
merry pun mengingat ingat bagaimana dirinya begitu memikirkan perasaannya tanpa memikirkan perasaan suaminya . hatinya begitu sakit mengingat surat yang dituliskan oleh gio untuknya .bahkan merry masih belum percaya bahwa gio menyukainya dari dulu .
" gio aku sangat mencintaimu " ucap merry lirih dengan menepis air matanya , ia mencoba menjatuhkan wajahnya di lengan gio seraya memejamkan mata .
" aku benar benar tidak bermaksud menyakitmu seperti itu , maafkan aku " imbuh merry dengan suaranya yang begitu berat
( Flashback pertemuan merry dengan gio )
Hari itu , ialah hari pertama merry masuk sekolah menengah pertama , dan hari itu juga merry melakukan masa orientasi siswa .
Semasa SMP gio menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya .
Kala itu gio dan OSIS lainnya melakukan masa orientasi kepada semua murid baru .
Mata gio tertuju kepada satu gadis cantik nan polos dengan rambut di kepang samping dan syal yang membaluti sebagian lehernya , gadis itu ialah merry . Ia sedang duduk menyendiri sembari membaca sebuah buku ditangannya , gio menatap merry dengan penuh keheranan karna semua murid baru lainnya sedang berbondong bondong meminta tanda tangan semua OSIS sementara ia malah duduk menyendiri .
" sungguh membosankan . aku sangat membenci situasi seperti ini .. lebih baik aku minta tanda tangan para OSIS sekarang , sepertinya teman teman yang lain sudah tidak berebut tanda tangan para osis " gumam merry seraya menutup bukunya , ia pun beranjak berdiri menghampiri para osis , ia meminta tanda tangan mereka satu persatu secara bergantian , hingga giliran merry yang meminta tanda tangan kepada gio .
" kak .. Aku mau minta tanda tanganmu " pinta merry ia menyunggingkan senyumnya sembari menyodorkan kertas dan bolpoin . Gio menatap merry dengan tajam . mereka berdua sejenak beradu pandang .
" siapa namamu ? " tanya gio kepada merry ,
" namaku merry ! " ucap merry . gio tak bergemming akan pandangannya .
" lepaskan syalmu dan berikan kepadaku ! " pinta gio dengan menadakan tangannya
" untuk apa kakak meminta syalku ? " tanya merry dengan mengernyitkan dahinya
" jangan banyak tanya . jika kau mau meminta tanda tangan dariku ! Cepat berikan syalmu ! " seru gio
" tidak mau ! Mamaku yang merajutkan syal ini khusus untukku . Aku tidak akan memberikan syal ini kepada siapapun termasuk kakak ! " celetuk merry . Gio terdiam sejenak .matanya melirik ke arah buku yang sedang di bawa oleh merry .
" kalau begitu , berikan bukumu saja kepadaku ! " pinta gio kembali
" enak sekali kalau kakak berbicara ! Aku tidak akan memberikan bukuku kepadamu " seru merry dengan membuang wajahnya
" kalau kau tidak memberikannya untukku , aku tidak akan memberikan tanda tanganku kepadamu dan kau tau kan , jika kau tidak mendapatkan tanda tangan dari semua osis kau akan dihukum ! " ucap gio dengan menyiniskan senyumnya .
" Kau pikir kau ini siapa? Aku tidak peduli jika tidak mendapatkan tanda tanganmu ! Kau pikir aku takut akan hukuman? Aku lebih baik di hukum daripada harus memberikan barang barangku kepada tukang rampas sepertimu " ketus merry , ia pun berlalu meninggalkan gio . gio pun tersenyum lirih mendengar ucapan ketus yang terlontar dari mulut merry .
kemudian semua osis memeriksa kertas tanda tangan seluruh siswa baru namun hanya kertas tanda tangan milik merry yang tidak lengkap . Salah seorang osis perempuan yang bernama alea pun menyuruh merry ke depan
" kenapa tidak ada tanda tangan dari ketua osis ? " tanya alea dengan mengernyitkan dahinya
" kak gio tidak memberikan tanda tangannya kepadaku kak " ucap merry dengan polos , gio pun hanya memperhatikannya dari belakang .
" ya kau harus berusaha ! dia ketua osis , kau harus mendapatkan tanda tangan darinya " seru alea
" dia tidak mau memberikan tanda tangannya kak , dia mau merampas syal dan bukuku , dan aku tidak mau itu " celetuk merry
" kau harus memberikannya agar kau dapat tanda tangan darinya , kalau kau tidak mendapat tanda tangan dari ketua osis terpaksa akan aku hukum " seru alea kembali
" kalau mau menghukumku ya hukum saja , kenapa harus repot repot . Cepat beri aku hukuman " ketus merry . alea pun terkejut dan terheran mendengar kata kata merry , begitu juga dengan gio .
merry pun di hukum untuk lari sebanyak 5 kali putaran lapangan sekolah .
" sekolah macam apa ini .. tapi tidak apa apa , lebih baik aku di hukum seperti ini " gumam merry nafasnya tersengal sengal karna lelah berlarian seraya mulutnya tak berhenti menggerutu kesal .
seusai lari mengelilingi lapangan , merry pun duduk menyelonjorkan kakinya dengan kelelahan . tiba tiba gio menghampiri merry dengan memberikan sebotol air minum dan sapu tangan .
" minumlah .. kau pasti sangat lelah " pinta gio membukan botol minum tersebut untuk merry , dahi merry mengkerut seketika .
" sudah tau lelah masih banyak bicara , aku tidak butuh minum darimu . ini semua gara gara kau .. pergi sana ! " celetuk merry dengan melototkan matanya , ia membuang wajahnya dan menelan ludahnya dengan begitu kasar karna menahan kehausan . gio pun tak bergemming dan hanya memperhatikan merry dari samping .
" kenapa kakak masih disini ? pergilah " seru merry dengan meninggikan suaranya . gio pun hanya diam , ia meletakan botol minum dan sapu tangan tersebut disamping merry , dan beranjak pergi meninggalkan merry tanpa berkata .
merry pun melirik ke arah botol minum tersebut dan ia memperhatikan gio yang sudah tidak terlihat dari jangkauan pandangannya , merry pun cepat cepat meraih botol itu dan meneguk air yang sudah gio berikan untuknya .
(glek .. glek .. glek )
" sialan .. aku sangat haus sekali " gumam merry , gio pun melihat merry yang sedang meneguk air dari kejauhan , ia menepiskan senyumnya seketika .
" mamaa .. rasanya aku ingin sekali pulang " gumam merry dengan memelaskan wajahnya .
Beberapa bulan kemudian .
Merry pun sudah terbiasa belajar dan melakukan aktivitas di sekolah barunya tersebut .
Waktu itu kelas gio dan kelas merry hanya berjarak 2 ruangan , setiap kali istirahat merry tak pernah melewatkan untuk memakan bekal yang selalu di bawakan oleh mamanya dari rumah . dan seusai makan seperti biasa ia langsung cepat cepat pergi ke perpustakaan untuk membaca buku . begitu juga gio , semenjak merry bersekolah di sekolahan yang sama dengannya ia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku . Karna ia tau setiap kali jam istirahat merry selalu pergi kesana .
kala itu merry sedang memilah milah buku untuk di baca . gio pun menghampirinya .
" buku ini sangat bagus . coba bacalah " ucap gio menyodorkan sebuah buku bersampul merah
" aku tidak tertarik membaca bukumu " celetuk merry , ia mengambil satu buku dan berlalu meninggalkan gio . dan duduk di salah satu bangku perpustakaan tersebut .
saat sedang asyik membaca buku , tiba tiba salah satu teman merry memanggilnya , merry pun terpaksa mengikuti temannya tersebut . dan meninggalkan buku yang sedang ia baca diatas meja . namun seseorang menyenggol buku merry hingga terjatuh tanpa mengembalikannya lagi di atas meja ,
gio pun mengambil buku itu dan hendak meletakannya kembali diatas meja , namun tangannya tiba tiba usil seketika , ia malah menyembunyikan buku tersebut didalam laci meja yang ia tempati . tak lama kemudian merry pun kembali . ia kebingungan mencari bukunya yang tiba tiba tidak ada , sementara gio hanya meliriknya dan berpura pura fokus membaca buku miliknya .
" kemana bukuku " gumam merry dengan menggaruk garuk kepalanya . ia begitu kebingungan mencari bukunya namun merry tidak berani tanya kepada teman teman sekitarnya yang sama sama sedang membaca buku , karna merry merasa takut mengganggu teman teman lainnya . hingga merry kembali ke rak buku perpustakaan dan mencari buku yang sempat ia baca tadi , namun buku tersebut tidak ada . kedua mata gio masih memperhatikan merry . gio pun tidak tega melihat merry kebingungan mencari bukunya , saat hendak mengembalikan bukunya .
kringggg .. ( tiba tiba bell masuk kelas pun berbunyi )
" ah sialan , aku belum selesai membaca bukunya " gumam merry menggerutu kesal , gio pun menghampiri merry .
" kau mencari buku ini ? " tanya gio menyodorkan bukunya , mata merry langsung melotot kepada gio
" kak gio yang menyembunyikan bukuku ? " teriak merry , ia merampas bukunya dari tangan gio dengan begitu kasar
" sama saja ! aku meminjam buku ini , jadi buku ini sementara menjadi milikku .
alasan saja .. kalau kakak tidak menyembunyikan nya kenapa tadi diam saja waktu aku kebingungan mencari buku ini ? " teriak merry dengan ketus
" ya mana ku tau kalau kau tadi sedang mencari buku ini ! salah siapa kau tidak bertanya kepadaku ? " seru gio , mereka berdua pun berdebat hingga melupakan jam masuk kelas , dan saat kembali ke kelasnya masing masing , merry justru malah di hukum karna terlambat mengikuti pelajaran .
sepulang sekolah merry di hukum oleh gurunya untuk membantu gardener menyirami seluruh tanaman sekolah , merry pun dengan terpaksa mengiyakannya dengan mulut yang tak henti hentinya menggerutu kesal .
" ini semua gara gara kak gio . aku tidak akan memaafkannya " gumam merry . tangannya tak henti menyirami tanaman yang ada di sekitar sekolahannya satu persatu , tiba tiba gio menghampirinya
" kenapa kau menyiram tanaman ? ini kan pekerjaan gardener ? " tanya gio dengan heran
" iya .. ini gara gara kakak , aku tadi terlambat mengikuti pelajaran dan sekarang aku jadi di hukum oleh guruku , pergilah " teriak merry dengan melotokan matanya .
" kemarikan , biar aku bantu " pinta gio mencoba mengambil selang air dari tangan merry .
" tidak usah ! pergi sana aku tidak butuh bantuanmu " celetuk merry .
" kau ini perempuan . Kenapa bicaramu sangat kasar sekali ! Aku sangat tidak menyukai perempuan kasar sepertimu ! " teriak gio
" terserah aku mau bicara bagaimana itu bukan urusan kak gio ! Kakak suka atau tidak suka denganku , aku tidak peduli !
Aku tidak terbiasa berpura pura menjadi orang baik agar orang lain menyukaiku ! " teriak merry , gio terdiam sejenak akan kata kata merry , Gio pun merampas selang air dari tangan merry dengan kasar ,
" kau terlalu banyak bicara " seru gio , ia menyiram dan membasahi tubuh merry dengan air yang mengucur dari selang tersebut ..
" kak gioo , hentikan ! kenapa kau menyiramku , bajuku basah semua . tolong Hentikan ! " teriak merry dengan menghalangi air yang mengucur tersebut dengan kedua tangannya. Ia mencoba menghindar namun gio malah mendekatinyaa dan semakin menyiram seluruh tubuh merry .
Tiba tiba william datang , william yang melihat gio sedang menyiram merry dengan air , ia langsung menuju ke arah kran air dan mematikan kran air tersebut .
" gio ! Kau ini sungguh keterlaluan " teriak william
" kau ini mengganggu saja " seru gio membuang selang air tersebut
" gio .. Ini tidak lucu ! Baju merry jadi basah semua " seru william . Gio hanya diam saja , william pun mencoba mendekati merry .
" merry , cepat pergi ke kamar mandi gantilah bajumu dan pakailah sweaterku ini " pinta william dengan menyodorkan baju sweater yang berwana dark grey .
" tidak usah ! Kak william jangan berpura pura baik di depanku ! Kalian itu sama saja ! " celetuk merry , merry pun menghampiri gio dan melototkan kedua matanya
" Gio .. Kau ini benar benar bajingan ! aku sangat membencimu " teriak merry
" bicara apa kau barusan ? berani sekali kau berbicara seperti itu di depanku ! apa kau tidak diajarkan untuk berbicara sopan kepada orang yang lebih tua darimu ? " teriak gio , ia terlanjur geram akan kata kata merry .
" kau ini sangat tidak pantas untuk di sopani ! Aku sungguh membencimu , aku tidak mau berbicara sopan kepadamu lagi . Dasar gio bajingan ! " ketus merry ia pun berlalu pergi meninggalkan william dan juga gio .
William pun menertawai gio ,
" gio , gio .. aku tidak habis pikir . Kenapa kau bodoh sekali ? Kau ini benar benar keterlaluan kepada merry ! Lihatlah dia sampai berani memaki makimu seperti itu haha " seru william kepada gio , ia tak henti hentinya tertawa
" apa kau bisa diammmm ! " seru gio . Ia pun berlalu pergi meninggalkan william , william pun mengikuti gio dari belakang .
" berani sekali dia berbicara seperti itu kepadaku ! " gumam gio dalam hati , ia terlihat begitu kesal .
Sementara merry ia kembali ke kelasnya untuk mengambil tas dan segera bergegas pulang , ia terlihat menangis dan berjalan kaki menuju rumahnya dengan baju yang basah kuyup ..
namun merry bukan anak yang suka mengadu kepada orang tuanya . jadi setiap kali ia memiliki masalah , merry selalu menyimpannya sendiri .
dan semenjak kejadian itu merry sangat tidak menyukai gio , ia tidak pernah memanggilnya lagi dengan sebutan kakak . ketika bertemu dengan gio ,merry selalu menghindar dan memaki makinya , namun gio tak gentar semakin merry menghindar darinya semakin membuatnya menjadi penasaran .
setiap harinya gio selalu tak lepas berbuat usil dan mengganggu merry setiap kali bertemu atau berpapasan dengannya .
hingga saat kelulusan , gio pun masuk di sekolah menengah atas . rasanya gio tidak bersemangat untuk bersekolah di sekolah barunya .
waktu SMA sebenarnya gio tidak satu sekolah dengan william dan merry ,
namun saat kenaikan kelas dan penerimaan siswa baru . william memberitau gio bahwa merry mendaftar sekolah di sekolahan yang sama dengannya .
gio pun langsung meminta kepada kakeknya untuk berpindah sekolah saat itu juga di sekolahan william .
kakek vinno tak berpikir panjang , keesokannya ia langsung memindahkan gio untuk bersekolah di tempat yang baru , demi membuat cucu satu satunya senang , kakek vinno rela melakukan apapun untuk melihat gio bersemangat menjalankan kehidupannya kembali .
dan saat merry masuk di sekolah menengah atas , ia begitu terkejut melihat dirinya satu sekolah dengan gio lagi . karna sebelumnya yang merry tau , gio tidak bersekolah di sekolah yang menjadi pilihannya saat ini . yang ia tau gio bersekolah ditempat lain .
rasanya merry ingin sekali berpindah sekolah namun ia enggan menyusahkan mama dan papanya .
merry selalu beranggapan , bersekolah ditempat yang sama dengan gio ialah sebuah musibah bagi dirinya .
beberapa reader kapan hari ada yang menanyakan ,
bagaimana awal pertemuan merry dan juga gio ?
bagaimana merry bisa membenci gio ?
nah di episode kali ini .
sudah saya ceritakan bagaimana awal mula merry bertemu dengan gio sebelum mereka berdua menikah dan di jodohkan .
jika ada saran atau permintaan . kalian bisa cantumkan pada kolom koment , tetapi mohon maaf saya tidak bisa membalas koment satu persatu 🙏🙏🙏
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^