
Gio masih kesal akan perlakuan Steve yang ternyata memang sengaja berniat untuk menghancurkan perusahaan milik kakeknya yang sudah di bangun dengan susah payah .
Kini Gio mendudukan tubuhnya di ruangan yang pernah di tempati oleh kakeknya tersebut . Paman Berto melangkahkan kakinya mendekati Gio .
" Gio .. Kemarin Paman sudah memesankan tiket pesawat seperti yang kau minta , apa kau tidak tinggal disini dulu selama beberapa hari ? Kau bisa tinggal di rumah paman " tutur paman Berto seraya menyodorkan tiket pesawat tersebut .
" terimakasih banyak paman tapi Gio harus pulang karna Gio sangat merindukan istri Gio ,Merry sebentar lagi juga akan melahirkan " ucap Gio seraya menepiskan senyumnya . Kemudian ia teringat sesuatu , Gio merogoh saku celana dan kemejanya seakan sedang mencari sesuatu . Kemudian ia mencoba membongkar semua isi yang ada didalam tas kerja yang saat ini ia bawa .
" Astaga " gumam Gio . dengan raut wajah yang kebingungan .
" ada apa Gio ?" tanya Berto
" Ponsel Gio tidak ada , Gio lupa dari kemarin belum memberi kabar orang rumah paman " ucap Gio.
" mungkin ponsel anda terjatuh tuan Gio " saut nona Wellie .
" aku rasa juga begitu . ponselku sepertinya terjatuh saat aku keluar dari Hotel ' ujar Gio dengan kebingungan .
" pakailah ponsel saya dulu tuan untuk menghubungi keluarga anda " ucap Larry seraya menyodorkan ponsel
miliknya kepada Gio .
" terimakasih " ucap Gio , ia pun menyaut ponsel tersebut dan mulai menekan nomer telpon Merry
Tut .. Tut .. Tut ( menyambungkan )
Gio menelpon hingga berkali kali namun tetap saja tidak ada jawaban dari ponsel istrinya tersebut .
" kemana Merry , kenapa tidak mengangkat telponku " gumam Gio
" Nomer telpon rumah Mama " ucap Gio
Kemudian Gio mencoba mengingat ingat nomer telpon rumah mama Kikan. Saat dirasa dirinya ingat Ia langsung mencoba menghubungi nomer telpon tersebut . Namun ternyata juga sama saja tidak ada jawaban dari nomer yang saat ini ia hubungi .
" Apa nomernya salah ? Tapi aku yakin ini nomernya benar " gumam Gio .
" Bagaimana Gio ? Apa kau bisa menghubungi keluargamu ? " tanya Paman Berto , Gio menggelengkan kepalanya .
" tidak ada jawaban paman " ucap Gio
" kau kan menghubungi istrimu menggunakan nomer milik Larry dan nomernya tidak dikenal
jadi mungkin itu sebabnya istrimu tidak mengangkatnya " ucap Berto .
" iya paman , Gio rasa juga seperti itu " saut Gio . Kemudian Gio mengetik sebuah pesan
singkat kepada istrinya tersebut .
[ Sayang , maaf aku tidak memberimu kabar dari kemarin karna ponselku hilang , ini aku menggunakan ponsel milik Tuan Larry , aku mencoba menghubungimu tapi kau tidak mengangkatnya jadi aku mengirimkan pesan singkat ini kepadamu . Tunggu aku Hari ini aku pulang ~ Gio ]
" Lebih baik Gio pulang sekarang paman " ucap Gio . Gio pun mengembalikan ponsel tersebut kepada pemiliknya . Pesawat yang ia tumpangi akan take off 2 jam lagi jadi Gio bersiap untuk pergi ke Bandara dan dirinya diantar ke Bandara oleh tuan Larry , Paman Berto dan nona Wellie
*Sesampainya di bandara
Gio berpamitan kepada mereka bertiga .
" Paman , Gio pamit pulang ! Gio minta tolong titip perusahaan kakek " ucap Gio
" iya nak , kau tenang saja ! Paman akan mengelola dengan baik amanah dari Kakekmu " ucap paman Berto .
" Nona Wellie , Tuan Larry .. Terimakasih banyak sudah mau membantu Gio , ku harap kalian juga
masih mau bersedia membantu Paman Berto di perusahaan milik kakek " ucap Gio .
" tentu saja Tuan Gio " saut Larry dan Wellie . Gio pun berpamitan dan masuk kedalam
Bandara .
Sementara Merry ia sedang berada di rumah sakit , dokter memperkirakan Merry akan melahirkan hari itu juga . Kini ia sedang berbaring di tempat pembaringan dengan menahan rasa sakit akibat kontraksi yang saat ini ia rasakan .
" Mama .. Apa Gio sudah kembali ? " Tanya Merry
" Belum sayang , papa mu dari tadi mencoba menghubunginya berkali kali tapi nomer Gio masih saja tidak aktif " ucap Kikan
yang ia rasakan berbaur menjadi satu dengan rasa akan kekhawatiran terhadap suaminya tersebut .
" Mama sakit " ucap Merry seraya mencengkram erat lengan Mamanya . karna rasa sakit akibat kontraksi tersebut . bahkan rasa sakit itu timbul dan hilang setiap 15 hingga 20 menit sekali . merry tak henti hentinya menangis ketika perutnya terasa kencang akibat kontraksi .
sementara Rey tengah menunggu di luar ruang persalinan dengan wajah yang terlihat begitu murka , ia mencoba menghubungi ponsel Gio berkali kali tapi tetap saja nomernya tidak aktif .
" anak itu sungguh benar benar keterlaluan " gumam Rey dengan begitu geram .
tak lama kemudian terlihat 2 orang perempuan dan 2 orang laki laki berjalan dengan cepat menghampiri Rey yang terlihat mondar mandir .
mereka ber- empat tak lain ialah Andrew , William , Carrol dan juga Nancy . karna tadi Rey sempat menghubungi William untuk menanyakan keberadaan Gio barang kali dirinya tau .
namun ternyata William juga tidak tau keberadaan Gio , Rey pun memberitaukan kepada William bahwa Merry akan melahirkan jadi william langsung mengabari Andrew dan juga Carrol dan tak butuh waktu lama , mereka pergi menemui Merry di rumah sakit . begitu juga Nancy , ia tidak mau ditinggal sendiri di rumah oleh kakak dan kakak iparnya jadi Andrew dan Carrol sengaja mengajak adiknya tersebut untuk ikut .
" Om Rey .. apa Merry sudah melahirkan ? " tanya Carrol dengan panik .
" belum Carrol , dari tadi masih kontraksi perkiraan lahir mungkin sore ini " ucap Rey
" apa Gio sudah pulang Om ? " tanya William dan Andrew
" itu yang sekarang yang Om bingungkan , istrinya mau melahirkan tapi sampai sekarang dia belum pulang nomernya juga masih belum aktif dari semalam " tutur Rey ia terlihat menahan rasa kesal akan menantunya tersebut .
" semoga saja hari ini Gio pulang Om " tutur Andrew , Rey pun mengiyakannya .
Tiba tiba terdengar suara Merry yang berteriak begitu kencang karna menahan rasa sakit . mendengarkan teriakan Merry kedua mata Carrol terkesiap dan membulat lebar. rasanya tubuh Carrol begitu gemetar seolah ia merasakan apa yang saat ini sahabatnya tersebut rasakan dan Andrew pun memperhatikan raut wajah istrinya yang terlihat begitu tegang dan pucat ,
carrol terlihat begitu ketakutan . Rey pun pamit masuk kedalam untuk melihat Merry .
" Ya Tuhan apa sesakit itu ? " gumam Carrol dalam hati
" Sayang " panggil Andrew .
" i-iya " saut Carrol dengan bibir yang gemetar . Andrew tau bahwa istrinya saat ini sedang ketakutan , ia menangkup tangan Carrol dan menggenggamnya dengan begitu erat .
" Will , aku ajak Carrol keluar dulu ya " ucap Andrew , William pun mengiyakannya .
" Sayang , kamu disini dulu bersama kak william ya " ucap Andrew kepada Nancy .
" kakak mau kemana ? " tanya Nancy .
" Kak Carrol sepertinya takut , makanya kakak ingin mengajaknya keluar dulu dari sini " kata Andrew . Nancy mendekat dan memegang tangan Carrol .
" kakak ipar tidak usah takut semua perempuan pasti akan merasakannya " tutur Nancy , Carrol mengangguk . wajahnya masih terlihat pucat . ia benar benar takut setiap kali mendengar teriakan suara Merry yang kesakitan .
Andrew menggandeng tangan istrinya dengan begitu erat dan menggiringnya untuk keluar dari rumah sakit . ia mengajak Carrol duduk di taman yang letaknya ada di belakang rumah sakit , ia menggenggam tangan istrinya dan mencoba menenangkannya .
" kak Andrew aku takut " ucap Carrol lirih . Andrew pun memeluk istrinya tersebut .
" Sayang , kau tidak perlu takut! semua wanita di dunia juga seperti itu " tutur Andrew . ia mencoba menenangkan istrinya hingga benar - benar merasa tenang .
Sementara pesawat yang Gio tumpangi kini sudah lepas landas menuju ke kota Irlandia kota yang ia tinggali saat ini . selama di dalam pesawat perasaan dan hati Gio rasanya begitu kacau , ia seakan tak tenang namun Gio sendiri tidak tau kenapa hatinya begitu tak setenang itu .
" mungkin aku tidak mengabari Merry jadi perasaanku tidak tenang seperti ini , semoga Merry membaca pesan yang sempat aku kirimkan tadi " gumam Gio dalam hati . ia terdiam sejenak , wajah Merry terlintas kembali di pikiran Gio .
" Ya Tuhan .. Aku sangat merindukan dia rasanya ingin sekali aku memeluk wanitaku yang menyebalkan itu " gumamnya kembali seraya menepiskan senyumnya .
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa stelah membaca tekan Like ❤