My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Tak gentar



Gio mengetuk pintu kamar bi joanna yang kala itu sedang tertutup rapat .


" bi joanna , bi apa kau sudah tidur ? " teriak gio sembari mengetuk ngetuk pintunya . Tak lama kemudian bi joanna menyaut dari dalam dan keluar membukakan pintunya .


" eh tuan gio , nona merry .. Ada yang bisa bibi bantu ? " tanya bi joana


" bi apa kau punya persediaan pembalut ? " tanya merry .


" bibi mana punya nona , kan bibi sudah menopause jadi sudah tidak haid lagi " ucap bi joanna menepiskan senyumnya


" oh iya yaa " saut merry tersenyum pelik


" yasudah bi terimakasih , maaf mengganggu " imbuh merry


" saya belikan di supermarket terdekat ya non ? " pinta bi joanna


" oh tidak usah bi ini sudah malam " kata merry , gio dan merry pun berlalu meninggalkan kamar bi joanna


" ayo aku antar beli ke supermarket " pinta gio


" masa iya aku pakai baju seperti ini diluar rumah , yang benar saja !! " kata merry sembari melipatkan kedua tangannya di dada .


" kalau begitu tidak usah beli !! " ucap gio melirik tajam ke arah merry


" (menghela nafas) yasudah ayo antarrr aku " pinta merry berlalu berjalan mendahului gio


Gio pun mengambil kunci mobilnya di kamar , dan oa mengantar merry ke supermarket 24 jam yang letaknya tak jauh dari rumahnya .


Sesampainya di supermarket merry hendak turun namun dihentikan oleh gio .


" biar aku saja yang turun kau tunggu disini " pinta gio


" benarkah ?? " teriak merry dengan wajah yabg begitu sumringah


" iya .. beli yang merk apa ? Cepatlah !! " tanya gio


" yang softness , ukuran 23cm " ucap merry , belum selesai bicara gio sudah langsung masuk kedalam supermarket


Tak lama kemudian gio pun keluar dari supermarket membawa kantung kresek yang berisi pembalut , namun tiba tiba ada seorang wanita yang berteriak teriak memanggil manggil namanya .


" kak gioo .. Kak " teriak wanita itu menghampiri gip , gio pun langsung menoleh menghentikan langkah kakinya , ternyata helena , gio hanya diam saja melihatnya


" kak gio disini jug ? kebetulan sekali ya kita bertemu .. Kau sedang membeli apa kak ? " tanya helena sembari melihat isi kantung belanjaan gio


" tidak membeli apa apa , sedang apa kau malam malam disini ? " tanya gio


" aku sedang membeli makanan ringan untuk mama ku , kau bersama siapa kak disini ? Apa sendirian ? " tanya helena penasaran seraya matanya melihat sekeliling  ,


namun gio hanya diam saja seolah tak tertari untuk berbicara dengan helena .


" aku permisi dulu orang rumah sedang menungguku " pamit gio berlalu meninggalkan helena


" kak gioooo  kenapa kau terburu buru ? " teriak helena namun gio tak menggubrisnya ia tetap berjalan


" kak gio .. sikapmu yang seperti itu semakin membuatku tertarik dan penasaran terhadapmu dari dulu ..  Aku tidak kalah cantiknya dengan kak aline , seharusnya aku juga bisa mendapatkan hati mu , kak gio .. aku tidak akan menyerah .. " imbuhnya  sembari menatap kepergian gio


Gio pun kembali dan masuk kedalam mobilnya menghampiri merry yang kala itu sedang menunggunya .


" kau ini lama sekali " celetuk merry


" cerewet ..  ini ambilah ! " kata gio menyodorkan kantung keresek yang berisi pembalut


" terimakasih " saut merry melebarkan senyumnya


Kemudian mereka berdua pun pulang ke rumah kakek vino , gio merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sementara merry masuk kedalam kamar mandi , sebelum membuka  kemasan pembalutnya ia terlebih dulu melihat kemasan tersebut , kemudian ia keluar menghampiri gio


" gioo ini terlalu panjang kan aku tadi minta yg 23cm , ini pembalut untuk orang yang melahirkan .. Kau yang benar saja " ketus merry


" kau ini cerewet sekali ! Pakai saja yang ada !! " celetuk gio.sembari mengernyitkan dahinya


Merry pun hanya diam saja dan berdecak kesal kembali ke kamar mandi  , kemudian merry keluar kembali dan menjatuhkan tubuhnya disamping gio .


Gio pun langsung memeluk hangat tubuh istrinya itu .


" tadi waktu di supermarket aku bertemu dengan temanmu " kata gio memberitahu merry


" temanku ? temanku  siapa ? " tanya merry penasaran


" entahlah .. aku lupa namanya , dia yang kapan hari merayakan pool party " kata gio


" oh helena ? Pantas saja kau tadi lama sekali ternyata bertemu wanita cantik " ucap merry melirik tajam gio , gio pun tersenyum


" apa kau cemburu ?" tanya gio


" tidak ! untuk apa cemburu " saut merry


" benarkah ? " tanya gio ia tersenyum menggoda , gio semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pipi merry .


" oh iya  gioo .. Kenapa kau tidak pernah cerita kalau kau memiliki saudara kembar ? " tanya merry sembari membalikan posisi tubuhnya hingga wajahnya berhadapan dekat dengan gio  , gio pun hanya menahan tawanya


" kenapa kau malah tertawa ? " tannya merry dengan mengerutkan dahinya


" bagaimana aku mau bercerita , sementara awal hubungan kita saja tidak terjalin cukup baik " saut gio seraya tengannya membelai pipi merry


" sekarang kan kita sudah baikan .. Bisa kah kau menceritakan tentang mama , papa dan adik kembarmu ? " pinta merry , gio hanya menghela nafas dan memandang merry dengan tatapan kosong , mata gio seakan menyiratkan begitu banyak kesedihan yang begitu mendalam .


" tidak ada yang perlu di ceritakan , cepat tidurlah " pinta gio , ia langsung mencium bibir merry dan memeluknya ,


" baiklah , " saut merry , ia pun memejamkan matanya dan tertidur di pelukan gio , sementara gio masih belum tertidur , pikiran dan hatinya  terganggu kembali mengingat keluarganya