My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Menahan rindu



Merry masih tetap akan posisinya , ia memejamkan matanya dan tak bergemming dari dada gio  .


nampaknya merry benar benar kelelahan karna menangis , ia hampir seharian menangis karna melihat suaminya tak kunjung juga bangun , ketakutan dan rasa bersalahnya terbaur menjadi satu hingga membuat hati dan pikirannya tak tenang .


rasanya ia ingin sekali melihat gio segera bangun dan meminta maaf kepadanya .


Tiba tiba kedua mata gio bergerak ke kanan dan ke kiri .


ia perlahan membuka kelopak matanya yang melekat secara bersama . Terlihat bola mata dengan kornea yang berwarna coklat itu sedang menyesuaikan pandangannya akan cahaya sekitar , gio mengedipkan matanya perlahan , sekitar ruangan yang ia lihat masih terlihat buram olehnya , gio masih mengedip hingga melihat sekitarnya dengan benar benar jelas , ia merasakan dadanya seakan menumpu sesuatu .  gio pun melirik ke bawah dadanya , terlihat merry yang sedang menyandarkan wajah di dada bidang miliknya . tangan gio perlahan bergerak  menyentuh wajah cantik dengan mata yang sedang terpejam itu .


" merry " bibir gio bergerak dan berucap nama istrinya dengan begitu lirih .


" merry " ucapnya lagi , namun merry tak bergemming  , gio mengatur nafasnya dan ia menyernyitkan dahi karna kepalanya terasa begitu berat .


" sayang " panggil gio kembali suaranya terdengar memberat , ia mencoba perlahan melepaskan selang oksigen di hidungnya , gio pun beranjak dan mencoba mengangkat wajah merry


" sayang " panggil gio lirih , sembari tangannya  menepuk nepuk pipi merry dengan pelan .


terlihat jelas sisa sisa air mata yang masih melekat di pipi nya   .


gio yang melihat istrinya tak juga membuka matanya , ia begitu khawatir  ,


gio hendak turun dari pembaringannya . namun rasanya tubuhnya tak memiliki tenaga dan kepala nya benar benar masih terasa begitu berat .


tangan kiri gio bergerak dengan cepat  menyentuh emergency button  yang terletak di samping tempat tidurnya  dan gio pun menekan tombol berwarna merah tersebut hingga berulang kali .


dan tak lama kemudian 2 orang perawat pun berjalan cepat masuk dan menghampiri ruangan gio .


" tuan gio kau dudah sadar ? " tanya perawat tersebut


" suster .. tolong istri saya ! tiba tiba dia ada disini dan saya coba membangunkannya tetapi dia tidak bangun juga " ucap gio panik  , perawat tersebut mencoba membantu merry . gio pun hendak turun dari pembaringannya namun perawat tersebut melarangnya ,


" tuan jangan turun dari tempat tidurmu !  istirahatlah dulu kau baru sadar biar kami panggilkan dokter untuk memeriksamu , kami akan membawa nyonya merry kembali ke  ruangannya " ucap perawat tersebut , gio pun mengiyakannya


salah satu perawat itu mencoba mendorong kursi roda yang di duduki oleh merry keluar dari ruangan gio .


dan perawat satunya membantu gio memasang kembali selang oksigen di hidungnya . seusai memasang selang oksigen perawat itu berpamitan dan berlalu keluar meninggalkan gio untuk memanggilkan dokter dan gio pun mengiyakannya ,


namun pikiran gio terganggu akan merry , ia ingin sekali menemani merry namun tubuhnya masih terasa lemah dan gio hanya bisa menurut apa kata perawat tersebut untuk menunggu dokter datang memeriksanya .


kala itu di luar ruangan gio tidak ada orang sama sekali , kakek vino berpamitan karna ada urusan sebentar , sementara rey dan kikan sedang menyelesaikan administrasi di front office rumah sakit .


perawat itu membawa merry kembali ke ruangannya , ia meminta perawat lain untuk membantunya mengangkat tubuh merry berbaring diatas pembaringannya


dan tak lama kemudian dokter pun datang dan segera memeriksa merry .


dokter menyuruh perawat itu untuk memberitau keluarga merry ,


perawat itu mengiyakan perintah dokter. ia mencari kikan dan rey untuk memberitau  bahwa anaknya tiba tiba tidak sadarkan diri , kikan dan rey langsung bergegas kembali  ke ruangan merry . mereka berdua melihat dokter sedang memeriksa keadaan anak semata wayangnya itu .


" anak saya kenapa dok ? " tanya rey dan kikan dengan panik .


" nona merry kelelahan , dia masih belum benar benar pulih dan membutuhkan banyak istirahat . jadi saya harap biarkan dia istirahat , jangan terlalu membebani pikirannya  karna itu akan memperburuk kondisinya selama masa pemulihan  " ucap dokter tersebut , kikan dan rey pun mengiyakannya apa kata dokter . dokter itu pun berpamitan dan berlalu meninggalkan ruangan merry .


" lihatlah .. anakku jadi begini  semua gara gara dirimu " teriak  rey kepada kikan sembari mengernyitkan dahinya


" apa kau tidak bisa sehari saja tanpa menyalahkan ku ? " kata kikan dengan kesal akan perkataan suaminya yang selalu menyalahkannya tersebut


" lalu aku harus menyalahkan siapa ? jelas jelas ini memang salahmu ! kalau kau tidak memberitaunya , kejadiannya  tidak akan begini ! apa susahnya menunggu sampai gio sadar "  seru rey , saat kikan hendak berbicara , tiba tiba salah seorang perawat menghampiri mereka berdua


"  tuan .. nyonya .. tuan gio sudah sadar dan baru saja di periksa oleh dokter " kata perawat tersebut


kikan dan rey pun terkejut mendengarnya . raut wajahnya terlihat begitu senang saat tau menantunya sudah sadarkan diri , mereka pun berterimakasih kepada perawat itu karna sudah memberitaunya  .


kikan dan rey bergegas keluar meninggalkan merry sejenak dan berjalan masuk kedalam ruang rawat gio . terlihat gio sedang menyandarkan sebagian nadannnya di tempat tidur seraya memejamkan mata dengan nafas yang terbuang begitu berat  .


" gio " sapa kikan dan rey ,gio pun membuka matanya seketika


" papa .. mama .. " sapa gio dengan menepiskan senyumnya


" syukurlah nak kau sudah sadar  " ucap rey  ia pun senang melihat menantunya itu sudah sadarkan diri  . rey pun mencoba memeluk gio .


" apa kau baik baik saja nak ? " tanya kikan menyentuh bahu gio


" iya ma , gio baik baik saja . hanya kepala gio saja yang sedikit berat " tutur gio dengan pandangannya yang masih terlihat lemah .


" ma .. pa .. apa merry baik baik saja ? saat gio bangun . tiba tiba merry sudah disamping gio dengan keadaan  tidak sadarkan diri  ma  " imbuh gio ,


" merry baik baik saja nak , kata dokter dia hanya kelelahan . dan butuh istirahat untuk pemulihan " ucap kikan .


" apa gio boleh menemui merry sebentar ma  ? " tanya gio kepada kikan


" besok saja , kau juga harus istirahat nak " saut rey


" tapi pa .. gio ingin sekali melihat merry " pinta gio memelas


rey dan kikan pun menyuruh gio untuk beristirahat , dan mereka berdua berlalu keluar dari ruangan gio .


rey mencoba menghubungi kakek vinno dan keluarga lainnya untuk memberi tau bahwa gio sudah sadar , semua yang mendengar kabar baik dari rey begitu lega dan senang .


Setengah jam kemudian . Kakek vinno kembali lagi ke rumah sakit untuk menemui cucunya yang sudah sadar tersebut .


" cucuku .. Kakek sangat senang kau sudah sadar nak " ucap kakek vinno , ia berjalan menghampiri gio sembari memeluk erat tubuh cucunya itu , gio pun menyapa kakek vinno dan membalas pelukannya tersebut . Kaca mata kakek vinno pun basah karna terpercik oleh air mata , ia mengangkat kaca mata tersebut dan mengusap kering kaca mata itu dengan tangannya .


" kakek .. Maafkan gio sudah menyusahkan kakek malam malam kemari , maafkan gio kek dari kecil bahkan hingga sekarang gio selalu menyusahkan kakek " kata gio dengan menurunkan pandangannya , ia terlihat begitu bersedih dan kasihan melihat kakek nya itu .


" kau ini bicara apa ? Kau sama sekali tidak pernah menyusahkan kakek nak " tutur kakek vinno dengan memukul pelan bahu gio . gio sejenak memandang kakek vinno .


" gio sangat sering menyusahkan kakek , maafkan gio kek . gio masih belum bisa membahagiakan kakek " pinta gio


" nak .. kau tidak perlu bersusah payah membahagiakan kakek !


Kebahagiaan kakek hanya melihatmu bahagia , kakek ingat betul bagaimana masa masa kelam saat kau di tinggal oleh mama papa dan juga adikmu dulu . bahkan hampir setiap hari kakek merasa terluka melihatmu tidak bersemangat menjalani hidup .


rasanya waktu itu . harta , jabatan , kekayaan kakek tidak berharga dan tidak ada artinya sama sekali . Kakek mati matian ingin mencarikanmu sebuah kebahagiaan , tetapi ternyata kau sudah menemukan kebahagiaanmu sendiri " tutur kakek vinno , ia mengucek kedua matanya yang sedikit basah .


" kebahagiaan gio hanya pada merry kek , dia satu satunya kebahagiaan yang dikirimkan oleh tuhan untuk gio , jika tuhan tidak mempertemukan gio dengan merry . Mungkin gio tidak akan bersemangat dan bertahan menjalani hidup sampai hari ini " ucap gio , tatapan matanya begitu kosong dengan menahan air matanya.


Mereka berdua pun berbincang bincang , Gio juga memberitau kepada kakeknya bahwa saat dirinya sadar , ia melihat merry sempat tak sadarkan diri . Kakek vinno pun terkejut mendengarnya , tak lama kemudian Kakek vinno berpamitan kepada gio untuk melihat keadaan merry sekaligus pamit pulang kerumah . Karna tidak mungkin jika kakek vinno tidur di rumah sakit karna usia nya yang sudah terbilang rentan , kakek vinno pun menitipkan gio kepada kikan dan rey .


Sesekali kikan dan rey bergantian melihat kondisi kedua anaknya tersebut


Saat kakek vinno sudah pulang .


gio membaringkan tubuhnya kembali diatas pembaringannya dengan mata yang masih terjaga ,


matanya  menyiratkan kesedihan yang begitu mendalam akan  istrinya .


Rasanya ia ingin sekali melihat dan memeluk tubuh merry . Mendekap dengan erat tubuh wanita yang selama ini membuatnya begitu nyaman ,


Tubuh yang membuatnya merasakan kehangatan yang begitu dalam ,


Tubuh yang menenangkan hati dan jiwanya .


Malam itu hati gio seakan tertikam benda tajam , karna menahan kerinduannya terhadap merry .


ia berkali kali membolak balikan posisi tidurnya dengan tidak tenang .


Ia hendak mencoba beranjak turun dari tempat tidur bermaksud ingin menemui merry sebentar ,


namun tubuhnya semakin melemah dan tak bertenaga . Gio pun kembali merebahkan tubuhnya .


" merry .. kenapa bayanganmu begitu menyiksaku seperti ini ? aku benar benar tidak tenang sebelum melihatmu " gumam gio dengan geram


Ia hanya bisa memejamkan matanya dengan pasrah .


Ia ibarat karang yang mengikis luas isi hati ini


Sekalipun ku coba menerjangkan ombak didalamnya


Ia tak berpaling  dan tak bergemming dari hati yang tak bertuan ini


Bagaimana bisa aku berdiam diri ? sementara rindu ini  benar benar menyayat hati


Hatiku ibarat kaca yang mudah terpecah belah


Aku selalu memerangi hatiku akan kerinduan yang begitu gaduh


Aku bukanlah sosok manusia yang mudah jatuh cinta


Tetapi , ketika aku menemukan seseorang yang mampu meruntuhkan dinding hatiku


Aku tak akan pernah melepaskannya dan akan ku jatuhkan hatiku sejatuh jatuhnya


Sekali lagi ..


Aku jatuh cinta berkali kali kepada orang yang sama


Seseorang yang membuat hati ini resah bahkan hingga satu detik tak berada di sisinya .


(noviana lancaster)


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


Gracias ^_^