My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Extra Part (Giordan Family)



* 6 tahun kemudian


Pagi itu suasana rumah Merry dan Gio begitu tenang ,


kebetulan hari itu ialah hari libur jadi semua orang berkumpul di rumah .


kala itu Merry tengah sibuk di dapur untuk membuatkan anak anaknya kue , terlebih lagi  Carrol akan datang menitipkan anaknya yang bernama Harry kepadanya , karna Carrol dan Andrew hendak melakukan prosesi pemakaman kerabat dekatnya yang ada di luar kota . jadi tidak mungkin dirinya membawa Harry untuk ikut bersamanya ke pemakaman tersebut .


Di kamar terlihat si kembar jesslyn dan jasson tengah asyik membawa dan membolak balikan buku di tangannya .


" Jesslynn " tiba tiba suara Gio terdengar memanggil anak perempuannya itu dari luar kamar  . namun Jesslyn tak mendengarnya


" papa memanggilmu " ucap Jasson .


" kau membohongiku ? " tanya Jesslyn .


" aku tidak membohongimu " seru Jasson


" tunggu sebentar " ucap Jesslyn kepada Jasson  . ia memasang telinganya baik - baik  .


" Jesslynnnnn kemarilah sayang papa ada sesuatu untukmu " teriak Gio kembali .


" kali ini  aku percaya kau tidak berbohong , papa memang memanggilku Bye  " ucap Jesslyn , ia beranjak dari tempat tidur meletakan bukunya diatas tempat tidur dan berlari menuju  ke asal suara papanya tersebut  .


" dasar menyebalkan " Jasson menggerutu kesal , ia melirik ke arah buku dongeng milik Jesslyn tiba tiba senyuman usil menyeringai wajah Jasson . ia pun mengambil buku milik saudaranya tersebut dan menyembunyikannya di atas lemari .


Jesslyn berlari ke arah Gio yang tengah membawa sesuatu ditangannya , melihat anaknya tersebut berlari Gio pun tak segan menangkapnya dan  langsung menggendong nya , ia dengan gemas  mencium pipi anaknya yang membulat layaknya squisy itu .


" ada apa papa memanggil Jesslyn ? " tanya Jesslyn .


" papa membelikan  boneka untukmu "ucap Gio.


" terimakasih papa .. alu mana untuk Jasson ? " tanya Jesslyn .


" Jasson tidak bermain boneka sayang " ucap Gio dengan tersenyum akan mendengar setiap perkataan tidak begitu jelas yang keluar dari bibir mungil anaknya tersebut .


" kalau papa tidak membelikannya nanti dia akan mengambil bonekaku " ucap Gio .


" tidak sayang , kemarin papa sudah membelikan Jasson dan kakak ken bola . jadi dia tidak akan mengambil mainanmu " tutur Gio . Jesslyn pun  tersenyum lega karna saudara kembarnya itu selalu berbuat usil terhadapnya . tiba tiba seorang anak laki laki berumur 8 tahun menghampiri Gio dan juga Jesslyn , anak itu tak lain ialah Kendrick , anak sulung Gio . Kendrick ialah anak yang pendiam ia sangat mirip sekali dengan Papanya dia tidak suka banyak bicara . jika bertemu dengan orang asing kendrick memang terkesan seperti anak yang angkuh padahal tidak demikian .


" Papa .. apa papa mau keluar ? " tanya Kendrick . Gio menurunkan Jesslyn dari gendongannya.


" iya sayang papa mau memperbaiki komputer papa yang rusak , kenapa memangnya ? " tanya Gio .


" jam tangan Ken yang dapat hadiah dari grandpa rusak pa , apa papa bisa memperbaikinya ?  " pinta Kendrick . seraya memperlihatkan jam tangannya tersebut  (yang di maksud grandpa oleh Kendrick tak lain itu Rey kakeknya)


" tentu saja kemarikan ,  biar sekalian papa perbaiki ke tukang jam " ucap Gio


" papa , Jeslyn ikut " pinta Jesslyn dengan memelas . Gio membungkukan tubuhnya dan berjongkok berhadapan sejajar dengan anak perempuannya tersebut .


" jangan ikut ya sayang , kamu di rumah saja bersama kakak Ken dan juga Jasson , nanti Harry anaknya tante Carrol akan kemari kau bisa bermain juga bersamanya " tutur Gio .


" tapi Jesslyn tidak mau bermain dengan Harry " ucap Jesslyn dengan mengerucutkan bibirnya .


" kenapa memangnya sayang ? " tanya Gio lirih .


" Harry menyebalkan . sama seperti Jasson , mereka berdua selalu menggangguku " ucap Jesslyn , Gio pun menahan tawanya saat mendengar putri kecilnya tersebut . begitu juga dengan Kendrick . ia tersenyum dengan mengangkat satu bibirnya melihat tingkah adik perempuannya yang menggemaskan itu  .


" yasudah nanti bermain dengan kak Ken saja ya " tutur Gio . Jesslyn pun menganggukan kepalanya .


" Ken ajak adikmu ke kamar " perintah Gio .Kendrick pun mengiyakannya .


" jesslyn ayo " ajak Kendrick dengan berjalan  mendahului adiknya tersebut . dan Jesslyn mengikuti kakanya dari belakang dengan memeluk erat boneka yang telah di berikan oleh papanya tadi .


Setelah melihat anaknya masuk kedalam kamar , Gio pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk menemui istrinya . ia melihat Merry tengah sibuk membuat adonan kue dengan rambut di kuncir kuda , dan tepung bertaburan di mana mana . meskipun kala itu Merry terlihat berantakan namun di mata Gio  tak akan pernah  mengurangi kecantikan yang di miliki istrinya tersebut  bahkan setiap hari ia semakin jatuh cinta kepada istrinya itu . Gio merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Merry , karna ia begitu memperhatikan dan menyayangi ketiga anaknya tanpa pilih kasih , selama ini ia telah menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya . Gio tak bergemming memperhatikan istrinya dari pintu dapur . Merry pun menoleh ke arah Gio dan menegurnya .


" Sayang sedang apa kau disitu ? " tegur Merry seraya melebarkan senyumnya .


" sedang memperhatikanmu ! " ucap Gio dengan menggoda istrinya tersebut , ia berjalan mendekati Merry .


" kau sepertinya sangat lelah sekali , apa aku bisa membantumu ? " tanya Gio .


" tidak usah ! bukan malah membantu tapi kau malah merepotkanku nanti " celetuk Merry . Gio pun tertawa lirih  dan mengacak acak rambut istrinya .


" bi mia memangnya kemana ? " tanya Gio .


" sedang berbelanja di supermarket " ucap Merry .


" oh baiklah , aku tinggal memperbaiki komputerku dulu ya sayang " pamit Gio . seraya mencium kening istrinya tersebut


" iya  , hati - hati " saut Merry , Gio pun berlalu keluar dari dapur dan meninggalkan Merry .


 


* Di kamar


Saat Jesslyn dan Kendrick masuk ke dalam kamar , Jasson terlihat berpura pura seolah sibuk membaca buku miliknya .


" hanya sebuah boneka ? aku sama sekali tidak tertarik ! kemarin papa membelikanku bola dan harganya sangat mahalll sekali dari pada bonekamu itu " seru Jasson.


" aku tidak peduli meskipun bolamu lebih mahal daripada bonekaku , yang penting papa memberikannya khusus untukku ,weeeek " ketus Jesslyn dengan menjulurkan lidahnya .


" dasar anak bayi " celetuk Jasson


" kau yang anak bayi " seru Jesslyn


" kau " saut Jasson dengan melototkan kedua matanya .


" Diamm ! kenapa kalian selalu ribut ? telinga kakak sangat sakit mendengarkan kalian ribut " seru Kendrick .


" kakak lihat sendiri kan , Jasson yang mulai duluan . dia mengataiku seperti anak bayi " ucap Jesslyn dengan memelas .


" memang kau anak bayi " saut Jason .


" jasson " seru Kendrick . Jasson pun terdiam seketika


" cepat kalian lanjutkan mengambar atau bermain yang lainnya jangan berisik  ! " ucap Kendrick , ia mendudukan tubuhnya diatas kursi dan menjaga kedua adiknya tersebut . si kembar jasson dan jesslyn menuruti perintah kakaknya itu .


Jesslyn meletakan boneka pemberian Gio di atas tempat tidurnya karna di dalam kamar tersebut  terdapat tiga tempat tidur dengan jarak terpisah  , yang tak lain tempat tidur itu ialah milik Jasson , Jesslyn dan juga Kendrick .


kini Jesslyn terlihat sedang kebingungan seperti  mencari sesuatu , ia membongkar dan mengacak acak selimutnya .


" Jesslyn kenapa kau mengacak acak tempat tidurmu ? " tanya Kendrick .


" buku dongengku hilang , aku lupa meletakannya kak " ucap Jesslyn yang masih sibuk mencari bukunya ,


" Ambil buku dongeng yang lainnya " ucap Kendrick .


" tidak mau , aku mau buku itu . itu buku dongeng yang baru di belikan oleh Papa " ucap Jesslyn dengan bersedh . Jasson pun menahan tawanya ketika melihat Jesslyn begitu kebingungan .  kendrick melirik tajam ke arah Jasson . ia sudah tau bahwa ini kerjaan adik laki lakinya .


" Sssstttt " Jasson meletakan jari telunjuk di bibirnya  berharap kakaknya tidak memberi tau Jesslyn .


" astaga " gumam Kendrick . karna melihat tingkah lucu adik perempuannya yang kebingungan , Kendrick pun terpaksa ikut usil , ia membungkam dan menahan tawanya .


Jesslyn melirik ke arah Jasson .


" kau menyembunyikan bukuku kan " seru Jesslyn kepada Jasson .


" siapa juga yang menyembunyikannya , kau saja seperti nenek tua yang pelupa " celetuk Jasson .


" Jassonnn , kenapa kau mengataiku seperti itu " seru Jesslyn . jesslyn mendekat ke arah Kendrick .


" kakak lihatlah  Jasson mengataiku seperti nenek tua , dia sungguh menyebalkan " kata Jesslyn mengadu kepada Kendrick  dengan tatapan wajah yang memelas . Kendrick pun hanya bisa menahan tawanya .


" biarkan saja " saut Kendrick .


" Jasson ayo kembalikan buku milikku , kalau kau tidak mengembalikannya aku akan memberitau mama " seru Jesslyn , ia meletakan kedua tangannya di pinggang dan melototkan kedua matanya kepada Jasson .


" beritau saja aku memang tidak mengambilnya " kata Jasson . Jesslyn pun berlari keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk menemui Mamanya . ketika Jesslyn sudah tidak terlihat . Jasson cepat cepat mengambil buku dongeng milik adiknya dan meletakan buku tersebut di atas tempat tidur .


" kau itu selalu saja mengganggu Jesslyn " tegur Kendrick dengan menggeleng-gelengkan kepalanya .


" hanya sekali saja kak " ucap Jasson dengan menyengirkan senyumannya


Jesslyn dengan wajah bersedih menghampiri Mamanya di dapur .


" Mama " panggil Jesslyn .


" iya sayang ada apa ? " saut Merry , ia berjongkok di hadapan anak perempuannya tersebut


" Mama .. Jasson mengambil buku dongeng yang di berikan oleh papa kepadaku , jesslyn jadi tidak bisa membacanya lagi " ucap Jesslyn dengan bersedih . Merry pun tertawa .


" memangnya Jesslyn  bisa membaca ? " tanya Merry dengan menahan tawa melihat anak perempuannya yang menggemaskan itu . Jesslyn hanya mengangguk dengan mengerucutkan bibirnya .


" baiklah , ayo kita marahi Jasson " ajak Merry seraya melepaskan Apron yang melekat di tubuhnya tersebut .


.


.


.


.


.


ini aku beri Extra part ya masa kecilnya Kendrick ,  Jasson dan  Jesslyn .


Authorr : mau lanjut season 3 ngga ?


Reader : Enggaaaaaa !