My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Merencanakan



Seusai dari hotel , gio mengantar merry ke dokter ia memeriksakan kondisi merry , sekaligus mereka berdua konsultasi untuk merencanakan kehamilan merry kembali .


Setelah itu gio mengajak merry untuk pergi ke rumah kakeknya , karna sebelumnya kakek vinno meminta mereka berdua untuk datang menemuinya .


Setibanya di rumah kakek vinno , gio mengajak istrinya tersebut untuk turun dan masuk kedalam rumah bernuansa oldies itu .


Tok .. Tok .. Tok ( gio mengetuk pintu)


Tak lama kemudian ada sautan suara dari balik pintu tersebut lalu terlihat bi joanna sedang membukakan pintu itu .


" selamat siang tuan muda , nona " sapa bi joanna , merry dan gio menyapa balik bi joanna .


" kakek dimana bi ? " tanya gio


" tuan vinno di kamar tuan .. Dia sedang kurang enak badan " kata bi joanna memberitau gio .


Tanpa berkata , gio pun bergegas cepat melangkah kan kakinya  menuju ke kamar kakek vinno , merry pun mengikuti langkah gio dari samping ,


Ceklek (gio membuka gagang pintu kamar kakek vinno)


" kakek.. " sapa gio


" kau sudah datang nak ? Kemarilah " pinta kakek vinno , gio dan merry pun duduk mendekati kakek vinnno


" kata bi joanna kakek sakit , kenapa kakek tidak memberitau kami ". tanya gio , dengan mengernyitkan dahinya


" iya kek , kenapa kakek tidak bilang kepada merry atau gio kalau kakek sedang sakit ? "  ucap merry dengan menyentuh lengan kakek vinno


" kalian ini terlalu berlebihan ! Kakek baik baik saja nak , hanya kelelahan saja " ujar kakek vinno .


" yasudah kalau begitu kakek istirahat , pinta merry


" kakek capek nak daritadi istirahat " saut kakek dengan sedikit tertawa


" Kakek ada apa tumben sekali menyuruh kami kemari ? " tanya gio dengan penasaran


" ini kan hari kematian papa dan mamamu nak , jadi kakek mau mengajakmu dan juga merry untuk pergi ke makam orang tua dan adikmu " kata kakek vinno dengan terbatuk batuk .


" astaga ! gio sampai lupa . Baiklah kek ayo kita pergi sekarang , gio juga tidak pernah mengajak merry ke makam mama dan juga papa " ucap gio


" sayang .. Apa kau tidak keberatan jika ikut ke makam mama dan papa ? " tanya gio kepada merry


" tentu saja tidak ! Ayo .. Aku ingin sekali ke makam mama dan papa " seru merry


Mereka bertiga pun bergegas menuju ke makam mama dan papa gio dengan menumpangi mobil yang di kendarai oleh gio . lokasi makam dari rumah kakek vinno berjarak cukup lumayan jauh , memakan waktu sekitar 45 menit perjalanan .


 


 


 


 


 


 


Carrowmore cemetery


 


Setibanya di makam , mereka bertiga pun turun dari mobil .


Merry dan gio menggandeng tangan kakek vinno dan membantunya berjalan beriringan  .


Dan Sebelum masuk kedalam makam ,


Merry dan gio membeli tiga ikat bunga di penjual bunga yang ada didepan makam tersebut . Kemudian ia kembali melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam makam .


Ketiga pasang kaki itu menelusuri jalanan makam , hingga langkah kaki mereka terhenti di depan 3 makam yang berjejer dan ada palang yang bertuliskan Moen family .


3 makam itu ialah makam papa mama dan juga adik gio


Richard moen (papa gio)


Elizabeth moen (mama gio)


Giovanno moen (adik kembar gio)


Gio duduk bersimpuh di depan makam mamanya terlebih dulu , diikuti juga dengan merry , sementara kakek vinno duduk bersimpuh di depan makam anaknya yang tak lain ialah papa dari gio .


Tangan gio bergerak memegang batu nisan makam mamanya yang terlihat begitu besar .


" ma tahun ini gio kemari bersama istri gio , istri yang sangat gio cintai , istri yang telah mengusir rasa kesepian gio selama ini , semoga mama selalu tenang di surga  " gumam gio dalam hati , ia terlihat begitu merindukan keluarganya , meskipun gio terlihat begitu dingin dan sangat acuh namun dalam hatinya ialah orang yang begitu penyayang , kedua mata merry pun tak henti memperhatikan raut wajah gio dari samping. gio pun menyadari bahwa istrinya daritadi memperhatikannya .


" kenapa kau melihatku seperti itu ? " tanya gio dengan melirik ke arah merry


" ehmm tidak apa apa  " saut merry


" ini makam keluargaku , apa kau tau ? dulu waktu aku masih kecil hampir setiap hari aku berkunjung kemari bahkan aku pernah sampai tertidur disini " tutur gio dengan tertawa getir ,


" gio " panggil merry lirih , ia melingkarkan tangannnya dan menjatuhkan kepalanya di bahu gio mencoba menenangkan kesedihan yang dirasakan oleh suaminya itu ,


" tetapi saat aku sudah dewasa . aku hanya kemari setiap satu tahun sekali " sambung gio dengan tatapannya yang begitu kosong ,


" yang penting kau tidak lupa untuk berkunjung kemari " saut merry


" iya " kata gio dengan menepiskan senyumnya . ia meletakan satu ikat bunga diatas makam mamanya tersebut , kemudian mengajak merry menghampiri kakek vinno di makam papanya setelah ia meletakan bunga di atas makam papanya  , ia bergeser ke makam vanno dan memberikan seikat bunga juga diatas makam adik kembarnya tersebut . setelah gio mengunjungi makam keluarganya , ia mengajak kakek beserta istrinya kembali ke mobil untuk untuk pulang kembali ke rumah .


saat dalam perjalanan pulang ke rumah kakek vinno , tiba tiba ponsel gio berdering , tangannya meraih ponsel tersebut dan terlihat di layar ponsel itu ada panggilan suara dari andrew , gio pun mengangkat panggilan tersebut .


" iya hallo ? " sapa andrew


" gio kau dimana ? aku ini sedang berada di kantormu tetapi kenapa tidak ada ? " tanya andrew dari balik ponsel itu


" aku dirumah kakekku , ini baru saja dari makam orang tuaku . ada apa kau mencariku ? " tanya gio seraya memusatkan pandangannya kejalan raya


" aku ingin berbicara masalah pekerjaan denganmu " kata andrew


" baiklah , kita bertemu di rumah kakekku , ini aku masih dalam perjalanan pulang . mungkin 20 menit lagi sampai " ujar gio , andrew pun mengiyakannya . mereka berdua pun mengakhiri panggilan telpon yang sedang berlangsung itu .


setibanya dirumah terlihat andrew sudah duduk di depan halaman , ternyata ia terlebih dulu sampai di rumah kakek vinno . gio menghampiri andrew dan menyuruh merry untuk mengajak kakek vinno masuk kedalam kamarnya , merry pun mengiyakannya .


gio mendudukan tubuhnya dan berbincang bincang masalah pekerjaan bersama andrew dan selang beberapa menit bi joanna datang membawakan dua gelas minuman untuk gio dan juga andrew kemudian ia pamit untuk melanjutkan pekerjaanya ,


sementara merry berada di kamar gio , tangannya tak henti bergerak menyentuh barang barang yang ada di dalam kamar tersebut , hingga tangannya terhenti menyentuh sebuah kotak musik yang begitu vintage , namun saat ia hendak membukanya , merry malah kesulitan , ia pun keluar dari dalam kamar gio dan menghampiri gio di depan yang kala itu masih berbincang bincang dengan andrew .


" gio .. apa kotak musik ini milikmu ? " tanya merry dengan menunjukan kotak musik tersebut , gio pun mengiyakannya .


" bisakah kau membantuku untuk membukakannya ? aku sangat kesulitan membuka kotak musik ini ? " pinta merry dengan mencoba membuka kotak musik itu .


" kemarilah , ku tunjukan bagaimana cara membukanya " kata gio , merry pun mendekat ke arah gio , gio menunjukan knop yang ada di bawah  kotak musik tersebut kepada merry dan menekannya , kemudian kotak musik tersebut terbuka dan terlihat dua orang dengan posisi berdansa dan berputar di dalam kotak  musik tersebut dengan diiringi alunan  nada yang  indah hingga membuat merry begitu takjub ,


" cantik sekali " gumam merry dengan melebarkan senyumnya


" terimakasih . maaf aku mengganggu kalian  " pamit merry , ia beranjak dan melangkahkan kembali kakinya menuju ke kamar gio  dengan wajah yang begitu senang memandangi kotak musik tersebut , gio pun memperhatikan merry dari belakang .


pikirannya tiba tiba terganggu akan istrinya tersebut , hingga ia tidak fokus saat andrew bertanya kepadanya


" gioo ? " panggil andrew


" hem ?  iya  ? " saut gio


" kau ini kenapa ? apa kau ada masalah ? " tanya andrew dengan memiringkan kepalanya


" lupakan saja pertanyaanku , dan sekarang berceritalah kau sedang memikirkan apa ? apa yang membuat pikiranmu terganggu " tanya andrew dengan sedikit memaksa , gio enggan menceritakan masalah yang sedang mengganggu pikirannya itu , namun andrew terus memaksa gio agar bercerita , hingga gio terpaksa menceritakan masalahnya kepada sahabatnya tersebut .


" (menghela nafas) aku hanya memikirkan merry " ucap gio dengan menatap kosong ke sembarang arah


" kenapa memangnya merry ? " tanya andrew dengan penasaran


" dia dari kemarin bersedih karna takut tidak bisa memiliki anak kembali , entahlah apa yang membuatnya tiba tiba menjadi berpikiran seperti itu " seru gio sembari  mengernyitkan dahinya


" apa dia belum hamil lagi ? " tanya andrew


" ya belum ! kau kan tau sendiri , dokter menyuruh keras merry untuk menunda kehamilan selama beberapa bulan , tapi sekarang dokter sudah mengizinkan merry untuk hamil lagi , meskipun begitu dia masih terlihat bersedih , dan setiap kali melihat anak kecil , dia selalu teringat anaknya . aku bingung harus bagaimana " tutur gio


" ehmm aku ada ide .. bagaimana kalau kau mengajaknya untuk berlibur dan menghabiskan waktu berdua " seru andrew , gio terdiam sejenak memutar otaknya dan mencerna ide yang di berikan oleh andrew


" dimana tapi ? " tanya gio bingung


" om reyhans kan punya ressort yang dekat dengan pantai , kenapa kau tidak mengajaknya saja kesana ? " usul andrew


" tidak , merry mungkin bosan jika aku ajak kesana , karna setiap kali berlibur dengan keluarganya , dia selalu pergi kesana . lebih baik tempat yang lainnya saja " pinta gio , andrew pun mengiyakannya , ia  meraih ponsel yang ada di saku celananya ia mencoba membantu gio untuk mencarikan informasi destinasi wisata yang cocok untuk mereka berdua berlibur . setelah menemukan tempat yang cocok untuk merry dan gio , andrew pun berpamitan pulang kepada gio .


 


di kamar


merry terlihat duduk dan masih memainkan kotak musik tersebut , namun tiba tiba ia menutup kotak musik itu karna kebosanan sudah melanda dirinya , ia meletakan kembali kotak musik itu di tempatnya semula .  merry pun kembali mengamati barang barang lain yang ada di kamar gio , namun mata merry tertuju di kotak surat milik gio , ia mendekati kotak surat tersebut .


" rasanya aku sangat penasaran dengan isi dari kotak surat gio , jika aku membacanya . apa gio akan marah kepadaku " gumam merry dengan sedikit takut , namun tiba tiba gio masuk kedalam kamar nya hingga mengagetkan merry .


" merry .. kau sedang apa ? " tanya gio dengan menyipitkan kedua matanya


" ehm tidak sedang apa apa , aku hanya sedang mencari buku , dimana kau meletakan buku bukumu  ?" tanya merry dengan sedikit gugup .


" bukuku  bukan di tempat itu , kemarilah " ajak gio dengan mengernyitkan dahinya , gio menunjukan beberpa bukunya kepada merry .


" gio .. apa tidak sebaiknya kita tidur disini hari ini  ? karna kakek terlihat tidak sehat , jadi setidaknya kita menemaninya " pinta merry


" apa kau mau tidur disini malam ini ? " tanya gio


" tentu saja mau " seru merry , gio pun mengiyakannya , ia menghubungi rey untuk memberitaukan kepada papanya tersebut  bahwa ia dan merry akan menginap di rumah kakek vinno dan rey pun mengizinkannya ,


 


malam harinya ,


gio , merry dan kakek vinno sedang menikmati makan malam dan sehabis makan malam mereka kembali ke kamar mereka masing masing .


saat di kamar , merry mengambil kembali kotak musik yang sempat ia mainkan tadi , ia duduk di tepi tempat tidur dan mengamati kotak musik itu , gio pun ikut duduk menghampiri merry


" apa kau tau .. papaku yang memberikan kotak musik tersebut kepada mama sebagai tanda hadiah pernikahannya  . kemudian mama memberikannya kepadaku , jadi aku menyimpannya di dalam kamarku ini " ujar gio ,


" benarkah ? " tanya merry , gio mengiyakannya


" papamu sangat romantis sekali , tidak seperti dirimu ! " celetuk merry , gio hanya tersenyum mendengarnya


" apa kau ingin aku bersikap romantis ? " tanya gio dengan menyentuh pipi merry


" tentu saja " seru merry


" baiklah , lusa aku akan mengajakmu berlibur . kita akan menghabiskan waktu berdua bersama " kata gio dengan menatap hangat mata merry


" kemana ? " tanya merry dengan heran


" nanti kau juga akan tau " kata gio menggoda


" apa aku boleh mengajak carrol ? " tanya merry


" tidak boleh ! kita hanya pergi berdua tidak ada yang boleh ikut dan mengganggu ! " seru gio dengan menajamkan matanya


" aku tidak mau ! disana pasti sangat membosankan jika tidak ada temannya , dan kau pasti sibuk dengan pekerjaanmu  " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya


" merry .. aku tidak melakukan perjalanan bisnis disana ! kita hanya menghabiskan waktu untuk berlibur " tutur gio dengan lirih , merry pun melirik tajam .


" kau janji tidak akan bekerja saat kita berlibur ? " tanya merry


" iya aku janji " ucap gio dengan tersenyum


" ayo cepat istirahatlah " ajak gio , merry mengembalikan kotak musik tersebut kepada gio dan gio mengembalikan kotak musik itu ketempatnya , ia pun menjatuhkan tubuhnya berbaring di samping tubuh merry , merry mengubah posisi tidunya hingga berhadapan dengan gio , kedua mata merry menatap gio dengan begitu lama .


" kenapa kau melihatku seperti itu ? " tanya gio dengan heran


"  apa kau sangat menyayangi mama mu ? " tanya merry


" tentu saja .. " saut gio


" Apa kau tau ? aku hanya mengenal dan hanya mencintai 2 orang wanita saja di dunia ini   , wanita yang pernah melahirkanku dan wanita yang mendampingiku saat ini " tutur gio dengan menatap kedua mata merry , merry pun tersenyum mendengarnya


" aku juga sama hanya mencintai 2 laki laki di dunia ini ,  laki laki yang pernah membesarkanku dan laki laki yang mendampingiku saat ini "  tutur merry , gio pun tersenyum dan mendekapkan wajah merry di dadanya


" gio .. Apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu ? " tanya merry dengan mendongakan wajahnya


" apa yang ingin kau tanyakan ? " tanya gio


" apa benar kalau kau sendiri yang minta kepada kakek agar di jodohkan denganku ? " tanya merry dengan menggigit bibir bawahnya dengan takut , gio pun terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh merry .


" astaga .. kenapa kakek memberitahunya , sungguh memalukan " gumam gio dalam hati


" ehm .. ee tidak ! kau yang benar saja .. meskipun aku menyukaimu , mana mungkin aku meminta agar kakek menjodohkanku denganmu " seru gio seolah meyakinkan merry


" berarti kakek berbohong kepadaku ? " tanya merry dengan menurunkan pandangannya


" memangnya kapan kakek berbicara seperti itu ?" tanya gio penasaran


" waktu dirumah sakit saat kau belum sadar " jawab merry


" oh ..  kakek berbicara seperti itu mungkin  hanya ingin menenangkanmu saja " tutur gio


"ehm iya ya ..  berarti bukan kau yang meminta kakek  agar menjodohkanmu   denganku ? tanya merry , ia masih tak percaya dan ingin meyakinkan kebenarannya itu .


" kau ini banyak bertanya , sudah cepat tidurlah !  aku sudah mengantuk " seru gio , ia mencoba menutup kelopak mata merry dengan paksa , merry pun mengiyakannya dan tak butuh waktu lama merry tertidur karna ia memang terlihat begitu kelelahan seharian itu . sementara gio masih terjaga menatap wajah merry dengan begitu dekat


" apa aku terlalu terobsesi untuk mendapatkannya ? tidak ! aku hanya terlalu mencintainya " gumam gio dalam hati


" bahkan jika aku tidak meminta kakek untuk menjodohkanku denganmu  , tuhan sudah menakdirkanmu menjadi milikku " gumam gio kembali dalam hati , ia mecium pipi merry dan memeluknya dengan begitu erat