
Gio pun mengajak merry ke kantornya , ia melajukan mobilnya engan kecepatan sedang , sesekali didalam mobil gio mengajak merry untuk berbincang bincang ringan sembari mencoba mengalihkan pikiran merry terhadap sakitnya , agar tidak terlalu bersedih
sesampainya di kantor mereka berdua pun masuk , gio menyuruh merry untuk duduk disofa yang ada di dalam ruangannya .
sementara gio ia hendak pergi pamit ke ruang meeting karna ia ada pertemuan bersama rekan kerjanya ,
" merry aku tinggal bekerja sebentar ya kau tunggu disini , jika ada apa apa atau kau perlu sesuatu kau minta bantuan orang front office atau sekertaris depan " tutur gio , merry pun mengangguk dan mengiyakannya
gio pun berlalu meninggalkan merry di ruang kerjanya , melihat gio yang sudah tak terlihat , merry pun meraih buku yang kala itu sudah ia bawa dari rumah ,
sembari menunggu gio yang sedang bekerja , ia membolak balikan halaman demi halaman untuk membaca setiap kata dan kalimat yang tertulis di lembaran jilidan kertas itu .
tidak membutuhkan waktu lama , merry dalam sekejap menghabiskan buku yang sedang ia baca itu ,
namun semakin lama merry semakin merasa bosan . ia meletakan kembali buku tersebut diatas meja .
" aku sungguh merasa bosan , apa gio masih lama ? " gumam merry bertanya dalam hati
ia beranjak dari duduknya dan melihat lihat isi ruangan kerja milik gio ,
kedua tangan merry begitu lihai menyentuh satu persatu semua barang yang ada di dalam ruangan tersebut , rasa keingintauan nya yang begitu besar membuat dirinya semakin penasaran akan semua isi dari ruangan kerja suaminya itu .
kemudian merry menghampiri meja kerja gio . ia pun mendudukan tubuh nya diatas kursi putar yang biasa di duduki oleh gio ketika sedang bekerja .
merry duduk dan memutar mutarkan tubuhnya diatas kursi tersebut dengan melebarkan senyumnya layaknya anak kecil ,
namun matanya memusat diantara laci laci yang melekat pada meja kerja suaminya tersebut .
tangannya tiba tiba bergerak membuka satu persatu laci meja kerja itu , terlihat tumpukan berkas dan kertas didalam laci laci itu ,
dan ada salah satu laci yang saat itu terkunci hingga membuat merry begitu penasaran ,
merry beranjak dari duduknya dan mencari kunci laci tersebut di sekeliling meja kerja gio .
" dimana kunci laci ini " gumam merry sembari mengacak acak isi meja tersebut ,
kemudian merry melihat satu ikat kunci menyelip di kotak file , merry pun meraihnya dan mencoba satu persatu kunci tersebut untuk membuka lacinya namun ia begitu kesulitan karna hampir semua kunci tidak cocok saat ditancapkan di lubang kunci laci itu .
dan saat ia menancapkan kunci terkahir , kunci tersebut tiba tiba bergerak memutar mengikuti arah tangan merry dan laci itu pun terbuka seketika .
merry mengeluarkan isi dalam laci tersebut . banyak sekali foto gio dan keluarganya didalam laci itu . hati merry tersentuh , ia mencoba memposisikan dirinya sebagai gio , ia merasakan kesedihan yang suaminya rasakan selama ini . bagaimana tidak , dalam waktu bersamaan kecelakaan itu merenggut semua kehidupan yang dimiliki oleh gio . setiap hari ia harus menahan kerinduannya terhadap orang tua dan saudara kembarnya .
" gio ku yang malang " gumam merry , tanpa sadar ia meneteskan air matanya , ia pun menepis air matanya dengan lembut .
dan kemudian merry mencoba merapikan semua foto yang tertumpuk tidak beraturan itu ,
ia menyusun dan merapikan satu persatu foto tersebut
namun ketika merry merapikan foto keluarga gio , ia terkejut karna melihat beberapa fotonya juga ikut tertumpuk jadi satu .
" ini kan foto waktu aku SMP , kenapa gio bisa memiliki fotoku ? dia dapat darimana ? " gumam merry dengan penasaran , merry juga melihat beberapa fotonya terlihat seperti di potong
" ini juga fotoku saat menang olimpiade matematika , dan kalau tidak salah ini berfoto ber-ramai ramai , kenapa dia potong seperti ini ? gio itu memang menyebalkan " gumam merry menggerutu kesal .
tiba tiba langkah kaki terdengar mendekati merry .
" merry kau sedang apa ? " suara gio mengagetkan merry , merry sontak mendongakan wajahnya dengan tangan yang tak bergeming memegang foto foto tersebut .
" gio kau sudah kembali ? " tanya merry , gio pun mengiyakannya , mata gio terbelalak saat melihat merry sedang memegang foto foto yang ia simpan di lacinya
" merry , kenapa kau lancang sekali , kemarikan foto fotonya ! " teriak gio dan tangannya dengan kasar meraih foto foto yang sedang merry pegang . merry pun terkejut mendengar gio membentaknya seperti itu .
" astaga " gumam gio dalam hati
" merry maaf , aku tidak bermaksud membentakmu " tutur gio ,
" aku memang salah karna sudah lancang menyentuh barang barangmu tanpa seizinmu , maafkan aku " ucap merry mencoba menahan air matanya , gio pun semakin merasa bersalah . ia mendekat dan membungkukan badannya di hadapan merry .
" sayang .. maafkan aku ! aku benar benar tidak bermaksud membentakmu . aku mohon maafkan aku " pinta gio , merry pun hanya diam menganggukan kepalanya . gio mengembalikan foto fotonya di dalam laci dan menguncinya .
" pekerjaanku sudah selesai , ayo kita ke dokter untuk mengambil hasil USG mu lalu kita pergi ke rumah mama " ajak gio , dengan menarik tangan merry . namun pertanyaan merry tiba tiba menghentikan langkah kaki gio .
" gio .. bagaimana bisa foto fotoku ada di lacimu ? " tanya merry , ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya meskipun dengan rasa sedikit takut .
" shit .. dia melihatnya " gumam gio dalam hati , ia membuang muka dan memejamkan matanya , gio kebingungan menjawab pertanyaan merry .
" gio kenapa kau diam saja ? aku tidak pernah memberimu foto kan ? " ujar merry keheranan
" ehm itu .. apa , itu aku minta foto kamu dari papa " jawab gio dengan gugup .
" oh .. pantas saja ! lalu kenapa fotoku kau potong potong ? " tanya merry kembali
" (menghela nafas) kenapa kau terlalu banyak bertanya ? terserah aku mau mengapakan fotomu , ayo sudahlah kita berangkat " pinta gio kembali menarik tangan istrinya tersebut
" dasar kau ini sungguh menyebalkan ! " celetuk merry , ia berjalan dengan digandeng oleh tangan gio m ia dengan cepat mengikuti langkah kaki gio dengan mulut yang mennggerutu kesal .
" gioo , jangan berjalan terlalu cepat ! " seru merry , gio pun mengiyakannya dan mengurangi derap langkah kakinya .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
jangan lupa untuk membaca kelanjutan cerita **amoera is my lady **
Gracias ^_^