My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Pengakuan



Mata gio masih terjaga menatapi merry yang sedang memejamkan matanya , hatinya begitu tak tenang ia masih melamun   . tiba tiba mata merry  terbuka karna ia teringat suatu hal  ,


" ada apa ? kenapa kau bangun ? " tanya gio


" gio , kalau kau tidur disini lalu carrol bagaimana ? " tanya merry . seraya menyentuh bahu gio


" carrol tidur di kamar lain " ujar gio


" lalu teman temanmu ? kalau mereka curiga bagaimana ? " tanya merry dengan sedikit  takut , ia masih belum menyadari kalau semua teman temannya suah tau tentang pernikahannya dengan gio


" biarkan saja ! kau ini terlalu banyak bicara cepat tidurlah " seru gio seraya tangannya mengusap paksa  kelopak mata merry agar terpejam .


paginya .


Gio sedang bersiap siap untuk pulang namun terlihat merry masih tertidur , semalaman mata  gio terjaga karna ia tidak bisa tertidur memikirkan istrinya tersebut  .


ia mengambil semua barang barang yang sempat ia bawa untuk memasukannya kembali kedalam mobil . tiba tiba langkah kakinya terhenti oleh suara william .


" gio tunggu " panggil william , gio membuang muka seakan tidak tertarik berbicara kepada temannya tersebut


" ada apa ? aku sedang sibuk " ucap gio


" kau mau kemana pagi pagi seperti ini ? " tanya william penasaran


" aku mau mengajak merry pulang " seru gio


" kenapa begitu terburu buru ? " tanya william kembali , namun gio tak menggubrisnya . ia melanjutkan langkah kakinya menuju ke mobil seraya tangannya membuka bagasi  dan ia memasukan semua barang barang miliknya dan juga milik merry didalam bagasi mobil tersebut  . namun william mengikutinya dari belakang .


" gio .. aku masih belum percaya , kalau kau sudah menikah dengan merry dan aku juga  benar benar kecewa terhadapmu " ucap william


" kenapa memangnya ? apa kau merasa terluka ketika tau merry itu istriku ? " tanya gio menatap sinis william


" untuk apa aku terluka ? aku justru malah bahagia akhirnya kau bisa menemukan belahan jiwamu  " seru william dengan tertawa , gio pun mengernyitkan dahinya  dengan keheranan .


" bukannya kau menyukai merry ? " tanya gio


" iya memang benar aku menyukai merry , tetapi definisi dari kata menyukai itu sangat banyak sekali  " tutur william menyunggingkan senyumnya .


" lalu kenapa kau kecewa melihatku menikah dengan merry ? " tanya gio menajamkan kedua alisnya


" yaa aku  kecewa saja karna kau telah merahasiakan pernikahanmu dariku , padahal kita bersahabatan begitu lama tetapi hubungan sepenting ini kau sembunyikan dari ku " ucap willy


" maafkan aku ! merry yang menginginkan ini semua .


ehm aku akan kembali ke kamar untuk membangunkan merry " pamit gio ia menepuk bahu william dan  berlalu meninggalkannya .


gio berjalan melangkahkan kakinya menuju ke kamar . terlihat merry masih tertidur , gio pun duduk di sampingnya ., tangannya bergerak mencoba menyibakkan rambut merry yang kala itu menutupi sebagian dahinya .


" merry bangunlah " panggil gio dengan lirih ,


" sayang ayo bangunlah kita harus pulang sekarang  . " panggilnya kembali , mata merry pun mengerjap , ia pun melihat wajah  gio tepat diatas wajahnya .


" kau ini mengganggu saja .. aku masih mengantuk " ucap merry , ia pun mengubah posisi tidurnya membelakangi gio dan memejamkan matanya kembali


" merry kenapa kau tidur lagi ?  ayo cepat bangunlah ! kalau kau tidak bangun aku akan pulang bersama aline " seru gio menggoda , mata merry terbuka melebar ia langsung beranjak duduk , ia mengerucutkan bibirnya dengan kesal karna mendengar nama aline .


" ( menghela nafas ) tunggu sebentar .. aku akan mandi , kau ini pagi pagi sungguh menyusahkan saja " celetuk merry beranjak turun dari tempat tidurnya , gio pun menahan tawanya .


seusai mandi , merry pun bersiap siap .


" gio .. carrol dimana ? apa dia ikut pulang bersama kita ? " tanya merry


" sepertinya carrol masih tidur di kamar sebelah   , karna aku tadi tidak melihatnya .  dan dia  akan pulang besok bersama andrew  " ucap gio


" bolehkan aku menemuinya sebentar ? " tanya merry ,


" tentu saja , tapi ikat rambutmu dulu sebelum keluar kamar " pinta gio , merry pun mengikat rambutnya dan keluar kamar untuk menemui carrol , ia masuk ke kamar sebelah . namun kamarnya terlihat  kosong , merry hendak


melangkahkan kakinya untuk keluar , namun tiba tiba suara carrol mengurungkan langkahnya .


" merry " panggil carrol tersenyum lebar , ia berdiri di depan kamar mandi dengan tubuh yang masih terlilit handuk . sepertinya ia baru saja selesai mandi . ia langsung berjalan cepat menghampiri merry .


" merry bagaimana keadaanmu sekarang apa kau baik baik saja  ? " tanya carrol


" kau lihatnya bagaimana ? keadaanku sangat baik !  " celetuk merry


" oh iya carrol .. aku mau pulang sekarang bersama gio " imbuh merry


" kenapa secepat itu? kenapa tidak besok saja kita pulang bersama sama ? " tanya carrol


" entahlah . sebenarnya aku juga  ingin pulang besok tetapi gio minta pulang sekarang , dia  itu sungguh menyebalkan " seru merry dengan mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur


" mungkin kak gio khawatir akan kesehatanmu apalagi kau kan sekarang sedang hamil " ucap carrol


" kenapa kau bisa tau kalau aku sedang hamil , apa gio yang memberitahumu ? " tanya merry dengan ketus . carrol pun dengan terpaksa mengiyakannya .


" oh iya merry , selamat ya atas kehamilanmu  jangan lupa  jaga kesehatan " pinta william sembari menepiskan senyumnya dan mengacak acak rambut merry , merry pun terkejut ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut william  ,


" kenapa kak william bisa tau aku sedang hamil , apa gio yang memberitahunya juga " gumam merry dalam hati , mulutnya tak bergemming menjawab ucapan william . william pun pamit berlalu pergi meninggalkan merry , dan merry pun bergegas masuk kedalam kamarnya untuk bertanya kepada gio .


" giooo , kenapa kak willy dan carrol tau kalau aku sedang hamil ? apa kau yang memberitahunya ? " tanya merry dengan penasaran


" bukan aku yang memberitau mereka ! tapi kau sendiri ! " seru gio


" Bagaimana bisa ? aku sama sekali  tidak  memberitau siapapun kalau aku sedang hamil , yang tau hanya kau saja " ucap merry


" ehh tunggu ! kau juga semalam tau darimana kalau aku sedang hamil ? " imbuhnya semakin kebingungan , gio beranjak mendekati merry , ia mengangkat kedua pipinya , dan menceritakan semua kejadian semalam kepada merry saat dirinya tidak sadarkan diri , mendengar cerita dari gio merry pun terkejut .


" jadi mereka semua tau kalau kita sudah menikah ? " tanya merry


" iya .. maafkan aku , aku semalam begitu panik . jadi aku memberitau semuanya . aku juga tidak mau mereka berpikiran yang tidak tidak tentangmu  " tutur gio , merry pun masih terdiam dengan mendongakan wajahnya menatap gio .


" maafkan aku .. kau boleh marah kepadaku " imbuh gio , tiba tiba senyuman manis menyeringai wajah merry


" kenapa kau malah tersenyum ? " tanya gio , mengernyit keheranan


" untuk apa aku marah kepadamu ? aku justru sangat senang kau mau mengakuiku sebagai istrimu " ucap merry tersenyum malu  , gio  membuang mukanya karna menahan senyum , ia langsung memeluk istrinya tersebut


" dasar bodoh .. aku kira kau akan marah " ucap gio , semakin mengeratkan pelukannya


" merry .. kalau dari awal  kau tidak ingin pernikahan kita di rahasiakan , aku pasti sudah mengakuimu sebagai istriku dari dulu  " gumam gio dalam hati


 


 


 


 


Definis menyukai sangat berbeda dengan mencintai .


ketika kau menyukai seseorang , kau  hanya sebatas kagum terhadapnya dan kau tau pasti alasannya kenapa hingga kau bisa menyukainya   .


sedangkan jika kau mencintai seseorang , kau akan berjuang untuk mendapatkannya atau bahkan  rela mengorbankan segalanya  ,


namun  kau tidak tau pasti  alasannya kenapa hingga kau bisa mencintainya ,


 


 


 


 


 


 


 


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


Gracias ^_^