
Mata gio masih terjaga menatapi merry yang sedang memejamkan matanya , hatinya begitu tak tenang ia masih melamun . tiba tiba mata merry terbuka karna ia teringat suatu hal ,
" ada apa ? kenapa kau bangun ? " tanya gio
" gio , kalau kau tidur disini lalu carrol bagaimana ? " tanya merry . seraya menyentuh bahu gio
" carrol tidur di kamar lain " ujar gio
" lalu teman temanmu ? kalau mereka curiga bagaimana ? " tanya merry dengan sedikit takut , ia masih belum menyadari kalau semua teman temannya suah tau tentang pernikahannya dengan gio
" biarkan saja ! kau ini terlalu banyak bicara cepat tidurlah " seru gio seraya tangannya mengusap paksa kelopak mata merry agar terpejam .
paginya .
Gio sedang bersiap siap untuk pulang namun terlihat merry masih tertidur , semalaman mata gio terjaga karna ia tidak bisa tertidur memikirkan istrinya tersebut .
ia mengambil semua barang barang yang sempat ia bawa untuk memasukannya kembali kedalam mobil . tiba tiba langkah kakinya terhenti oleh suara william .
" gio tunggu " panggil william , gio membuang muka seakan tidak tertarik berbicara kepada temannya tersebut
" ada apa ? aku sedang sibuk " ucap gio
" kau mau kemana pagi pagi seperti ini ? " tanya william penasaran
" aku mau mengajak merry pulang " seru gio
" kenapa begitu terburu buru ? " tanya william kembali , namun gio tak menggubrisnya . ia melanjutkan langkah kakinya menuju ke mobil seraya tangannya membuka bagasi dan ia memasukan semua barang barang miliknya dan juga milik merry didalam bagasi mobil tersebut . namun william mengikutinya dari belakang .
" gio .. aku masih belum percaya , kalau kau sudah menikah dengan merry dan aku juga benar benar kecewa terhadapmu " ucap william
" kenapa memangnya ? apa kau merasa terluka ketika tau merry itu istriku ? " tanya gio menatap sinis william
" untuk apa aku terluka ? aku justru malah bahagia akhirnya kau bisa menemukan belahan jiwamu " seru william dengan tertawa , gio pun mengernyitkan dahinya dengan keheranan .
" bukannya kau menyukai merry ? " tanya gio
" iya memang benar aku menyukai merry , tetapi definisi dari kata menyukai itu sangat banyak sekali " tutur william menyunggingkan senyumnya .
" lalu kenapa kau kecewa melihatku menikah dengan merry ? " tanya gio menajamkan kedua alisnya
" yaa aku kecewa saja karna kau telah merahasiakan pernikahanmu dariku , padahal kita bersahabatan begitu lama tetapi hubungan sepenting ini kau sembunyikan dari ku " ucap willy
" maafkan aku ! merry yang menginginkan ini semua .
ehm aku akan kembali ke kamar untuk membangunkan merry " pamit gio ia menepuk bahu william dan berlalu meninggalkannya .
gio berjalan melangkahkan kakinya menuju ke kamar . terlihat merry masih tertidur , gio pun duduk di sampingnya ., tangannya bergerak mencoba menyibakkan rambut merry yang kala itu menutupi sebagian dahinya .
" merry bangunlah " panggil gio dengan lirih ,
" sayang ayo bangunlah kita harus pulang sekarang . " panggilnya kembali , mata merry pun mengerjap , ia pun melihat wajah gio tepat diatas wajahnya .
" kau ini mengganggu saja .. aku masih mengantuk " ucap merry , ia pun mengubah posisi tidurnya membelakangi gio dan memejamkan matanya kembali
" merry kenapa kau tidur lagi ? ayo cepat bangunlah ! kalau kau tidak bangun aku akan pulang bersama aline " seru gio menggoda , mata merry terbuka melebar ia langsung beranjak duduk , ia mengerucutkan bibirnya dengan kesal karna mendengar nama aline .
" ( menghela nafas ) tunggu sebentar .. aku akan mandi , kau ini pagi pagi sungguh menyusahkan saja " celetuk merry beranjak turun dari tempat tidurnya , gio pun menahan tawanya .
seusai mandi , merry pun bersiap siap .
" gio .. carrol dimana ? apa dia ikut pulang bersama kita ? " tanya merry
" sepertinya carrol masih tidur di kamar sebelah , karna aku tadi tidak melihatnya . dan dia akan pulang besok bersama andrew " ucap gio
" bolehkan aku menemuinya sebentar ? " tanya merry ,
" tentu saja , tapi ikat rambutmu dulu sebelum keluar kamar " pinta gio , merry pun mengikat rambutnya dan keluar kamar untuk menemui carrol , ia masuk ke kamar sebelah . namun kamarnya terlihat kosong , merry hendak
melangkahkan kakinya untuk keluar , namun tiba tiba suara carrol mengurungkan langkahnya .
" merry " panggil carrol tersenyum lebar , ia berdiri di depan kamar mandi dengan tubuh yang masih terlilit handuk . sepertinya ia baru saja selesai mandi . ia langsung berjalan cepat menghampiri merry .
" merry bagaimana keadaanmu sekarang apa kau baik baik saja ? " tanya carrol
" kau lihatnya bagaimana ? keadaanku sangat baik ! " celetuk merry
" oh iya carrol .. aku mau pulang sekarang bersama gio " imbuh merry
" kenapa secepat itu? kenapa tidak besok saja kita pulang bersama sama ? " tanya carrol
" entahlah . sebenarnya aku juga ingin pulang besok tetapi gio minta pulang sekarang , dia itu sungguh menyebalkan " seru merry dengan mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur
" mungkin kak gio khawatir akan kesehatanmu apalagi kau kan sekarang sedang hamil " ucap carrol
" kenapa kau bisa tau kalau aku sedang hamil , apa gio yang memberitahumu ? " tanya merry dengan ketus . carrol pun dengan terpaksa mengiyakannya .
" oh iya merry , selamat ya atas kehamilanmu jangan lupa jaga kesehatan " pinta william sembari menepiskan senyumnya dan mengacak acak rambut merry , merry pun terkejut ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut william ,
" kenapa kak william bisa tau aku sedang hamil , apa gio yang memberitahunya juga " gumam merry dalam hati , mulutnya tak bergemming menjawab ucapan william . william pun pamit berlalu pergi meninggalkan merry , dan merry pun bergegas masuk kedalam kamarnya untuk bertanya kepada gio .
" giooo , kenapa kak willy dan carrol tau kalau aku sedang hamil ? apa kau yang memberitahunya ? " tanya merry dengan penasaran
" bukan aku yang memberitau mereka ! tapi kau sendiri ! " seru gio
" Bagaimana bisa ? aku sama sekali tidak memberitau siapapun kalau aku sedang hamil , yang tau hanya kau saja " ucap merry
" ehh tunggu ! kau juga semalam tau darimana kalau aku sedang hamil ? " imbuhnya semakin kebingungan , gio beranjak mendekati merry , ia mengangkat kedua pipinya , dan menceritakan semua kejadian semalam kepada merry saat dirinya tidak sadarkan diri , mendengar cerita dari gio merry pun terkejut .
" jadi mereka semua tau kalau kita sudah menikah ? " tanya merry
" iya .. maafkan aku , aku semalam begitu panik . jadi aku memberitau semuanya . aku juga tidak mau mereka berpikiran yang tidak tidak tentangmu " tutur gio , merry pun masih terdiam dengan mendongakan wajahnya menatap gio .
" maafkan aku .. kau boleh marah kepadaku " imbuh gio , tiba tiba senyuman manis menyeringai wajah merry
" kenapa kau malah tersenyum ? " tanya gio , mengernyit keheranan
" untuk apa aku marah kepadamu ? aku justru sangat senang kau mau mengakuiku sebagai istrimu " ucap merry tersenyum malu , gio membuang mukanya karna menahan senyum , ia langsung memeluk istrinya tersebut
" dasar bodoh .. aku kira kau akan marah " ucap gio , semakin mengeratkan pelukannya
" merry .. kalau dari awal kau tidak ingin pernikahan kita di rahasiakan , aku pasti sudah mengakuimu sebagai istriku dari dulu " gumam gio dalam hati
Definis menyukai sangat berbeda dengan mencintai .
ketika kau menyukai seseorang , kau hanya sebatas kagum terhadapnya dan kau tau pasti alasannya kenapa hingga kau bisa menyukainya .
sedangkan jika kau mencintai seseorang , kau akan berjuang untuk mendapatkannya atau bahkan rela mengorbankan segalanya ,
namun kau tidak tau pasti alasannya kenapa hingga kau bisa mencintainya ,
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^