
Sementara dirumah .
Kikan Begitu khawatir melihat anaknya tak kunjung pulang , ia mencoba menelponnya tetapi saat kikan menelpon merry Ternyata ponsel nya tertinggal didalam kamar , kikan mencoba menghampiri merry di supermarekt namun ia tak melihat anaknya disana , kikan Pun kembali lagi pulang ke rumah berharap merry sudah pulang namun setibanya di rumah , merry juga tak kunjung pulang . Bahkan waktu sudah menunjukan sore hari kecemasan kikan semakin bertambah , ia mondar mandir di depan pintu rumahnya . Ia ingin memberitau suaminya tetapi ia begitu takut jika rey akan marah kepadanya .
" ya tuhan nak , kau sekarang ada dimana , kenapa membuat mama khawatir seperti ini " gumam kikan dengan menggigit kukunya , tak lama kemudian mobil rey terlihat di halaman rumah , ia baru saja kembali dari kantornya
" aku harus bilang apa kepadanya " gumam kikan dengan takut .
" sayang .. Kau sedang apa di luar sini ? " tanya rey heran
" ehmm aku menunggu merry , merry tadi siang berpamitan pergi ke supermarket tetapi sampai sekarang belum juga kembali , dia juga meninggalkan ponselnya dirumah " kata kikan memberitau suaminya tersebut , mendengar kata kata kikan dahi rey mengkerut seketika
" kenapa kau membiarkannya pergi sendiran ? Apa kau tidak berpikir dia baru saja sembuh ? " teriak rey , kikan pun hanya diam saja dengan menundukan pandangannya .
Kikan mencoba mengajak suaminya masuk ke dalam rumah dan menenangkannya .
Tak lama kemudian gio juga pulang , kikan pun memberitau kepada gio bahwa merry belum kunjung pulang . Gio pun terkejut mendengarnya , namun ia mencoba menenangkan mama dan papanya agar tidak khawatir .
" mama sama papa yan tenang mungkin merry di rumah carrol , gio akan mencoba menghubunginya " ucap gio , kikan dan rey pun mengiyakannya .
Gio mencoba menelpon carrol namun ponsel carrol tidak bisa di hubungi , ia berkali kali menelponnya namun tetap saja tidak bisa . Gio juga khawatir akan istrinya . Namun ia tidak menunjukan kekhawatirannya di depan rey dan kikan .
Di rumah carrol ,
Merry dan carrol sedang menikmati kue di dalam kamar , merry melirik ke arah jam dinding kamar tersebut , dan sudah terlihat jam 5 sore . Merry pun terkejut
" astaga aku sampai lupa waktu , carrol sepertinya aku harus pulang . Gio pasti sudah pulang sekarang " ucap merry , ia meletakan kue yang ada ditangannya tersebut
" ayo aku antar kau pulang merr " pinta carrol .
" baiklah , oh iya carrol .. Bisakah aku meminjam ponselmu ? " tanya merry
" tentu saja , tunggu sebentar " kata carrol , ia mengambil ponsel didalam tas miliknya .
" merry maaf .. Ponselku mati ! tadi waktu belanja ponselku low batt dan aku lupa mencharge-nya " ujar carrol dengan menunjukan ponselnya .
" yasudah tidak apa apa ayo antar aku pulang " pinta merry , carrol pun mengiyakannya dengan senang hati .
Di rumah .
gio mengganti pakaian kerjanya menggunakan pakaian rumah. Ia hendak berpamitan kepada rey dan kikan Untuk mencari merry , kikan dan rey pun mengiyakannya .
Saat gio hendak melangkahkan kakinya keluar rumah , merry terlebih dulu sampai dan masuk kedalam rumah . Ia pun menyapa mama papa dan juga suaminya yang tengah berada di ruang depan .
Dahi gio menajam dengan geram ketika melihat merry .
" astaga merry .. Kau dari mana saja nak ? " tanya kikan, sembari memeluk anaknya tersebut
" mama .. Maaf merry lupa mengabari mama karna ponsel merry tertinggal di rumah , tadi setelah dari supermarket merry pergi ke rumah carrol ma dan merry lupa waktu maaf maa " pinta merry menundukan kepalanya , ia negiyu merasa bersalah .
" merry , jangan kau ulangi seperti ini lagi ! Mama sama papa sangat mengkhawatirkanmu karna kau baru saja sembuh "teriak rey , merry tak bergemming . Ia masih menundukan wajahnya .
" maafkan merry pa " ucap merry lirih ,
" masuklah ke kamarmu ! Mulai sekarang kau tidak boleh kemana mana jika tidak di temani suamimu atau mama dan papa " tutur rey , merry pun mengangguk tanpa bersuara ia meletakkan barang belanjaannya yang sempat ia beli di supermarket tadi dan berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya , gio pun juga pamit kepada kikan dan rey untuk mengikuti merry kedalam kamar .
" apa benar kau dari rumah carrol ? " tanya gio menajamkan alisnya .
" iya , maafkan aku " ucap merry , ia berlalu meninggalkan gio masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Gio menatap merry dengan keheranan, gio pun bertanya tanya .
Seusai merry mandi , ia mengajak gio makan malam bersama mama papanya
Mereka berempat makan bersama di meja makan . Namun merry tidak terlihat seperti biasanya , selama di meja makan ia hanya diam tanpa mengeluarkan suara , padahal merry yang biasanya banyak bersuara didalam rumah itu .
" ma .. Pa .. Merry kembali ke kamar dulu " pamit merry , Gio semakin keheranan melihat tingkah merry yang tak seperti biasanya .
" dia sebenarnya kenapa ? " gumam gio bertanya dalam hati , tak lama kemudian gio menyusul merry di kamar , terlihat merry melentangkan tubuhnya diatad tempat tidur seraya memejamkan mata dengan kebingungan .
Gio mendekati merry dang membelai halus kepalanya .
" kau kenapa ? " tanya gio , merry membuka matanya
" tidak apa apa " jawab merry lirih dan menepiskan sedikit senyumannya .
" apa kau sudah tidak menganggapku sebagai suamimu lagi ? Sampai kau tidak mau menceritakan masalahmu kepadaku " tanya gio
" gio . Bukan seperti itu , aku tidak apa apa Aku hanya sedikit tidak enak badan saja " jawab merry dengan berbohong . Gio hanya terdiam dan tak percaya akan kata kata istrinya tersebut
" gio percayalah " ucap merry
" istirahatlah , aku mau bekerja sebentar " kata gio sembari mencium pipi merry .
gio beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil laptop miliknya tersebut , ketakutan itu kembali membayanginya . kedua mata merry melirik ke arah gio yang tengah duduk bekerja sembari memangku laptop miliknya .
" aku ingin sekali memiliki seorang anak dan memberikan gio sebuah keluarga , aku ingin memberinya sebuah kebahagiaan yang sama sekali belum ia dapatkan dariku " merry bergumam dalam hati seraya memejamkan matanya kembali .
merry tidak bisa beristirahat dengan tenang. ia membolak balikan tubuhnya berkali kali mencari posisi tidur yang menurutnya nyaman , mata gio sesekali tak henti memperhatikannya .
" gioo " panggil merry
" iya " saut gio ia menaikan wajahnya dan melihat ke arah merry
" apa kau sudah selesai bekerja ? " tanya merry
" setelah ini pekerjaanku akan selesai " ucap gio
" cepatlah .. temani aku tidur " pinta merry , gio pun mengiyakannya , ia cepat cepat menyelesaikan pekerjaanya . kemudian gio meletakkan laptopnya dan menghampiri merry ,
" kai ini kenapa ? " tanya gio , ia langsung memeluk dan mendekap tubuh istrinya tersebut . merry pun begitu menikmati pelukan hangat dari gio , ia menenggelamkan wajahnya didada gio .
" gio maafkan aku " ucap merry lirih .
" maaf untuk apa ? " tanya gio kebingungan
" maafkan aku karna belum bisa memberikanmu kebahagiaan " kata merry dengan mata yang berkaca kaca .
" kau ini berbicara apa ? kau sudah memberikan kebahagiaan kepadaku selama ini " tutur gio
" tapi bukan kebahagiaan yang seutuhnya " seru merry
" gio .. aku sangat takut jika aku tidak bisa memiliki seorang anak " ucap merry , air matanya pun berlinang . gio terdiam sejenak memandang wajah merry . ia baru mendapat jawaban dari pertanyaan atas sikap merry yang tidak seperti biasanya .
" apa ini yang mengganggu pikiranmu daritadi ? " tanya gio dengan lirih , merry pun mengangguk dan mengisak .
" sayang .. kenapa kau menangis ? kau tidak perlu takut seperti ini . kita pasti akan memiliki anak , besok setelah dari dokter untuk memeriksa kesehatanmu kita bisa merencanakannya kembali " bujuk gio . merry sejenak terdiam
" tapi aku sangat takut gio " ucap merry lirih , air matanya semakin menderas , gio mencoba menenangkan merry dan semakin mengeratkan pelukannya hinga merry tertidur
tiba tiba ponsel gio berdering . ia mencoba menjauhkan tubuhnya perlahan dari merry bermaksud agar merry tidak terbangun .
dilihat di layar ponsel tersebut ada panggilan telpon dari kakek vinno .
" iya hallo kek ? tumben sekali kakek menelpon gio malam malam seperti ini ? " tanya gio memelankan suaranya karna ia takut membangunkan merry
" iya nak .. apa besok kau bisa kemari bersama istrimu ? " tanya gio
" tentu saja kek besok setelah mengantar merry dari dokter , gio dan merry akan langsung ke rumah " ucap gio
" baiklah nak , maaf kakek mengganggu mu malam malam " kata kakek , ia pun mengakhiri panggilan telpon bersama cucunya tersebut.
gio meletakkan ponselnya dan ia kembali merebahkan tubuhnya di samping wanita yang ia cintai itu. ia mendekapnya kembali , hingga gio terlelap memejamkan mata .
.
.
.
Terimakasih atas vote dan sarannya .
Sesuai kata saya di episode sebelumnya berdasarkan vote . saya akan memperpanjang cerita novel ini untuk beberapa episode lagi ❤
.
.
.
.
.
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^