
merry membuka isi surat yang sudah terlipat rapi didalam amplop itu , terlihat begitu banyak sekali tinta yang tercoret di atas kertas putih tersebut .
merry sebenarnya enggan membaca surat dari gio . karna merry merasa masih kecewa kepadanya
tetapi rasa penasaran merry begitu besar akan isi dari surat yang ditulis oleh gio untuknya ,
kedua mata merry pun memusat di depan kertas itu .
Dear merry :
sayang ..
Maafkan aku . Aku tidak bermaksud untuk membuatmu terluka , menyakiti perasaanmu
atau bahkan merenggut apa yang seharusnya kau miliki .
merry .. orang tua mana yang rela kehilangan anaknya sendiri ?
aku harap kau bisa mengertikan posisiku , keputusan yang ku ambil saat itu benar benar berat bagiku .
aku tau itu menyakitkan . aku juga merasakan hal yang sama denganmu ! tetapi aku tidak punya pilihan lain lagi ,
merry .. apa kau tau betapa bahagianya aku ketika mengetahui kita akan segera memiliki seorang anak ?
aku sangat bahagia sekali waktu itu , tetapi disisi lain perasaan takut menyelimuti hati dan pikiranku .
ketakutan itu sekarang menjadi kenyataan .
dan sekarang aku harus berlapang dada meniadakan anakku sendiri .
aku terpaksa harus mengorbankan anak kita . dan itu bukan berarti aku tidak menginginkannya!
aku sangat ingin sekali menginginkan anak kita lahir . Tetapi disisi lain aku tidak bisa melihatmu menderita . karna jika kau masih mempertahankan anak kita ,
aku tidak hanya akan kehilangan dia saja tetapi aku bisa kehilanganmu juga .
ku mohon mengertilah .
aku melakukan ini semua semata mata karna tidak ingin kehilanganmu . , aku sungguh takut kehilanganmu , aku sangat takut sekali akan hal itu !
merry .. Aku pernah merasakan kehidupan di titik yang benar benar paling lemah ,
kehidupan yang membuat hidupku seolah tak bernyawa ,
aku pernah kehilangan mama , papa dan juga adikku vanno .
itu benar benar titik terlemah dalam hidupku , aku kehilangan orang orang yang aku cinta dalam waktu secara bersamaan . dan aku tidak ingin itu terluang kembali !
itu sungguh menyakitkan , benar benar menyakitkan ..
aku butuh waktu bertahun tahun untuk bangkit menjalankan kehidupanku kembali , aku harus membunuh setiap rasa sepi dan kerinduan yang setiap harinya bersemayam di dalam diriku !
meskipun aku bernafas tetapi rasanya seakan ada yang mati didalam jiwaku
aku selalu menyalahkan tuhan akan kejadian waktu itu .
rasanya tuhan begitu tidak adil merenggut semua yang aku miliki .
setiap hari aku harus berpura pura dan bersandiwara membuat semuanya seolah baik baik saja .
Bahkan hampir setiap waktu aku hanya berharap dan berdoa supaya tuhan segera menjemputku agar aku bisa berkumpul kembali dengan keluargaku .
tetapi rasanya itu sia sia . tuhan tidak menakdirkanku untuk hidup secepat itu .
ketika aku berada di titik yang paling lemah . Tiba tiba Tuhan menghadirkan penyemangat hidup bagiku . aku bertemu dengan sesosok gadis yang begitu polos
gadis itu tiba tiba merubah segalanya ,
merubah cara pandangku akan dunia . Gadis itu mampu membuatku bersemangat menjalani kehidupanku kembali
gadis yang begitu berbeda diantara yang lainnya .
bahkan Aku selalu mencari cara agar bisa mendekati gadis itu , meskipun dengan cara yang membuatku dibenci olehnya .
merry .. apa kau tau siapa sosok gadis itu ?
gadis itu ialah kau , gadis yang selalu membuat pikiranku terganggu setiap harinya . Tanpa kau sadari kau telah memberiku semangat untuk menjalani hidupku kembali .
kau benar benar penyemangat hidupku bahkan sampai detik ini !
sayang ..
kau pernah bertanya kepadaku apakah aku mencintaimu ?
Aku sangat mencintaimu ! bahkan melebihi apapun .
seharusnya kau tau akan itu. tetapi nyatanya kau sama sekali tidak pernah tau akan perasaanku !
merry .. apa kau tau aku begitu menyukaimu dari dulu ? aku menyukai mu saat pertama kali bertemu denganmu!
dan entah sejak kapan rasa suka itu menjadi cinta .
Jika kau bertanya kenapa aku tidak pernah mengatakan perasaanku itu bukan karna aku tidak mencintaimu. Tetapi karna aku bingung mengungkapkan Perasaanku .
Merry .. mengertilah , aku bukanlah laki laki yang pandai bertutur kata , yang mampu mengungkapkan segala sesuatunya melalui perkataan maupun lisan .
apa kau tau .. setiap kali kau berkata bahwa kau membenciku , dan tidak ingin melihatku . rasanya hatiku begitu terluka , kata kata bencimu itu benar benar melemahkanku .
merry .. aku benar benar mengumpulkan keberanianku untuk menulis surat ini untukmu . terimakasih kau sudah mau membacanya .
~ Giordan
Seusai membaca surat dari gio . air mata merry memecah seketika .
" gioooo " ucap merry lirih suaranya terdengar begitu berat . ia beranjak berdiri dari tempat tidurnya dengan langkah tertatih tatih ia langsung keluar dari ruangnya terlihat didepan ruangan ada kakek vinno, kikan dan juga rey yang sedang berbincang bincang . Mereka bertiga terkejut ketika melihat merry keluar dari ruangannya
" merry kenapa kamu keluar, kamu belum sembuh ayo masuk dan kembali istirahat sayang" pinta kikan , ia mencoba menarik tangan anaknya tersebut untuk masuk namun merry menepisnya .
" mama kan sudah bilang sayang. . Gio sedang ada tugas di luar kota " ucap kikan .
" nak ayo masuk dan istirahatlah " pinta rey ia mencoba mengajak anaknya untuk kembali ke ruangannya
" merry tidak mau pa . merry ingin bertemu gio ? beritahu merry dimana dia " teriak merry menepis tangan rey
" merry , ayo kembalilah istirahat nak , besok gio akan menemuimu " bujuk kakek vinno
" tidak mau kek .. kakek tolong beritahu merry dulu gio dimana , merry ingin sekali bertemu dengan gio sekarang " pinta merry memegang tangan kakek vino namun kakek vino hanya diam saja
" merry jangan seperti ini nak ayo masuk dan istirahatlah " pinta rey kembali
" papa tolong beritau merry dimana gio , suruh dia menemui merry . merry mau minta maaf kepada nya . Merry mohon " pinta merry ia bersimpuh dan mengatupkan kedua tangannya
Kikan pun tak tega membiarkan anaknya menangis seperti itu, ia pun terpaksa memberitaukannya bahwa gio yang mendonorkan ginjal untuknya . dan sekarang gio masih tidak sadarkan diri
Merry pun terkejut mendengarnya .
( Flashback )
waktu itu rey yang seharusnya mendonorkan ginjal untuk merry
karna ia mengajukan diri untuk mendonorkan ginjalnya , begitu juga gio . ia juga memiliki golongan darah yang sama dengan merry yaitu golongan darah B .
" pa .. biar gio saja yang mendonorkan ginjal untuk merry " pinta gio
" tidak ! biar papa saja " ucap rey
" pa , gio mohon biar gio saja ! " pinta gio dengan tatapan memelas
" gio .. papa ini sudah tua , kelak papa tidak akan bisa menjaga merry lagi . ku harap kau mengerti maksud papa ? " tutur rey
" pa .. gio pasti baik baik saja , dan pasti bisa menjaga merry . gio mohon pa " pinta gio
" giooo papa tidak suka mengulangi perkataan papa kembali ! jadi papa harap kau mengerti " seru rey , gio pun terpaksa mengiyakan permintaan papanya .
namun saat rey sedang melakukan test darah dan ginjal tiba tiba dokter menyuruh perawat memanggil gio.
dan perawat itu menghampiri gio yang kala itu sedang berada di luar ruang rawat merry bersama jacob dan juga aline .
" Tuan gio .. Dokter memanggilmu " kata perawat tersebut . Gio pun mengiyakannya
Ia berlalu Dan gio pun pergi meninggalkan aline dan juga jacob untuk mengikuti perawat tersebut .
Perawat itu mengajak gio ke sebuah Lab dan di Lab tersebut terlihat ada rey dan juga dokter ,
" ada apa anda memanggil saya dok ? apa ada masalah dengan istri saya ? " tanya gio dengan sedikit khawatir
" tidak tuan gio , ini bukan masalah nona merry . tetapi masalah tuan rey , kami sudah melakukan pemeriksaan lab test darah beserta ginjal , tetapi tuan rey tidak bisa melakukan donor ginjal , karna tuan rey memiliki hipertensi . tekanan darah dan gulanya sangat tidak stabil , jadi sangat tidak mungkin jika tuan rey mendonorkan ginjal untuk nona merry . " tutur dokter
" kalau begitu biar saya saja dok yang mendonorkan ginjal untuk istri saya , golongan darah saya juga B " pinta gio
" giooo " ucap rey lirih
" pa biarkan dokter melakukan pemeriksaan test darah dulu kepada gio " pinta gio , rey pun menyiyakannya .
dokter pun melakukan test darah dan juga ginjal kepada gio . tak lama kemudian hasil test tersebut keluar dan dokter menghampiri gio dan rey .
" tuan gio dari hasil pemeriksaan lab , anda bisa mendonorkan ginjal untuk nona merry , karna disini ginjal anda sangat baik dan tekanan darah anda juga normal . jadi sangat memenuhi syarat untuk donor ginjal " tutur dokter .
" gio .. tidak ! papa tidak mengizinkanmu ! . biar kita cari pendonor lain , papa tidak peduli jika papa harus mengeluarkan uang banyak . papa takut nanti lambat laun ginjalmu juga akan bermasalah " seru rey
" tuan rey .. kau tidak perlu khawatir , pada umumnya manusia masih bisa bertahan hidup dengan satu ginjal , karna satu ginjalnya hanya cadangan , ginjal tuan gio sangat baik . jadi selama tuan gio menjaga kesehatan dan pola makannya itu tidak akan bermasalah , kalau anda mencari pendonor lain itu akan memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu ginjal pendonor lain memenuhi syarat . sementara kami harus segera melakukan transplantasi ginjal untuk nona merry " saut dokter
" pa .. gio mohon , biar gio yang donorkan ginjal gio untuk merry ! gio tidak ingin kehilangan dia . biar gio juga bisa merasakan sakit yang merry rasakan " pinta gio dengan mengatupkan kedua tangannya , rey sejenak terdiam ia mendengar kata kata gio hatinya seakan terenyuh , matanya berkaca kaca dan memeluk menantunya dengan begitu erat .
" baiklah nak , terimakasih banyak " ucap rey menahan rasa harunya
namun gio memohon kepada rey agar tidak memberitau merry dulu kalau dirinya yang mendonorkan ginjal untuk merry , rey sempat menolaknya namun gio tetap memaksa untuk menyuruh papa dan keluarga lainnya agar tidak memberitahukan dulu kepada merry sampai merry benar benar pulih ,
Namun waktu operasi gio berlangsung
detak jantung gio melemah dan tekanan darahnya tidak stabil secara tiba tiba . hingga setelah operasi gio belum sadarkan diri hingga sekarang .
( Flashback end )
Kemudian kikan menyuruh merry untuk duduk di kursi roda . ia mengajak anaknya itu ke sebuah ruangan
Terlihat seorang laki laki berbaring lemah dan tak sadarkan diri dengan bantuan alat pernafasan di hidungnya
" gioooo " panggil merry . Tangisannya pecah seketika melihat suaminya masih berbaring tak sadarkan diri .
" gioo bangunlah .. Maafkan aku " ucap merry menangis
" Gioooooo bangunlaahhhhhhh " teriak merry semakin mengeraskan tangisannya
" merry .. " ucap kikan lirih
" mama gio kenapa tidak bangun ? " tanya merry , dengan terisak isak
" sayang .. gio masih belum sadar nak , dia akan baik baik saja " bujuk kikan . namun saat berada di ruangan gio , seorang perawat menghampiri merry dan kikan . perawat itu meminta salah satu diantara mereka yang hanya bisa berada didalam ruangan tersebut . kikan pun membiarkan merry yang tetap berada didalam ruangan gio . dan ia berlalu keluar menemui suami dan juga kakek vinno . rey pun menarik tangan kikan dengan kasar dan mengajaknya ke tempat yang sedikit jauh dari jangkauan kakek vinno .
" aku kan sudah bilang , jangan memberitau merry dulu sebelum gio sadar ! " teriak rey dengan geram
" apa kau tidak lihat dia tadi menangis seperti itu , aku tidak bisa membiarkan anakku tersiksa " ucap kikan
" aku tau ! tapi apa kau bisa berfikir sedikit saja bahwa seperti ini akan memperburuk kondisinya " seru rey dengan meninggikan suara nya . kikan dan rey pun masih berdebat
sementara merry masih tak bergemming memandangi wajah suaminya . merry melekatkan jari jarinya diantara jari jari tangan gio dan meletakan tangan tersebut di pipinya . hingga air matanya menderas membasahi tangan gio
" Gio bangunlah maafkan aku .. " ucap merry lrih
" gio kumohon bangunlah .. aku sudah kehilangan anakku aku tidak ingin kehilanganmu " pinta merry ia memejamkan matanya dengan terisak isak .