My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Terjatuh



Keesokan paginya merry pun terbangun dirinya melihat gio sudah rapi mengenakan baju kemejanya  , ia pun melihat jam yang ada dikamarnya , ia heran melihat gio yang masih pagi sudah terlihat rapi , ia pun memperhatikan gio dengan hati yang bertanya tanya


" kenapa kau masih di tempat tidur ? cepat bersiaplah apa kau tidak ingin mengantar mama dan papamu ke bandara "  teriak gio sembari mengancingkan lengan kemejanya


" Astaga iya aku lupa " saut merry , ia cepat cepat beranjak dari tempat tidurnya , sangking bingungnya merry tak sadar kakinya tersangkut selimut hingga dirinya terjatuh dilantai


" Awww sakit  " teriak merry , gio pun menoleh ke arah merry ia terkejut melihat merry terjatuh ia langsung  menghampirinya


" kau ini ceroboh sekali , seperti anak kecil saja .. apa kakimu sakit?  " tanya gio khawatir ia mencoba membantu merry berdiri


" aku bisa sendiri , pergilah " ketus merry mencoba berdiri , namun ia kesulitan berdiri gio pun mencoba membantunya kembali


" aku bilang aku bisa sendiri , aku ngga butuh bantuanmu   " celetuk merry melototkan  kedua matanya kepada gio ,


" kau pikir apa ? aku membantumu hanya karna tidak ingin terlihat  buruk didepan mata  orang tuamu " saut gio dengan geram meninggalkan merry , merry pun merasa bersedih mendengar perkataan gio


" dia sungguh bermuka dua " gumam merry dalam hati , merry pun bergegas mandi ia membersihkan diri lalu bersiap , ia kenakan baju dan tak lupa   melilitkan syal dilehernya , merry bergegas keruang depan, dilihatnya , papa , mama , nenek dan juga  gio sudah berkumpul disana


" gio , merry kalian sarapan dulu ya " pinta kikan namun  gio dan merry menolak  ia terpaksa melewatkan sarapan paginya  karna takut kikan dan rey tertinggal pesawat


" tidak usah ma ,nanti saja gio sama merry sarapan diluar  " saut gio menepiskan senyumnya , kikan dan rey pun mengiyaknnya , mereka semua berangkat mengendarai mobil milik gio , rey duduk didepan di samping gio sementara merry , kikan , dan mama lilis , duduk di kursi belakang , gio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , merry melihat ke arah jendela mobil matanya tak henti melihat jalanan , sementara mata gio sesekali memperhatikannya dari kaca spion


setibanya di bandara gio memarkirkan mobilnya dan ia masuk mengantar kedalam , merry dan kikan perlahan lahan membantu mama lilis berjalan


" gioo ... papa titip merry ya nak " kata rey menepuk bahu gio


" pasti pa , papa , mama dan granny hati hati ya  " saut gio memeluk tubuh  rey


" Merry kamu harus ingat pesan mama  " tutur kikan mengingatkan merry , merry pun menganggukan kepala dan menyiyakannya , merry memeluk mama , papa dan neneknya mereka semua mencium kening merry


" maa .. paa .. kalau bisa jangan lama lama ya " pinta merry sembari melirik sinis ke arah gio


" iya sayang " bujuk kikan sembari menyentuh halus pipi merry


kikan , rey dan mama lilis pun masuk kedalam bandara mereka melambaikan tangannya kepada gio dan merry , merry pun kembali ia berjalan mendahului gio , mereka berdua berjalan menuju parkiran , sesampai di mobil gio pun masuk ke dalam mobil , merry pun mengikutinya dirinya duduk di kursi belakang , gio  menoleh kebelakang ke arah merry dengan dahi yang terlihat  sudah mengerut


" Hey kau pikir aku sopir ? cepat pindah duduk  di depan " pinta gio namun merry diam tak menggubrisnya ia malah asyik memainkan ponsel , gio pun ikut berdiam  tak melajukan mobilnya


" hei kenapa kau diam saja cepat jalanlah " pinta merry dengan ketus


" kalau kau tetap duduk dibelakang aku tidak akan menjalankan mobilnya " saut gio , namun merry pun akhirnya menurut ia turun dari mobil dan pindah duduk ke depan , setelah itu gio menjalankan mobilnya


ia menghentikan mobilnya di depan restaurant siap saji


" turunlah , kita makan " pinta gio


" kau saja yang makan , akan ku tunggu disini " saut merry tanpa menatap gio


" aku bilang cepat turunnn " teriak gio , merry pun menurut karna ia merasa takut


mereka masuk kedalam mencari tempat duduk dan memesan makanan tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang . waktu hendak makan merry terkejut melihat teman temannya termasuk hellena berada di resto yang sama , sontak merry langsung menghindar karna takut ketahuan kalau dirinya sudah menikah dengan gio


" apa kau tak  lihat di samping sebelah kiriku ada teman temanku , aku harus pergi " kata merry berbicara lirih


" biarkan saja " saut gio


" enak sekali kamu kalau bicara , lepaskan tanganmu aku akan tunggu dimobil " tutur merry meninggalkan gio dengan bergegas cepat , gio pun memanggil pelayan untuk membungkus semua makanan yang sudah ia pesan agar dimakan di mobil , namun salah satu teman hellena melihat gio


" hellena itu bukannya kak gio " ucap salah satu teman hellena memberitahu


" oh iya itu kak gio , biar aku saja yang menghampirinya kalian tunggu disini jangan macam macam " saut hellena tersenyum mengancam teman temannya , hellena merapikan rambutnya ia pun menghampirinya gio yang sedang duduk sendiri menunggu bungkusan makananya


" kak gio kan ?  " sapa hellena dengan menepiskan senyum manisnya


" iya ..  benar kau siapa ? " tanya gio


" aku hellena kak adik kelas kakak dulu waktu SMA " saut hellena , gio memutar otaknya mengingat keras nama hellena , dan ia pun baru mengingat waktu kemarin diberi tahu william


" oh iya ada apa ya ? tanya gio


" kak gio .. aku mengundangmu di acara pesta ulang tahunku minggu depan , apa kak willy sudah memberitahumu ? " tanya hellena


" oh iya william sudah memberi tahuku " saut gio seakan tidak tertarik


" kau bisa datang kan kak ? pinta hellena dengan penuh harap , namun tiba tiba pelayan datang menyodorkan bungkusan makanan , gio pun menerimanya


" aku kurang tau , aku masih ada urusan permisi  " saut gio memaksakan senyumnya dan meninggalkan hellena


hellena terlihat kesal ditinggal gio pergi begitu saja , ia kembali berkumpul bersama teman temannya , teman temannya pun tertawa melihat gio meninggalkan hellena


" hei diam kalian , apa ada yang lucu ? " teriak hellena


" semakin melihat sikap kak gio yang cuek seperti ini semakin  membuatku penasaran , kelak aku akan menapatkan  hatinya " gumam hellena , teman temannya pun mendukung hellena