My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Terkejut



Gio pun mengajak merry ke kantornya , ia melajukan mobilnya engan kecepatan sedang , sesekali didalam mobil gio  mengajak merry untuk berbincang bincang ringan sembari  mencoba mengalihkan  pikiran merry terhadap sakitnya  , agar tidak terlalu bersedih


sesampainya di kantor mereka berdua pun masuk , gio menyuruh merry untuk duduk disofa yang ada di dalam ruangannya .


sementara gio ia hendak pergi pamit ke ruang meeting karna ia ada pertemuan bersama rekan kerjanya ,


" merry aku tinggal bekerja sebentar ya kau tunggu disini , jika ada apa apa atau kau perlu sesuatu kau minta bantuan orang front office atau sekertaris depan " tutur gio , merry pun mengangguk dan mengiyakannya


gio pun berlalu meninggalkan merry di ruang kerjanya , melihat gio yang sudah tak terlihat , merry pun meraih buku yang kala itu sudah  ia bawa dari rumah ,


sembari menunggu gio yang sedang bekerja , ia membolak balikan  halaman demi halaman untuk membaca setiap kata dan kalimat yang tertulis di lembaran jilidan kertas itu .


tidak membutuhkan waktu lama , merry dalam sekejap menghabiskan buku yang sedang ia baca itu ,


namun semakin lama merry semakin merasa bosan . ia meletakan kembali buku tersebut diatas meja .


" aku sungguh merasa bosan , apa gio masih lama ? " gumam merry bertanya dalam hati


ia beranjak dari duduknya dan melihat lihat isi  ruangan kerja milik gio ,


kedua tangan merry begitu lihai menyentuh satu persatu semua   barang yang ada di dalam ruangan tersebut , rasa keingintauan nya yang begitu  besar membuat dirinya semakin penasaran akan semua isi dari ruangan kerja suaminya itu .


kemudian merry menghampiri meja kerja gio . ia pun mendudukan tubuh nya diatas kursi putar yang biasa di duduki oleh gio ketika sedang bekerja .


merry duduk dan memutar mutarkan tubuhnya diatas kursi tersebut dengan melebarkan senyumnya layaknya anak kecil ,


namun matanya memusat diantara laci laci yang melekat pada meja kerja suaminya tersebut .


tangannya tiba tiba bergerak membuka satu persatu laci meja kerja itu , terlihat tumpukan berkas dan kertas didalam laci laci  itu ,


dan ada salah satu laci yang saat itu terkunci hingga membuat merry begitu  penasaran ,


merry beranjak dari duduknya dan mencari kunci laci tersebut di sekeliling meja kerja gio .


" dimana kunci laci ini " gumam merry sembari mengacak acak isi meja tersebut ,


kemudian merry melihat satu ikat  kunci menyelip  di kotak file , merry pun meraihnya dan mencoba satu persatu kunci tersebut untuk membuka lacinya namun ia begitu kesulitan karna hampir semua kunci tidak cocok saat ditancapkan di lubang kunci laci itu .


dan saat ia menancapkan kunci terkahir , kunci tersebut tiba tiba bergerak memutar mengikuti arah tangan merry dan laci itu pun terbuka seketika .


merry mengeluarkan isi dalam laci tersebut . banyak sekali foto  gio dan keluarganya  didalam laci itu . hati merry tersentuh , ia mencoba memposisikan dirinya sebagai gio , ia  merasakan kesedihan yang suaminya rasakan selama ini . bagaimana tidak , dalam waktu bersamaan kecelakaan itu merenggut semua kehidupan yang dimiliki oleh gio . setiap hari ia harus menahan kerinduannya terhadap orang tua dan saudara kembarnya .


" gio ku yang malang " gumam merry , tanpa sadar ia meneteskan air matanya , ia pun menepis air matanya dengan lembut .


dan kemudian  merry mencoba merapikan semua foto yang tertumpuk tidak beraturan itu  ,


ia menyusun dan merapikan  satu persatu foto tersebut


namun ketika merry merapikan foto keluarga gio , ia terkejut karna melihat beberapa fotonya juga ikut tertumpuk jadi satu .


"  ini kan foto waktu aku SMP , kenapa gio bisa memiliki fotoku ? dia dapat darimana ? " gumam merry dengan penasaran  , merry juga melihat beberapa fotonya terlihat seperti di potong


" ini juga fotoku saat menang olimpiade matematika , dan kalau tidak salah ini berfoto ber-ramai ramai  , kenapa dia potong seperti ini ? gio itu memang menyebalkan " gumam merry menggerutu kesal .


tiba tiba langkah kaki terdengar mendekati merry .


" merry kau sedang apa ? " suara gio mengagetkan merry , merry sontak mendongakan wajahnya dengan tangan yang tak bergeming memegang foto foto tersebut  .


" gio kau sudah kembali ? " tanya merry , gio pun mengiyakannya , mata gio terbelalak saat melihat merry sedang memegang foto foto yang ia simpan di lacinya


" merry , kenapa kau lancang sekali , kemarikan foto fotonya ! " teriak gio dan tangannya dengan kasar meraih foto foto yang sedang merry pegang . merry pun terkejut mendengar gio membentaknya seperti itu .


" astaga " gumam gio dalam hati


" merry  maaf , aku tidak bermaksud membentakmu " tutur gio ,


" aku memang salah karna  sudah lancang menyentuh barang barangmu tanpa seizinmu , maafkan aku " ucap merry mencoba menahan air matanya , gio pun semakin merasa bersalah . ia mendekat dan membungkukan badannya di hadapan merry .


" sayang .. maafkan aku !  aku benar benar tidak bermaksud membentakmu . aku mohon maafkan aku  " pinta gio , merry pun hanya diam menganggukan kepalanya . gio mengembalikan foto fotonya di dalam laci dan menguncinya .


" pekerjaanku sudah selesai , ayo kita ke dokter untuk mengambil hasil USG mu lalu kita pergi ke rumah mama " ajak gio , dengan menarik tangan merry . namun pertanyaan merry tiba tiba menghentikan langkah kaki gio .


" gio .. bagaimana bisa foto fotoku ada di lacimu ? " tanya merry , ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya meskipun dengan rasa sedikit takut .


" shit .. dia melihatnya " gumam gio dalam hati , ia membuang muka dan memejamkan matanya , gio kebingungan menjawab pertanyaan merry .


" gio kenapa kau diam saja ? aku tidak pernah memberimu foto kan ?  " ujar  merry keheranan


" ehm itu .. apa , itu aku minta foto kamu dari papa " jawab gio dengan gugup .


" oh .. pantas saja ! lalu kenapa fotoku kau potong potong ? " tanya merry kembali


" (menghela nafas) kenapa kau terlalu banyak bertanya ? terserah aku mau mengapakan fotomu , ayo sudahlah kita berangkat " pinta gio kembali menarik tangan istrinya tersebut


" dasar kau ini sungguh menyebalkan ! " celetuk merry , ia berjalan dengan  digandeng oleh tangan gio m ia dengan cepat mengikuti langkah kaki gio dengan mulut yang mennggerutu kesal .


" gioo , jangan berjalan terlalu cepat ! " seru merry , gio pun mengiyakannya dan mengurangi derap langkah kakinya .


 


 


 


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


 


jangan lupa untuk membaca kelanjutan cerita **amoera is my lady **


Gracias ^_^