mengertikanmu " ucap merry menundukan pandangannya , ia masih menangis terisak isak.
" merry cukup ! Kenapa kau berbicara seperti itu ? Di dunia ini hanya kau perempuan satu satunya yang pantas menjadi istriku , hanya kau seorang . Kau sudah menjadi bagian dari hidupku aku sudah sangat bahagia , bahkan kebahagiaan itu tidak bisa digantikan dengan apapun " tutur gio ia menarik dan menenggelamkan wajah merry di dada bidang miliknya seraya memejamkan mata .
" aku mohon jangan berbicara seperti itu lagi , aku sungguh sangat membencinya " imbuh gio . Ia semakin mengeratkan pelukannya .
Mereka berdua memeluk satu sama lain melepaskan rindu yang menghalangi mereka selama beberapa hari ini .
Iya benar ! Rindu itu seolah bertahun tahun telah tertimbun didalam hati mereka .
Saat tengah berpelukan
Tiba tiba seorang perawat masuk ke dalam ruangan merry dan membuyarkan semuanya . Mereka berdua melepas pelukannya seketika
" terimakasih suster " ucap gio , suster itu pun pamit dan berlalu pergi meninggalkan merry dan gio .
Merry terdiam menatap gio dengan mata yang terlihat begitu mengecil , gio tersenyum lirih .
tangannya bergerak mencoba mengusap sisa sisa air mata merry .
" jangan menangis lagi .. Aku tidak suka melihatmu menangis ! " tutur gio , merry pun mengangguk tanpa bersuara . kedua mata Gio tak berpaling menatap merry , tangannya masih mengusap wajah merry yang masih basah , bahkan sebagian rambut merry menempel di wajahnya .
" gio .. Terimakasih " ucap merry lirih
" terimakasih untuk apa ? " tanya gio kebingungan .
" terimakasih kau sudah mau mengingatkan letak kesalahanku dan memberikanku kehidupan yang baru untukku " tutur merry , buliran air mata kembali berjatuhan setetes demi setetes membasahi wajahnya .
" aku bilang jangan menangis kenapa kau begitu cengeng seperti ini , aku sangat tidak suka melihatmu menangis " seru gio. Ia mengusap kembali air mata merry , ia mencoba menyibakkan rambut merry yang tak beraturan .
" kemarikan pita rambutnya , akan ku ikat rambutmu , setelah itu akan ku suapi kau makan " pinta gio menadakan tangannya , merry pun meraih pita rambut miliknya dan memberikannya kepada gio , gio menyibakan rambut merry yang kala itu tergerai dan teracak acak tak beraturan , gio pun duduk berhadapan dengan merry , ia mencoba merapikan rambut istrinya itu dengan jari jari tangannya . Gio mengikat rambut merry dari depan . Merry hanya terdiam menatap begitu dekat suaminya yang tengah sibuk mengikat rambutnya . tatapan matanya begitu senduh , melihat laki laki dihadapannya itu .
" gio .. Aku sangat mencintaimu " tiba tiba kata kata itu terucap lirih dari mulut merry , gio pun terkejut mendengar ungkapan perasaan yang baru saja merry ucapkan dari mulutnya , sejenak gio menatap hangat kedua bola mata yang tepat ada di hadapannya tersebut . Ia tak bergemming akan pandangan hangat itu . Gio cepat cepat menyelesaikan ikatan rambut merry , kedua tangannya mengangkat lembut wajah merry dan mendekatkannya lebih dekat dengan wajahnya . sejenak dua pasang bola mata itu beradu pandang .
" aku juga sangat mencintaimu " tutur gio lirih seraya mencium lembut kening merry , merry tersenyum lirih , raut wajahnya terlihat sangat senang ketika gio juga membalas ungkapan perasaannya . ungkapan perasaan yang ingin ia dengar langsung dari mulut suaminya selama ini.
merry menjatuhkan tubuhnya kembali ke dalam pelukan gio , ia memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat . begitu juga dengan gio ia membalas pelukan istrinya tersebut
dalam lubuk hati gio , ia benar benar sangat bahagia ketika mendengar merry mengungkapkan perasaannya ,
kata kata itu memang sangatlah sederhana
tetapi memiliki makna yang begitu mendalam bagi dirinya , begitu juga dengan merry .
Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan
Maka , aku rela melakukannya berulang kali
(noviana lancaster)
.
.
.
.
.
hai semua .. terimakasih atas saran dan masukannya , sebenarnya memang novel ini akan segera saya tamatkan karna takutnya nanti kalian semua pada bosen sama alurnya 😭😭
tetapi kemungkinan nanti akan ada penambahan part lagi .
tetapi penambahan part itu tergantung vote terbanyak dari koment kalian 😅
yang mau request chapter silahkan coment
oh iya dan untuk novel saya yang amoera is my lady mohon maaf untuk saat ini belum bisa saya update . akan saya update lagi mulai minggu depan dan saya usahakan untuk update rutin setiap hari . jadi harap bersabar ya ❤
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^