
Gio mengetuk pintu kamar bi joanna yang kala itu sedang tertutup rapat .
" bi joanna , bi apa kau sudah tidur ? " teriak gio sembari mengetuk ngetuk pintunya . Tak lama kemudian bi joanna menyaut dari dalam dan keluar membukakan pintunya .
" eh tuan gio , nona merry .. Ada yang bisa bibi bantu ? " tanya bi joana
" bi apa kau punya persediaan pembalut ? " tanya merry .
" bibi mana punya nona , kan bibi sudah menopause jadi sudah tidak haid lagi " ucap bi joanna menepiskan senyumnya
" oh iya yaa " saut merry tersenyum pelik
" yasudah bi terimakasih , maaf mengganggu " imbuh merry
" saya belikan di supermarket terdekat ya non ? " pinta bi joanna
" oh tidak usah bi ini sudah malam " kata merry , gio dan merry pun berlalu meninggalkan kamar bi joanna
" ayo aku antar beli ke supermarket " pinta gio
" masa iya aku pakai baju seperti ini diluar rumah , yang benar saja !! " kata merry sembari melipatkan kedua tangannya di dada .
" kalau begitu tidak usah beli !! " ucap gio melirik tajam ke arah merry
" (menghela nafas) yasudah ayo antarrr aku " pinta merry berlalu berjalan mendahului gio
Gio pun mengambil kunci mobilnya di kamar , dan oa mengantar merry ke supermarket 24 jam yang letaknya tak jauh dari rumahnya .
Sesampainya di supermarket merry hendak turun namun dihentikan oleh gio .
" biar aku saja yang turun kau tunggu disini " pinta gio
" benarkah ?? " teriak merry dengan wajah yabg begitu sumringah
" iya .. beli yang merk apa ? Cepatlah !! " tanya gio
" yang softness , ukuran 23cm " ucap merry , belum selesai bicara gio sudah langsung masuk kedalam supermarket
Tak lama kemudian gio pun keluar dari supermarket membawa kantung kresek yang berisi pembalut , namun tiba tiba ada seorang wanita yang berteriak teriak memanggil manggil namanya .
" kak gioo .. Kak " teriak wanita itu menghampiri gip , gio pun langsung menoleh menghentikan langkah kakinya , ternyata helena , gio hanya diam saja melihatnya
" kak gio disini jug ? kebetulan sekali ya kita bertemu .. Kau sedang membeli apa kak ? " tanya helena sembari melihat isi kantung belanjaan gio
" tidak membeli apa apa , sedang apa kau malam malam disini ? " tanya gio
" aku sedang membeli makanan ringan untuk mama ku , kau bersama siapa kak disini ? Apa sendirian ? " tanya helena penasaran seraya matanya melihat sekeliling ,
namun gio hanya diam saja seolah tak tertari untuk berbicara dengan helena .
" aku permisi dulu orang rumah sedang menungguku " pamit gio berlalu meninggalkan helena
" kak gioooo kenapa kau terburu buru ? " teriak helena namun gio tak menggubrisnya ia tetap berjalan
" kak gio .. sikapmu yang seperti itu semakin membuatku tertarik dan penasaran terhadapmu dari dulu .. Aku tidak kalah cantiknya dengan kak aline , seharusnya aku juga bisa mendapatkan hati mu , kak gio .. aku tidak akan menyerah .. " imbuhnya sembari menatap kepergian gio
Gio pun kembali dan masuk kedalam mobilnya menghampiri merry yang kala itu sedang menunggunya .
" kau ini lama sekali " celetuk merry
" cerewet .. ini ambilah ! " kata gio menyodorkan kantung keresek yang berisi pembalut
" terimakasih " saut merry melebarkan senyumnya
Kemudian mereka berdua pun pulang ke rumah kakek vino , gio merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sementara merry masuk kedalam kamar mandi , sebelum membuka kemasan pembalutnya ia terlebih dulu melihat kemasan tersebut , kemudian ia keluar menghampiri gio
" gioo ini terlalu panjang kan aku tadi minta yg 23cm , ini pembalut untuk orang yang melahirkan .. Kau yang benar saja " ketus merry
" kau ini cerewet sekali ! Pakai saja yang ada !! " celetuk gio.sembari mengernyitkan dahinya
Merry pun hanya diam saja dan berdecak kesal kembali ke kamar mandi , kemudian merry keluar kembali dan menjatuhkan tubuhnya disamping gio .
Gio pun langsung memeluk hangat tubuh istrinya itu .
" tadi waktu di supermarket aku bertemu dengan temanmu " kata gio memberitahu merry
" temanku ? temanku siapa ? " tanya merry penasaran
" entahlah .. aku lupa namanya , dia yang kapan hari merayakan pool party " kata gio
" oh helena ? Pantas saja kau tadi lama sekali ternyata bertemu wanita cantik " ucap merry melirik tajam gio , gio pun tersenyum
" apa kau cemburu ?" tanya gio
" tidak ! untuk apa cemburu " saut merry
" benarkah ? " tanya gio ia tersenyum menggoda , gio semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pipi merry .
" oh iya gioo .. Kenapa kau tidak pernah cerita kalau kau memiliki saudara kembar ? " tanya merry sembari membalikan posisi tubuhnya hingga wajahnya berhadapan dekat dengan gio , gio pun hanya menahan tawanya
" kenapa kau malah tertawa ? " tannya merry dengan mengerutkan dahinya
" bagaimana aku mau bercerita , sementara awal hubungan kita saja tidak terjalin cukup baik " saut gio seraya tengannya membelai pipi merry
" sekarang kan kita sudah baikan .. Bisa kah kau menceritakan tentang mama , papa dan adik kembarmu ? " pinta merry , gio hanya menghela nafas dan memandang merry dengan tatapan kosong , mata gio seakan menyiratkan begitu banyak kesedihan yang begitu mendalam .
" tidak ada yang perlu di ceritakan , cepat tidurlah " pinta gio , ia langsung mencium bibir merry dan memeluknya ,
" baiklah , " saut merry , ia pun memejamkan matanya dan tertidur di pelukan gio , sementara gio masih belum tertidur , pikiran dan hatinya terganggu kembali mengingat keluarganya