My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Keputusan



4 bulan berlalu , merry masih dengan pendiriannya untuk mempertahankan anaknya tanpa melakukan pengobatan sedikitpun . selama itu ia hanya melakukan konsultasi dengan dokter .


Semakin lama Perut merry juga sudah terlihat sedikit membesar .


Ia seringkali merasakan nyeri di bagian pinggangnya bahkan semakin hari semakin menyakitkan .


Namun merry tidak menunjukan rasa sakit tersebut didepan suami maupun keluarganya , ia selalu berpikiran bahwa dirinya akan baik baik saja . selama 4 bulan ini merry dan gio tinggal di rumah papa mamanya . Karna gio sangat khawatir akan keadaan istrinya jika sendirian dirumah .


Siang itu , merry sedang duduk di ruang depan sembari membaca buku dan ditemani oleh mama dan juga bibinya . Sementara Gio dan rey tak terlihat. Mereka berdua berada di kantor mereka masing masing


" merry .. Minumlah air putih yang banyak " pinta cathrine menyodorkan segelas air . Merry pun mengiyakan dan meneguk air tersebut .


Kemudian ia melanjutkan membaca bukunya kembali .


Selang beberapa waktu ia mengernyit kesakitan . Merry merasakan sakit luar biasa di pinggang belakangnya .


" sayang kau kenapa ? " tanya kikan dan cathrine dengan panik


" mama .. pinggang merry sangat sakit sekali " ucap merry. Ia masih mengernyit menahan rasa sakit . Rasa sakit yang saat ini ia rasakan berkali kali lipat dari rasa sakit yang merry rasakan sebelumnya .


" cathrine tolong hubungi kak rey " pinta kikan dengan panik . Cathrine pun mengangguk dan bergerak cepat menghubungi rey .


" ayo sayang kita kerumah sakit " ajak kikan .


" tidak mau ma .. Merry tidak mau . Arghhh mama sakit .. " teriak merry , tangannya memegang pinggangnya dengan begitu erat . Kikan pun melihatnya menangis ketakutan


" merry ayo kita kerumah sakit . Ayo nak " ajak kikan kembali menarik paksa merry


" merry tidak mau ! lepaskan tangan merry " pinta merry menepis tangan kikan .


Rasa sakitnya semakin bertambah dan menjadi jadi . Merry berteriak dan menangis menahan rasa sakit tersebut , cathrine dan kikan berulang kali memaksanya untuk pergi ke dokter namun merry malah memberontak . Mereka hendak memanggil tuan ashlan tetapi siang hari tuan ashlan tidak ada dirumah karna sedang mengobati pasien di rumah sakit .


" merry jangan membuat mama takut seperti ini nak , mama mohon ayo kita pergi ke dokter " pinta kikan ia memeluk merry dengan menangis terisak isak .


" merry tidak mau ma " ucap merry dengan suara begitu berat . Ia tidak mau pergi ke dokter karna benar benar takut akan kehilangan anaknya .


Tak lama kemudian merry yang tak bisa menahan rasa sakitnya tiba tiba tak sadarkan diri .


Kikan dan cathrine semakin panik . Cathrine mencoba meminta bantuan tetangganya untuk membawa merry pergi ke rumah sakit .


Di perjalanan Cathrine menghubungi rey kembali dan menyuruhnya langsung ke rumah sakit . Begitu juga dengan gio .


Gio yang kala itu sedang melakukan rapat , ia terpaksa meninggalkan rapat penting tersebut dan menuju ke rumah sakit .


CONNOLLY HOSPITAL


Merry masih ditangani oleh dokter , sementara cathrine menenangkan kikan di luar ruangan , kikan tak henti hentinya menangis ketakutan memikirkan anaknya, kemudian rey pun datang dan selang beberapa waktu gio juga datang menyusul .


" mama .. Merry bagaimana ? " tanya gio dengan khawatir


" merry masih didalam " ucap kikan


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan ,


" nyonya .. Tuan .. Gagal ginjal yang di derita oleh nona merry sudah terbilang kronis dan kini ginjalnya hanya berfungsi 10% , kita harus melakukan transplantasi ginjal , dan mencari pendonor ginjal dengan golongan darah B " tutur dokter


" dok tolong .. Lakukan apapun agar istri saya sembuh " pinta gio ia menggigil ketakutan .


" iya dok tolong sembuhkan anak saya . Golongan saya B ambil salah satu ginjal saya dok " saut rey


" tetapi nona merry sekarang dalam keadaan hamil , sebelum melakukan operasi transplantasi ginjal . janin di dalam kandungan nona merry harus kami kuret terlebih dulu dan suami dari nona merry harus menandatangi surat persetujuan " ucap dokter kembali .


Deg ,


Jantung gio tiba tiba memberat seketika


" apa saya bisa menemui istri saya dulu dok ? " tanya gio . Dokter pun mengizinkannya .


Terlihat merry berbaring lemah diatas tempat tidur dengan bantuan selang oksigen di hidungnya .


Gio menyentuh lembut dahi merry. Merry yang merasakan sentuhan gio . Ia mengerjap membuka matanya .


" gio .. " panggil merry lirih dengan bibirnya yang begitu pucat . Ia melihat isi sekitar ruangan . Dan ia begitu terkejut melihat sudah menemui dirinya sedang berada di rumah sakit . Merry mencoba beranjak duduk .


" merry jangan terlalu banyak gerak .. Buatlah istirahat " pinta gio


" gio .. Aku mau pulang ! aku tidak mau disini ,bawa aku pulang " pinta merry lirih . Suaranya terdengar melemah dengan menggelayuti tangan gio .


" sayang .. Kau harus dirawat disini dulu ! " ucap gio


" aku tidak mau , aku mau pulang " seru merry .


Tiba tiba dokter menghampiri mereka berdua .


" tuan gio .. Kau harus segera mengambil keputusan " pinta sang dokter


" keputusan ? Keputusan apa dok ? " tanya merry dengan penasaran


" nona merry , ginjal anda sudah hampir tidak berfungsi lagi , kau harus di rawat dan melakukan pencangkokan ginjal " tutur dokter .


" saya tidak mau dok ! " seru merry dengan menggelengkan kepalanya .


" nona merry .. jika kau tidak melakukan operasi transpalantasi ginjal nyawa anda sendiri yang akan terancam " seru dokter . Merry tetegun mendengarnya .


" nona .. Sebelum melakukan pencangkokan ginjal. Kami harus melakukan pengkuretan pada janin anda .. Dan suami anda harus menandatangani surat persetujuan ini terlebih dulu " tutur dokter . Merry pun terkejut , ia mengalihkan kedua matanya menatap gio .


" gio aku tidak mau , jangan menandatangani surat persetujuan itu " pinta merry memohon dan menggelengkan kepalanya .


" merry kau harus melakukan operasi ! " ucap gio


" aku tidak mau , kenapa kau selalu memaksaku ! " seru merry


" Merry .. Apa kau tidak bisa mengertikan perasaanku , perasaan mama dan papa ? Mereka sangat mengkhawatirkanmu , kenapa kau begitu keras kepala ? " teriak gio


" Kenapa aku harus mengertikan Perasaan kalian . Sedangkan kalian tidak pernah bisa mengertikan perasaanku ? Aku tidak mau kehilangan anakku ! Aku tidak mau melakukan operasi itu ! aku tidak mau gio .. Aku mohon aku tidak mau , tunggu 4 bulan lagi aku mohon " pinta merry , ia menangis terisak isak . Gio pun memeluknya


" merry aku mohon jangan seperti ini , kau harus melakukan operasi sekarang juga " pinta gio kembali ,


" aku tidak mau ! Kalau kau tetap menandatanganinya , aku akan membencimu dan tidak mau melihatmu lagi " teriak merry mendorong tubuh gio dengan keras .


Gio semakin bimbang , ia tidak menggubris kata kata merry , ia mengambil surat persetujuan yang dibawakan oleh dokter itu dan berlalu keluar meninggalkan merry .


" gioooo jangan kau tanda tangani aku mohon " teriak merry menangis , ia mencoba turun dari tempat tidurnya mengikuti gio . Namun dokter dan perawat menghentikannya , merry merasakan pinggangnya sakit kembali semakin menjadi jadi , perawat pun mencoba membaringkan merry kembali ke tempat tidurnya .


Gio menemui kikan dan rey di depan dan terlihat ada kakek vinno , dan alka yang baru saja datang .


" gio .. papa tau apapun keputusanmu itu yang terbaik untuk merry " ucap rey , gio pun hanya mengangguk .


Dokter pun menghampiri gio dan menanyakan kembali keputusannya .


Gio dengan berat hati menggerakan tangannya yang sudah memegang bolpoin menandatangani isi surat persetujuan itu .


Ia memejamkan mata dengan begitu berat menahan kesedihannya .


Kakek vinno memeluk gio dengan erat , beliau menenangkan cucu satu satunya itu .


" kakek .. Gio hanya tidak ingin kehilangan merry " ucap gio lirih ia mencoba menahan tangisnya .


" kakek tau nak . Kakek tau " ujar kakek gio lirih sembari menepuk nepuk bahu gio .


Kemudian dokter melakukan proses kuret kepada merry , kurang lebih setengah jam dokter keluar dari ruangan .


Melihat dokter keluar dari ruangan , mereka semua menghampirinya .


" kami sudah melakukan proses kuret terhadap nona merry , sekarang nona merry masih belum sadarkan diri kemungkinan satu jam mendatang kalian bisa menemuinya " tutur dokter.


" dan Untuk transplantasi ginjal akan kami lakukan besok pagi dan akan memakan waktu kurang lebih 4 -5 jam . Apa kalian sudah menemukan donor ginjal dengan golongan darah B untuk nona merry ? " tanya dokter


" saya yang akan mendonorkan ginjal untuk anak saya dok, golongan darah saya B . tapi apakah setelah operasi . anak saya akan baik baik saja dok ? " tanya rey dengan raut wajah yang takut


" tentu saja tuan , rata rata transplantasi ginjal akan berhasil meskipun kemungkinan resiko penolakan tubuh akan ada tetapi itu masih bisa kami atasi . Setelah melakukan operasi transplantasi ginjal tubuh nona merry bisa bekerja normal kembali meskipun hanya 70 - 80 % " tutur dokter kembali . Kemudian dokter itu pamit berlalu meninggalkan keluarga merry .


kikan , rey dan gio menunggu merry sadar , mereka bertiga duduk di sampingnya .


Kedua mata gio tak lepas memperhatikan raut wajah istrinya yang begitu pucat dengan sisa sisa air mata yang masih melekat di pipinya .


Hati gio seakan sakit melihatnya . Matanya terlihat membengkak merah karna menahan air mata .


Mata merry tiba tiba bergerak melihat sekitar . ia mengerjap perlahan menyesuaikan dengan ruangan sekitar , ia melihat suami , mama dan papanya tepat di atas matanya . Ia memanggil nama mama papanya dengan lirih .


Setelah kesadarannya terkumpul penuh merry mengingat anaknya sontak tangan merry merabah perutnya .


" mama .. Anak merry " tanya merry , ia mencoba beranjak duduk .


" merry . Tidurlah jangan banyak bergerak " pinta rey


" mama .. apa dokter mengambil anak merry ? " teriak merry .


" sayang .. Kami tidak punya pilihan lain lagi nak " ucap kikan ia juga ikut menangis melihat merry .


" kenapa mama membiarkannya ? merry tidak mau ma . Merry mau anak merry , " teriak merry dengan menangis ia meronta ronta .


" merry tenanglah " saut gio , ia memegang bahu merry , merry pun menatap gio dengan tajam .


" pergiiiiiiii . ini semua gara gara kau ! Aku sangat membencimu , kau daridulu tidak pernah menginginkan anakku lahir .. Pergi dari sini aku tidak ingin melihatmu , pergiiiiiiiii " teriak merry meronta ia semakin menangis menjadi jadi .


" gioooo aku sangat membencimu ! aku tidak mau melihatmu sampai kapanpun " teriak merry. air matanya tak berhenti menderas sembari kedua tangannya memukuli tubuh gio dengan begitu keras ,


mendengar kata kata yang merry ucapkan .


ia merasa sangat begitu terluka . gio tak bisa berkata dan hanya bisa menelan ludahnya dengan begitu getir .


" merry tenanglahhh .. Jangan seperti anak kecil ! Apa kau pikir dengan mempertahankan anakmu kamu akan sembuh ? Kalau kamu mempertahankan anakmu dengan keadaan sakit seperti ini bagaimana bisa kamu merawat anakmu nanti ? Apa kau tidak berpikir sampai sana ? " teriak rey . merry hanya menangis terisak isak .


Gio benar benar tak kuasa melihat istrinya menangis .ia pun berlalu keluar Dari ruangan itu , ia berjalan cepat menghampiri kakek vinno , dan langsung menyatuhkan tubuhnya memeluk kakeknya tersebut dengan begitu erat . Ia menumpahkan air matanya dipelukan kakeknya .


" kakek .. Apa gio salah ? Gio hanya takut kehilangan merry , gio pernah kehilangan mama , papa dan vanno . Gio tidak ingin kehilangan merry . Apa gio salah? " tanya gio lirih , suaranya beradu dengan isak tangisnya . Bahkan air matanya membasahi jas yang melapisi tubuh kakeknya itu . Kakek vinno ikut hanyut melihat cucunya menangis , ia berulang kali mengangkat kaca mata dan mengucek kedua matanya . Karna selama ini , baru kali ini kakek vinno melihat gio menangis .


" kau tidak salah nak .. Ini yang terbaik untuk istrimu " ucap kakek vinno menenangkan gio


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


Gracias ^_^