
* 6 tahun kemudian
Pagi itu suasana rumah Merry dan Gio begitu tenang ,
kebetulan hari itu ialah hari libur jadi semua orang berkumpul di rumah .
kala itu Merry tengah sibuk di dapur untuk membuatkan anak anaknya kue , terlebih lagi Carrol akan datang menitipkan anaknya yang bernama Harry kepadanya , karna Carrol dan Andrew hendak melakukan prosesi pemakaman kerabat dekatnya yang ada di luar kota . jadi tidak mungkin dirinya membawa Harry untuk ikut bersamanya ke pemakaman tersebut .
Di kamar terlihat si kembar jesslyn dan jasson tengah asyik membawa dan membolak balikan buku di tangannya .
" Jesslynn " tiba tiba suara Gio terdengar memanggil anak perempuannya itu dari luar kamar . namun Jesslyn tak mendengarnya
" papa memanggilmu " ucap Jasson .
" kau membohongiku ? " tanya Jesslyn .
" aku tidak membohongimu " seru Jasson
" tunggu sebentar " ucap Jesslyn kepada Jasson . ia memasang telinganya baik - baik .
" Jesslynnnnn kemarilah sayang papa ada sesuatu untukmu " teriak Gio kembali .
" kali ini aku percaya kau tidak berbohong , papa memang memanggilku Bye " ucap Jesslyn , ia beranjak dari tempat tidur meletakan bukunya diatas tempat tidur dan berlari menuju ke asal suara papanya tersebut .
" dasar menyebalkan " Jasson menggerutu kesal , ia melirik ke arah buku dongeng milik Jesslyn tiba tiba senyuman usil menyeringai wajah Jasson . ia pun mengambil buku milik saudaranya tersebut dan menyembunyikannya di atas lemari .
Jesslyn berlari ke arah Gio yang tengah membawa sesuatu ditangannya , melihat anaknya tersebut berlari Gio pun tak segan menangkapnya dan langsung menggendong nya , ia dengan gemas mencium pipi anaknya yang membulat layaknya squisy itu .
" ada apa papa memanggil Jesslyn ? " tanya Jesslyn .
" papa membelikan boneka untukmu "ucap Gio.
" terimakasih papa .. alu mana untuk Jasson ? " tanya Jesslyn .
" Jasson tidak bermain boneka sayang " ucap Gio dengan tersenyum akan mendengar setiap perkataan tidak begitu jelas yang keluar dari bibir mungil anaknya tersebut .
" kalau papa tidak membelikannya nanti dia akan mengambil bonekaku " ucap Gio .
" tidak sayang , kemarin papa sudah membelikan Jasson dan kakak ken bola . jadi dia tidak akan mengambil mainanmu " tutur Gio . Jesslyn pun tersenyum lega karna saudara kembarnya itu selalu berbuat usil terhadapnya . tiba tiba seorang anak laki laki berumur 8 tahun menghampiri Gio dan juga Jesslyn , anak itu tak lain ialah Kendrick , anak sulung Gio . Kendrick ialah anak yang pendiam ia sangat mirip sekali dengan Papanya dia tidak suka banyak bicara . jika bertemu dengan orang asing kendrick memang terkesan seperti anak yang angkuh padahal tidak demikian .
" Papa .. apa papa mau keluar ? " tanya Kendrick . Gio menurunkan Jesslyn dari gendongannya.
" iya sayang papa mau memperbaiki komputer papa yang rusak , kenapa memangnya ? " tanya Gio .
" jam tangan Ken yang dapat hadiah dari grandpa rusak pa , apa papa bisa memperbaikinya ? " pinta Kendrick . seraya memperlihatkan jam tangannya tersebut (yang di maksud grandpa oleh Kendrick tak lain itu Rey kakeknya)
" tentu saja kemarikan , biar sekalian papa perbaiki ke tukang jam " ucap Gio
" papa , Jeslyn ikut " pinta Jesslyn dengan memelas . Gio membungkukan tubuhnya dan berjongkok berhadapan sejajar dengan anak perempuannya tersebut .
" jangan ikut ya sayang , kamu di rumah saja bersama kakak Ken dan juga Jasson , nanti Harry anaknya tante Carrol akan kemari kau bisa bermain juga bersamanya " tutur Gio .
" tapi Jesslyn tidak mau bermain dengan Harry " ucap Jesslyn dengan mengerucutkan bibirnya .
" kenapa memangnya sayang ? " tanya Gio lirih .
" Harry menyebalkan . sama seperti Jasson , mereka berdua selalu menggangguku " ucap Jesslyn , Gio pun menahan tawanya saat mendengar putri kecilnya tersebut . begitu juga dengan Kendrick . ia tersenyum dengan mengangkat satu bibirnya melihat tingkah adik perempuannya yang menggemaskan itu .
" yasudah nanti bermain dengan kak Ken saja ya " tutur Gio . Jesslyn pun menganggukan kepalanya .
" Ken ajak adikmu ke kamar " perintah Gio .Kendrick pun mengiyakannya .
" jesslyn ayo " ajak Kendrick dengan berjalan mendahului adiknya tersebut . dan Jesslyn mengikuti kakanya dari belakang dengan memeluk erat boneka yang telah di berikan oleh papanya tadi .
Setelah melihat anaknya masuk kedalam kamar , Gio pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk menemui istrinya . ia melihat Merry tengah sibuk membuat adonan kue dengan rambut di kuncir kuda , dan tepung bertaburan di mana mana . meskipun kala itu Merry terlihat berantakan namun di mata Gio tak akan pernah mengurangi kecantikan yang di miliki istrinya tersebut bahkan setiap hari ia semakin jatuh cinta kepada istrinya itu . Gio merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Merry , karna ia begitu memperhatikan dan menyayangi ketiga anaknya tanpa pilih kasih , selama ini ia telah menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya . Gio tak bergemming memperhatikan istrinya dari pintu dapur . Merry pun menoleh ke arah Gio dan menegurnya .
" Sayang sedang apa kau disitu ? " tegur Merry seraya melebarkan senyumnya .
" sedang memperhatikanmu ! " ucap Gio dengan menggoda istrinya tersebut , ia berjalan mendekati Merry .
" kau sepertinya sangat lelah sekali , apa aku bisa membantumu ? " tanya Gio .
" tidak usah ! bukan malah membantu tapi kau malah merepotkanku nanti " celetuk Merry . Gio pun tertawa lirih dan mengacak acak rambut istrinya .
" bi mia memangnya kemana ? " tanya Gio .
" sedang berbelanja di supermarket " ucap Merry .
" oh baiklah , aku tinggal memperbaiki komputerku dulu ya sayang " pamit Gio . seraya mencium kening istrinya tersebut
" iya , hati - hati " saut Merry , Gio pun berlalu keluar dari dapur dan meninggalkan Merry .
* Di kamar
Saat Jesslyn dan Kendrick masuk ke dalam kamar , Jasson terlihat berpura pura seolah sibuk membaca buku miliknya .
" hanya sebuah boneka ? aku sama sekali tidak tertarik ! kemarin papa membelikanku bola dan harganya sangat mahalll sekali dari pada bonekamu itu " seru Jasson.
" aku tidak peduli meskipun bolamu lebih mahal daripada bonekaku , yang penting papa memberikannya khusus untukku ,weeeek " ketus Jesslyn dengan menjulurkan lidahnya .
" dasar anak bayi " celetuk Jasson
" kau yang anak bayi " seru Jesslyn
" kau " saut Jasson dengan melototkan kedua matanya .
" Diamm ! kenapa kalian selalu ribut ? telinga kakak sangat sakit mendengarkan kalian ribut " seru Kendrick .
" kakak lihat sendiri kan , Jasson yang mulai duluan . dia mengataiku seperti anak bayi " ucap Jesslyn dengan memelas .
" memang kau anak bayi " saut Jason .
" jasson " seru Kendrick . Jasson pun terdiam seketika
" cepat kalian lanjutkan mengambar atau bermain yang lainnya jangan berisik ! " ucap Kendrick , ia mendudukan tubuhnya diatas kursi dan menjaga kedua adiknya tersebut . si kembar jasson dan jesslyn menuruti perintah kakaknya itu .
Jesslyn meletakan boneka pemberian Gio di atas tempat tidurnya karna di dalam kamar tersebut terdapat tiga tempat tidur dengan jarak terpisah , yang tak lain tempat tidur itu ialah milik Jasson , Jesslyn dan juga Kendrick .
kini Jesslyn terlihat sedang kebingungan seperti mencari sesuatu , ia membongkar dan mengacak acak selimutnya .
" Jesslyn kenapa kau mengacak acak tempat tidurmu ? " tanya Kendrick .
" buku dongengku hilang , aku lupa meletakannya kak " ucap Jesslyn yang masih sibuk mencari bukunya ,
" Ambil buku dongeng yang lainnya " ucap Kendrick .
" tidak mau , aku mau buku itu . itu buku dongeng yang baru di belikan oleh Papa " ucap Jesslyn dengan bersedh . Jasson pun menahan tawanya ketika melihat Jesslyn begitu kebingungan . kendrick melirik tajam ke arah Jasson . ia sudah tau bahwa ini kerjaan adik laki lakinya .
" Sssstttt " Jasson meletakan jari telunjuk di bibirnya berharap kakaknya tidak memberi tau Jesslyn .
" astaga " gumam Kendrick . karna melihat tingkah lucu adik perempuannya yang kebingungan , Kendrick pun terpaksa ikut usil , ia membungkam dan menahan tawanya .
Jesslyn melirik ke arah Jasson .
" kau menyembunyikan bukuku kan " seru Jesslyn kepada Jasson .
" siapa juga yang menyembunyikannya , kau saja seperti nenek tua yang pelupa " celetuk Jasson .
" Jassonnn , kenapa kau mengataiku seperti itu " seru Jesslyn . jesslyn mendekat ke arah Kendrick .
" kakak lihatlah Jasson mengataiku seperti nenek tua , dia sungguh menyebalkan " kata Jesslyn mengadu kepada Kendrick dengan tatapan wajah yang memelas . Kendrick pun hanya bisa menahan tawanya .
" biarkan saja " saut Kendrick .
" Jasson ayo kembalikan buku milikku , kalau kau tidak mengembalikannya aku akan memberitau mama " seru Jesslyn , ia meletakan kedua tangannya di pinggang dan melototkan kedua matanya kepada Jasson .
" beritau saja aku memang tidak mengambilnya " kata Jasson . Jesslyn pun berlari keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk menemui Mamanya . ketika Jesslyn sudah tidak terlihat . Jasson cepat cepat mengambil buku dongeng milik adiknya dan meletakan buku tersebut di atas tempat tidur .
" kau itu selalu saja mengganggu Jesslyn " tegur Kendrick dengan menggeleng-gelengkan kepalanya .
" hanya sekali saja kak " ucap Jasson dengan menyengirkan senyumannya
Jesslyn dengan wajah bersedih menghampiri Mamanya di dapur .
" Mama " panggil Jesslyn .
" iya sayang ada apa ? " saut Merry , ia berjongkok di hadapan anak perempuannya tersebut
" Mama .. Jasson mengambil buku dongeng yang di berikan oleh papa kepadaku , jesslyn jadi tidak bisa membacanya lagi " ucap Jesslyn dengan bersedih . Merry pun tertawa .
" memangnya Jesslyn bisa membaca ? " tanya Merry dengan menahan tawa melihat anak perempuannya yang menggemaskan itu . Jesslyn hanya mengangguk dengan mengerucutkan bibirnya .
" baiklah , ayo kita marahi Jasson " ajak Merry seraya melepaskan Apron yang melekat di tubuhnya tersebut .
.
.
.
.
.
ini aku beri Extra part ya masa kecilnya Kendrick , Jasson dan Jesslyn .
Authorr : mau lanjut season 3 ngga ?
Reader : Enggaaaaaa !