
Malam harinya gio keluar dari hotel untuk pergi menuju ke bandara. Di lobby hotel gio sudah di sambut oleh laki laki berbadan tinggi dan tegap .
" selamat malam apa anda tuan Gio " tanya laki laki itu.
" selamat malam , iya benar ? " saut Gio
" Saya Jack , sopir suruhan tuan Steve yang akan mengantarkan Tuan ke Bandara " ucap laki laki itu.
" Oh.. Baiklah, ayo " ajak gio. Jack membantu gio untuk membawakan barang barangnya. ia berjalan mendahului Gio dan menepiskan senyuman licik. ia meletakan barang barang Gio didalam bagasi kemudian Ia membuka kan pintu mobil untuk Gio
" Silahkan masuk Tuan " ucap Jack
" terimakasih " ucap Gio ia pun masuk dan duduk di kursi tepat belakang kursi pengemudi .
Jack pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Dan kedua matanya tak henti memperhatikan Gio dari balik kaca spion .
" sudah di tanganku, tinggal menjalankan rencana terakhir dan aku akan mendapatkan uang dan rumah dari tuan Steve " gumam Jack dalam hati. Ia semakin melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
" Tolong kurangi kecepatan nya " pinta Gio, Jack pun mengangguk. Gio memperhatikan jalanan tersebut .
" Pak , sepertinya ini bukan jalan menuju ke Bandara? " Tanya Gio
" ini jalan alternatif tercepat menuju ke Bandara tuan " saut Jack , Gio seperti orang bodoh yang mengiyakan kata kata sopir tersebut .
* Di rumah Kikan
Malam itu
Merry mencoba tidur namun rasanya dirinya sangat sulit untuk tidur hatinya terasa tak tenang seakan pikirannya di penuhi oleh Gio . Ia benar benar merindukan suaminya itu, ia mencoba mengubah posisi tidurnya kesana kemari namun tetap saja ia kesulitan untuk memejamkan matanya. Merry beranjak duduk dan bersandar di tempat tidur. Tangannya bergerak mengelus elus perutnya
" Sayang apa kau merindukan Papa? " tanya Merry kepada anaknya. seraya memegangi perutnya tersebut , ia pun merasa ada gerakan dari dalam perutnya.
" Sama nak, Mama juga sangat merindukan Papamu " gumam Merry. Ia melihat ke arah jam dinding .
" ini sudah tengah malam Gio pasti sudah tidur (menghela nafas) kalau sulit tidur seperti ini rasanya aku ingin sekali tidur memeluk gio " gumam merry kembali, ia meraih ponsel miliknya dan memandangi ponsel tersebut berharap Gio menghubunginya.
" kalau aku menelponnya tengah malam seperti ini nanti dia pasti terganggu " ucap Merry seraya meletakan ponselnya kembali.
" Tapi kalau tidak menelpon, aku sangat merindukannya " imbuhnya , Merry mengambil lagi ponsel tersebut dan memberanikan diri untuk menghubungi suaminya.
( The number you're calling is not active )
" (menghela nafas) tidak aktif .. tidak biasanya Gio mematikan ponselnya seperti ini kalau sedang di luar kota , mungkin dia lupa mencharge ponselnya " ucap Merry dengan kecewa .
Ia meletakan ponselnya kembali diatas meja .
" Mungkin papamu sudah tidur nak, kita tidur saja yuk " ucap merry dengan tersenyum, ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga diatas dadanya.
" Selamat tidur Gio " gumam merry. Ia mencoba memaksakan untuk memejamkan matanya meskipun dirinya merasa tidak nyaman , namun setidaknya merry bisa tidur.
* Kediaman Steve
Waktu sudah menunjukan lewat tengah malam Steve terlihat tekapar tidur di sembarang tempat akibat pesta miras yang ia rayakan sendiri atas kemenangannya hari ini .
Bip.. Bip.. Bip.. (ponsel steve di dalam saku kemejanya bergetar berkali kali)
Namun steve tak juga mengangkatnya.
Bip.. Bip.. Bip.. (bergetar kembali)
Steve mengerjap dan merogoh saku kemejanya , dengan mata yang masih mengerjap ia melihat ke layar ponsel miliknya.
Terlihat ada satu panggilan masuk dari Jack orang pesuruh Steve yang berpura pura menjadi sopir Gio . ia mengangkat ponsel tersebut dengan nada yang kesal
" jangan menelponku jika kau belum menyelesaikan tugasmu " teriak Steve
" Tu-tuan Steve aku menelponmu karna ingin memberitau kalau aku sudah melenyapkan tuan Gio, aku sudah
membuat mobil yang ia tumpangi masuk ke dalam jurang, aku menjalankannya sesuai dengan rencanamu " ucap Jack , Steve terkesiap dan beranjak duduk dari tidurnya.
" Benarkah ya kau katakan ? " tanya Steve, Jack pun membenarkannya.
" Ha-Ha-Ha sangat pintar , dari dulu aku percaya dan aku suka dengan cara kerjamu , besok temui aku ditempat biasa, aku akan menepati janjiku kepadamu " ucap Steve. Jack pun mengiyakannya dan mengakhiri panggilan telponnya bersama Steve. Steve tak henti hetinya tertawa kegirangan saat mengetahui rencananya berhasil, ia mengambil botol wine yang masih berisi cairan di dalamnya. Ia membuka botol tersebut dan menumpahkan cairan tersebut di atas kepalanya. Steve tertawa terbahak bahak atas sesuatu yang ia rasa sebuah kemenangan baginya.
* Keesokannya paginya di rumah kikan
Saat selesai mandi dan hendak pergi ke meja makan untuk sarapan tiba tiba merry mendesis karna merasakan perutnya begitu kencang hingga ia merasa kesakitan .
" Mamaaaa " teriak merry
" Mamaaaaaaa " teriaknya kembali. Tak lama kemudian kikan pun menghampiri merry yang kala itu tengah berada di dalam kamarnya.
" ada apa sayang ? " tanya Kikan.
" mama perut Merry sangat sakit sekali " ucap merry dengan menggigit bibir bawanya.
" apa kamu mau melahirkan , sebentar mama akan memanggil papamu " pamit kikan , ia pun berlari menuju ke ruang depan untuk memanggil suaminya , kemudian ia dan Rey menghampiri merry di kamar .
" Sayang ayo lebih baik kita ke rumah sakit " ajak Rey ,
" papa , perut Merry sudah tidak sakit lagi " ucap Merry
" Merry , lebih baik kita kerumah sakit sekarang " ajak Kikan .
" tapi kata Dokter perkiraan Merry melahirkan satu mingguan Ma " ucap merry .
" tapi kita tidak bisa mengikuti perkiraaan dokter lebih baik kita ke rumah sakit sekarang ." ajak Kikan. merry pun mengiyakan ajakan mamanya .
" kalian bersiaplah , Papa akan menghubungi Gio untuk memberitaunya dulu " ucap Rey
" Pa .. ponsel Gio dari semalam tidak Aktif , tadi pagi Merry mencoba menghubunginya namun tidak bisa juga " ucap Merry . namun Rey tetap mencoba menelpon menantunya tersebut , seperti yang di katakan oleh Merry ponsel Gio tidak aktif .
" kemana anak itu ? sudah tau situasi seperti ini ponselnya malah tidak aktif " ucap Rey dengan geram, tak ambil pusing Rey dan Kikan membawa Merry ke rumah sakit terlebih dulu karna takut anaknya akan melahirkan hari itu juga , selama perjjalanan , merry lebih sering mengalami kontraksi kecil tetapi hilang dan timbul .
Sementara di London ,
Steve terlihat begitu semangat ia sedang menumpangi Mobilnya untuk menuju ke perusahaan asing Chen & Co Company, pemilik perusahan tersebut ialah orang yang berasal dari china yang tak lain ialah Tuan Xiau Chen.
Ia pergi ke perusahaan asing tersebut dengan ditemani oleh orang kepercayaannya yaitu Larry.
Tuan Larry lah yang saat ini mengendarai mobil milik Steve tersebut. Sebelum berangkat Steve dan Larry pergi ke kantor terlebih dulu untuk mengambil dokumen penting .
" Larry .. Setelah ini aku akan menaikan gajimu 3 kali lipat dari biasanya " ucap Steve
" Terimakasih banyak tuan " saut Larry seraya melirik ke arah Steve yang kini berada duduk di sampingnya.
" aku akan menjual sebagaian aset Perusahaan milik Om Vinno kepada Tuan Xiau Chen , aku sudah melenyapkan cucunya . jadi tidak ada yang mengganggu rencanaku lagi " ujar Steve
" bagaimana kau bisa menjualnya Tuan ? sementara kau tidak memiliki wewenang untuk itu " tanya Larry .
" Larry , Kemarin Gio memberikan hak kepadaku untuk mengelola dan memegang kendali seluruh perusahaan ini , meskipun bersifat sementara tapi keturunan dari Om Vinno sudah tidak ada , hanya tersisa diriku Keponakan tersayangnya , jadi jelas perusahaan ini jatuh ke tanganku " tutur Steve dengan tertawa .
" lalu tuan Berto ? " tanya Larry .
Setibanya di perusahaan asing tersebut, Steve masuk dan berbicara kepada Sekpri bahwa ia ingin menemui Tuan Xiau Chen , Sekertaris tersebut masuk ke ruangan tuan Xiau Chen dan memberitaukan tentang keberadaan Steve yang tengah mencarinya. Tuan Xiau Chen pun menyuruh sekertaris tersebut untuk mempersilahkan Steve masuk .
Tak banyak bicara Steve pun masuk kedalam Ruangan tersebut, terlihat Tuan Xiau Chen duduk di kursi putar dengan memainkan kumisnya yang panjang dengan tangannya.
" Tuan Xiau Chen, " Sapa Steve , tanpa disuruh duduk ia sudah mendudukan tubuhnya di hadapan Tuan Xiau Chen.
" ada apa kau kemari? " tanya Xiau Chen
" aku sudah mendapatkan apa yang kau incar selama ini " ucap Steve.
" apa maksudmu? " tanya Xiau Chen
" kau mengincar ini bukan? " tanya Steve dengan memperlihatkan sebuah dokumen di tangannya.
" Dokumen apa itu steve? " tanya Xiau chen dengan penasaran
" Dokumen sebagian aset perusahaan milik Vinno M oen , bukannya kau dari dulu ingin mengembangkan perusahaan mu dengan perusahaan Vinno Moen ? " saut Steve . Xiau Chen tersenyum begitu lebar.
" Bagaimana kau bisa mendapatkannya? " Tanya xiau chen
" Cucu dari Om Vinno memberiku wewenang untuk mengelola perusahaannya , jadi aku dengan mudah mengambil alih semuanya termasuk menjual sebagian aset perusahaan ini kepadamu, coba lihatlah " ucap steve dengan menyodorkan dokumen yang ia pegang tersebut, Xiau Chen pun menyautnya .
" kau sangat pintar sekali Steve " tutur xiau chen.
" kau tidak lupa kan Dengan janjimu ? " tanya Steve.
" aku tidak akan pernah melupakan janjiku, biar aku periksa dulu dokumennya " ucap Xiau Chen. Ia membolak balikan halaman dokumen tersebut, kedua matanya dengan jeli memperhatikan dokumen itu. Tiba tiba ia mengernyit dan melemparkan dokumen itu tepat di wajah steve. Ia pun berdiri dengan raut wajah yang begitu murka.
" ada apa? " tanya Steve
" kau mencoba bermain main denganku? " teriak tuan Xiau Chen!
" maksudmu apa tuan? Aku tidak ada niatan untuk bermain main denganmu " saut steve
" Lihatlah itu! dokumen itu tidak asli ! kau memberiku Copy-annya saja , apa kau mencoba menipuku? " teriak Xiau Chen.
" mana mungkin aku menipumu? Ini dokumen yang asli , " seru Steve, Tangan nya menyaut dokumen tersebut dan memeriksa nya kembali.
" tuan, ini bukan copy-an coba periksalah kembali " pinta Steve,
" dasar bodoh ! coba lihat kertas itu lebih dekat dengan pencahayaan " ucap Xiau Chen. Steve pun mendekatkan kertas tersebut dan ternyata benar dokumen itu hanya Copy-annya saja .
" sialan " teriak Steve dengan geram.
" tuan aku akan kembali ke kantor , akan aku cari dokumen aslinya lagi " ucap Steve, Xiau Chen pun hanya diam tanpa mengiyakan perkataan Steve. Steve keluar dari ruangan Xiau Chen dengan raut wajah yang begitu murka .
" ada apa tuan Steve kau seperti nya ada masalah " tanya Larry.
" coba lihat dokumen ini, ternyata ini hanya copy-an nya saja " seru Steve
" Bagaimana bisa tuan? " tanya Larry
" Aku tidak tau, sepertinya Gio sengaja " seru Steve dengan kesal
Steve pun kembali ke kantor bersama Larry. terlihat jelas kegeraman di raut wajahnya saat ini , darahnya seakan memanas dan mendidih di atas kepalanya
Ia mengacak ngacak ruangan owner yang dulu pernah di tempati oleh kakek vinno , tiba tiba terdengar suara seseorang yang tak asing di telinganya hingga menghentikan aktivitas nya saat ini .
" Kau sedang mencari apa Om Steve ? "
Steve pun menoleh ke asal suara tersebut . kedua matanya membulat seketika saat ia tau bahwa yang ia lihat saat ini adalah gio.
" Apa kau sedang mencari ini ?" tanya Gio dengan memperlihatkan dokumen yang saat ini ia pegang .
" gio, kau? " ucap Steve seakan tak percaya .
" kenapa ekspresimu seperti itu Om ? ini ambilah Dokumennya " Ucap Gio .
" Ba-bagaimana kau bisa masih ada disini? " tanya steve dengan keheranan
" Pertanyaan Om sangat lucu sekali , Memangnya Gio mau kemana lagi ? " tanya gio.
" e-ehm maksudku bukankah kau semalam sudah pulang ke irlandia? La-lu kenapa kau masih bisa ada disini " tanya steve dengan gugup .
" iya benar ! perjalananku untuk pulang ke irlandia tertunda , karna semalam mobil yang Gio tumpangi masuk kedalam jurang, tapi untung saja Gio selamat " ucap gio. dengan tersenyum sinis .
" Ba-bagaimana mungkin? " tanya steve
" bagaimana mungkin apanya om? Bagaimana mungkin aku bisa hidup? sepertinya Om ingin sekali Melihat Gio mati " tanya gio balik.
" bukan, maksudku bagaimana mungkin mobil yang kau tumpangi masuk kedalam Jurang ?" tanya Steve .
" Entahlah , coba saja om Tanyakan kepada Sopir Om , sekarang dia sedang berada di kantor polisi untuk memberikan penjelasan kenapa mobil yang ia kemudikan bisa terjung ke dalam jurang " Ucap Gio .
" Ayo ikutlah dengan ku , barangkali Om Steve ingin membantu sopir Om untuk menjelaskannya " ajak Gio
" tidak .. untuk apa kau mengajakku ? " tanya Steve dengan ketakutan .
" kenapa Om Steve ketakutan seperti itu ? Gio hanya ingin mempertemukan Om dengan Sopir Om saja " ucap Gio .
tiba tiba nona Wellie dan Paman Berto masuk kedalam ruangan tersebut dengan senyuman menyeringai wajahnya ,
" Hallo tuan Steve .. satu bulan kita tidak bertatap muka rasanya seperti satu tahun saja " ucap nona Wellie dengan melipatkan kedua tangannya di atas perut .
kedua mata Steve semakin terkesiap bukan Main .
" kalian ? " ucap Steve .
" Larry , sepertinya kita harus pergi dari sini " bisik Steve kepada asistent kepercayaannya tersebut , namun Larry malah menjaduhkan tubuhnya dari Steve , kini Larry melangkahkan kakinya dan berpindah posisi disamping Gio dan Paman Berto
" Maaf Tuan Steve " ucap Larry dengan tersenyum sinis .
" Larrrrrrry .. kau ? " ucap Steve
" Dasar kau penghianat ! kau menghianatiku " teriak Steve seraya menunjukan jarinya ,
" bukankah kau sendiri yang mengajariku untuk menjadi seorang penghianat ? kau mengajariku caranya berkhianat kepada Tuan Vinno , jadi jangan salahkan aku jika aku juga berkhianat kepadamu " seru Larry .
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa setelah membaca tekan like Maaciw ^_^