
paginya , gio berpamitan kepada merry dan kakek vinno untuk berangkat bekerja . merry mengantar gio sampai halaman rumah ,
" sayang .. aku akan pulang lebih awal , nanti aku akan menjemputmu dan kita akan pulang kerumah mama , tidak apa apa kan jika kau sementara di rumah kakek " tanya gio
" iya tidak apa apa ! kau hati hati " ucap merry dengan menepiskan senyumnya , gio pun mencium merry , ia bergegas menaiki mobilnya , dan berlalu melajukan mobilnya tersebut .
saat merry melihat gio sudah jauh dari pandangan matanya . merry pun masuk kembali kedalam kamar .
matanya tertuju kembali ke arah kotak surat gio , merry pun mendekati kotak surat tersebut . ia mencari kunci kotak itu didalam lemari , setelah menemukan kunci nya , merry perlahan mencoba membuka kotak surat itu karna ia begitu penasaran dengan semua surat yang kata kakek vinno selalu gio tulis di kotak itu .
terlihat begitu banyak kertas putih yang sudah tercoret tinta didalam kotak surat tersebut .
" gio maafkan aku .. aku hanya ingin tau saja " gumam merry , ia mengambil beberapa surat itu dan membacanya , terlihat kertas kertas itu begitu usang dan sepertinya sangat lama sekali gio menulis surat surat itu
aku tidak peduli seberapa besar ia membenciku , yang aku pedulikan bagaimana tetap bisa melihatnya , melihat setiap kali dia tersenyum meskipun senyuman itu bukan untukku
mama .. apa mama tau ? hari ini aku masuk ke sekolah baru . aku bertemu dengan teman teman baruku , mereka semua diantar oleh mama papa mereka , tetapi gio hanya diantar oleh kakek
dia begitu mengajarkanku bahwa cinta adalah perkara memberi. Menjadi sebaik-baiknya pribadi, tanpa perlu khawatir apakah kasih yang sebesar itu akan kembali
aku memberikan seluruh hatiku kepadanya , namun aku tak mendapatkan kembali seutuhnya
(gak aku tulis semuanya ya wkwk)
begitu banyak surat yang di tuliskan gio didalam kotak itu , surat tentang perasaannya dan kerinduannya terhadap keluarganya ,
tentang rasa kesepiannya , tentang teman temannya bahkan tentang perasaanya kepada merry yang tidak bisa ia ungkapkan secara langsung .
merry merasakan rasa sakit yang begitu mendalam saat membaca surat surat itu ,
ia kini merasakan kembali penderitaan batin yang suaminya rasakan selama ini , airmatanya meleleh ketika ia mengingat kembali bagaimana dirinya berbicara kasar kepada gio . karna kesan pertama merry bertemu dengan gio sangat tidak baik apalagi gio seringkali mengganggu merry , hingga membuat merry semakin tidak menyukai gio bahkan menganggapnya sebagai musuh , sedangkan gio ..
" gio aku sangat mencintaimu " gumam merry menepis air matanya
merry juga terkejut ketika melihat foto nya semasa SMP begitu banyak di dalam kotak itu , bahkan banyak juga foto merry yang diambil oleh gio diam diam .
dikotak itu juga terlihat begitu banyak kertas yang terlipat , merry mencoba membuka lipatan kertas itu . ternyata lipatan kertas itu ialah lukisan wajah merry , meskipun lukisan itu tidak begitu jelas tetapi merry tau jika yang telah gio lukis itu ialah wajahnya karna gio menulis nama merry di sebagian kertas tersebut . merry pun tersenyum melihat lukisan itu sembari menepiskan air matanya .
merry mengambil 1 lipatan surat lagi yang ada didalam kotak itu .
merry pun membaca curahan hati gio kepada mamanya bahwa gio bahkan sampai rela pindah sekolah hanya demi bisa satu sekolah dengan perempuan yang ia sukai perempuan itu tak lain ialah (merry) . merry pun semakin terkejut saat membaca surat itu
" pantas saja , waktu aku mendaftar di sekolah SMA yang di tempati oleh kak william , gio tiba tiba juga satu sekolah dengan kak william , padahal dulu yang aku tau dia sekolah ditempat lain , makanya aku mau di sekolahkan di tempat kak william " gumam merry dalam hati
" gio .. apa dulu kau sebegitunya menyukaiku ? kenapa aku begitu bodoh sampai tidak bisa mengerti perasaanmu " gumam merry kembali
tok .. tok .. tok .. ( tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar hingga mengejutkan merry )
merry cepat cepat mengembalikan surat surat itu ketempat asalnya , dan menghapus air matanya , ia beranjak membukakan pintu kamarnya tersebut . terlihat kakek vinno berdiri didepan kamar nya .
" kakek .. merry kira siapa , ayo masuk kek " ajak merry menggandeng tangan kakek vinno , kakek vinno pun mengiyakannya , merry membantu kakek vinno duduk di atas tepi tempat tidur
" bagaimana kakek apa sudah baikan ? " tanya merry
" iya nak kakek baik baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan " ucap kakek
" oh iya kek merry mau bertanya , kata kakek kapan hari waktu di rumah sakit , kakek bilang kepada merry kalau gio yang meminta dirinya agar di dijodohkan dengan merry kan kek apa itu benar ? " tanya merry
" iya nak , kenapa memangnya ? " tanya kakek vinno dengan melepas kacamatanya , dan memakainya kembali
" apa kakek tidak berbohong ? " tanya merry dengan penasaran
" untuk apa kakek berbohong nak ? memang gio sendiri yang meminta agar dijodohkan denganmu " tutur kakek vinno tertawa dengan suara khasnya
" berarti gio dong yang berbohong , bukan kakek? " tanya merry dengan begitu polos , kakek vinno semakin tertawa .
" memang anak nakal itu bilang apa kepadamu ? " tanya kakek vinno dengan menahan tawanya
" kan semalam merry bertanya kepada gio , apa gio sendiri yang meminta kepada kakek agar dijodohkan dengan merry , gio malah bilang tidak ! dan dia bilang , kakek berbicara seperti itu hanya karna ingin menenangkan merry saja " seru merry dengan mengerucutkan bibirnya . kakek vinno semakin tertawa , ia melepas kembali kacamata nya dan mengucek kedua matanya yang berair karna kebanyakan tertawa .
" tidak apa apa , nanti kau tanyakan lagi saja dengannya " tutur kakek vinno
" oh iya nak , apa kau tidak ingin melihat isi kotak surat gio ? " tanya kakek vinno
" ehmmmmm .. merry sebenarnya sudah melihat semua isi kotak surat gio kek barusaja " ucap merry lirih dengan takut , kakek vinno tertawa kembali , merry semakin kebingungan karna melihat kakek vinno tertawa .
" kau tau .. kakek menemuimu kemari karna mau mengajakmu membuka isi kotak surat gio bersama sama , tapi kau malah sudah membukanya terlebih dulu " seru kakek vinno dengan menahan tawanya .
" kau ini sama saja seperti gio , sama sama nakalnya " imbuh kakek vinno tertawa , merry juga ikut tertawa
" kakek .. jangan bilang bilang gio ya kalau merry habis membuka kotak suratnya " pinta merry dengan memelas
" tenang saja , kakek tidak akan bilang kepada gio , mungkin hanya memberitahunya saja " ucap kakek vinno tertawa kembali
" kakekkkkkkk " ucap merry dengan cemberut
" hahaha .. kakek bercanda nak , kakek tidak akan memberitau gio " seru kakek dengan melingkarkan tangannya di bahu merry . merry dan kakek pun berbincang bincang dan bercerita sembari tertawa bersama
sore harinya ,
gio pun pulang , ia masuk kedalam kamarnya meletakan tas diatas tempat tidur matanya melihat kearah sekitar , ia mencari merry namun tiba tiba merry mendekap tubuh gio dan memeluknya dari belakang , gio pun tersenyum .
" tumben sekali kau memeluku seperti ini ? " tanya gio , ia membalikan tubuhnya dan merry masih tak bergemming memeluk gio
" tidak apa apa , aku hanya merindukanmu saja " seru merry dengan menenggalamkan wajahnya
" kemari duduklah " pinta gio , ia mengajak merry duduk di tepi tempat tidur , ia menyibakan rambut merry
" kenapa wajahmu terlihat sangat senang seperti ini ? " tanya gio dengan menyipitkan kedua matanya
" kau ini sungguh repot . kalau aku bersedih kau bingung , kalau aku senang kau heran . sebenarnya apa yang kau inginkan " celetuk merry dengan kesal , gio tersenyum dan memeluknya
" tidak ! aku suka , kau terlihat senang seperti ini " seru gio memeluk tubuh merry dengan begitu erat
" gio ? " panggil merry , dengan mendongakan wajahnya
" hem ? apa ? " saut gio
" kau berbohong kan kepadaku ? " tanya merry , gio mengernyitkan dahinya dengan kebingungan
" berbohong dalam hal apa ? " tanyagio
" berbohong karna masalah perjodohan , kau sendiri kan yang meminta kakek agar dijodohkan denganku , tadi kakek sudah menjelaskan semuanya , dan yang dikatakan oleh kakek di rumah sakit itu benar , bukan hanya karna ingin menenangkanku saja " seru merry , gio melepaskan pelukannya
" ehhhhmm " gio kebingungan
" ayo bicaralah " pinta merry . gio membisu sejenak
" (menghela nafas) iya semua itu memang benar , karna waktu itu kakek mengenal baik papa rey jadi aku meminta kakek agar menjodohkanku denganmu ? mungkin terdengar sedikit konyol , atau kau pasti berpikiran aku terobsesi untuk mendapatkanmu , tapi terserah kau berpikiran apa ! sekarang kau sudah tau kan ? sekarang apa kau akan marah kepadaku ? menyesal dan membenciku atau kau mau meninggalkanku ? " tanya gio seraya bergantian menatap kedua mata merry , mata merry beradu pandang dengan mata gio , ia melebarkan senyumnya dan memeluk gio kembali dengan begitu erat
" gio .. aku sangat mencintaimu . jadi mana mungkin aku marah atau meninggalkanmu aku hanya ingin kau berbicara jujur kepadaku , itu saja tidak lebih " tutur merry dengan mengeratkan pelukannya . gio pun tersenyum dan membalas pelukan merry
.
.
.
hai teman teman reader ku , aku mau tanya nih
seandainya kalau kalian bisa request untuk aku buatkan cerita novel , kalian mau dibuatkan novel yang mengisahkan tentang apa ?
tulis di koment yah jangan lupa , tombol likenya
terimakasih ^_^