
kala itu gio dan merry sedang berada di mobil mereka hendak pulang ke rumahnya , namun ponsel gio tiba tiba berdering
" gio ponselmu berdering " kata merry , gio langsung meraih ponselnya , terlihat di layar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari aline , namun gio tak menghiraukannya ia meletakan kembali ponselnya tersebut
" gio kenapa tidak kau angkat ? " tanya merry
" tidak penting " saut gio , merry pun langsung meraih ponsel gio dan melihatnya .
" gio ini aline angkatlah sebentar " pinta merry , namun gio hanya diam saja
" giooooo " teriak merry
" jangan berteriak !!! mana kemarikan .. " teriak gio merampas ponsel miliknya dengan kasar dari tangan merry , ia pun langsung menerima panggilan telpon dari aline
" ada apa ? " tanya gio dengan kesal
" halo gio aku mau minta tolong .. bisakah kau datang ke resataurant sartoria sekarang , aku sedang terkena masalah " pinta aline
" tidak bisa ! , urus saja masalahmu sendiri ! " teriak gio , merry pun meliriknya
" gio aku terkena masalah juga gara gara temanmu yang bernama helena , dia meninggalkan ku di restaurant ini tanpa membayar makanannya , pihak restaurant menyuruhku untuk membayar semuanya , gio ku mohon tolong aku .. tabunganku sudah habis untuk pengobatan mama , honorku juga belum keluar " pinta aline memelas , mendengar permintaan aline , gio pun terdiam sejenak ia merasa ibah dan melirik ke arah merry .
" baiklah , tunggu " ucap gio sembari mematikan ponselnya
" ikut aku menemui aline sebentar " pinta gio kepada merry , merry pun mengiyakannya
tak lama kemudian mereka berdua sampai di restaurant tersebut ,
" ayo ikut masuk " pinta gio
" tidak usah aku tunggu disini saja ! " ucap merry , membuang mukanya . gio merasa kesal dan meninggalkan merry di mobil , merry memperhatikan gio dari belakang , gio langsung menghampiri aline yang tengah duduk menunggu di depan meja kasir
" kau ini menyusahkanku saja .. " ucap gio sembari mengernyitkan dahinya , gio pun meminta tagihan bill dan membayar semuanya ,
" temanmu helena yang berbuat seperti ini kepadaku , " ujar merry dengan bersedih
" kau masih ingat kan ? jangan pernah memberitahu siapapun kalau aku sudah menikah dengan merry ! " pinta gio menajamkan alisnya
" iya aku masih ingat ! , tapi antarkan aku ke studio " pinta aline
" pergilah sendiri , aku sedang bersama merry " teriak gio ,
" gio ku mohonnnn " pinta aline mengikuti gio yang berjalan cepat sembari tangannya bergelayutan di lengan gio , merry pun melihatnya dari dalam mobil dengan rasa kesal , ia langsung turun dari mobil dan pindah duduk di belakang .
" merry kenapa kau duduk di belakang ? cepat pindah di depan " pinta gio
" biar aline yang duduk di depan , aku lebih nyaman duduk disini " kata merry memaksakan senyumnya , alis gio langsung menajam seketika mendengar perkataan merry , sementara merry tak menghiraukan , ia berpura pura sibuk memainkan ponselnya . aline pun duduk di samping gio , sesekali gio memperhatikan merry dari kaca spion dengan raut wajah yang begitu kesal . beberapa menit kemudian gio menurunkan aline di depan studio , ia pun berpamitan kepada gio namun tidak berpamitan kepada merry , aline hanya melirik sinis merry dan berlalu turun dari mobil gio tersebut .
" merry pindahlah di depan " pinta gio , merry pun hanya diam ia langsung berpindah duduk disamping gio , selama perjalanan mereka berdua hanya diam saja , merry dari tadi melihat ke arah jendela sampingnya sementara gio tak henti memperhatikannya .
" merry kau kenapa ? " tanya gio
" tidak apa apa " saut merry ia menoleh ke arah gio dan memaksakan senyumannya
sesampainya dirumah . merry terlebih dulu turun tanpa menegur atau berbicara sepatah kata kepada gio , ia langsung menyelonong masuk di rumahnya dan masuk ke kamar ia berganti pakaian . dan mengambil buku untuk ia baca . sementara gio juga berganti pakaian dengan rapi sepertinya ia hendak pergi keluar kembali .
" merry .. aku pergi dulu ada urusan di kantor " pamit gio namun tanpa menatap gio merry hanya menganggukan kepalanya tanpa bersuara , ia masih tetapi fokus membaca buku yang sedang ia pegang . gio langsung menghampiri merry dan duduk di sampingnya , ia mengangkat lembut dagu merry
" merry kau ini kenapa ? apa kau marah karna aku tadi menghampiri aline ? aku hanya membantunya membayar tagihan bill karna dia sedang terkena masalah " tutur gio
" tidak gio .. aku tidak marah " saut merry
" kalau tidak marah kenapa kau diam saja daritadi ? " tanya gio dengan tidak percaya
" perutku sakit karna PMS jadi aku tidak mood untuk berbicara banyak " ucap merry
" baiklah , buatlah istirahat aku akan pergi sebentar " pamit gio seraya mencium pipi merry , merry mengangguk dan tersenyum , gio pun berlalu keluar meninggalkan merry