My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Begitu kalut



Setelah itu merry cepat cepat menghapus air matanya .  ia mencoba menenangkan dirinya bahwa ia baik baik saja . Kemudian merry kembali kedepan menghampiri gio , aline dan  juga william


" merry kau darimana saja ? " tegur william


"  dari toilet kak " saut merry dengan memaksakan senyumannya


" kak willy bisakah kau mengantarkanku pulang ? " pinta merry


" tentu saja , ini juga sudah malam " saut william


" gio .. Aku akan pergi mengantar merry pulang dulu , kau temani aline disini " pamit william ,  gio beranjak dari duduknya dan mendekati merry  .


" merry .. Apa kau tidak apa apa jika pulang bersama william ? " tanya gio , tanpa mengeluarkan suara , merry hanya menganggukan kepalanya ia langsung berbalik badan dan berlalu berjalan  mendahului william.  tanpa berpamitan kepada gio dan aline .


Gio memperhatikan merry dan memejamkan matanya .


Merry naik ke dalam mobil william dan william melajukan mobilnya tersebut dengan kecepatan rendah . merry terlihat masih bersedih , selama berada dalam mobil ia hanya  menatap ke arah jendela .


" merry kau mau pulang kemana ? Ke rumahmu atau ke rumah gio ? " tanya william


" entahlah kak , rasanya aku tidak ingin pulang , tolong antar aku ke rumah carrol saja kak " pinta merry ,  william pun mengiyakannya , ia langsung melajukan mobilnya ke arah rumah carrol namun sesampainya disana . Carrol sepertinya tidak berada di rumah , karna terlihat didalam rumahnya  sangat gelap dan Tidak ada orang sama sekali , namun merry mencoba berkali kali  menghubungi carrol namun ponselnya tidak aktif .


" merry  .. Kalau kau tidak ingin pulang bagaimana jika kau menginap di hotel saja ? Aku akan menemanimu .. Kau terlihat begitu tertekan , sepertinya kau sedang di rundung masalah " ucap william ,


kedua mata  merry  lagsung melirik tajam ke arah william


" merry tenanglah , aku tidak bermaksud apa apa , aku tidak akan berbuat macam macam kepadamu " imbuh william ,


merry pun terdiam sejenak ,  pikiran dan hatinya masih begitu kalut  karna melihat gio dan aline di rumah sakit tadi .


tanpa berpikir panjang merry pun mengiyakan tawaran william .


Dan william langsung melajukan mobilnya ke hotel terdekat , ia melakukan reservasi 1 kamar di receptionist. Kemudian mereka mencari nomer kamar mereka , setelah mendapati kamar mereka , william membuka pintu kamarnya dengan menggunakan keytag dan langsung mengajak merry masuk .


Terlihat di dalam kamar hotel tersebut ada dua tempat tidur  yang terpisah dengan  jarak 1,5 meter karna memang william memesan kamar yang twin bed .


" merry .. apa kau cemburu melihat gio dengan aline tadi? " tanya william namun merry menyangkalnya


" aku sama sekali tidak cemburu , untuk apa aku cemburu ! Kak willy yang benar saja !! " ucap merry


" terus kenapa kau tadi tiba tiba bersedih dan ingin cepat cepat pulang? " tanya william penasaran


" tadi ada seseorang yang menelponku , dan membuat moodku menjadi kacau . Makanya aku ingin cepat cepat pulang " saut merry dengan berbohong


" oh begitu .. Aku kira kau  sedang cemburu dengan gio hehe .. "


" Oh iya merr memangnya kau mempunyai hutang apa dengan gio ? Sampai kau mau maunya dijadikan   asistennya olehnya ? " tanya  william


" rahasia .. kau ini ingin tau saja urusan orang !  " celetuk merry sembari menyunggingkan senyumannya , william pun tertawa


" kak willy .. Aline itu dulu teman apa denganmu dan gio  ? apa teman sekolah ? kalau teman sekolah tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya ya ? " tanya merry penasaran


" bukan ! aline sekolah di tempat yang berbeda . aku kenal aline itu dari gio , waktu  SMA setiap kali gio bermain basket aline itu selalu datang untuk ikut melihat  ,  jadi dari situ  aku mengenal aline . gio pernah bercerita sih kalau mamanya aline itu dulu perawat yang pernah merawat gio waktu kecelakaan  hingga gio benar benar sembuh , " tutur william


" Oh jadi gio dengan aline berpacara semenjak SMA ya kak ? " tanya merry , dengan hati yang begitu berat


" tidak mer .. sepertinya gio dengan aline terlihat berpacaran baru baru ini saja , entahlah mereka berpacaran atau tidak , karna sikap gio terhadap aline begitu dingin .. waktu lulus sekolah  aline dan keluarganya pindah ke australia , dia baru balik kemari  2 tahun yang lalu , dan tiba tiba dia sudah begitu dekat  dengan gio. jadi semua temanku menganggap mereka berdua berpacaran , tapi gio tidak pernah memberikan pernyataan kalau mereka berdua berpacaran karna gio orangnya tidak suka banyak bicara apalagi bercerita  , ya aku rasa gio  memang menyukai aline dari dulu tetapi dia hanya gengsi saja  , selama berteman dengan gio  aku tidak pernah melihat gio dekat dengan wanita manapun selain aline " ucap william ,


Deg , hati merry seakan berat mendengar pernyataan william


"  tetapi kenapa kakek bilang tidak pernah mengenal aline , apa kakek membohongiku ? " gumam merry bertanya dalam hati , ia pun mencoba menahan air matanya yang hendak jatuh


" merry ayo kita bermain UNO stacko apa kau mau ?  " tanya william dengan penuh semangat


" memangnya ada ? " tanya merry


" ada .. aku selalu membawanya di mobil , tunggulah disini aku akan mengambilnya di mobil " ujar william , ia beranjak bergegas keluar kamar hotel dan menuju ke parkiran  mobil untuk mengambil UNO nya , kemudian ia kembali ke kamar memainkan permainan tersebut di bawah lantai , mulai dari pertama permainan merry selalu kalah , dan sekali dia menang , dia tertawa lepas dan begitu semangat untuk memainkannya kembali , william tak henti memandangi raut wajah merry yang tertawa  .. setidaknya dengan melakukan permainan itu dia bisa sedikit melupakan rasa sakitnya .


hingga lewat tengah malam mereka berdua masih asyik memainkan UNO namun lama kelamaan merry dan william merasa mengantuk dan bosan , ia langsung mengakhiri permainnya dan  kembali ke tempat tidurnya masing masing untuk tidur , namun merry sangat sulit untuk memejamkan matanya , airmatanya meleleh kembali karna masih mengingat gio dan aline .