
keesokan paginya merry pun terbangun terlebih dulu
dengan tubuh yang hanya terbalut dengan kain blanket dan masih dalam keadaan tak berbusana begitu juga dengan gio , merry melihat gio masih tertidur disampingnya dengan melingkarkan sebagian tangan di tubuh nya, merry mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidur , ia mengubah posisi tidurnya hingga berhadapan dengan wajah gio , ia sejenak menatap wajah gio dan membelai wajah suaminya tersebut dengan kedua tangannya yang begitu lembut .
" dia ini laki laki menyebalkan yang pernah aku temui " gumam merry lirih dengan menepiskan senyumnya
" meskipun menyebalkan , tapi kau sangat mencintaiku bukan ? " saut gio dengan mata yang masih terpejam
" kau sudah bangun ? sialan .. aku kira kau masih tidur " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya , gio pun tersenyum , ia membuka matanya dan memeluk merry .
" aku akan pergi mandi dulu " ucap merry ia melepaskan pelukan gio dan hendak beranjak bangun dari tidurnya , namun tangan gio menahan tubuh merry .
" tidak boleh ! nanti saja mandinya " pinta gio seraya mendekap tubuh merry dengan begitu erat
" gio .. lihatlah ini sudah siang , lepaskan aku " pinta merry dengan meninggikan nada suaranya
" memangnya kenapa kalau sudah siang ? kita malas malasan saja disini " ucap gio , sembari mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya kembali
" gio ayo lepaskan .. " pinta merry mencoba menjauhkan tubuh gio dari tubuhnya .
" lepaskan apanya ? aku sudah melepas semua pakaianku , apa kau masih ingin lagi ? " tanya gio dengan menggoda
" maksudnya lepaskan aku , kau ini dasar mesum " celetuk merry dengan ketus , gio pun menahan tawanya
" mesum dengan istriku sendiri apa salahnya " tutur gio .
Point of view
Carrol 。 andrew
Tok .. tok .. tok .. (terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah)
" siapa pagi pagi seperti ini bertamu " carrol menggerutu kesal seraya tangannya memegang sebuah handuk dan mengusap usapkannya di rambutnya yang masih basah
Tok .. tok .. tok ..
" (shit) iya tungguuu sebentaarrrrrr " teriak carrol ia masih menggerutu berjalan menuju pintu depan , tangannya membuka kedua gagang pintu yang masih tertutup rapat itu , carrol pun terkejut ketika yang bertamu sepagi itu di rumahnya ialah andrew .
" kak andrew " sapa carrol dengan lirih , ia menepiskan senyumnya
" hai carrol .. maaf sepertinya aku mengganggumu pagi pagi kemari " kata andrew dengan tersenyum
" oh .. tidak , tidak kok kak .. sama sekali tidak mengganggu , ayo masuk kak " ajak carrol , ia mempersilahkan andrew masuk dan duduk di sofa ruang tamu
" ah sialan , aku belum memakai make up " gumam carrol dalam hati .
" kau kenapa ? " tanya andrew heran
" ehm .. tidak kak tidak kenapa kenapa " saut carrol dengan tersenyum pelik , carrol pun mendudukan tubuhnya disamping andrew . kedua mata andrew tak henti memperhatikan wajah carrol yang begitu polos tanpa terpoles make up sedikitpun
" ada apa kak andrew pagi pagi kemari " tanya carrol dengan sedikit menundukan pandangannya
" aku sangat suntuk di apartement ! aku ingin mengajakmu jalan jalan , apa kau mau ikut denganku ? " tanya andrew
" mau .. mau .. aku mau kok kak.. tunggu disini ya kak , aku akan mengganti bajuku " ucap carrol dengan kegirangan hingga ia salah tingkah , ia beranjak dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya menuju kembali ke kamarnya , namun suara andrew menghentikan langkah kaki carrol .
" carrol " panggil andrew
" ehm , iya kak ? " saut carrol dengan menoleh ke arah andrew
" tidak usah berdandan , aku lebih suka kau tanpa make up ! kau terlihat sangat cantik seperti ini " tutur andrew dengan menepiskan senyumnya .
" ahm , ehm i.. iya kak " saut carrol ia menggigit bibirnya dan tersenyum karna tersipu malu akan pujian andrew , carrol mempercepat langkah kakinya , sesampai di kamarnya ia langsung berdiri menghadap di depan cermin , dan membolak balikan wajahnya untuk bercermin .
" ya tuhann , kata kak andrew aku cantik " gumam carrol dengan begitu girang , ia memutar mutarkan badannya dengan wajah yang merah merona .
" aku sangat senang sekali , aku harus memberitau merry " gumam carrol ia meraih ponselnya untuk menelpon merry .
tut .. tut .. tut .. ( menghubungkan )
" sialan , kenapa merry tidak mengangkat telponku " carrol menggerutu kesal , ia mencoba menelpon merry kembali
tut .. tut .. tut .. (menghubungkan) namun merry menolak panggilan telpon dari carrol
" berani sekali dia menolak panggilanku " carrol semakin menggerutu tidak jelas , ia mencoba mengulangi untuk menelpon merry kembali
( the number you are calling is not active ) merry mematikan ponselnya
" sialan , merry sepertinya sengaja . dia sedang asyik liburan dengan kak gio dan melupakan aku , awas saja jika dia pulang nanti " gumam carrol dengan mengerucutkan bibirnya .
" aku harus pakai baju apa ini " gumam carrol , ia membongkar seluruh isi lemarinya , ia begitu kebingungan untuk mengenakan baju yang menurutnya cocok untuk ia pakai .
10 minutes later
20 minutes later
30 minutes later
andrew masih setia menunggu carrol di ruang tamu . kedua mata andrew tak henti memandangi jam yang berdetak di pergelangan tangannya .
" kenapa carrol sangat lama sekali " gumam andrew ,
40 minutes later
50 minutes later
60 minutes later
carrol terlihat sudah rapi dan ia mempercepat langkah kakinya menuju ke ruang tamu untuk menemui andrew
" kak andrew maaf aku sedikit lama " ucap carrol dengan tertawa pelik , (1 jam katanya sedikit lama dasar carrol )
kedua mata andrew terkesiap melihat carrol yang terlihat begitu anggun dengan tubuh yang terbalut dress berwarna saleem , rambutnya tergerai panjang , kala itu carrol tidak mengenakan make up tebal seperti biasanya , ia hanya memoles bibirnya dengan menggunakan lipstick ombre peach dan juga merah
" kak andrew " panggil carrol
" oh .. iya , kau sudah siap ? ayo " ajak andrew beranjak berdiri
" kak andrew menungguku terlalu lama ya ? " tanya carrol
" iya .. eh maksudku tidak , tidak terlalu lama kok " saut andrew dengan menggaruk garuk kepalanya
" yasudah ayo kita berangkat " ajak carrol . mereka berdua pun berangkat dengan menumpangi mobil milik andrew , andrew mengajak carol di sebuah restaurant cepat saji , sesampainya di restaurant tersebut mereka pun makan sembari berbincang bincang .
" oh iya carrol apa kau sudah punya kekasih ? " tanya andrew , carrol yang kala itu tengah mengunyah makanan langsung tersedak .
" carrol hati hati " tutur andrew dengan menyodorkan minum kepada carrol , carrol pun meneguk minuman untuk melegakan tenggorokannya .
" aku tidak punya kekasih kak " saut carrol dengan menundukan pandangannya dengan malu , ia menerka nerka dengan penuh harap akan maksud dari pertanyaan andrew .
" oh .. semoga kau segera dipertemukan dengan kekasih yang kau inginkan " tutur andrew , mata carrol terbelalak lebar mendengar perkataan andrew. ia mengiyakan dan memaksakan senyumannya .
" sialannnn , aku kira kak andrew tanya seperti itu karna ingin menembakku " gumam carrol dalam hati ia terlihat begitu kesal , kemudian ia melanjutkan makannya .
" oh iya . setelah ini kau ingin pergi kemana ? " tanya andrew .
" terserah " seru carrol dengan mengunyah makanan dalam mulutnya , ia terlihat begitu kesal . kedua mata andrew tak henti melihat wajah carrol yang sedang asyik menikmati makanan seperti anak kecil , ia juga tak henti menahan senyumnya .
" kenapa kak andrew melihatku seperti itu ?" tanya carrol dengan mengusap mulutnya yang belepotan dengan menggunakan tissue .
" kau sangat cantik tanpa make up seperti ini , terlihat lebih muda " tutur andrew
" jadi maksud kak andrew selama ini wajahku terlihat tua , begitu ? " ketus carrol dengan mengernyitkan dahinya
" tidak .. tidak tua , maksudku kalau kau memakai make up wajahmu terkesan lebih boros dari umurmu yang seharusnya " tutur andrew . carrol hendak berbicara kepada andrew namun dering ponsel miliknya mengurungkan niatnya untuk berbicara ,
carrol meraih ponsel didalam tas jinjingnya dan terlihat di layar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari merry .
" kak andrew , merry menelponku , aku tinggal angkat ponselku dulu ya diluar " pamit carrol , andrew pun mengiyakannya . carrol pun dengan kesal mengangkat panggilan masuk dari merry .
" hallo carrol .. ada apa kau tadi menelponku ? " tanya merry dari balik ponsel tersebut
" kau masih mengingatku ? kau dari mana saja tadi , aku berkali kali menelponmu tetapi kau tidak mengangkatnya dan kau malah mematikan ponselmu ? teman macam apa kau ini ! " celetuk carrol dengan keras .
" iya maaf .. maaf .. tadi aku sibuk jadi aku tidak sempat mengangkat telpon darimu " ucap merry
" hah alasan saja " seru carrol
" carrol .. aku benar benar sedang sibuk tadi .. ada apa memangnya kau menelponku " tanya merry
" tidak ada apa apa sih , aku hanya ingin memberitahumu saja aku hari ini sangat senang sekali . karna sekarang aku sedang jalan berdua dengan kak andrew , dan apa kau tau merr ? tadi kak andrew memujiku katanya aku cantik " seru carrol dengan tertawa girang dan menggerak gerakan tangannya .
" (menghela nafas) shit , jadi kau tadi menelponku hanya ingin memberitau itu saja ? " tanya merry dengan kesal , carrol pun mengiyakan dengan wajah dan suara yang masih riang
" astaga .. kau itu sungguh mengganggu saja , aku kira ada hal penting yang ingin kau bicarakan , yasudah lanjutkan sana kencanmu dengan kak andrew " seru merry . seraya mengakhiri panggilan telponnya dengan sahabatnya itu .