
Setelah itu merry cepat cepat menghapus air matanya . ia mencoba menenangkan dirinya bahwa ia baik baik saja . Kemudian merry kembali kedepan menghampiri gio , aline dan juga william
" merry kau darimana saja ? " tegur william
" dari toilet kak " saut merry dengan memaksakan senyumannya
" kak willy bisakah kau mengantarkanku pulang ? " pinta merry
" tentu saja , ini juga sudah malam " saut william
" gio .. Aku akan pergi mengantar merry pulang dulu , kau temani aline disini " pamit william , gio beranjak dari duduknya dan mendekati merry .
" merry .. Apa kau tidak apa apa jika pulang bersama william ? " tanya gio , tanpa mengeluarkan suara , merry hanya menganggukan kepalanya ia langsung berbalik badan dan berlalu berjalan mendahului william. tanpa berpamitan kepada gio dan aline .
Gio memperhatikan merry dan memejamkan matanya .
Merry naik ke dalam mobil william dan william melajukan mobilnya tersebut dengan kecepatan rendah . merry terlihat masih bersedih , selama berada dalam mobil ia hanya menatap ke arah jendela .
" merry kau mau pulang kemana ? Ke rumahmu atau ke rumah gio ? " tanya william
" entahlah kak , rasanya aku tidak ingin pulang , tolong antar aku ke rumah carrol saja kak " pinta merry , william pun mengiyakannya , ia langsung melajukan mobilnya ke arah rumah carrol namun sesampainya disana . Carrol sepertinya tidak berada di rumah , karna terlihat didalam rumahnya sangat gelap dan Tidak ada orang sama sekali , namun merry mencoba berkali kali menghubungi carrol namun ponselnya tidak aktif .
" merry .. Kalau kau tidak ingin pulang bagaimana jika kau menginap di hotel saja ? Aku akan menemanimu .. Kau terlihat begitu tertekan , sepertinya kau sedang di rundung masalah " ucap william ,
kedua mata merry lagsung melirik tajam ke arah william
" merry tenanglah , aku tidak bermaksud apa apa , aku tidak akan berbuat macam macam kepadamu " imbuh william ,
merry pun terdiam sejenak , pikiran dan hatinya masih begitu kalut karna melihat gio dan aline di rumah sakit tadi .
tanpa berpikir panjang merry pun mengiyakan tawaran william .
Dan william langsung melajukan mobilnya ke hotel terdekat , ia melakukan reservasi 1 kamar di receptionist. Kemudian mereka mencari nomer kamar mereka , setelah mendapati kamar mereka , william membuka pintu kamarnya dengan menggunakan keytag dan langsung mengajak merry masuk .
Terlihat di dalam kamar hotel tersebut ada dua tempat tidur yang terpisah dengan jarak 1,5 meter karna memang william memesan kamar yang twin bed .
" merry .. apa kau cemburu melihat gio dengan aline tadi? " tanya william namun merry menyangkalnya
" aku sama sekali tidak cemburu , untuk apa aku cemburu ! Kak willy yang benar saja !! " ucap merry
" terus kenapa kau tadi tiba tiba bersedih dan ingin cepat cepat pulang? " tanya william penasaran
" tadi ada seseorang yang menelponku , dan membuat moodku menjadi kacau . Makanya aku ingin cepat cepat pulang " saut merry dengan berbohong
" oh begitu .. Aku kira kau sedang cemburu dengan gio hehe .. "
" Oh iya merr memangnya kau mempunyai hutang apa dengan gio ? Sampai kau mau maunya dijadikan asistennya olehnya ? " tanya william
" rahasia .. kau ini ingin tau saja urusan orang ! " celetuk merry sembari menyunggingkan senyumannya , william pun tertawa
" kak willy .. Aline itu dulu teman apa denganmu dan gio ? apa teman sekolah ? kalau teman sekolah tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya ya ? " tanya merry penasaran
" bukan ! aline sekolah di tempat yang berbeda . aku kenal aline itu dari gio , waktu SMA setiap kali gio bermain basket aline itu selalu datang untuk ikut melihat , jadi dari situ aku mengenal aline . gio pernah bercerita sih kalau mamanya aline itu dulu perawat yang pernah merawat gio waktu kecelakaan hingga gio benar benar sembuh , " tutur william
" Oh jadi gio dengan aline berpacara semenjak SMA ya kak ? " tanya merry , dengan hati yang begitu berat
" tidak mer .. sepertinya gio dengan aline terlihat berpacaran baru baru ini saja , entahlah mereka berpacaran atau tidak , karna sikap gio terhadap aline begitu dingin .. waktu lulus sekolah aline dan keluarganya pindah ke australia , dia baru balik kemari 2 tahun yang lalu , dan tiba tiba dia sudah begitu dekat dengan gio. jadi semua temanku menganggap mereka berdua berpacaran , tapi gio tidak pernah memberikan pernyataan kalau mereka berdua berpacaran karna gio orangnya tidak suka banyak bicara apalagi bercerita , ya aku rasa gio memang menyukai aline dari dulu tetapi dia hanya gengsi saja , selama berteman dengan gio aku tidak pernah melihat gio dekat dengan wanita manapun selain aline " ucap william ,
Deg , hati merry seakan berat mendengar pernyataan william
" tetapi kenapa kakek bilang tidak pernah mengenal aline , apa kakek membohongiku ? " gumam merry bertanya dalam hati , ia pun mencoba menahan air matanya yang hendak jatuh
" merry ayo kita bermain UNO stacko apa kau mau ? " tanya william dengan penuh semangat
" memangnya ada ? " tanya merry
" ada .. aku selalu membawanya di mobil , tunggulah disini aku akan mengambilnya di mobil " ujar william , ia beranjak bergegas keluar kamar hotel dan menuju ke parkiran mobil untuk mengambil UNO nya , kemudian ia kembali ke kamar memainkan permainan tersebut di bawah lantai , mulai dari pertama permainan merry selalu kalah , dan sekali dia menang , dia tertawa lepas dan begitu semangat untuk memainkannya kembali , william tak henti memandangi raut wajah merry yang tertawa .. setidaknya dengan melakukan permainan itu dia bisa sedikit melupakan rasa sakitnya .
hingga lewat tengah malam mereka berdua masih asyik memainkan UNO namun lama kelamaan merry dan william merasa mengantuk dan bosan , ia langsung mengakhiri permainnya dan kembali ke tempat tidurnya masing masing untuk tidur , namun merry sangat sulit untuk memejamkan matanya , airmatanya meleleh kembali karna masih mengingat gio dan aline .