My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
kedua mata



keesokan paginya merry pun terbangun terlebih dulu


dengan tubuh yang hanya terbalut dengan kain blanket dan masih dalam keadaan tak berbusana begitu juga dengan gio  , merry melihat gio masih tertidur disampingnya dengan melingkarkan sebagian tangan di tubuh nya, merry mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidur , ia mengubah posisi tidurnya hingga berhadapan dengan wajah gio , ia sejenak menatap wajah gio dan membelai wajah suaminya tersebut dengan kedua tangannya yang begitu lembut .


" dia ini laki laki menyebalkan yang pernah aku temui " gumam merry lirih dengan menepiskan senyumnya


" meskipun menyebalkan , tapi kau sangat mencintaiku bukan ? " saut gio dengan mata yang masih terpejam


" kau sudah bangun ?  sialan .. aku kira kau masih tidur " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya , gio pun tersenyum , ia  membuka matanya  dan memeluk merry .


" aku akan pergi  mandi dulu " ucap merry ia melepaskan pelukan gio dan hendak beranjak bangun dari tidurnya , namun tangan gio menahan tubuh merry .


" tidak boleh ! nanti saja mandinya " pinta gio seraya mendekap tubuh merry dengan begitu  erat


" gio ..  lihatlah ini sudah siang , lepaskan aku " pinta merry dengan meninggikan nada suaranya


" memangnya kenapa kalau sudah siang ? kita malas malasan saja disini " ucap gio , sembari mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya kembali


" gio ayo lepaskan  .. "  pinta merry mencoba menjauhkan tubuh gio dari tubuhnya .


" lepaskan apanya ? aku sudah melepas semua pakaianku , apa kau masih ingin lagi ? " tanya gio dengan menggoda


" maksudnya lepaskan aku  , kau ini dasar mesum " celetuk merry dengan ketus , gio pun menahan tawanya


" mesum dengan istriku sendiri apa salahnya " tutur gio .


Point of view


Carrol 。 andrew


Tok .. tok .. tok .. (terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah)


" siapa pagi pagi seperti ini bertamu " carrol menggerutu kesal seraya tangannya memegang sebuah handuk dan mengusap usapkannya di rambutnya yang masih basah


Tok .. tok .. tok ..


" (shit) iya tungguuu sebentaarrrrrr " teriak carrol ia masih menggerutu berjalan menuju pintu depan , tangannya membuka  kedua gagang pintu yang masih tertutup rapat itu , carrol pun terkejut ketika yang bertamu sepagi itu di rumahnya ialah andrew .


" kak andrew " sapa carrol dengan lirih , ia menepiskan senyumnya


" hai carrol .. maaf sepertinya aku mengganggumu pagi pagi kemari " kata andrew dengan tersenyum


" oh .. tidak , tidak kok kak .. sama sekali tidak mengganggu , ayo masuk kak " ajak carrol , ia mempersilahkan andrew masuk dan duduk di sofa ruang tamu


" ah sialan , aku belum memakai make  up " gumam carrol dalam hati .


" kau kenapa ? " tanya andrew heran


" ehm .. tidak kak tidak kenapa kenapa " saut carrol dengan tersenyum pelik , carrol pun mendudukan tubuhnya disamping andrew . kedua mata andrew tak henti memperhatikan wajah carrol yang begitu polos tanpa terpoles make up sedikitpun


" ada apa kak andrew  pagi pagi kemari " tanya carrol dengan sedikit menundukan pandangannya


"   aku sangat suntuk di apartement ! aku  ingin mengajakmu jalan jalan , apa kau mau ikut denganku ? "  tanya andrew


" mau .. mau .. aku mau kok kak.. tunggu disini ya kak , aku akan mengganti bajuku " ucap carrol dengan kegirangan hingga ia salah tingkah , ia beranjak dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya menuju kembali ke kamarnya , namun suara andrew menghentikan langkah kaki carrol .


" carrol " panggil andrew


" ehm ,  iya kak ? " saut carrol dengan menoleh ke arah andrew


" tidak usah berdandan , aku lebih suka kau  tanpa make up ! kau terlihat sangat cantik seperti ini  " tutur andrew dengan menepiskan senyumnya .


" ahm , ehm  i.. iya kak " saut carrol ia menggigit bibirnya dan tersenyum karna tersipu malu akan pujian andrew , carrol mempercepat langkah kakinya , sesampai di kamarnya ia langsung berdiri menghadap di depan cermin , dan membolak balikan wajahnya untuk bercermin .


" ya tuhann , kata kak andrew aku cantik " gumam carrol dengan begitu girang , ia  memutar mutarkan badannya dengan wajah yang merah merona .


" aku sangat senang sekali , aku harus memberitau merry " gumam carrol  ia meraih ponselnya untuk menelpon merry .


tut .. tut .. tut .. ( menghubungkan )


" sialan , kenapa merry tidak mengangkat telponku " carrol menggerutu kesal , ia mencoba menelpon merry kembali


tut .. tut .. tut .. (menghubungkan) namun merry menolak panggilan telpon dari carrol


" berani sekali dia menolak panggilanku " carrol semakin menggerutu tidak jelas , ia mencoba mengulangi untuk menelpon merry kembali


(  the number you are calling is not active ) merry mematikan ponselnya


" sialan , merry sepertinya sengaja . dia sedang asyik liburan dengan kak gio dan melupakan aku , awas saja   jika dia pulang nanti  " gumam carrol dengan mengerucutkan bibirnya .


" aku harus pakai baju apa ini " gumam carrol , ia membongkar seluruh isi lemarinya , ia begitu kebingungan untuk mengenakan baju yang menurutnya  cocok untuk ia pakai .


10 minutes later


20 minutes later


30 minutes later


andrew masih setia menunggu carrol di ruang tamu . kedua mata andrew tak henti memandangi jam yang berdetak di pergelangan tangannya .


" kenapa carrol sangat lama sekali " gumam andrew ,


40 minutes later


50 minutes later


60 minutes later


carrol terlihat sudah rapi dan ia mempercepat langkah kakinya menuju ke ruang tamu untuk menemui andrew


" kak andrew maaf aku  sedikit lama " ucap carrol dengan tertawa pelik , (1 jam katanya sedikit lama dasar carrol )


kedua mata andrew terkesiap melihat carrol yang terlihat begitu anggun dengan tubuh yang terbalut dress berwarna saleem , rambutnya tergerai panjang , kala itu carrol tidak mengenakan make up tebal seperti biasanya , ia hanya memoles bibirnya dengan menggunakan lipstick  ombre peach dan juga merah


" kak andrew " panggil carrol


" oh .. iya , kau sudah siap ? ayo " ajak andrew beranjak berdiri


" kak andrew menungguku terlalu lama ya ? " tanya carrol


" iya .. eh maksudku tidak , tidak terlalu lama kok " saut andrew dengan menggaruk garuk kepalanya


" yasudah ayo kita berangkat " ajak carrol . mereka berdua pun berangkat dengan menumpangi mobil milik andrew , andrew mengajak carol di sebuah restaurant cepat saji , sesampainya di restaurant tersebut mereka pun makan sembari berbincang bincang .


" oh iya carrol apa kau sudah punya kekasih ? " tanya andrew , carrol yang kala itu tengah mengunyah makanan langsung tersedak .


" carrol hati hati " tutur andrew dengan menyodorkan minum kepada carrol , carrol pun meneguk minuman untuk melegakan tenggorokannya .


" aku tidak punya kekasih kak " saut carrol dengan menundukan pandangannya dengan malu , ia menerka nerka dengan penuh harap akan maksud dari pertanyaan andrew .


" oh .. semoga kau segera dipertemukan dengan kekasih yang kau inginkan " tutur andrew , mata carrol terbelalak lebar mendengar perkataan andrew. ia mengiyakan dan memaksakan senyumannya .


" sialannnn , aku kira kak andrew tanya seperti itu karna ingin menembakku " gumam carrol dalam hati ia terlihat begitu kesal , kemudian ia melanjutkan makannya .


" oh iya . setelah ini kau ingin pergi kemana ? " tanya andrew .


" terserah " seru carrol dengan mengunyah makanan dalam mulutnya , ia terlihat begitu kesal . kedua mata andrew tak henti melihat wajah carrol yang sedang asyik menikmati makanan seperti anak kecil , ia juga tak henti menahan senyumnya .


" kenapa kak andrew melihatku seperti itu ?" tanya carrol dengan mengusap mulutnya yang belepotan dengan menggunakan tissue .


" kau sangat cantik tanpa make up seperti ini , terlihat lebih muda " tutur andrew


" jadi maksud kak andrew selama ini wajahku terlihat tua , begitu ? " ketus  carrol dengan mengernyitkan dahinya


" tidak .. tidak tua , maksudku kalau kau memakai make up wajahmu terkesan lebih boros dari umurmu yang seharusnya " tutur andrew . carrol hendak berbicara kepada andrew namun dering ponsel miliknya mengurungkan niatnya untuk berbicara  ,


carrol meraih ponsel didalam tas jinjingnya dan terlihat di layar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari merry  .


" kak andrew , merry menelponku , aku tinggal angkat ponselku dulu ya diluar " pamit carrol , andrew pun mengiyakannya . carrol pun dengan kesal mengangkat panggilan masuk dari merry .


" hallo carrol ..  ada apa kau tadi menelponku ? " tanya merry dari balik ponsel tersebut


" kau masih mengingatku ? kau dari mana saja tadi , aku berkali kali menelponmu tetapi kau tidak mengangkatnya dan kau malah mematikan ponselmu  ? teman macam apa kau ini !  " celetuk carrol dengan keras .


" iya maaf .. maaf .. tadi aku sibuk jadi aku tidak sempat mengangkat telpon darimu " ucap merry


" hah alasan saja " seru carrol


" carrol .. aku benar benar sedang sibuk tadi .. ada apa memangnya kau menelponku " tanya merry


" tidak ada apa apa sih  , aku hanya ingin memberitahumu saja aku hari ini sangat senang sekali .  karna sekarang aku sedang jalan berdua dengan kak andrew , dan apa kau tau merr ? tadi kak andrew memujiku katanya aku cantik " seru carrol dengan tertawa girang dan menggerak gerakan tangannya .


" (menghela nafas) shit , jadi kau tadi menelponku hanya ingin memberitau itu saja ? " tanya merry dengan kesal , carrol pun mengiyakan dengan wajah dan suara yang masih riang


" astaga .. kau itu sungguh mengganggu saja , aku kira ada hal penting yang ingin kau bicarakan , yasudah lanjutkan sana kencanmu dengan kak andrew " seru merry . seraya mengakhiri panggilan telponnya dengan sahabatnya itu .