My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
kehilangan untuk kesekian kalinya



Gio menginjak gas mobilnya dan melajukan mobil tersebut menuju pulang ke arah rumah dengan kecepatan sedang .


Sesampainya di rumah gio pun mandi dan merry menyiapkan baju untuknya .


malam harinya , mereka berdua pun makan malam bersama dengan diselipi obrolan ringan , seusai makan malam mereka berdua kembali kedalam kamar . Merry mengambil salah satu koleksi bukunya yang terlihat sangat tebal  untuk ia baca . Ia pun duduk bersandar di atas tempat tidurnya .


gio pun seketima teringat akan andrew dan carrol . Ia pun menanyakan rasa penasarannya itu kepada merry .


" sayang ? " panggil gio . Ia menjatuhkan tubuhnya dengan posisi tengkurap di samping merry


" hemm ? Iya ? " saut merry


" apakah carrol sudah punya kekasih ? " tanya gio , merry terdiam sejenak dan melirikan matanya kepada gio .


" kenapa memangnya ? " tanya merry sinis


" aku hanya tanya saja , apa dia sudah punya kekasih ? " imbuh gio


" entahlah " ucap merry ia memusatkan kembali kedua matanya ke arah buku yang ia pegang .


" apa kau tau , kenapa ponsel carrol tidak aktif ? " tanya gio kembali , merry semakin menajamkan matanya melirik kearah gio . ia pun menutup bukunya dengan keras .


" kenapa kau daritadi  tanya tanya tentang carrol ?  apa kau menyukainya ? apa kau sering berkomunikasi dengan nya ? iya ?  " tanya merry dengan  ketus   . raut wajahnya terlihat kesal nampaknya ia cemburu ketika gio bertanya tentang sahabatnya tersebut , gio menyipitkan kedua matanya dengan heran . ia beranjak dan duduk disamping merry , kedua matanya menatap merry dan menahan keras senyumannya . 


" kenapa kau tersenyum ? " seru merry seraya mengerucutkan bibirnya , gio menyentuh pinggang merry dan mendekatkan wajahnya lebih dekat .


" apa kau cemburu aku bertanya  tentang carrol ? " tanya gio 


" tidak ! siapa juga yang cemburu " ucap merry , ia pun membuang wajahnya , senyuman gio semakin tak tertahankan 


" (mendesis) aku sudah bilang jangan cemberut seperti ini " seru gio , tangannya   menghimpit  kedua pipi merry  dan menciumnya dengan begitu gemas . merry hanya diam dan masih melirikan matanya dengan sinis ke arah gio 


" sayang .. aku tidak menyukai carrol ! aku tidak akan pernah bisa jatuh hati kepada wanita lain selain dirimu , percayalah " tutur gio , sembari menyibakan rambut yang menutupi dahi merry 


" lalu kenapa kau bertanya tentang carrol sampai seperti itu  ? " tanya merry 


" (menghela nafas) aku hanya bertanya saja  , karna waktu tadi  aku menjemputmu dirumah carrol , aku berpapasan andrew , dia  juga disana sedang mencari carrol . tapi andrew tidak bertemu dengan carrol , katanya carrol tidak ada di rumah dari kemarin malam , padahal dia sedang ada dirumah kan tadi ? . dan andrew juga bilang kalau nomer carrol tidak dapat di hubungi , makanya aku bertanya kepadamu . apa mungkin dia sudah punya kekasih sampai dia menghindar dari andrew ? " tutur gio 


" ehmm , setauku selama 2 tahun ini carrol tidak memiliki kekasih  , dan kau kan tau sendiri akhir akhir ini carrol dekat dengan kak andrew , tapi seperti tadi pagi yang aku bilang kepadamu carrol tiba tiba ingin menetap di jepang , alasan dia karna ingin melanjutkan pendidikannya disana . tetapi aku tidak percaya , aku rasa dia sedang patah hati ! karna dengan waktu yang bersamaan dia juga mengganti nomer ponsel lamanya dengan yang baru " ucap merry 


" dia tidak mau menceritakan masalahnya kepadaku ,  apa dia patah hati dengan kak andrew ? tapi patah hati karna apa ?   " sambung merry dengan memiringkan kepalanya 


" entahlah , andrew tadi bilang juga tidak ada masalah dengan carrol , katanya kemarin dia dengan carrol baik baik saja " ujar gio 


" apa kak andrew sudah punya kekasih ? " tanya merry 


" aku rasa sih  belum , tapi tidak  tau lagi karna andrew sangat berbeda dengan william dia lebih sedikit  tertutup " jawab gio .


" ehmmm .. lebih baik besok kau berbicara kepada kak andrew dan aku akan mencoba berbicara kepada carrol sebenarnya ada apa diantara mereka berdua ." ucap merry 


" baiklah , yasudah ayo kita tidur " ajak gio , ia mencoba menarik tubuh merry 


" aku masih belum mengantuk , aku mau melanjutkan membaca bukuku  " ucap merry ia membuka kembali buku yang sempat ia tutup tadi , dan melanjutkan membaca buku tersebut . hampir satu jam merry masih fokus membaca buku , dan mata gio terjaga menunggu merry .


" sayang ,, apa kau sudah selesai  membaca bukunya ? " tanya gio


" belum ! mungkin kurang 200 halaman lagi " saut merry tanpa menatap wajah gio 


" (menghela nafas) kenapa lama sekali ? , bisakah kau percepat sedikit membacanya  " pinta merry 


" tidak bisa ! " seru merry


" membacanya dilanjutkan besok kan bisa , aku sangat mengantuk " pinta gio 


" sangat nanggung ! kalau kau mengantuk  ya tidur saja , kenapa harus menungguku " celetuk merry


" kenapa dia sangat tidak peka sekali " gumam gio menggerutu dalam hati 


" yasudah aku akan tidur " seru gio dengan begitu kesal ia membelakangi merry , merry pun tersenyum , ia sebenarnya sudah  tau apa yang sedang diinginkan suaminya tersebut . ia menutup bukunya dan meletakan buku tersebut  diatas meja samping tempat tidur , ia memeluk erat tubuh gio dari belakang .


" gio .. kau ini seperti anak kecil , begitu saja ngambek " ucap merry , gio pun tersenyum , ia membalikan tubuhnya dan memeluk balik tubuh istrinya tersebut .


Krucuk .. Krucuk .. (perut merry berbunyi)


" apa kau masih  lapar ? " tanya gio dengan mengernyitkan dahinya 


" ehem  , aku rasa begitu " merry berdehem dan menganggukan kepalanya .


" sebentar .. akan ku ambilkan makanan ringan di lemari es untukmu , tunggulah disini ." pinta gio


" tapi aku tidak mau ! " ucap merry


" lalu , kau mau nya makan apa ? " tanya gio


" ehmmmm , entahlah " ucap merry


" yasudah besok pagi saja makannya " tutur gio


" tapi aku sangat lapar " ucap merry


" iya tapi mau makan apa ? Kau makanan ringan tidak mau " seru gio


" ehmm .. yasudah besok pagi saja , aku akan tidur " ucap merry . gio pun mengiyakan sembari menggeleng gelengkan kepala karna sikap merry yang membingungkan .


Keesokan paginya merry pun terbangun


namun  ia sudah tidak menemui gio di sampingnya lagi  .


Merry beranjak keluar dari kamar dan mencari cari gio , namun ia juga tak menemukannya . Ia pergi ke kamar bi mia bermaksud untuk menanyakan gio , namun bi mia juga tidak ada .


" kemana gio pagi buta seperti ini sudah pergi ? Bi mia juga tidak ada dirumah  " gumam merry , ia hendak kembali ke kamarnya lagi. namun Tiba tiba ada suara yang menghentikan langkah kakinya .


" nona merry " merry pun menghentikan kakinya seketika , ternyata yang memanggilnya ialah bi anne


" bi anne .. Saya kira di rumah tidak ada orang " ucap merry


" oiya bi apa bibi tau  .. gio  dan bi mia pergi kemana ? Kenapa tidak terlihat sepagi ini ? " tanya merry


" ehmmm , itu nona . Tuan muda sama kakak saya pergi ke rumah tuan vinno " ucap bi anne dengan menundukan pandangannya


" sepagi ini ? Sedang apa mereka disana bi ? Apa kakek sakit ? " tanya merry


" ehmm bibi kurang tau nona , oh iya nona segeralah sarapan ,  kata tuan gio semalam nona merry  lapar , jadi bibi sudah siapkan sarapan untuk nona merry " ucap bi anne


" baiklah bi terimakasih banyak  " kata merry , bi mia pun berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya , ia berlalu meninggalkan merry


Dan merry kembali masuk kedalam kamarnya , ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu ia  mengganti pakaian dan terlihat sudah begitu rapi .


Kemudian merry pergi ke dapur untuk sarapan karna ia merasa sangat lapar dari semalam .


ia juga mengajak bi anne untuk sarapan bersamanya namun bi anne menolak ajakan merry . merry pun terpaksa sarapan sendiri di meja makan sedangkan bi anne sedang sibuk mencuci piring , 


merry pun baru kali ini menikmati masakan yang telah di buatkan oleh bi anne , karna biasanya yang memasak ialah bi mia sedangkan bi anne hanya membantunya untuk membersihkan rumah saja ,


baru beberapa kali merry menelan makanannya , tiba tiba  ia menggembungkan mulutnya dan cepat cepat pergi ke kamar mandi , ia mengeluarkan semua makanan yang sudah ia telan  di wastafel kamar mandi tersebut . kemudian ia  kembali ke meja makan dengan menghela nafas yang begitu berat ,


bi anne pun menghampiri merry dan menyodorkan segelas air putih untuk nya . merry pun meminum air putih yang telah di berikan oleh bi anne.


" nona .. maaf masakan saya tidak enak ya ?  maaf ya nona saya kurang ahli dalam memasak " ucap bi anne ia menundukan pandangannya dengan perasaan tidak enak ,


" tidak kok bi , masakannya sangat enak , tapi asam lambung merry sedang kambuh jadi maaf ya bi merry jadi memuntahkan makanannya  . merry akan melanjutkan makan merry , masakan bi anne sangat enak kok " ucap merry dengan menepiskan senyumnya ,


bi anne pun bernafas lega . merry melanjutkan makannya kembali . sebenarnya ia enggan melanjutkan makannya  karna perutnya begitu tidak nyaman , namun karna tidak ingin melukai hati bi anne yang sudah bersusah payah membuatkan sarapan untuknya  , merry pun  memaksa kan tubuhnya agar tetap memakan makanan tersebut , seusai makan merry kembali ke kamar dan mengambil tas jinjing miliknya , ia mengikat rambut  dan mengambil syal untuk di balutkan di lehernya , merry kembali ke dapur menemui bi anne .


" bi saya pamit  keluar dulu ya " pamit merry


" nona merry mau kemana ? " tanya bi anne


" saya mau ke rumah kakek vinno bi " ucap merry


" jangan nona , nanti saja setelah tuan muda pulang . Nona tunggu saja di rumah" pinta bi mia


" tidak bi .. Saya mau menyusul suami saya saja kesana. " ucap merry , bi anne tetap melarang merry agar tidak menyusul gio di rumah kakek vinno namun merry bersikeras memaksanya. Bi anne pun terpaksa mengiyakan permintaan merry , tetapi ia juga ikut menemani merry pergi ke rumah kakek vinno .


Bi anne dan merry berjalan menuju ke jalan raya untuk mencegat taxi , setelah menemukan taxi , mereka berdua menumpangi taxi itu


setibanya di rumah kakek vinno , merry dan bi anne pun turun dari taxi , dan terlihat begitu banyak orang yang sedang berkerumun di rumah itu . merry pun bertanya tanya dengan keheranan .


" bi anne kenapa banyak orang di rumah kakek ? " tanya merry , namun bi anne hanya diam saja .


" bibi , kenapa bibi diam saja " tanya merry . Namun bi anne tetap tak bergemming .


" ini sebenarnya ada apa ? "  gumam merry , jantungnya berdegub kencang beradu dengan rasa takut .


Merry melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah  .


di rumah itu terpampang sebuah foto kakek vinno dan begitu banyak sekali ucapan bela sungkawa yang di peruntukan untuk kakek vinno 


Rest in peace


MARVINNO MOEN


merry menutup mulutnya yang menganga  karna terkejut .


" tidak mungkin " ucap merry lirih , matanya terbelalak lebar , ia dengan gemetar melangkahkan kakinya mendekati  gio .


mama kikan dan papa rey ternyata juga sudah berada disana di samping jenazah kakek vinno .


" kakek " ucap merry lirih 


" kakek " teriak  merry , air matanya membanjir seketika . ketika Gio dan lainnya mendengar suara teriakan ,  mereka semua langsung menoleh ke arah merry .


" merry .. " ucap rey dan kikan 


" mama .. kakek kenapa ? " tanya merry


" kakekk bangunlah " teriak merry semakin menangis ,


" mamaaa .. " panggil merry , ia melihat kearah kikan .


" nak , kakek sudah meninggal " ucap kikan lirih 


" kakek .. Kenapa kakek meninggalkan gio dan merry , kakek ayo bangunlah " teriak merry menangis


" gio kenapa kau tidak memberitauku " tanya merry  menggoyang goyangkan lengan gio , namun gio hanya diam saja , ia tak bergemming menatap kakek nya yang tengah  berbaring dan  sudah tak bernyawa itu  .


" gio " panggil merry , gio tetap tak bergemming .


" sayang , sudahlah " tutur rey , ia pun memeluk anaknya tersebut .


tak lama kemudian carrol datang , begitu juga teman teman gio yang lainnya termasuk , andrew , jacob , william dan tak tertinggal juga aline . aline pun berjalan mendekati gio 


" gio aku turut berduka cita atas meninggalnya kakek , kau yang sabar ya " ucap aline dengan memegang bahu gio . meskipun merry tidak senang akan kedatangan aline , tetapi dia tidak memperdulikannya , karna ini bukan waktunya dia untuk cemburu ,


kemudian semua orang yang telah berdatangan di kediaman kakek vinno  mengantarkan kakek vinno ke tempat peristirahatannya yang  terakhir . kakek vinno pun di kebumikan di samping makam anak dan cucunya .


merry pun juga ikut terpukul atas kepergian kakek vinno karna beberapa bulan terakhir , dirinya begitu dekat dengan kakek vinno , ia sudah menganggap kakek vinno seperti kakek kandungnya sendiri . ia begitu menyayangi kakek vinno  . kikan dan carrol tak henti hentinya mencoba menenangkan merry .


" merry , tenanglah " kata kikan mencoba menenangkan merry .


"  Kakek orang baik ma , dia sangat baik , kenapa  tuhan mengambil kakek , kasian gio ma " ucap merry , kikan mencoba menyeka air mata anaknya yang masih mengalir membasahi pipinya  tersebut ,


" merry . ini sudah kehendak tuhan " saut carrol 


" iya sayang sudah lah  , jangan menangis lagi ! kau harus menguatkan gio  " tutur kikan seraya memeluk anaknya tersebut .


(flashback)


saat jam 04.30 AM bi mia mendapatkan telpon dari bibi joanna (asistent rumah tangga kakek vinno) , ia memberi kabar kepada bi mia bahwa kakek vinno tengah berada di rumah sakit karna tak sadarkan diri dan hanya mengingau ngigau nama richard (anaknya yang tak lain papa dari gio) , bi joanna mencoba menghubungi ponsel milik gio namun tidak bisa maka dari itu bi joanna memberi kabar lewat bi mia . bi mia yang mendapat kabar dari bi joanna , ia langsung menuju kamar gio dan mencoba membangunkannya.


tok .. tok .. tok .. ( bia mia mengetuk kamar gio)


" tuan gio permisi " panggil bi mia 


tok .. tok .. tok ..


" tuan "  panggil bi mia kembali , tak lama kemudian gio pun bangun dan membukakan pintu kamanya ,


" ada apa bi pagi pagi begini membangunkan saya ? " tanya gio


" tuan .. bibi joanna baru saja menelpon saya katanya tuan besar masuk rumah sakit karna tiba tiba  tidak sadarkan diri " ucap bi mia , gio pun terkejut .


" baik bi terimakasih , gio akan segera kerumah sakit " kata gio 


" tuan .. apa boleh saya ikut ? " tanya bi mia ,


" boleh bi . tunggu sebentar , gio akan ganti baju " ucap gio . gio pun masuk kealam kamarnya dan cepat cepat mengganti bajunya . ia sejenak menatap merry yang masih terlelap tidur , rasanya ia enggan memberitau merry karna takut istrinya tersebut akan khawatir .


jadi gio langsung bergegas keluar dari kamarnya tanpa memberitau merry bahwa kakeknya masuk rumah sakit  .


bi mia dan bi anne pun menghampiri gio yang baru saja keluar dari kamarnya  .


" bi anne , tolong siapkan sarapan untuk merry , karna dari semalam dia lapar , gio pergi ke rumah sakit dulu bersama bi mia , dan jangan bilang merry kalau kakek masuk rumah sakit " tutur gio


" kalau nona merry bertanya bagaimana tuan ? " tanya bi anne


" bilang saja aku dan bi anne ada urusan di rumah kakek " imbuh gio , bi anne pun menganggukan kepalanya ,


bi mia dan gio pergi ke rumah sakit dengan mengendarai mobil milik gio , dan sesampainya dirumah sakit dokter masih memeriksa kondisi kakek vinno , tak lama kemudian dokter pun keluar menemui gio .


" dokter bagaimana kakek saya ? apa keadaannya baik baik saja ? " tanya gio dengan begitu cemas


" jika boleh tau anda siapanya tuan vinno ? " tanya dokter


" saya cucunya dok " saut gio


" tuan .. kami minta maaf , tuan vinno sudah meninggal dunia karena terkena serangan jantung "  ucap dokter memberitahu gio


deg


deg


tubuh gio langsung melemas seketika saat mendengarnya , ia pun merasa terpukul , lagi lagi ketakutan yang selama ini bersemayam didalam dirinya menjadi kenyataan ,


iya benar ! ketakutan akan kehilangan orang orang yang ia sayang .


" dokter .. tapi kakek saya tidak memiliki riwayat penyakit jantung " tanya gio , suaranya terdengar begitu berat , kemudian bi joanna menghampiri gio .


" tuan gio , selama ini tuan besar punya penyakit jantung tetapi tuan besar tidak memberitau tuan gio karna takut membebankan pikiran tuan gio " ucap bi joanna .


" kakek " gumam gio , tubuh gio semakin melemas seolah  tulang belulangnya terlepas dari tubunya , gio merasa menyesal , bagaimana bisa ? dia selama ini sibuk akan dunianya sendiri hingga melupakan kakekknya . orang tua satu satunya yang ia punya . yang selalu menuruti segala  keinganannya . dan yang selalu ada disampingnya .


gio menyuruh bi mia menghubungi bi anne untuk tidak memberitau merry terlebih dulu bahwa kakek vinno meninggal , karna gio sendiri yang akan memberitaukannya setelah pemakaman selesai .


(flashback end)


seusai pulang dari pemakaman kakek vinno , gio kala itu langsung masuk tanpa menyapa istri maupun semua teman temannya .


ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar kakeknya  .


merry pamit kepada kikan untuk menghampiri gio .


gio terlihat duduk diatas tempat tidur kakek vinno seraya matanya melihat ke arah meja yang terdapat foto kakeknya tersebut . terlihat jelas di kedua mata gio , kesedihan begitu dalam menghujam hati dan pikirannya , ia seolah tidak bisa menerima akan kepergian kakeknya , kakek yang selalu menemaninya dari kecil  , kakek yang membesarkan dirinya . kakek yang selalu menuruti semua keinginannya .


" gio belum sempat membahagiakan kakek " gumam gio lirih


" gioo " panggil merry ia duduk mendekati gio , merry menepiskan air matanya yang masih menetes di pipi ., 


" aku baik baik saja " ucap gio tanpa memandang merry ,


" gio " panggil merry kembali ia menggenggam erat tangan gio . gio pun mengalihkan kedua matanya , ia sejenak beradu pandang dengan kedua mata merry , kedua matanya seakan menyiratkan kesedihan akan kehilangan kakek nya  yang tengah ia rasakan saat ini  , rasanya gio tak kuasa menahan rasa sakitnya , ia memeluk dan menenggalamkan  wajahnya di bahu merry dengan begitu erat ,


" sayangg  .. " panggil  merry lirih , ia mengelus elus punggung gio 


"  kakek sudah pergi meninggalkanku selamanya , aku sudah tidak punya siapa siapa lagi selain dirimu , jangan pernah pergi meninggalkanku " pinta gio dengan suaranya yang begitu berat , air matanya membasahi sebagian baju yang merry kenakan ,


" aku tidak akan pernah meninggalkanmu , tidak akan pernah ! " ucap merry , ia memejamkan matanya dengan begitu pilu , ia bisa merasakan apa yang saat ini sedang suaminya rasakan .


.


.


.


ini 2 episode aku jadikan 1 ya .


maaf sekali kalau terlambat update karna ada kesalahan teknis 😭😭😭


jangan lupa tinggalkan jejak likenya


terimakasih ❤